
.
.
.
"Div, bagaimana Lo merawat mereka? bukan satu malah tujuh sekaligus," Aryana.
"Mereka tidak seperti anak kecil lain yang bawel, mereka sangat anteng dan tidak menyusahkan, mereka lah sumber kekuatan dan kebahagiaanku." Diva..
Si kembar hanya mendengar kan cerita Mommy nya sewaktu mereka masih kecil.
"Ini Poto mereka sewaktu kecil," Diva memperlihatkan Poto si kembar sewaktu kecil di ponselnya.
"Wah comel banget mereka," Anisa.
Satu persatu mereka melihat poto si kembar sewaktu kecil. dari Anisa kemudian berpindah pada Adefa lalu ke Aryana.
"Kalau gue satu aja sudah repot, apalagi sampai tujuh?" Adefa.
"Nanti kalau kalian sudah menjadi seorang ibu, kalian akan tahu betapa bahagianya memiliki anak." Diva.
Darmendra yang mendengarnya merasa tersentuh, tapi sebisa mungkin ia menahan ekspresi wajahnya. ia tau betapa sulitnya Diva dalam merawat si kembar. Namun Diva tidak mau mengatakan itu.
Pelayan pun datang membawa makanan pesanan mereka, si kembar sudah tidak sabar ingin menyantap hidangan dimeja tersebut.
"Silahkan Tuan, nyonya dan nona." ucap pelayan tersebut.
Mereka pun mulai makan, saat makan tidak ada yang bersuara hanya dentingan sendok dan garpu beradu dengan piring.
"Oh ya Div, berapa lama lo disini?" tanya Aryana.
"Nanti setelah melihat sunset kami segera pulang." Diva.
"Cepat amat?" Anisa.
"Si kembar besok mau sekolah, dan kami sudah kembali bekerja." Diva.
"Lo kerja dimana? perusahaan apa?" Adefa.
"Aku di perusahaan SEVEN R CORP, dan mas Darmendra perusahaan nya sendiri yaitu J H company." Diva.
"Kenapa lo gak kerja di perusahaan suami lo aja. kan bisa barengan." Aryana.
"Kalau aku kerja di perusahaan mas Darmendra, terus SEVEN R CORP siapa yang mau kelola?" Diva.
"Maksudnya, perusahaan SEVEN R CORP perusahaan yang terkenal itu milik Lo?" tanya Anisa kaget, dan Diva pun mengangguk.
"Tunggu, tunggu. bukannya SEVEN R grup band yang terkenal itu?" Aryana.
"Yup, mereka lah orangnya," Diva menunjuk kearah si kembar.
__ADS_1
"What?" pekik ketiganya serentak, lalu menoleh kearah si kembar dan meneliti wajah mereka.
"Aaaaaakkh, ternyata idola gue adalah ponakan gue sendiri." Anisa.
Ya mereka bertiga pernah menonton konser amal si kembar, tapi mereka tidak menyangka kalau SEVEN R itu adalah anak dari sahabatnya.
"Boleh aunty peluk kalian?" Anisa.
"Boleh aunty, tapi jangan cium cuma Mommy sama Oma yang boleh cium kami."
"Haa..." mereka pun saling pandang dengan wajah cengo.
"Iya, sejak umur empat tahun mereka sudah tidak mau lagi dicium oleh orang lain." Diva menjelaskan.
"Oke deh, nanti aunty minta poto bareng kalian." Anisa.
"Ngomong ngomong ada gak cowok yang jomblo untuk kita kita?" tanya Adefa.
"Ada temanku, tapi mereka seusia denganku." Darmendra.
"Emang berapa usia tuan?" tanya Anisa.
"32 tahun, beda delapan tahun dari Diva." Darmendra.
"Gue kira baru 25 tahun," Anisa.
Sejak pertemuan tadi sebenarnya Anisa menyukai Darmendra, tapi setelah tau Darmendra sudah menikah dan punya anak Anisa mengurungkan niatnya menyukai Darmendra, apalagi diketahui bahwa Darmendra adalah milik sahabatnya, gak mungkin dia menikung sahabatnya sendiri, karena menjadi pelakor bukan tipe mereka.
"Nanti aku kenalin pada temanku itu," Darmendra.
"Tenang saja, mereka jomblo abadi. tapi pekerjaan mereka tidak masalah kan?" Darmendra.
"Tenang kita tidak mempermasalahkan pekerjaan mereka, yang penting baik, setia dan pengertian, dan kalau bisa harus tampan." Anisa.
Darmendra langsung menghubungi ketiga sahabatnya itu, pertama Darmendra menghubungi Robert menyuruhnya datang, kedua Darmendra menghubungi Tiger Jhon, ketiga Darmendra menghubungi Rivaldo, mereka bersahabat sewaktu kuliah diluar negeri.
Kini mereka kembali kekamar mereka masing-masing, dan akan bertemu kembali saat sudah sore dipinggir pantai. sekaligus ingin berkenalan dengan para cowok yang akan Darmendra kenal.
"Daddy tiba tiba menjadi Mak comblang," ejek Ram saat mereka sedang berada di balkon kamar si kembar.
"Biarlah dari pada mereka menjadi jomblo abadi. sampai tua tidak laku laku." ucap Darmendra sambil tertawa.
"Berapa banyak sahabat Daddy?" tanya Ren.
"Tidak banyak hanya mereka bertiga, Daddy tidak terlalu suka bergaul." Darmendra.
"Kami tidak ada sahabat, Daddy. hanya saudara saja." Roy.
"Kalian tidak perlu sahabat lagi, kalian tujuh orang sudah lebih dari cukup. saudara sekaligus sahabat." Diva.
"Benar Mom, kita tidak perlu teman yang lain, karena mereka tidak tulus dalam berteman." Ray.
"Ingat kalian saudara kembar, sesama saudara tidak boleh bermusuhan, harus saling menjaga saling melindungi dan satu yang paling penting jangan memperebutkan harta, Daddy kalian kaya pasti kalian semua akan dapat harta itu secara adil." Diva.
__ADS_1
"Kami tidak butuh harta warisan Mom, kami sudah punya perusahaan sendiri, nanti bila kami sudah besar kami akan membangun perusahaan kami masing-masing tanpa bantuan Mommy dan Daddy." Ram.
"Benar Mom, harta yang Daddy punya biar untuk adik adik kami nantinya." Roy.
"Daddy tau kalian sangat jenius, Daddy juga tahu kalian pasti mampu tanpa bantuan dari kami orang tua kalian, Daddy sangat bangga terhadap kalian semua." Darmendra.
"Dad kalau nanti kami punya adik, apakah akan kembar juga?" tanya Ram tidak nyambung.
Darmendra menoleh kearah Diva seperti meminta bantuan untuk menjawab. Diva yang mengerti pun menjawab.
"Kembar atau tidaknya itu semua adalah Kehendak Allah, bila Allah berkehendak semua pasti akan terjadi." Diva.
Si kembar yang otaknya jenius tentu bisa menangkap dengan jelas pernyataan Diva.
Ram berpindah dan duduk dipangkuan Darmendra.
"Dasar anak manja," ledek Ray.
"Iri bilang bos, hahai." Ram balas mengejek.
"Jam berapa sekarang?" tanya Diva.
"Jam 4 sore," jawab Darmendra.
"Sebentar lagi kita akan ke tepi pantai." Diva.
"Kita turun sekarang yuk, sepertinya mereka sudah sampai di lobby hotel." Darmendra.
Mereka pun turun ke lobby hotel untuk menemui sahabat sahabat mereka.
"Jangan lupa beritahu pada sahabatmu itu." Darmendra.
"Sudah, mereka juga sudah keluar dari kamar mereka," Diva.
Tidak berapa lama Darmendra bersama si kembar juga Diva sudah berada di lobby hotel.
"Dimana mereka?" tanya Diva saat tidak melihat teman Darmendra di lobby hotel.
"Mereka berada di restoran." jawab Darmendra.
"Ada apa bro ngajak kita kemari? mau pamer kemesraan kalian?" tanya Tiger Jhon, sebenarnya namanya Jhonson Abraham, karena dia suka berteman dengan bintang buas jadi di sebut Tiger Jhon.
"Jangan souzon jadi orang, aku ngajak kalian kemari hendak mengenalkan kalian pada cewek, biar kalian tidak jomblo abadi." Darmendra.
"Bro biar kita jomblo, tapi jomblo happy. tidak mau cewek sembarangan." Rivaldo.
"Cih, mentang mentang sudah punya gebetan," Robert.
Oh iya, di antara mereka hanya Robert saja yang tau masa lalu Darmendra. karena Darmendra juga jenis orang yang tertutup, kalau saja Robert bukan asisten pribadinya, mungkin Robert juga akan mengira kalau Diva itu istrinya Darmendra.
.
.
__ADS_1
.