SEVEN R : Anak Genius

SEVEN R : Anak Genius
Ujian Nasional


__ADS_3

.


.


.


Setelah selesai makan, Ram pun membayar semua makanan itu, dan tidak lupa bonus untuk pelayanan itu lagi, tentu saja pelayan itu senang. Rezeki jangan ditolak, mereka pun keluar dari rumah makan tersebut.


"Kemana lagi nih?" tanya Ram.


"Pulang aja yuk," ajak Ricardo.


"Yuk lah, capek pengen istirahat," Ren.


Akhirnya sikembar dan Ricardo pun pulang, mereka berpisah dipersimpangan jalan karena berbeda arah.


Setibanya di mansion, sikembar langsung masuk dan berlari menuju kamar mereka masing-masing. Mereka ingin mandi dulu sebelum menemui adik adiknya. Sikembar tiga lagi sedang aktif aktifnya sekarang dan makin menggemaskan.


Setelah selesai mandi Ram membuka laci nakas dan melihat kotak kecil berisi kalung. Ram membuka kotak tersebut dan melihat kalung itu.


"Sebelum aku berangkat ke London aku akan menemanimu gadis kecil dan memberikan kalung ini, aku yakin ini sangat berharga untukmu," gumam Ram.


Setelah itu Ram pun berganti pakaian dan setelah rapi ia pun keluar dari kamarnya dan menuju kamar baby Angel. Perlahan Ram membuka pintu dan ternyata disana sudah ada Oma dan Opanya.


"Ehh Abang sudah pulang?" tanya Vera.


"Iya Oma, Mommy mana Oma?" tanya Ram balik.


"Di kamar mungkin," jawab Vera.


Ram menghampiri adik adiknya yang sedang tertidur. Ram menoel noel pipi baby Lina yang semakin chubby.


"Kapan kalian ujian Nasional?" tanya Jordan.


"Seminggu lagi Opa, dan kami sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian," jawab Ram.


"Kalian sudah pintar tidak perlu belajar," ucap Jordan.


"Opa, segala sesuatu harus dipelajari. Sepintar apapun kami, kami juga manusia yang otak dan pemikiran terbatas, kita bisa mengenal dunia karena membaca buku atau novel atau sejenisnya. Intinya tanpa belajar kita tidak bisa apa-apa, seperti anak bayi tidak mungkin akan langsung berjalan kalau tidak belajar lebih dulu," kata kata Ram begitu menohok pada Jordan, Vera yang mendengarnya menahan tawa melihat suaminya kalah debat dengan cucunya yang masih kecil.


"Susah deh kalau melawan anak jenius," batin Jordan.


Diva masuk kedalam kamar baby Angel dan tersenyum melihat putranya sedang menimang adiknya meski masih tertidur.


"Kenapa Dad?" tanya Diva yang melihat wajah Jordan masam seperti mangga muda.


"Kalah debat dengan cucunya," bukan Jordan yang menjawab tapi Vera.


"Kalau ngomong dengan mereka hati hati Dad, bisa bisa kita yang terpojok," kata Diva.


"Susah kalau bicara dengan anak terlalu pintar," gumam Jordan tapi masih didengar oleh yang lain. Seketika Diva dan Vera tertawa.

__ADS_1


Kemudian Diva menghampiri Ram dan mencium pipi putranya itu. Ram dengan senang hati dicium oleh Mommy nya, sekali giliran Jordan ingin menciumnya Ram menghindar dan menjauh karena tidak mau dicium.


"Kalau Oma boleh?" tanya Vera, dan Ram menggeleng.


"Cium pipi adek aja Oma, aku sudah besar," jawab Ram santai.


"Daddy pulang," seru Darmendra nongol dipintu kamar.


"Mandi dulu sana nanti baru boleh masuk," perintah Vera, Darmendra hanya mencebikkan bibirnya.


"Heeh, nih anak mau melawan orang tua ya?" Vera.


"Ehh gak kok Mom, oke oke aku mandi," Darmendra berlari kearah Diva dan mengecup pipi Diva setelah itu baru ia berlari keluar dari kamar itu.


"Mommy layani Daddy dulu ya, menyiapkan air dan pakaian gantinya," ucap Diva lalu keluar dari kamar.


Saat Diva masuk ternyata Darmendra masih belum mandi, Darmendra berbaring diatas ranjang sambil tangannya direntangkan keatas kepalanya.


Ceklek... pintu terbuka dan spontan Darmendra menoleh, melihat istrinya yang masuk membuat senyum Darmendra melebar sehingga menampakkan giginya yang tersusun rapi.


"Kok belum mandi?" tanya Diva.


"Nungguin sayang menyiapkan air hangat untuk mandi," jawab Darmendra.


"Sebelum ada aku, siapa yang layani?" tanya Diva lagi.


"Sendiri, sekarang sudah ada istri beda dong," jawab Darmendra.


Gleek... Darmendra menelan silivanya, tapi matanya tidak berkedip menatap Diva yang sudah membuka kancing piyamanya itu.


"Sayang," panggil Darmendra seperti menahan sesuatu.


"Hmmm, ada apa hubby?" tanya Diva seolah tidak tahu keinginan suaminya.


"Sayang," panggil Darmendra lagi, kemudian bangkit dan langsung memeluk Diva.


"Kenapa harus buru buru sih?" tanya Diva.


"Karena kamu menggodaku sayang," jawab Darmendra.


Kemudian Darmendra mencium bibir istrinya, dan Mel*m*tnya dengan lembut, membuat Diva terbuai. Diva memang menginginkan suaminya, itu sebabnya ia berani menggodanya. Sehingga terjadilah pendakian yang dipimpin oleh Diva.


...****************...


Waktu begitu cepat berlalu, hingga kini sudah tiba hari dimana siswa siswi SMA kelas 12 melakukan ujian Nasional.


Sikembar sudah bersiap siap untuk berangkat ke sekolah, kali ini mereka akan diantar oleh supir pribadi.


"Kalian hari ini ujian?" tanya Diva.


"Iya Mom," jawab Ram.

__ADS_1


"Semangat ya, pertahankan juara," ucap Vera memberi semangat.


"Pasti Oma, lagi pula kita sudah mendapat sertifikat untuk belajar diluar negeri," jawab Ram.


"Makan makan nanti terlambat kesekolah," ucap Diva.


Sikembar pun makan, tapi tidak terlalu terburu buru. Setelah selesai makan mereka semua pun berpamitan untuk berangkat ke sekolah.


"Paman sudah siap?" tanya Ram.


"Sudah tuan kecil, mari..!" kata Agus.


Sikembar pun masuk kedalam mobil, dan mulai berangkat menuju sekolah.


"Paman nanti tidak usah jemput ya, kami akan pulang sendiri," kata Ram.


"Baik tuan kecil," jawab Agus.


Kurang lebih 30 menit mereka pun tiba di sekolah, sikembar turun dari mobil lalu melambaikan tangan kepada Agus. Agus tentu saja membalasnya. Setelah sikembar masuk Agus pun menjalankan mobilnya kembali ke mansion.


Sikembar masuk kedalam kelas meskipun bel sekolah belum berbunyi. mereka malas berkeliaran diluar, kekantin saja mereka jarang.


"Ehh kalian sudah lama?" tanya Ricardo.


"Lumayan sekitar 3 menit lebih," jawab Ren santai.


Ricardo pun duduk dekat mereka, sambil berbincang bincang ringan tentang pelajaran yang telah mereka pelajari.


Tidak berapa lama bel sekolah pun berbunyi, siswa siswi pun masuk dan duduk di bangku mereka masing-masing.


"Saya deg degan," ucap Ricardo.


"Tenang bang, kalau Abang tenang semuanya bisa diselesaikan dengan baik," saran Roy.


"Iya kalian jenius, lah saya otak pas-pasan," jawab Ricardo.


"Abang juga jenius kok, hanya beda bidangnya aja," jawab Ram, Ricardo tersenyum.


Bu Tessa masuk dengan membawa kertas soal ujian dan juga kertas jawaban. Bu Tessa tersenyum manis di wajah cantiknya.


"Selamat pagi anak anak, hari ini kita akan mengadakan ujian Nasional, dengan begitu berarti sebentar lagi kalian akan lulus. Dan ibu harap kalian bisa lulus semuanya, ibu tahu kalian semua adalah murid yang cerdas." ucap Bu Tessa.


Setelah itu iapun membagi bagikan kertas tersebut. Setelah selesai membagikannya Bu Tessa kembali ke mejanya.


"Sekarang kalian boleh mengerjakan soal-soal tersebut dan ibu beri waktu 60 menit dari sekarang," ucap Bu Tessa.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2