
.
.
.
Acara sedang berlangsung, kemudian semua terdiam saat Pak kepala sekolah naik keatas panggung.
"Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih atas kehadiran Bapak dan ibu sebagai orang tua murid, saya Komarudin sebagai kepala sekolah disekolah ini merasa sangat berbangga dengan prestasi siswa siswi disekolah ini. Tanpa menunggu lama dan tanpa bicara panjang lebar, saya akan langsung mengumumkan kelulusan para siswa siswi yang sudah menyelesaikan ujian Nasional dengan begitu baik. Dan disini saya umumkan bahwa untuk siswa siswi SMA kelas 12 dinyatakan 100 persen lulus." ucap Pak Udin dengan suara lantang melalui mic.
"Dan sekarang saya akan mengumumkan peringkat tertinggi dari juara 4 sampai juara 1. Untuk juara 4 dulu jatuh kepada Paramita, selamat untuk Paramita dan silahkan naik keatas panggung. Dan untuk juara ke 3 jatuh kepada Ayu wandira, untuk Ayu selamat atas keberhasilannya dan silahkan naik keatas panggung. Untuk juara dua, dan ini sangat mengejutkan bagi kami, dan kami sama sekali tidak menduga kalau prestasinya meningkat di tahun ini, juara 2 disandang oleh Ricardo Hansen, silahkan Ricardo untuk naik keatas panggung." ucap Pak Udin.
"Dan sekarang untuk juara 1 dan sekaligus juara umum. Mohon maaf sebelumnya, bila kami mengambil keputusan ini, sebelumnya kami sudah berdiskusi sesama guru dan sudah menetapkan mereka sebagai juara 1, karena nilai mereka sama jadi kami sepakat untuk memilih mereka semua, selamat untuk Rayden Henderson, Rendra Henderson, Rakha Henderson, Raffa Henderson, Rasya Henderson, Roy Henderson, dan Ramendra Henderson, untuk ketujuh anak yang di sebut namanya silahkan naik keatas panggung.
"Para orang tua siswa siswi merasa heran kenapa juara 1 disandang oleh oleh tujuh orang? Karena untuk pertama kalinya dalam sejarah disekolah ini menetapkan tujuh siswa sekaligus sebagai juara 1 sekaligus juara umum.
Kemudian salah satu dari orang tua murid naik keatas panggung, ia naik keatas panggung dengan penuh percaya diri untuk melakukan protes.
"Ada yang bisa saya bantu Pak?" tanya Pak Udin sopan.
"Saya mau protes, mengapa juara 1 harus disandang oleh tujuh orang anak, mereka itu belum layak untuk sekolah SMA seharusnya mereka masih SD," ucap pria itu dengan lantang karena mic ada ditangannya jadi suaranya terdengar diseluruh ruangan itu.
Kenapa Pak Udin tersenyum, "lihat dilayar monitor Pak, disana adalah hasil nilai ujian mereka. Semua siswa siswi hasil ujian mereka tertera disana," ucap Pak Udin dengan tenang. Pria itu menoleh kelayar besar yang ada didepannya, disana terpampang jelas nilai hasil ujian mereka dari yang terbawah hingga yang tertinggi.
"Bapak bisa melihat sendiri nilai dari tujuh anak tersebut, mohon maaf sekali lagi karena kami tidak bisa membedakan nilai mereka, jadi kami sepakat untuk mengangkat mereka sebagai juaranya," ucap Pak Udin dengan sikap yang masih sopan.
__ADS_1
Akhirnya pria itu malu sendiri, ia yang awalnya tidak terima akhirnya mengalah dan segera turun dari panggung tersebut dengan perasaan malu, karena anaknya hanya masuk 10 besar. Kemudian Pak Udin memberikan hadiah kepada juara tahun ini. Mita dan Ayu merasa sangat malu dan tidak menyangka mereka kalah pada orang yang selama ini mereka remehkan terutama Ricardo.
Tapi keduanya tidak bisa protes karena nilai keduanya memang dibawah Ricardo. Setelah menerima hadiah sikembar dan yang lainnya kembali ke posisi masing-masing.
"Sekarang kita akan menyaksikan penampilan sikembar, untuk sikembar dipersilahkan," ucap Pak Udin. Setelah itu Pak Udin undur diri dan turun dari panggung tersebut.
Sikembar naik keatas panggung untuk melakukan persembahan mereka.
"Selamat malam semuanya, untuk Bapak ibu yang hadir diacara malam hari ini." ucap Ram.
Lalu mereka mengambil alat musik mereka masing-masing dan posisi masing-masing. Suasana semakin meriah dengan hadirnya sikembar dengan penampilan mereka. Semua berdiri menyaksikan sikembar yang mulai bernyanyi dan bermain musik. Begitu juga dengan baby Angel, mereka sangat antusias melihat Abang Abangnya diatas panggung. karena Darmendra dan keluarganya duduk dikursi paling depan.
"Sudah lama saya tidak melihat persembahan mereka," ucap si A seorang wanita paruh baya yang juga sangat ngefans dengan sikembar.
Semua orang yang menyaksikan bersorak melihat persembahan sikembar diatas panggung. Mereka benar benar terhibur. Sikembar bernyanyi sebanyak 4 lagu sekaligus, dan setelah itu mereka pun berhenti dan digantikan oleh persembahan yang lain. Suasana yang tadinya meriah kini tidak lagi karena sikembar sudah turun dari atas panggung. Jam 10 malam acara pun berakhir. Semua orang membubarkan diri dan kembali kerumahnya masing-masing.
Seminggu setelah acara kelulusan dan perpisahan sekolah, kini saatnya sikembar akan berangkat ke London. Sikembar diantar oleh Daddy dan Mommy nya, Vera dan Jordan juga tidak ketinggalan, teman teman sekolah yang satu kelas dengan sikembar juga mengantarkan kepergian sikembar ke luar negeri. Sikembar turun dari mobil dan melihat teman sekelasnya sudah berjejer ditempat itu, Ricardo yang paling depan, Ayu serta Mita juga ikut mengantarkan mereka. Sikembar menghampiri mereka dan berjabat tangan dengan mereka satu persatu, mereka memeluk sikembar dan berpesan agar berhati-hati, serta meminta maaf kalau selama ini mereka banyak kesalahan.
"Tidak ada manusia yang tidak berbuat kesalahan, maka dari itu kami sebagai manusia biasa juga meminta maaf kepada kalian, dan agar kita saling memaafkan." ucap Ram.
Mereka semua tidak kuasa menahan airmata mereka, sewaktu satu sekolah mereka bahkan cuek dengan sikembar, tapi saat akan berpisah mereka seakan tidak rela.
"Hati hati disana, dan jangan lupakan saya," ucap Ricardo.
"Kami tidak mungkin melupakan saudara sendiri, bang," ucap sikembar serentak. Ricardo yang mendengar itu semakin menangis lalu ia memeluk sikembar bersamaan.
__ADS_1
Kemudian sikembar mendekati orang tuanya, juga Oma dan Opanya. Diva dan Vera yang paling kuat menangis, seakan tidak rela sikembar pergi.
"Kami minta ampun minta maaf Mommy, selama ini kami belum cukup berbakti," ucap sikembar serentak. Lalu mereka berpindah pada Vera dan mengatakan hal yang sama. Kemudian sikembar mendekati Daddy dan Opanya. Sikembar memeluk keduanya.
Kini saatnya sikembar akan masuk karena keberangkatan mereka sebentar lagi, sikembar melambaikan tangan kepada mereka semua. Mereka semakin menangis, tidak terkecuali Diva. Diva memeluk tubuh suaminya, dan Darmendra berusaha untuk menenangkan istrinya itu. Begitu juga dengan Jordan yang menenangkan istrinya yang juga menangis dalam pelukan suaminya.
Sedangkan Ayu tanpa sadar memeluk Ricardo dan menangis dalam pelukan Ricardo, Ricardo yang merasa iba pun mengelus elus punggung Ayu untuk menenangkannya. Setelah Ayu sadar kalau ia memeluk Ricardo, Ayu menjadi canggung dan saling membuang muka karena malu. Sementara pesawat yang ditumpangi sikembar kini sudah lepas landas dan sudah berada di udara. Darmendra Diva dan yang lainnya pun pulang kerumahnya masing-masing.
Tamat.
Kisah seven R Anak genius aku tamatkan sampai disini, dan berlanjut pada novel berikutnya. Kalau suka mampir ya kisah sikembar dewasa.
Oh ya, ada yang minta kisah Ricardo dengan Ayu nanti akan aku pertimbangkan.
Sekarang aku mau fokus dulu pada novel tujuh CEO muda. Dan nanti InsyaAllah akan membuat novel tentang sikembar tiga.
Terimakasih yang sudah membaca novel ini, yang memberi like, komen, dan vote serta gift nya. Terimakasih banyak untuk para pembaca yang tidak bisa aku sebutkan satu persatu. Dukungan kalian adalah motivasi ku untuk berkarya.
Disini aku hanya ingin mengungkapkan bahwa aku sangat senang dengan dukungan kalian semua. Semoga Allah membalas semua kebaikan kalian, dan semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya dan rezeki untuk kalian semua. Dan semoga kalian semua diberi kesehatan dalam keadaan apapun. Aamiin. Wassalam dari author abal abal PA'TAM.
.
.
.
__ADS_1