SEVEN R : Anak Genius

SEVEN R : Anak Genius
Menikah.


__ADS_3

.


.


.


Setelah melewati hari demi hari Minggu pun berlalu hari ini adalah hari akad nikah Darmendra dan Diva. acaranya sengaja digelar tertutup. Bahkan para sahabatnya tidak ada yang tau, setelah acara ijab kabul selesai Darmendra dan Diva pun bersalaman dengan para saksi yang telah dibayar oleh Darmendra. bahkan si kembar pun tidak hadir, hanya Vera dan Jordan yang ikut. sedangkan si kembar bersekolah, karena saat ini mereka sedang mengikuti ujian Nasional. setelah lulus nanti si kembar akan masuk SMP.


Darmendra dan Diva keluar dari masjid disusul oleh Vera dan Jordan. mereka memasuki mobil masing-masing. Acara resepsi pernikahan mereka akan digelar dua Minggu lagi.


"Kita langsung ke butik ya memesan gaun pengantin, juga pakaian untuk si kembar." Darmendra.


"Terserah mas saja lah," Diva.


Darmendra berpamitan kepada orang tuanya bahwa mereka akan langsung kebutik.


"Kalau begitu kami jemput si kembar sajalah, yuk Mom kita ke sekolah si kembar." Jordan.


Vera dan Jordan pun menjalankan mobilnya dengan perlahan, setelah keluar dari area masjid barulah mobil melaju dengan kecepatan diatas rata rata. Tidak lama kemudian mereka pun tiba di sekolah si kembar. Kebetulan jam pulang sekolah pun tiba, para murid berhamburan keluar dari kelas masing-masing. Vera terus memperhatikan kearah sekolah kalau kalau si kembar sudah keluar. tak lama si kembar pun keluar beriringan, tiada yang bisa membedakan saat mereka berpakaian yang sama, hanya Mommy mereka lah yang bisa membedakan.


"Oma dan Opa jemput kita?" tanya Ram.


"Tentu, Oma dan Opa sengaja ingin ngajak kalian jalan jalan ke mall." Vera.


"Benarkah Oma?" tanya Roy.


"Iya mari masuk," Jordan.


Si kembar pun masuk kedalam mobil, Jordan sengaja membawa mobil yang besar, karena memang ingin mengajak si kembar jalan jalan.


"Bagaimana sekolah kalian?" tanya Vera.


"Baik kok Oma, sebentar lagi mau lulus terus melanjutkan ke SMP." Ram.


"Maunya kami langsung kuliah saja, tapi pasti Mommy tidak mengizinkan." Rakha.


"Mungkin Mommy kalian ingin kalian menikmati masa masa sekolah," Vera.


"Dulu Daddy kalian juga sering loncat kelas," Jordan.

__ADS_1


"Benarkah Opa?" Raffa.


Jordan mengangguk, mobil mereka terus melaju di jalanan, beruntung jalanan tidak macet.


"Opa berhenti," ucap Ray tiba tiba.


Jordan pun mengerem mobilnya, "ada apa?"


Jordan menoleh tapi si kembar sudah turun semua, Jordan terpaksa menepikan mobilnya agar tidak menghalangi kendaraan dibelakang. Si kembar menghampiri para preman tersebut. Ya, yang Ray lihat tadi adalah preman yang sedang meminta uang pada wanita tua. wanita tua itu ditampar oleh preman itu, Ray yang melihat itu langsung bersalto menendang dada salah satu dari preman tersebut. Ren, Rasya dan Roy juga tidak tinggal diam.


Buugh...


Buggh...


Buugh...


Buggh....


Keempat preman itu jatuh ketanah akibat tendangan Ray, Ren, Rasya dan Roy, preman itu memegang dadanya masing-masing.


"Sial sakit sekali dadaku, ternyata tendangannya begitu kuat." ucap salah satu dari mereka.


Ram membantu wanita tua itu bangkit, "Nenek tidak apa-apa?"


Wanita tua itu menoleh, dan melihat perkelahian preman tersebut.


"Mari kita menjauh Nek," Raffa.


Wanita tua itu pun ikut saja, lalu wanita tua itu mengucapkan terima kasih dalam bahasa isyarat, ternyata Nenek itu bisu. beruntung si kembar anak jenius jadi mereka mengerti kata kata nenek itu. Ram melihat makanan yang dipegang oleh nenek itu sudah tidak layak makan (kotor), karena tadi makanan itu jatuh ketanah.


Sedangkan preman tersebut sudah terkapar ditanah. Jordan menghampiri si kembar, karena khawatir dengan keadaan si kembar.


"Kalian tidak apa-apa?" tanya Jordan, si kembar menggeleng.


"Opa tolong telepon polisi, biar orang ini dipenjara." Ray memang tidak tega kalau ada wanita yang dianiaya.


"Baik," lalu Jordan pun segera memanggil polisi.


"Nek makanan ini sudah tidak layak dimakan," ucap Ram dalam bahasa isyarat.

__ADS_1


"Tapi Nenek tidak ada makanan yang lain lagi, cucu nenek sudah dua hari tidak makan," ucap nenek itu dalam bahasa isyarat. Jordan pun memperhatikan interaksi si kembar dengan nenek itu.


"Nenek tunggu disini, saya akan ganti makanan itu." Ram


Ram, Raffa dan Rakha pun pergi ketempat membeli makanan, kebetulan posisi mereka dekat dengan warung tenda, dan diseberang jalan ada minimarket, Ram membeli nasi sedangkan Raffa dan Rakha ke minimarket membeli roti, air minum dan sebagainya. Ram memesan nasi empat porsi dibungkus, ayam goreng dan ayam penyet juga di bungkus.


Raffa dan Rakha pun sudah selesai dengan belanjanya, dan bergabung lagi bersama Ram kebetulan Ram juga sudah selesai. mereka kembali ketempat tadi, ternyata para preman sudah dibawa oleh polisi.


"Rumah nenek dimana? mari kita antar." Ram.


Nenek itu pun berjalan dan diikuti oleh si kembar. Jordan tidak ikut sebab Vera menunggu didalam mobil. Nenek itupun tiba di rumahnya, rumah yang sangat sederhana dan hanya ditinggali olehnya dan cucunya. melihat neneknya datang, seorang anak lelaki berumur 6 tahun pun keluar, tubuhnya sangat kurus karena kurang makan. Ram lalu menyerahkan nasi yang ia beli tadi beserta lauknya.


"Ini Nek, saya ganti makanan nenek tadi," Ram


"Terimakasih," ucap nenek itu dengan bahasa isyarat. melihat ada makanan, bocah itupun berbinar senang. apalagi ada ayam goreng dan ayam penyet.


Kemudian Raffa menyerahkan barang yang di belinya tadi ke nenek itu, begitu juga dengan Rakha. sebelum pamit si kembar memberikan uang cukup banyak kepada nenek itu.


"Ini Nek dari kami, semoga bermanfaat." Ram.


Nenek itu menerima dengan tangan gemetar, sambil mengucapkan terima kasih, dan bersujud ditanah. Si kembar yang melihat Nenek itu bersujud langsung menolong nenek itu untuk bangkit.


"Jangan seperti ini Nek," Rasya.


"Kalian anak anak yang baik, semoga Allah membalas kebaikan kalian," ucap nenek itu dengan bahasa isyarat.


"Aamiin," jawab si kembar serentak.


Sementara cucu nenek itu sedang makan dengan lahapnya, bayangkan saja dua hari tidak makan. satu porsi makanan sudah berpindah keperut bocah itu, satu porsinya lagi untuk makan nanti malam. Ram sengaja membeli nasinya dipisahkan dari lauknya agar dapat tahan seharian.


"Kami permisi dulu ya Nek!" ucap si kembar.


Nenek itu mengangguk sambil melambaikan tangan, begitu juga dengan bocah itu ia berterima kasih pada si kembar.


Kini si kembar sudah berada didalam mobil, Jordan kembar melanjutkan perjalanan yang tadi sempat tertunda. Mereka pun tiba di mall terbesar dikota ini. setelah mobil terparkir, si kembar pun turun dari mobil Vera berjalan ditengah diapit oleh si kembar seperti seorang bodyguard. Jordan juga diapit oleh si kembar. mereka berjalan memasuki mall tersebut, banyak pasang mata memperhatikan mereka, kemanapun si kembar pergi pasti menjadi pusat perhatian.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2