
.
.
.
Darmendra menggenggam tangan istrinya, karena sudah waktunya untuk melahirkan, dokter dan suster sudah siap siaga.
"Ikuti instruksi saya nyonya," ucap dokter itu, lalu dokter memberi instruksi agar Diva lebih mudah melahirkan bayi kembar tiga.
Tidak berapa lama kemudian lengkingan suara tangis bayi bergema di ruangan itu.
"Alhamdulillah, bayi pertama perempuan," ucap dokter, lalu menyerahkannya kepada Suster untuk dibersihkan, selang beberapa menit kemudian bayi kedua juga lahir.
"Wah perempuan lagi," ucap dokter itu, Darmendra sempat menengok kearah bayi tersebut.
Dan seterusnya bayi ketiga juga sudah lahir, dengan lengkingan suara yang paling kuat diantara saudaranya.
"Perempuan lagi, selamat ya tuan nyonya, bayinya semua perempuan," ucap dokter.
Darmendra langsung menangis melihat anaknya lahir dengan selamat.
"Terimakasih sayang, terimakasih banyak." ucap Darmendra sambil berderai air mata.
Setelah itu Darmendra mengadzani ketiga bayinya.
Darmendra keluar untuk memberitahukan kabar gembira ini kepada orang tuanya, tapi disana sudah ada sikembar yang juga sudah tidak sabar menunggu kehadiran adik mereka.
"Bagaimana Dad?" tanya Ram antusias.
"Alhamdulillah, adik kalian sudah lahir dan perempuan ketiganya," ucap Darmendra.
"Alhamdulillah," ucap sikembar dan Vera serentak, Jordan masih di toilet karena tadi ia kebelet.
Diva segera dipindahkan keruang perawatan VVIP 1. Agar mereka bisa menjenguk nya sekaligus. Kini mereka sudah berada diruang rawat VVIP, sikembar begitu antusias melihat adik adik mereka. Ram memfoto adiknya yang sedang tidur.
Kira kira seperti inilah bayi Diva yang baru lahir.
"Wah cantik sekali," puji Vera, Jordan juga menghampiri Vera.
"Kok tidak mirip kami Dad?" tanya Ram.
Darmendra menoleh kearah Vera dan Jordan seperti ingin meminta bantuan, tapi Vera dan Jordan acuh tak acuh saja, lalu ia menoleh kearah Diva, Diva tersenyum sebelum menjawab pertanyaan anaknya.
"Kalian perhatikan Daddy, dan kalian perhatikan diri kalian sendiri lebih mirip siapa?" tanya Diva, dengan paruhnya Ram memperhatikan wajah Daddy nya juga wajah saudara saudaranya.
"Kami mirip Daddy," jawab Ram.
"Lalu kamu perhatikan wajah Mommy kemudian perhatikan wajah adik lebih mirip siapa?" tanya Diva lagi.
Ram pun memperhatikan wajah Mommy dan adiknya sebelum menjawab.
"Wajah adik lebih mirip Mommy," jawab Ram.
"Sekarang sudah mengerti kan?" tanya Diva lagi, dan Ram pun mengangguk.
"Berarti kami mirip Daddy dan adik mirip Mommy?" tanya Roy.
__ADS_1
"Tepat sekali," jawab Diva mengacungkan jempolnya.
Vera, Jordan dan Darmendra menghela nafas lega, mereka sudah kebingungan mencari jawaban yang tepat untuk pertanyaan sicerewet itu. sedangkan Diva hanya tersenyum.
"Oh ya, siapa nama baby girl twins?" tanya Vera.
"Hubby sudah menyiapkan nama untuk mereka." Diva.
"Nama yang pertama adalah Angelina Dewi Henderson, yang kedua adalah Angelita Dewi Henderson, dan yang ketiga adalah Angelica Dewi Henderson," Darmendra.
"Kenapa diberi nama Dewi ditengahnya?" tanya Diva.
"Karena itu adalah nama Mommy nya sedangkan Henderson adalah nama besar keluarga kita," jawab Darmendra.
"Jadi panggilan mereka, Lina, Lita dan Lica?" tanya Diva lagi.
"Terserah, mau panggil nama penuh mereka juga bisa," jawab Darmendra.
"Wah nama yang bagus," kata Jordan semangat.
"Selamat datang kedunia baby girl Lina, Lita dan Lica." ucap mereka serentak.
"Mommy boleh cium adek gak?" tanya Ram.
"Boleh, tapi jangan kuat kuat ciumannya nanti lecet," ucap Diva.
Ram mencium pipi merah baby girl twins, tapi ketiganya tidak terusik sedikitpun, malah semakin nyenyak saja tidur mereka. Sikembar mencium pipi adiknya bergantian.
"Kok mereka tidak menangis sama sekali?" tanya Vera.
"Mungkin mereka senang dicium Abang mereka." jawab Jordan.
"Terimakasih banyak sayang, telah melahirkan bidadari cantik kedunia ini," ucap Darmendra sambil menitiskan air mata.
"Ini air mata bahagia sayang," ucap Darmendra tersenyum.
Sikembar sedang menimang nimang baby Angel, Sikembar ingin membuat mereka bangun tapi tidak berhasil sama sekali.
"Mom Boleh gendong dedek bayi gak?" tanya Roy.
"Boleh Sayang, tapi hati hati ya," jawab Diva.
"Aku mau gendong juga," Darmendra.
"Hubby, biarkan sikembar dulu yang gendong, nanti baru giliran hubby." ucap Diva.
Vera saat ini lagi pergi bersama Jordan untuk membeli makanan. Karena Diva belum makan sejak tadi, sikembar pun sampai lupa makan karena terburu-buru harus kerumah sakit. Mendengar kabar bahwa Mommy mereka hendak melahirkan jadi mereka sudah tidak sabar ingin segera melihat adik mereka.
Tak berapa lama pintu pun diketuk dari luar, Darmendra berjalan membukakan pintu yang ternyata para sahabatnya datang.
"Kalian sudah datang?" tanya Darmendra.
"Ya iyalah, masa sahabat sendiri melahirkan tidak dijenguk," kata Anisa yang saat ini sedang hamil tua.
"Selamat bro, akhirnya dapat kembar lagi, cewek apa cowok?" tanya Aldo.
"Kali ini cewek Al, yang cowok sudah ada tujuh sekarang cewek tiga," jawab Darmendra.
"Ada rencana nambah lagi gak?" tanya Aldo lagi.
__ADS_1
"Cukuplah Al, lihat istri melahirkan rasanya sesak dadaku ini," ucap Darmendra sambil mengelus dadanya.
"Apa kabar Div? selamat ya dapat kembar lagi," Anisa.
"Kabar baik, kamu kapan lahirannya?" tanya Diva.
"Masih lama, mungkin sebulan lebih lagi." jawab Anisa.
Anisa melihat bayi Diva yang sedang digendongan sikembar.
"Wah mirip sekali dengan Mommy nya," ucap Diva.
"Biar gak mirip Daddy-nya semua." jawab Diva santai.
Kemudian terdengar lagi ketukan pintu, kali ini Ren yang membukanya, ternyata Adefa dan Aryana juga suami mereka,
"Kompak banget bumil, ketiganya hamil serentak," goda Darmendra.
"Kami tiga tiga hamil masih kalah sama Diva," kata Aryana.
"Iya bro, kami baru anak satu kamu sudah dapat anak sepuluh," ucap Jhon.
"Apa resepnya bro," timpal Aldo.
"Hus kalian, depan anak anak ngomong begituan," Diva.
Vera masuk bersama Jordan membawa makanan yang mereka beli, lalu menyerahkannya kepada Darmendra dan juga sikembar, sedangkan Diva disuapi oleh Vera.
Awalnya Diva menolak, tapi Vera begitu bersikeras ingin menyuapi menantu kesayangannya itu.
"Kalian sudah lama?" tanya Jordan.
"Baru saja Om, baru beberapa menit yang lalu," jawab Robert.
"Lihat sikembar sampai lupa makan saking senangnya mendapatkan adik," kata Jordan lagi.
"Wajar saja Om, mereka sudah lama menginginkan adik," Aldo.
"Kalian makan dulu, nanti baru gendong adik lagi," perintah Diva.
"Baik Mom," jawab sikembar serentak.
Akhirnya sikembar pun makan, Adefa, Anisa, Aryana gantikan sikembar menggendong baby Angel.
"Oh ya Div, siapa namanya baby cantik ini?" tanya Anisa.
"Angelina, Angelita dan Angelica," jawab Diva.
"Wah berarti 3 bidadari dong, sangat cocok deh namanya." Adefa.
"Yakin deh nanti pasti cantik seperti Mommy nya." Aryana.
"Kalian juga cantik, kalau tidak mana mungkin mereka mereka mau sama kalian," Diva.
Sementara anak buah Nathan tidak sengaja melihat Jordan sewaktu mereka membeli makanan, dan anak buah Nathan tersebutpun mengikuti Jordan sampai kerumah sakit.
"Kita harus lapor pada tuan Nathan," kata anak buahnya tersebut.
.
__ADS_1
.
.