SEVEN R : Anak Genius

SEVEN R : Anak Genius
Pernikahan (part 2)


__ADS_3

.


.


.


Diva, Darmendra dan sikembar berkeliling mencari penjual soto yang Diva mau, ada banyak penjual soto tapi Diva menolak.


Entah apa lagi keanehan bumil satu ini, ada ada saja deh pokoknya. Beruntung stok kesabaran Darmendra masih banyak sebagian ia bawa sebagian lagi masih disimpan di gudang.


"Aku harus banyak banyak menyimpan stok kesabaran, kata Mommy waktu hamil aku juga begitu Daddy juga harus ekstra sabar," batin Darmendra.


"Hubby yang itu," ucap Diva sambil menunjuk kearah gerobak penjual soto daging. Darmendra menepikan mobilnya agar tidak menggangu pengendara lain. Diva langsung turun dari mobil dan berjalan lebih dulu kearah gerobak tersebut.


"Mang soto daging nya ya," Diva.


"Baik neng," jawab mamang itu.


Sikembar dan Darmendra segera mendekati Diva yang sedang duduk di bangku kayu.


"Sudah pesan?" tanya Darmendra, Diva mengangguk.


"Berapa mangkok?" tanya Darmendra lagi.


"Satu," jawab Diva singkat, lalu Darmendra memesan lagi delapan mangkok. Diva hanya nyengir tanpa rasa bersalah sedikitpun. Penjual soto tersebut diam diam memperhatikan Diva, Darmendra dan sikembar. ia merasa takjub ada orang kaya mau makan dipinggir jalan.


"Anaknya ya neng?" tanya mamang itu.


"Iya mang anak saya dan ini suami saya." jawab Diva.


"Wah pasangan yang sangat cocok yang satu tampan satunya cantik, anak anaknya juga sangat tampan. Eneng sama suaminya artis ya?" tanya mamang itu.


"Bukan mang, kita hanya orang biasa." jawab Diva.


"Tidak mungkin orang biasa, mobilnya aja bagus begitu pasti konglomerat," batin mamang itu.


Tidak berapa lama pesanan mereka pun sudah siap, mamang itu memberikan tikar untuk alas mereka duduk, kebetulan dekat situ ada pohon cukup besar jadi mereka berteduh dibawah pohon itu untuk menghindari panas matahari.


"Hmmm, enak ya." ucap Diva sambil menyeruput kuah soto tersebut.


"Hati hati sayang kuahnya panas," Darmendra.

__ADS_1


Diva tidak peduli, walaupun kuahnya panas ia tetap makan dengan lahap, kemudian ia mengangkat mangkok tersebut dan menyeruput kuahnya, Darmendra sampai geleng-geleng kepala.


"Hubby mau lagi," Diva.


"Sayang tunggu disini, aku pesankan lagi." Darmendra. Akhirnya Darmendra memesan satu mangkok lagi.


Darmendra kembali ketempat duduknya, tak lama kemudian mamang itu membawa dua mangkok lagi soto.


"Karena kalian beli banyak, ini saya kasih satu mangkok lagi gratis." ucap mamang itu.


"Terimakasih mang, semoga rezekinya mengalir terus." doa tulus Diva. Porsi untuk Diva menjadi 3 mangkok.


"Kalian mau nambah?" tanya Darmendra pada sikembar, sikembar serentak menggeleng. sikembar dan Darmendra sudah selesai makan tinggal Diva yang belum selesai.


Darmendra membayar makanan tersebut dan betapa terkejutnya Darmendra dengan harga yang dijual ternyata sangat murah.


"Makan seenak ini harganya sangat murah," batin Darmendra, lalu Darmendra sengaja melebihkan bayarannya agar mamang itu tidak terlalu rugi.


"Sudah selesai? yuk kita pulang istirahat untuk nanti malam." Darmendra.


Mereka pun beranjak dari tempat itu, tak lupa sikembar melambaikan tangan kepada penjual soto tersebut, dan penjual soto itu pun membalasnya dengan senyuman lebar hingga menampakkan giginya.


Mereka kemudian memasuki mobil, beruntung Darmendra selalu siaga dengan membawa mobil besar bukan mobil sport.


Darmendra mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, kebetulan jalanan yang mereka lalui tidak begitu banyak kendaraan roda empat, hanya yang banyak kendaraan roda dua.


"Ada lagi yang mau dibeli, sayang?" tanya Darmendra, Diva menggeleng. Darmendra pun tersenyum. setelah beberapa puluh menit mereka pun tiba di mansion. sikembar keluar lebih dulu, mereka langsung masuk kekamar masing-masing. Diva dan Darmendra juga langsung masuk kekamar. Vera dan Jordan saat ini sedang berbulan madu yang kedua, keduanya ingin menikmati momen momen indah dan mengulang masa muda mereka.


Malam hari...


Sikembar, Diva dan Darmendra telah bersiap-siap untuk pergi ke hotel tempat berlangsungnya pesta resepsi pernikahan Anisa dan Rivaldo. seperti biasa Darmendra membawa mobil besar milik mereka, Diva sudah berdandan sangat cantik dan memakai gaun indah. begitu juga Darmendra dan sikembar mereka sangat tampan dan gagah.


Kini mereka sudah tiba di hotel tersebut, hotel berbintang lima tempat berlangsungnya acara. para tamu undangan juga sudah ramai berdatangan, Darmendra memarkirkan mobilnya ditempat parkir. perlahan mereka keluar dari mobil. satu keluarga kecil mereka menjadi sorotan para wartawan. Kebetulan wartawan juga datang untuk meliput acara pernikahan tersebut. Diva dan Darmendra berjalan beriringan bergandengan tangan, dibelakang bocah kembar berjejer seperti pengiring pengantin saja. perhatian para tamu teralihkan dengan kehadiran keluarga kecil tersebut. Robert bersama pasangannya, Jhon juga bersama pasangannya.


Acara sudah dimulai beberapa menit yang lalu, para tamu sudah berbaris untuk memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai. kehadiran Diva dan Darmendra mengalahkan pesona pengantin malam ini, apalagi Diva dan Darmendra diiringi oleh bocah kembar membuat mereka menjadi sorotan.


Diva dan Darmendra berjalan kearah panggung pengantin.


"Selamat ya bro, akhirnya dapat pasangan juga, semoga kekal ke Jannah." Darmendra.


"Aamiin, terimakasih bro untuk segalanya," Rivaldo, lalu mereka berpelukan ala laki laki.

__ADS_1


Diva juga mengucapkan yang sama kepada Anisa. sikembar juga tidak mau kalah mereka mengucapkan selamat kepada aunty mereka.


"Nanti kalian buat persembahan untuk aunty ya," Anisa.


"Emang gak apa apa aunty?" tanya Ram.


"Enggak dong, please ya demi aunty." Anisa.


"Baiklah aunty kami akan buat persembahan dihari bahagia aunty." Ram.


"Thank you nephew." Anisa.


Lalu sikembar pun turun, karena dibelakang mereka masih ramai yang ngantri.


Sikembar naik keatas pentas bersebelahan dengan panggung pengantin.


"Perhatian semuanya, demi permintaan dari aunty kami, maka dihari yang berbahagia beliau kami akan menghibur para tamu undangan yang hadir." ucap Ram dengan suara lantang melalui mic.


Semua orang bersorak heboh mendengar sikembar akan membuat persembahan. momen yang mereka tunggu tunggu, untuk sikembar melakukan konser lagi.


Sikembar pun mengambil alat musik mereka masing-masing yang memang sudah disediakan oleh Rivaldo atas permintaan Anisa. karena Anisa tau anak dari sahabatnya itu pasti akan datang. Perhatian para tamu undangan berpusat kepada sikembar yang sedang menyanyi dan bermain musik. para tamu bersorak heboh seolah olah mereka lupa kalau sedang menghadiri pesta pernikahan.


"Anak anakmu memang hebat bro," Jhon.


"Siapa dulu Daddy nya," ucap Darmendra sambil menepuk dadanya. Robert hanya tersenyum, ia yang tau sejarah hidup Darmendra hanya bisa terharu. melihat sahabat sekaligus atasannya sekarang bahagia. sangat berbeda dengan beberapa tahun lalu.


Robert memeluk Adefa tunangannya, "Kenapa?" tanya Adefa.


"Aku terharu melihat Darmendra bahagia, semoga kita juga bisa bahagia seperti itu," Robert.


"Aamiin, rajin rajinlah kita menyembah Allah dan meminta padanya," Adefa.


"Hmmm, kamu benar sayang, terimakasih karena telah hadir dalam hidupku," Robert.


"Pertemuan kita sudah digariskan, hanya melalui orang lain," Adefa.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2