SEVEN R : Anak Genius

SEVEN R : Anak Genius
ternyata wanita gila


__ADS_3

Darmendra membayar semua kerugian di restoran itu, dan wanita itu segera dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulance Darmendra membiayai semua pengobatan wanita itu di rumah sakit dan setelah itu wanita itu akan di masukan kerumah sakit jiwa. daripada nanti banyak menjadi korban.


"Ternyata wanita gila," gumam Diva.


"Semua sudah selesai, mari kita pulang..!" ajak Darmendra, Diva pun menurut.


"Mommy tidak apa-apa?" tanya Ram.


"Tidak, Mommy baik baik saja," jawab Diva.


Mereka tiba diparkiran dan melihat seorang pria datang kearah Darmendra dan Diva, sikembar sudah masuk kedalam mobil.


Pria itu mengangkat tangan untuk menampar Diva, tapi dengan cepat Darmendra menangkap tangan pria itu.


"Siapa anda dan apa masalah anda?" tanya Darmendra.


"Kalian telah menganiaya istriku hingga masuk rumah sakit," jawab pria itu.


"Oh, berarti anda pria breng**k itu ya," ucap Diva sambil berkacak pinggang.


"Darimana anda tahu kalau istriku menganiaya istrimu?" tanya Darmendra.


"Aku menyaksikan sendiri, hingga istriku pingsan dan dibawa kerumah sakit." jawab pria itu.


"Kalau kamu menyaksikan istrimu dianiaya, kenapa kamu diam saja? dan jangan salahkan aku bila istrimu seperti itu, tapi salahkan dirimu yang berselingkuh dengan adik kandung istrimu sendiri," Diva.


Deg... perkataan Diva membuat pria itu terhenyak. Dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. saat pria itu hendak pergi, pria itu sempat mengancam akan menuntut mereka dipengadilan.


"Aku akan tuntut kalian," ancam pria itu, Darmendra tersenyum sinis.


"Silahkan, kami juga punya bukti perselingkuhanmu hingga membuat istrimu menjadi tidak waras." ucap Darmendra menantang pria itu.


Pria itu pucat mendengar bukti perselingkuhannya dengan adik iparnya. Darmendra mengirim foto tersebut ke ponsel pria itu, betapa terkejutnya pria melihat foto dirinya bersama adik iparnya tidur tanpa busana disebuah kamar hotel.


"Da.. dari mana kalian dapat foto ini?" tanya pria itu dengan terbata bata.


"Kamu tidak perlu tau, dan juga video kalian berbuat mesum juga ada." ucap Darmendra santai.


Ternyata saat wanita itu dihajar oleh Diva, Ray diam diam mencari informasi tentang wanita itu, apalagi saat Ray mendengar kalau suami wanita itu selingkuh, tidak sulit bagi Ray untuk mengetahui informasi tersebut. bahkan ia sempat melacak ponsel pria itu. Ray bekerjasama dengan saudara saudaranya untuk meretas semua cctv hotel dikota ini. dan mereka menemukan bukti yang cukup akurat agar Mommy mereka tidak dituntut.

__ADS_1


Pria itu melangkah pergi dari tempat parkir tersebut, tapi baru saja beberapa langkah ia ditahan oleh Diva.


"Tunggu...!" perintah Diva, pria itu pun menghentikan langkahnya.


Diva berjalan santai kearah pria tersebut, Darmendra ingin mencegah tapi dapat tatapan horor dari Diva membuat nyali Darmendra menciut.


Buggh... tanpa hati Diva menendang selangk***an pria itu hingga pria itu merapatkan kakinya menahan sakit. belum puas sampai disitu, Diva menendang lagi perut pria itu hingga pria itu terjungkal berguling diaspal. Darmendra hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Diva.


"Itu adalah hukuman untuk laki laki tukang selingkuh." ucap Diva, pria itu hanya meringis merasakan nyeri dibagian bawahnya.


"Silahkan kalau mau menuntut kami, tapi ingat kami bisa memutar balikan keadaan," ucap Diva lagi penuh ancaman. lalu Diva menghampiri Darmendra dan mengajaknya pergi dari tempat itu.


Diva semenjak hamil, mudah sekali terpancing emosi bahkan tidak segan segan untuk menghajar orang yang dianggapnya salah.


"Sudah puas?" tanya Darmendra saat mereka sudah berada didalam mobil.


"Hmmm," jawab Diva malas, Darmendra lalu mengusap kepala Diva dengan lembut. perlahan Diva bersandar dibahu Darmendra.


"Sekarang kita pulang," ucap Darmendra, Diva pun mengangguk.


Akhirnya mereka meninggalkan tempat itu dan pulang ke mansion. sepanjang perjalanan hanya keheningan yang terjadi, ternyata Diva sedang tertidur. Darmendra menghentikan mobilnya dan membetulkan posisi Diva supaya nyaman tidurnya.


Sesampainya di mansion Diva digendong oleh Darmendra menuju kamar, kebetulan Vera sedang istirahat dikamarnya jadi tidak melihat Diva yang digendong, kalau Vera melihat hal itu pasti ia akan panik.


"Aku tidak tahu seperti apa nanti anak anakku, melihat tingkah Mommy nya yang sangat bar bar aku yakin anak anakku juga akan begitu," batin Darmendra.


"Semoga anakku kali ini perempuan, dan cantik seperti Mommy nya," gumam Darmendra, lalu perlahan ia juga memejamkan matanya sambil tersenyum memeluk Diva.


Sikembar saat ini sedang berkumpul dikamar Ray, seperti biasa mereka merencanakan untuk menciptakan alat yang lebih canggih lagi.


"Bagaimana kalau kita bangun laboratorium di mansion ini?" tanya Ray.


"Ide yang bagus," jawab Rakha antusias.


"Tapi kita harus minta izin Daddy dulu," Ren.


"Aku rasa tidak masalah, nanti bila sudah ada laboratorium aku ingin menciptakan obat untuk orang miskin yang sakit parah dan tidak punya biaya untuk berobat." Ram.


"Hei, menciptakan obat bukan sembarang harus ada izin dari badan pengawasan obat dan makanan, kalau tidak obat itu bisa ilegal," Raffa.

__ADS_1


"Tidak bisakah menciptakan yang lain?" tanya Roy.


"Kalian punya ide apa? kalau aku ingin menciptakan senjata yang bisa dibawa kemana-mana tanpa orang curiga," Rasya.


"Bukankah kita sudah punya itu? lalu apalagi yang kurang?" tanya Ram.


"Sudahlah lebih baik kita istirahat soal itu kita pikirkan nanti saja," Ray.


"Oh ya, kita harus memperkuat sistem keamanan perusahaan Daddy, karena yang aku tau perusahaan Daddy masih lemah sistem keamanannya." Ram.


"Semua itu sudah ku urus, sekarang tidak ada lagi yang bisa menembus sistem keamanan perusahaan Daddy selain kita." Ray.


"Daddy terlalu ceroboh, menerima tawaran kerjasama tanpa menyelidikinya terlebih dahulu." Roy.


"Sudahlah, semua sudah selesai sekarang kalian balik kekamar masing-masing aku mau istirahat," Ray.


Tapi sang adik malah melompat keatas ranjang, mereka berebut hingga saling dorong, mereka bercanda selayaknya anak anak pada umumnya.


Jangan tertipu dengan tampang polos mereka, yang tampan dan menggemaskan, siapa sangka kalau mereka ternyata lebih menyeramkan kalau diusik.


Akhirnya Ray mengalah dan membiarkan saudara saudaranya tidur diatas ranjang miliknya, beruntung ranjang itu berukuran besar jadi muat untuk mereka semua.


Pintu kamar mereka dibuka ternyata Vera, melihat sikembar sedang tertidur membuat Vera mengurungkan niatnya untuk masuk, lalu dengan perlahan lahan ia menutup pintu kembali.


"Ada apa, kok gak jadi?" tanya Jordan.


"Mereka lagi tidur, biarkan saja mereka istirahat," Vera.


"Ya sudah, kalau begitu kita menunggu dibawah saja, atau kita jalan jalan, gimana?" tanya Jordan.


"Boleh juga tuh, sudah lama tidak jalan jalan berdua," jawab Vera.


Kedua pasangan suami istri yang sudah tidak muda lagi pun jalan jalan berdua. meskipun Jordan dan Vera usia mereka sudah mencapai kepala lima tapi keduanya masih terlihat segar, karena mereka rajin berolahraga demi menjaga kesehatan tubuh mereka.


"Kita kemana?" tanya Jordan.


"Ke mall yuk...!" ajak Vera, Mereka pun pergi menggunakan mobil sport milik mereka.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2