SEVEN R : Anak Genius

SEVEN R : Anak Genius
Acara kelulusan dan perpisahan sekolah


__ADS_3

.


.


.


Hari hari berlalu, ujian Nasional pun sudah usai, sekarang tinggal menunggu pengumuman kelulusan, dan pesta tersebut akan diadakan nanti malam, sekaligus pengumuman kelulusan dan penyerahan hadiah bagi yang mendapat juara satu sampai empat. Bapak kepala sekolah sudah menyiapkan semuanya jauh jauh hari, karena pihak sekolah sudah menduga sang juara pasti sikembar.


Tapi juara dua sampai empat masih belum bisa ditebak.


"Mommy, nanti malam acara perpisahan sekolah diadakan, apakah Mommy akan ikut?" tanya Ram.


"Iya sayang, Mommy dan Daddy akan ikut. Oma dan Opa juga ikut," ucap Diva.


"Tapi aku sedih Mom, berarti kami akan berangkat ke luar negeri," ucap Ram.


"Demi cita cita kalian, tidak apa-apa kita masih bisa berhubungan lewat video call," ucap Diva.


Kami sayang Mommy," ucap sikembar serentak.


"Mommy juga sayang kalian," balas Diva. Sikembar memeluk Diva bersamaan.


"Sayang..!" panggil Darmendra, Diva dan sikembar pun menoleh. Lalu Darmendra menghampiri Diva, sikembar beralih melihat adik mereka yang sedang tertidur siang.


"Tumben hubby udah pulang?" tanya Diva.


"Kenapa hmmm? Gak suka?" tanya Darmendra sambil mencium pipi Diva.


"Bukan begitu, ini kan belum jam pulang kantor," jawab Diva.


"Aku sengaja pulang awal, nanti malam kan acara perpisahan di sekolah sikembar, dan juga pekerjaanku sudah selesai," ucap Darmendra.


"Mmm, hubby mandi dulu ya," ucap Diva, Darmendra pun mengangguk. Kemudian Diva menggiring suaminya kekamarnya.


"Sebentar aku siapkan air untuk mandi," ucap Diva.


Saat Diva hendak melangkah ke kamar mandi, Darmendra menarik tangan Diva hingga Diva terbentur kedada bidang suaminya.


"Aku merindukanmu sayang," bisik Darmendra ditelinga Diva, membuat Diva merinding karena merasa ada sesuatu yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Diva mendongak sedikit menatap wajah tampan suaminya, karena tinggi Darmendra melebihi Diva.

__ADS_1


Darmendra mempunyai tinggi badan 180cm dan Diva memiliki tinggi badan 170cm. Sangat ideal untuk ukuran seorang model. Tapi Diva tidak mau menjadi artis ataupun model.


"Baru tadi pagi kita melakukannya, masa udah kangen lagi." ucap Diva.


"Karena kamu semakin cantik, sayang. Membuat aku selalu tidak tahan," ucap Darmendra.


"Gombal banget, kebiasaan kalau lagi ada maunya," kata Diva melepaskan diri dari pelukan Darmendra.


"Sebentar, aku ingin memelukmu lebih dulu," kata Darmendra.


Darmendra kembali memeluk Diva dan Diva pun membalasnya. Darmendra mencium kening Diva sedikit lama.


"I love you my wife," bisik Darmendra ditelinga Diva.


"I love you too my husband," balas Diva. Darmendra mengangkat dagu Diva membuat Diva mendongak. perlahan Darmendra mendekatkan bibirnya ke bibir Diva, Darmendra pun menci*m bibir merah itu, yang selalu membuat Darmendra ingin lagi dan lagi.


Diva pun membalas ci*man itu membuat Darmendra memperdalam ci*mannya. Setelah beberapa menit Diva melepaskan ci*man tersebut.


"Sudah ya, aku mau siapkan air untuk mandi dulu," ucap Diva.


"Sebentar, aku masih ingin memelukmu," kata Darmendra. Darmendra tidak kehabisan akal untuk mer*ngs*ng Diva. Hingga membuat Diva terbuai dengan sentuhan lembut dari Darmendra.


"Iya sayang, ada apa hmmm?" tanya Darmendra seolah tidak tahu apa-apa, padahal dalam hatinya tersenyum karena telah berhasil membuat Diva tidak berkutik lagi.


"Hubby...!" panggil Diva lagi, kali ini Diva benar benar sudah tidak tahan lagi. Kemudian Diva yang bertindak menyerang Darmendra.


"Kamu sengaja memancingku hubby?" tanya Diva, Darmendra hanya tersenyum.


"Lakukanlah sayang, lakukan sesukamu," jawab Darmendra seolah Diva yang menginginkannya.


Tanpa aba-aba keduanya pun melakukan pendakian, Diva memimpin dan Darmendra hanya mengikuti. Diva bertindak lebih liar seperti binat*ng buas yang hendak menyerang mangsanya. Sedangkan Darmendra tersenyum penuh kemenangan.


"Itulah yang aku inginkan, sayang. Kamu memimpin jalannya pendakian kita," batin Darmendra.


Diva terkapar diatas tubuh Darmendra, sedangkan nafasnya masih ngos-ngosan, padahal keduanya belum mencapai puncak hanya tinggal sedikit lagi untuk mencapai puncak.


"Aku lelah hubby, gantian," ucap Diva sambil membaringkan tubuhnya disamping Darmendra.


"Hmmm, biar aku yang memimpin jalan kepuncak," kata Darmendra.

__ADS_1


Kemudian keduanya pun melanjutkan pendakian mereka untuk mencapai puncak. Setelah beberapa menit akhirnya keduanya pun sampai kepuncak dan Darmendra tersenyum puas. Kemudian keduanya pun mandi bersama.


Malam hari...


Acara malam ini akan berlangsung pada pukul 19:00 WIB. Dan sekarang baru pukul 6 sore. Tapi sikembar bersama keluarganya sudah bersiap siap, bahkan kali ini pelayan di mansion ini pun ikut untuk acara tersebut. Karena acaranya dibuka untuk umum, maksudnya semua keluarga bisa ikut menyaksikan, bukan cuma dari kalangan pelajar saja. Dengan begitu para keluarga siswa siswi menjadi lebih bersemangat untuk menyaksikan persembahan anak anaknya nanti, dan yang paling mereka nantikan adalah persembahan dari sikembar. Karena acaranya kali ini berbeda dengan acara tahun tahun yang lalu. Semua itu berkat usulan sikembar dan disetujui oleh semua pihak. Bahkan disediakan makanan dan minuman untuk para tamu yang hadir. Semua itu adalah sponsor dari sikembar sendiri tanpa bantuan orang lain. Para siswa siswi dan para guru tidak tahu kalau yang menjadi sponsor acara ini adalah sikembar, mereka hanya tau, acara ini disponsori oleh perusahaan ternama di negara ini.


Sikembar sedang berada dalam perjalanan menuju sekolah mereka, terlihat baby Angel sangat antusias melihat lampu lampu jalan, karena baby Angel tidak pernah melihat dunia luar, dan baru kali ini mereka dibawa jalan jalan keluar mansion.


Sepanjang perjalanan baby Angel mengoceh sesama mereka ( bayi). Entah apa yang mereka katakan tidak ada yang tau.


"Mom adek ngomong apa?" tanya Ram.


"Adek bilang, adek suka jalan jalan. Melihat lampu lampu jalan," jawab Diva.


"Kok Mommy bisa mengerti sih?" tanya Ren.


"Tentu Mommy ngerti, seperti kalian dulu juga begitu, sangat senang dibawa jalan jalan," jawab Diva.


Tidak berapa lama kemudian mereka pun tiba di kawasan sekolah, Darmendra memarkirkan mobilnya dan disusul mobil yang dibawa oleh Agus yang membawa pelayan, lalu mereka pun keluar dari mobil.


Didalam sekolah sudah ramai orang tua murid yang berdatangan hanya karena ingin menyaksikan acara tersebut.


Darmendra dan keluarganya langsung disambut ramah oleh kepala sekolah dan juga para guru, sedangkan sikembar langsung menuju ruang ganti, Aula disekolah ini sangat besar, jadi bisa menampung banyak orang.


Lampu ruangan tiba tiba padam, dan hanya beberapa detik lampu kembali menyala, tapi hanya disekitar panggung. Lampu yang gemerlap menambah keindahan tempat ini.


Kemudian beberapa para murid melakukan persembahan mengikut keahlian mereka. Semua para tamu yang hadir begitu antusias menyaksikan persembahan tersebut. Ada yang sedang makan, ada juga yang menonton. Makanan disediakan disisi kiri dan kanan, jadi para orang tua murid tidak perlu repot-repot untuk bolak-balik mengambil makanan tersebut. Baby Angel begitu antusias, mereka bertepuk tangan dengan tangan mungilnya. Sambil tertawa senang.


"Anaknya ya mbak?" tanya seorang wanita paruh baya yang juga hadir menyaksikan acara ini.


"Iya, ini anak saya, Bu." jawab Diva.


"Cantik ya anaknya, kembar tiga, lagi." ucap si B yang ada di belakang Diva.


Tidak berapa lama Pak kepala sekolah pun naik keatas panggung untuk mengumumkan kelulusan para murid.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2