SEVEN R : Anak Genius

SEVEN R : Anak Genius
Terasa kembali muda


__ADS_3

.


.


Part ini khusus Jordan dan Vera, kalau tidak suka boleh di skip....


.


.


Pasangan suami istri yang selalu akur dan tidak pernah punya skandal dari awal menikah sampai sekarang masih terlihat mesra. usia boleh lanjut tapi cinta jangan sampai luntur itulah komitmen keduanya.


"Terasa muda kembali ya Dad," ucap Vera menoleh kesuaminya yang sedang fokus menyetir.


"Mommy benar, rasanya ingin mengulang kembali masa masa indah dulu." Jordan.


"Baru sebulan yang lalu kita berbulan madu, tapi rasanya pengen lagi," Vera.


"Kalau begitu kita putar haluan saja, bagaimana kalau kita ke pantai?" tanya Jordan.


"Oke deh, sekarang juga sudah sore, kita akan melihat sunset dan mengenang masa lalu kita." Vera.


"Semoga kita akan begini selamanya, hidup bahagia jauh dari pelakor dan pebinor," Jordan.


"Siapa juga yang mau, kita udah sama sama tua," ucap Vera.


"Tapi Mommy tetap cantik dan masih kenceng," puji Jordan.


Vera langsung tersipu, meskipun sudah sering dipuji, tapi tetap saja ia tersipu. senang malu malu bercampur jadi satu hingga wajahnya memerah. Mobil terus melaju menuju pantai, yang tadinya rencana mau ke mall tapi berubah haluan menuju pantai.


Disana keduanya ingin menikmati keindahan pantai disore hari saat matahari terbenam. Kini mereka sudah sampai di kawasan pantai, Jordan memarkirkan mobilnya ditempat parkir khusus, Vera melihat kekiri kekanan dan iapun teringat tempat ini adalah tempat dimana dulu mereka baru bertemu.


Waktu itu mereka masih remaja dan belum mengenal apa itu cinta, dan keberuntungan kembali terjadi saat mereka masuk sekolah menengah atas ternyata mereka satu sekolah, waktu itu mereka baru umur 15 tahun.


Akhirnya keduanya menjadi dekat sampai mereka sama-sama kuliah dan semua ditanggung oleh keluarga Jordan, Vera yang awalnya cuma anak yatim piatu dan berjuang sendiri untuk biaya sekolah, tapi siapa sangka takdir mempertemukan keduanya. Vera hanya punya satu teman sewaktu sekolah menengah pertama yaitu Aurora dan terpisah karena sekolah berbeda sewaktu sekolah menengah atas, dan saat kuliah Vera berteman dengan Serena yang ternyata ingin merebut Jordan dari Vera. Vera dipertemukan kembali dengan Aurora saat mereka sudah sama sama menikah dan Vera datang ke desa tempat mereka tinggal dulu, Vera membawa suami dan anaknya yang saat itu berusia 8 tahun dan Diva baru berusia setahun. itulah pertemuan terakhir Vera dengan Aurora.

__ADS_1


Vera keluar dari mobil dan disusul oleh Jordan.


"Mommy masih ingat dengan tempat ini?" tanya Jordan, Vera terdiam seketika ia memeluk suaminya, iapun menangis.


"Hei kenapa menangis hmmm? bukan kah kita kesini untuk senang senang?" tanya Jordan.


Vera mendongak menatap wajah tampan suaminya, wajah yang selalu dilihat nya dari pagi siang hingga malam sampai pagi lagi. wajah yang selalu menghiasi hari harinya disaat ia suka dan duka. perlahan Vera mengusap rahang suaminya lalu memandang kearah laut yang terbentang luas.


"Disini takdir mempertemukan kita, disini pertama kali aku jatuh cinta pada sosok remaja yang sedikit nakal karena telah menggodaku," ucap Vera.


Ya Vera memang sudah jatuh cinta pada Jordan ketika itu hanya saja dia belum mengerti dengan semua perasaan yang ia rasakan.


Sekarang sudah menunjukkan pukul 5 sore, sebentar lagi matahari akan terbenam. Jordan menelpon Darmendra untuk memberitahukan kalau ia tidak ada di mansion, Darmendra pun memaklumi hal itu.


"Sebentar lagi kita akan melihat sunset sayang, tetaplah dipelukan ku," ucap Jordan.


"Terimakasih telah menerima aku yang banyak kekurangan ini, terimakasih juga selalu ada untukku disaat aku susah," ucap Vera.


"Takdirku hanya denganmu sayang, walau apapun keadaanmu aku tetap terima." Jordan.


"Sayang aku ingin kita seperti mereka, walaupun tidak muda lagi tapi tetap mesra seperti baru berpacaran," ucap sang wanita pada pasangannya.


"Kita berdoa dan meminta kepada Allah agar cinta kita kekal sampai menutup mata," ucap lelaki itu.


Mereka adalah pasangan suami istri yang baru menikah, mereka datang ke pantai ini juga ingin menikmati masa masa mereka sewaktu berpacaran dahulu.


Vera masih betah dipelukan suaminya, sambil memandang kearah laut dimana matahari hampir terbenam. semburat warna jingga juga sudah terlihat menandakan matahari hampir terbenam.


"Indah sekali sayang," ucap Jordan, Vera hanya mengangguk.


"Sekarang aku semakin bahagia Dad, dengan kehadiran cucu cucu kita semakin membuat aku ingin hidup lebih lama," Vera.


"Iya, biarlah kita menikmati hari hari kita diusia senja kita bersama anak dan cucu kita." Jordan.


Matahari semakin meredup dan perlahan berganti dengan gelapnya malam, Vera dan Jordan kembali ke mobil mereka, mereka akan menuju hotel yang tidak jauh dari pantai tersebut. Jordan mengendarai mobilnya menuju hotel, sampai di depan hotel tersebut Jordan memarkirkan mobilnya, keduanya turun dari mobil dan langsung menuju resepsionis hotel.

__ADS_1


Vera dan Jordan yang hanya berpakaian biasa tidak terlalu ditanggapi oleh resepsionis tersebut, resepsionis terlihat acuh tak acuh dalam melayani orang yang terlihat biasa biasa saja. tapi kalau orang itu berpakaian formal atau terlihat kaya barulah mereka melayani dengan sangat hormat.


"Beginikah cara kalian melayani pengunjung?" tanya Jordan, tapi tetap tidak digubris oleh kedua resepsionis tersebut.


"Mbak kami mau memesan kamar hotel," ucap Vera.


"Kamar sudah penuh, yang ada hanya kamar presidential suite room, apa kalian mampu bayar? sewa permalam nya ratusan juta rupiah," tanya resepsionis dengan ketus.


"Cih orang miskin sok sokan mau sewa hotel mewah, sana cari yang lebih murah," ucap resepsionis satu lagi.


Jordan langsung menelpon manager hotel tersebut, mendengar nama Henderson manager hotel lari terbirit-birit menuju lobby hotel tersebut.


"Maaf Tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya manager hotel tersebut, karena ia takut ada yang berbuat kesalahan.


"Oh tidak apa-apa, saya dan istri saya hanya ingin menginap disini. tapi resepsionis hotel ini pelayanannya sangat buruk. tidak adakah orang yang lebih profesional dalam melakukan pekerjaan mereka?" tanya Jordan, membuat dua resepsionis gemetar karena yang hadir adalah manager mereka, biasanya manager hotel tersebut tidak pernah turun tangan langsung dalam menyambut tamu di hotel ini.


"Maafkan kami tuan, saya akan pecat mereka," ucap manager itu.


"Oh tidak perlu memecat mereka, saran saya cukup ganti pekerjaan mereka yang layak untuk mereka, sepertinya mereka tidak layak kalau bekerja dibagian resepsionis bisa bisa kinerja hotel ini buruk," ucap Jordan.


"Ampunkan kami tuan, kami tidak tahu kalau tuan orang terpengaruh disini," ucap kedua resepsionis sambil bersimpuh.


"Lain kali jangan menilai buku dari sampulnya, jangan mentang mentang sampulnya kusam lalu kalian hina seenaknya. bahkan aku bisa membeli seratus hotel seperti ini," ucap Jordan begitu menohok.


"Tuan manager ampuni kami, kami salah." ucap salah satu resepsionis masih bersimpuh.


"Kalian berdua akan saya tukar dibagian kebersihan, biar sekalian bersihkan hati kalian," ucap manager tersebut.


Akhirnya sang managerlah yang melayani Jordan dan Vera, kedua resepsionis tersebut melongo melihat Jordan mengeluarkan blackcard miliknya, semakin menyesallah kedua resepsionis itu.


"Kalau tau mereka orang kaya, akan aku layani dengan baik mereka," batin resepsionis tersebut.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2