
.
.
.
Darmendra sudah selesai mandi dan melihat pakaian ganti ternyata sudah disiapkan oleh istrinya, setelah berpakaian lengkap Darmendra pun turun kebawah menemui keluarganya.
Darmendra tersenyum kala melihat keharmonisan keluarga mereka, tidak seperti dulu sebelum hadirnya sikembar dan Diva.
"Semoga keluargaku akan seperti ini selamanya, selalu manis tanpa ada persengketaan perebutan harta dan tahta," batin Darmendra.
Tiba tiba Darmendra punya ide untuk menjahili sikembar, Darmendra mendekati Ram dan...
Cup... Darmendra mencium pipi Ram, seketika Ram berteriak karena dia memang tidak mau dicium.
"Aaaaaa, Daddy...!" teriak Ram sambil mengelap pipinya dengan tisu basah yang ada di meja tersebut.
Pecahlah tawa semua orang, kemudian Darmendra mencium pipi Ren, seperti Ram, Ren juga berteriak tidak terima harus dicium, lalu mengelap pipinya dengan tisu basah.
"Hubby, kenapa jadi jahil sih?" tanya Diva.
"Kalau tidak begitu, tidak mungkin Daddy dapat mencium mereka," jawab Darmendra santai.
"Kami sudah besar Daddy, jangan cium cium," ucap Ram sewot.
"Duh gemes banget sih kalian," ucap Darmendra sambil tertawa.
Yang lain sudah siap untuk menghindar takut nanti dicium juga. Darmendra semakin tertawa terbahak bahak melihat sikembar dengan sikap siaga.
"Kapan kalian baru mau dicium?" tanya Darmendra.
"Kami tidak mau, kami sudah besar jangan dicium lagi," ucap Ram.
"Iya deh iya, kalau sudah besar berarti sudah punya pacar dong," ucap Darmendra menggoda sikembar.
"Hubby....!" tatapan horor Diva membuat Darmendra menciut, sekarang giliran sikembar yang tertawa, Vera dan Jordan pun juga ikutan tertawa.
"Bahagianya kalau bisa terus seperti ini," batin Vera.
Mereka keasikan hingga tidak sadar kalau hari sudah malam, pelayan datang untuk memberitahukan bahwa makan malam sudah siap.
"Ah gak terasa ternyata sudah malam," ucap Vera yang baru menyadari kalau diluar sudah gelap. mereka semua pun makan malam bersama, sedangkan pelayan sedang menjaga baby Angel yang sedang tertidur.
Setelah makan malam usai, sikembar pun kembali kekamar mereka masing-masing, sedangkan baby Angel sudah dibawa pelayan kekamar baby.
__ADS_1
"Sayang...!" panggil Darmendra.
"Hmmm, ada apa hubby?" tanya Diva.
"Yuk...!" ajak Darmendra, Darmendra pun mengangkat tubuh Diva menuju kamar.
Diva mengalungkan tangannya dileher Darmendra, keduanya terlihat sangat manis seperti pengantin baru saja.
Sesampainya dikamar Darmendra meletakkan Diva keatas tempat tidur dengan perlahan. seperti meletakkan kaca yang tidak boleh pecah.
"Hubby...!" panggil Diva.
"Hmmm, ada apa sayang?" tanya Darmendra, Diva menggeleng.
Kemudian Darmendra mencium bibir merah Diva, bibir tanpa lipstik tapi selalu terlihat merah.
"Kamu cantik sekali sayang," puji Darmendra, Diva hanya tersipu-sipu malu, wajahnya sangat merona.
Tanpa menunggu lama Darmendra segera melancarkan aksinya, h*sr*t yang selama ini ia tahan akhirnya ters*l*rkan. Dan akhirnya keduanya melakukan pendakian demi mencapai puncak.
Setelah semuanya selesai Darmendra berbaring disamping istri tercinta, sungguh ia merasakan sangat bahagia hidup dengan orang yang dia cintai dan juga mencintainya.
"Sayang, sekali lagi ya?" tanya Darmendra sambil berbisik, Diva hanya mengangguk.
Kemudian terjadilah pendakian untuk yang kedua kalinya, sepertinya akan terus berlanjut deh kayanya.
Keesokan harinya...
Diva menggeliatkan tubuhnya dan disampingnya masih ada suaminya, Diva tersentak kala melihat jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi.
"Hubby bangun," ucap Diva sambil menggoyang goyang tubuh suaminya.
Darmendra menggeliat perlahan dan dengan perlahan juga ia membuka matanya.
"Ada apa sayang?" tanya Darmendra.
"Hubby tidak kekantor?" tanya Diva.
"Ini hari Minggu sayang," jawab Darmendra.
"Hah..!" Diva dibuat cengo karena bisa bisanya ia lupa hari.
"Kenapa?" tanya Darmendra, Diva pun menggeleng.
"Jangan bilang kalau sayang lupa hari," kata Darmendra, Diva hanya nyengir.
__ADS_1
"Sudah, aku mau mandi setelah itu kekamar baby Angel," ucap Diva.
"Sudah ada Mommy yang urus, pasti mereka tidur dikamar baby Angel," kata Darmendra.
"Meskipun begitu, kita tidak boleh mengabaikan mereka," ucap Diva, Darmendra pun mengangguk.
kemudian Diva pun bangun dan langsung kekamar mandi, Diva menutup pintu dan langsung menguncinya. Hanya untuk berjaga-jaga saja, kalau tidak dikunci nanti monster kel*m*n masuk bisa gawat. Darmendra garuk-garuk kepala sambil mondar-mandir didepan pintu kamar mandi, niatnya ingin menyusul Diva tau tau pintunya terkunci.
"Sayang, buka pintunya dong masa dikunci sih," panggil Darmendra.
Tapi Diva seolah tuli ia terus saja mandi karena ia harus segera menemui anak anaknya. Beberapa menit kemudian Diva keluar dengan menggunakan bathrobe, dan berjalan santai melewati Darmendra menuju ruang ganti. Darmendra yang merasa dicuekin langsung menggendong Diva membawanya keatas ranjang. Diva tidak bisa menolak kalau Darmendra sudah bertindak mer*ng**ng area sens**if istrinya. Dan terjadilah adegan yang diantara pasangan suami istri tersebut. Darmendra tersenyum setelah semuanya selesai, lalu ia pun berbaring disamping Diva. Beruntung anak anak mereka tidak rewel, dan Diva selalu menampung ASI untuk bayi nya meskipun ia ada di mansion.
Diva terpaksa mandi lagi, kali ini ia tidak mengunci pintu kamar mandi, karena percuma saja dikunci kalau masih diserang monster kel*m*n.
"Sayang...!" panggil Darmendra saat keduanya sudah selesai mandi dan berganti pakaian.
"Hmmm," jawab Diva malas.
"Jangan marah dong sayang, aku kan sudah lama berpuasa, hampir tiga bulan loh sayang," ucap Darmendra penuh dramatis, Memang benar, Darmendra sudah begitu lama menahan h*sr*tnya, dan sekarang baru tersa*urkan.
"Ya sudah aku mau menemui baby Angel, ini sudah terlalu siang kasihan Mommy," kata Diva lalu keluar dari kamar itu dan menuju kamar baby Angel.
Ternyata disana sudah ada sikembar Oma dan Opanya sedang menimang baby Angel. baby Angel tertawa sangat riang, hingga Diva pun tersenyum melihat tingkah laku mereka.
"Sayang kenapa tidak masuk?" tanya Darmendra.
"Aku memperhatikan mereka, lihatlah betapa bahagianya Mommy dan Daddy bersama cucu cucu mereka," ucap Diva.
"Mommy memang dari dulu menginginkan cucu, dengan hadirnya sikembar membuat Mommy dan Daddy kembali ceria, sekarang ditambah lagi dengan kehadiran baby Angel Mommy seakan lupa dunia luar. bahkan teman teman sosialita nya pun dicuekin oleh Mommy." kata Darmendra panjang lebar.
"Aku jadi terharu hubby, kupikir dulu sikembar tidak diinginkan, ternyata aku salah," ucap Diva sambil memeluk tubuh Darmendra dan menempelkan kepalanya di dada bidang suaminya.
"Mari kita masuk," ajak Darmendra, dan Diva pun mengangguk.
"Adek sudah lama bangun?" tanya Darmendra.
"Mereka jam 5 pagi sudah bangun sampai sekarang tidak mau tidur lagi," ucap Vera.
"Kalian kenapa lama sekali baru keluar dari kamar?" tanya Jordan.
"Ah Daddy kaya gak pernah muda aja, aku tau walau Daddy sudah tua tapi masih kuat kan?" tanya Darmendra mengalihkan pembicaraan.
Vera yang mendengar itu langsung, wajahnya langsung bersemu merah.
.
__ADS_1
.
.