SEVEN R : Anak Genius

SEVEN R : Anak Genius
Itu bagian kami.


__ADS_3

.


.


.


"Tapi mereka sangat banyak, sayang?" ucap Diva cemas.


"Mommy meragukan kemampuan anak anak Mommy?" tanya Ram, dan Diva menggeleng.


"Mommy hanya khawatir dengan keselamatan kalian." Diva.


"Trust us Mom, karena itu bagian kami," ucap sikembar serentak.


Lalu orang tua mereka hanya bisa saling pandang, mereka berpikir nanti kalau sikembar sudah tidak sanggup melawan mereka barulah mereka akan membantu.


"Dad setelah kami keluar kunci pintu mobil," Ren.


"Sepertinya mereka bukan orang sembarangan," ucap Darmendra yang juga mengkhawatirkan anak anaknya.


Para mafia sudah keluar dari mobil mereka masing-masing, mereka berjumlah 100 lebih orang itu berjalan mendekati mobil Darmendra.


Sikembar keluar dari mobil dengan senjata rahasia mereka, yang mereka sembunyikan dibalik saku celana dan baju mereka.


"Oh ternyata cuma beberapa orang anak kecil, besar juga nyali kalian. mana orang tua kalian? mengapa mereka bersembunyi seperti pengecut.?" tanya ketua mafia tersebut.


Ya kelompok mafia tersebut adalah kelompok yang pernah sikembar hancurkan sewaktu penculikan Ram. Markas mereka ada dibeberapa tempat dan negara dan salah satunya adalah tempat yang sikembar hancurkan, karena kelompok mafia tersebut terdiri dari ratusan orang dan yang sikembar datangi baru seperempat nya saja. Monica adalah kekasih dari bos mafia tersebut.


"Daddy kami bukan pengecut, karena kami sudah cukup untuk melawan kalian semua," ucap Ram dingin.


"Woow, Woow wow. anak kecil ternyata punya nyali besar, tapi aku salut sih dengan kalian," ucap Allan sang bos mafia tersebut.


"Kami tidak ada urusan dengan kalian, mengapa kalian menghadang kami?" Roy.


"Hahaha, kalian tidak merasa bersalah setelah kalian menghancurkan salah satu markas milikku dan membuat lumpuh kekasihku serta anak buahku," ucap Allan.


"Oh jadi kamu mau balas dendam? jangan salahkan kami menghancurkan markas kalian, tapi salahkan kekasihmu itu yang telah berani berurusan dengan kami." Ray.


Sikembar mengambil permen dari saku celana masing-masing dan membuka bungkusnya.


"Paman mau permen?" tanya Ram.

__ADS_1


"Hahaha, anak kecil tetap anak kecil masih saja suka permen." ejek Allan.


"Ya sudah kalau tidak mau," ucap Ram sambil melemparkan permen tersebut. dan saat permen itu jatuh ketanah seketika asap mengepul keluar dari permen tersebut. Dan disusul dengan permen permen yang lain sehingga asap semakin tebal.


"Apa yang terjadi?" ucap Allan yang seketika panik. Saat asap itu mulai menipis Allan melihat sekeliling ternyata anak buahnya sudah terkapar karena tembakan bius dari sikembar.


Anak buahnya yang berjumlah 150 orang tidak ada satupun yang tersisa semua sudah pingsan dan dapat dipastikan mereka akan lumpuh total.


Sikembar tidak membunuh mereka secara langsung hanya membunuh mereka secara perlahan. Allan yang tinggal seorang diri merasakan hawa berbeda dari ketujuh bocah tersebut.


"Mengapa mereka begitu menyeramkan?" batin Allan.


"Sekarang giliran Paman," seringai Ray.


Ternyata ketua black cobra juga bergidik ngeri melihat perubahan sikembar yang tadinya cute and cool sekarang berubah devil.


(walau tetap menggemaskan sih)


Sewaktu asap sedang menyebar dan menghalangi penglihatan semua orang disaat itulah sikembar beraksi menembak para bawahan Allan tanpa meninggalkan satu orang pun. hanya Allan sang ketua yang dibiarkan begitu saja. Karena sikembar ingin bertarung dengan ketua mafia tersebut.


"cis, hanya anak kecil berani menentang ketua mafia black cobra." ucap Allan.


"Jangan sombong paman, mulutmu harimaumu." ucap Ram dengan datar.


Sementara didalam mobil juga terkejut dengan kehebatan sikembar, "Entah sejak kapan mereka menciptakan alat itu," kata Darmendra dalam hati.


Jordan, Vera dan Diva juga sangat mengagumi kehebatan sikembar. mereka tersenyum bangga memiliki sikembar.


"Hei bocah, ayo tunggu apalagi serang aku. kalian bisa sekaligus menyerang ku." Allan.


"Bersiaplah paman," Ray.


Sikembar membentuk lingkaran mengepung Allan yang sendirian, walaupun ia kuat tapi ia selalu mengandalkan anak buahnya untuk melawan musuhnya.


Sekarang dia sendiri yang turun tangan, anak buah yang selama ini ia banggakan sudah terkapar diaspal. Allan harus waspada menghadapi lawannya kali ini. Sikembar memberi kode satu sama lain, mereka begitu kompak dalam hal apapun.


Ram melompat mengangkat kakinya menendang tubuh tegap Allan, tapi Allan dengan gerakan cepat menghindar dan menendang balik beruntung Ram cepat menghindar pula, hingga Allan hanya menendang angin.


"Wow boleh juga kamu anak kecil bisa menghindar dari serangan ku." ucap Allan.


"Ini belum apa apa Paman," Ram.

__ADS_1


Kini giliran Ren menyerang dengan meninju tubuh Allan, dengan gesit Allan menangkap tangan Ren, saat tangan Ren di tangkap kaki Ren terangkat menendang selangk**an Allan. Allan yang tidak sempat menghindar hanya menahan sakit dibagian bawahnya. ternyata pukulan yang Ren layangkan hanya sebagai tipuan agar lawannya lengah.


Tangan Ren terlepas karena Allan masih memegang bagian bawahnya yang terasa berdenyut.


"Gila ternyata tendangannya begitu kuat," batin Allan.


Sikembar sengaja memberi jeda untuk Allan mengurangi rasa sakitnya, setelah beberapa menit Rakha bersalto memutar tubuhnya dan melayangkan tendangan tepat ditelinga kiri Allan, Allan sekali lagi merasakan sakit yang luar biasa ditelinga kirinya itu.


Allan menyerang sikembar dengan kemampuan yang dimilikinya, sikembar hanya menangkis serangan tersebut. sikembar sengaja agar Allan kehabisan tenaga saat bertarung. Allan meraba tubuhnya hendak mengambil pistol yang selalu dibawa kemana mana, ternyata pistol tersebut sudah tidak ada pada Allan.


"Paman mencari ini?" tanya Ray saat menunjukkan pistol yang ada ditangannya.


"Sejak kapan kamu mengambil pistolku?" tanya Allan.


"Sejak ada asap tebal menyelimuti paman," jawab Ram santai.


Kini sikembar tidak ingin bermain main lagi, mereka menyerang Allan secara bersamaan. Allan pun kualahan menghadapi bocah monster tersebut, kekuatan mereka setara dengan orang dewasa ditambah kecerdasan mereka dalam menghadapi musuh dengan taktik yang mereka gunakan. Ram, Ren dan Roy menendang dari arah depan, belakang dan samping Allan yang memang sudah terkuras tenaganya tidak sempat lagi untuk menghindar, jadi terjangan keras dari sikembar tepat mengenai tubuh Allan, Allan seketika muntah darah tapi ia masih tetap berdiri.


Kemudian maju lagi empat bocah kembar itu, melakukan hal yang sama. sehingga Allan tidak bisa berkutik lagi dan ambruk ditanah. bocah kembar tujuh itu tersenyum devil, mereka bertos dengan keberhasilan mereka. "Semua selesai dengan mudah," ucap mereka serentak.


Sikembar berjalan menuju mobil dimana keluarganya berada. Darmendra membuka pintu mobil untuk mereka, setelah sikembar masuk kedalam mobil, mobil itu pun melaju meninggalkan tempat tersebut.


"Kalian sangat hebat," puji Diva.


"Iya Oma sampai lupa berkedip melihat aksi kalian," Vera.


"Oh ya Dad, ternyata mereka adalah kelompok mafia yang dulu menculik aku," ucap Ram.


"Benarkah? ternyata mereka ingin balas dendam," Darmendra.


"Ada ada saja yang mencari musuh dengan kita," Jordan.


"Beruntung kalian anak anak yang tangguh dan jenius." Vera.


"Semua karena didikan dari istriku Mom," Darmendra.


"Aku hanya melakukan tugasku sebagai seorang ibu, dan mereka memang memiliki kemampuan diatas rata rata," Diva.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2