SEVEN R : Anak Genius

SEVEN R : Anak Genius
sikembar sang jenius.


__ADS_3

.


.


.


Acara yang dinanti nantikan akhirnya dimulai, persembahan dari para murid menjadi hiburan tersendiri bagi para orang tua, mereka semua membanggakan kehebatan anak anaknya, suara tepuk tangan turut memeriahkan acara ini.


"Kini saatnya kita tampilkan persembahan dari tujuh anak kembar, berikan tepuk tangan untuk mereka," ucap MC dengan suara lantang melalui mic.


Suara tepuk tangan bergema diruangan aula tersebut. Sikembar maju dengan alat musik mereka masing-masing, saat sikembar sudah mulai memainkan alat musik mereka suasana seketika menjadi riuh, semua orang berdiri dari duduknya seakan mereka lupa kalau mereka sedang berada dimana?


Pak Fredi dan Pak Rahmat tersenyum bangga, murid yang pertama kali masuk yang pernah mereka ragukan kemampuan ternyata adalah anak yang paling jenius. Bahkan satu sekolah ini tidak ada yang bisa menyaingi sikembar. Sedangkan guru guru yang lain juga tidak kalah antusias dengan yang lain.


"Hebat banget ya persembahan mereka," ucap salah satu ibu ibu yang berada dibelakang Darmendra, Vera dan Jordan.


"Iya, aduh tampan semua lagi, uh gemesin banget mereka," ucap ibu yang lain.


Darmendra hanya diam mendengar celotehan ibu ibu dibelakangnya. Begitu juga dengan Vera dan Jordan mereka sedang asik menyaksikan persembahan dari sikembar.


Sikembar sudah selesai menyanyikan sebuah lagu, tapi para orang tua murid yang hadir tidak terima karena hanya satu lagu.


"Lagi.. lagi.. lagi.. lagi... lagi," begitulah teriakan yang hadir diacara ini. Sikembar saling pandang dan berbicara melalui tatapan mata.


"Bagaimana?" tanya Ram kepada Pak Fredi.


"Kalian bisa lanjut lagi, lihatlah mereka belum puas menyaksikan persembahan kalian," jawab Pak Fredi, dan sikembar pun mengangguk.


"Baiklah, kami akan menyanyikan beberapa lagu lagi untuk menghibur anda semua," ucap Ram lewat mic.

__ADS_1


Suara tepuk tangan dan sorak Sorai kembali terdengar, suasana benar benar meriah. berkat kehadiran sikembar dalam acara ini.


"Acara tahun ini lebih meriah dari tahun tahun yang lalu, dan juga sekolah kita tidak perlu mengeluarkan dana semua disponsori oleh perusahaan ternama." ucap Pak Fredi kepada rekan sesama guru.


Acara berlangsung semakin meriah, sikembar sudah bernyanyi yang ke 3 lagu. Dan akhirnya mereka pun selesai dan akan digantikan oleh persembahan yang lain.


"Kok diganti sih? bagus juga anak kembar tadi yang nyanyi," ucap ibu ibu yang dibelakang Darmendra.


"Ibu suka sama persembahan anak saya?" tanya Darmendra.


"Hah... jadi mereka anak tuan?" bukan menjawab ibu itu malah balik bertanya.


"Iya mereka cucu cucu kami," jawab Vera.


"Ehh, jadi malu aku," ucap ibu ibu yang lain.


"Ehh, iya tuan," ucap ibu itu gugup.


"Aaaaaakkh malunya aku, kemana aku mau membuang mukaku ini," batin ibu itu.


Akhirnya persembahan demi persembahan pun usai, sekarang tinggal pengumuman kelulusan dan nilai tertinggi dari semua murid kelas 9.


Pak Fredi sebagai kepala sekolah naik keatas panggung setelah dipersilahkan oleh MC, Pak Fredi mengumumkan kelulusan para murid kelas 9 itu.


"Baiklah tanpa membuang waktu lagi, disini saya Fredi sebagai kepala sekolah ini mengumumkan bahwa semua murid kelas 9 dinyatakan lulus 100 persen. Baiklah sekarang saya akan mengumumkan nilai tertinggi dari satu sampai empat. rangking ke 4 dipegang oleh Imran beri tepukan, dan untuk Imran silahkan kepentas untuk mengambil trofi, dan untuk rangking 3 dipegang oleh Rudi silahkan Rudi, untuk rangking ke 2 dipegang oleh Rere selamat untuk Rere, dan kini untuk rangking 1 sebelumnya kami cukup kesulitan untuk menilai mereka, karena nilai mereka paling tinggi diantara murid murid yang lain, bahkan setiap pelajaran nilai mereka mendapatkan nilai 100 semua, jadi kami sepakat untuk memberikan rangking 1 ini kepada mereka bertujuh dan juga kami menyediakan trofi kepada mereka menjadi tujuh, silahkan untuk murid paling jenius sikembar tujuh. dipersilahkan untuk Rayden, Rendra, Rasya, Rakha, Raffa, Roy, dan Ramendra," ucap Pak Fredi dengan lantang.


Sikembar maju untuk mengambil piala mereka masing-masing.


"Ada yang ingin kalian sampaikan?" tanya Pak Fredi setelah memberikan piala untuk mereka. Sikembar memegang mic masing-masing.

__ADS_1


"Selamat malam semua nya, saya sebagai anak tertua diantara saudara saya hanya ingin mengucapkan terimakasih karena bimbingan dari para guru, karena tanpa mereka kita bukan siapa siapa," ucap Ray.


"Disini juga kami ingin berterimakasih kepada orang yang begitu berarti dalam hidup kami tanpa beliau kami tidak akan ada di dunia," ucap Ren.


"Untuk Mommy, Daddy, Oma dan Opa, terimakasih kasih sayang yang tulus dari kalian membuat kita bisa seperti ini," ucap Rasya.


"Dan juga untuk bapak kepala sekolah, wali kelas dan guru guru yang lain terimakasih atas tunjuk ajar kalian, jasa kalian akan selalu kami kenang," ucap Rakha.


"Untuk teman teman juga kami ucapkan terimakasih banyak tidak ada kata kata indah selain ucapan terimakasih untuk para guru juga bapak kepala sekolah juga untuk Mommy dan Daddy Oma dan Opa terimakasih semuanya." Raffa.


"Mommy, Daddy, Oma dan Opa serta semua yang hadir disini terimakasih," Roy.


Dan sekarang giliran Ram, ia sedikit kebingungan untuk berucap, karena apa yang ingin diucapkan sudah diwakili oleh saudara saudaranya. jadi ia pun berpikir kata kata apa yang pantas untuk diutarakan.


"Selamat malam semuanya, buat Mommy walaupun tidak dapat hadir diacara malam ini, tapi kami memakluminya. We love you Mommy, we love you Daddy, terimakasih untuk segalanya karena Mommy telah berjuang untuk membesarkan kami. kami tau tidak mudah untuk seorang ibu mengurus bayi kembar tujuh, tapi Mommy sangat hebat Mommy kuat bisa membesarkan kami hingga ke saat ini. Mommy mengajarkan kami untuk berbagi dan menolong sesama, Mommy mengajarkan kami bagaimana menghargai orang lain Mommy mengajarkan kami bagaimana cara bicara yang benar. terimakasih Mommy kami tidak bisa membalas semua kebaikan dan kasih sayang yang Mommy curahkan kepada kami, Aku tidak tahu lagi mau berkata apa? semua kata kata telah disampaikan oleh saudara saudaraku. hanya disini aku ingin mengucapkan terimakasih untuk semuanya termasuk yang ada aula ini. Mommy Daddy Oma dan Opa we love you all." ucap Ram mengakhiri ucapannya.


Darmendra naik keatas panggung langsung memeluk ketujuh putra putranya, hal itu membuat para tamu yang hadir semakin dibuat terharu. belum hilang keharuan mereka karena kata kata Ram ditambah lagi dengan perlakuan Darmendra kepada sikembar.


Vera dan Jordan menghapus air matanya, begitu juga para ibu ibu, mereka merasa tersentuh dengan kata kata Ram, sedangkan anak mereka tidak pernah seperti itu terkadang anak-anak mereka bisanya cuma membentak.


Sementara Diva sudah menangis sesenggukan, ia tidak dapat menahan laju air matanya.


"Seandainya kalian tahu kalau aku bukan ibu kandung kalian, apakah kalian masih akan seperti ini?" gumam Diva disela sela tangisannya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2