
Di dalam kamarnya Renatta tidak berhenti merengek saat Devan tidak menuruti permintaanya, suaminya itu hanya diam sambil memasukkan beberapa berkas yang akan dia bawa untuk rapat hari ini dengan salah satu client pentingnya.
"Tidak Re, untuk kali ini aku tidak akan menuruti ngidam kamu yang semakin hari semakin aneh" Devan berjalan keluar kamar tapi langkahnya di tahan Renatta yang berdiri di depannya.
"Kamu tidak boleh pergi bekerja sebelum menuruti keinginanku" Kedua tangan Renatta terlipat di depan dada dengan tubuhny yang berdiri tepat di depan pintu, matanya menatap tajam Devan yang di abaikan oleh Devan.
Merasa kesal dengan permintaan Renatta, Devan berusaha mengontrol emosinya agar tidak sampai marah maupun meninggikan suara di depan istrinya.
Di helanya nafasnya pelan "Baiklah aku akan menuruti permintaan kamu" Putus Devan pada akhirnya.
"Akhh terima kasih Dev, aku sangat bahagia sekali" Girang Renatta memeluk Devan dengan erat dan sedikit menggoyang goyangkan badannya.
Setelah di izinkan Devan memelihara bebek, Renatta tidak berhenti bermain dengan bebek yang baru saja di belikan oleh salah satu orang suruhan Devan.
Para pelayan yang dari tadi mengawasi Renatta yang berlari - lari mengejar bebek di taman membuat semua pelayan khawatir apalagi dengan kondisi Renatta yang sedang hamil, mereka takut kalau hal buruk terjadi pada Renatta, jatuh atau terpeleset misalnya.
"Nyonya lebih baik anda duduk saja, kalau tuan Devan tahu anda seperti ini pasti Tuan Devan akan sangat marah" Pinta salah satu pelayan tapi tidak di hiraukan oleh Renatta.
Dia tetapi asik dengan bebek - bebek kesanyangan nya, hingga suara Zio dan Zia mengalihkan perhatian Renatta.
"Zia pulang" Teriak Zia yang di ikuti Zio di belakangnya.
Melihat mamahnya yang lagi membawa bebek di gendongannya membuat Zia dan Zio menatap bingung Renatta.
"Mamah kok pelihara Donald duck sih?" Tanya Zia kepada Renatta.
"Ini lucu tahu, sayang" Jawab Renatta yang sudah memeluk bebeknya dengan erat sesekali dia tertawa melihat kelucuan bebek peliharaannya.
"Tapi jorok mamah" Sahut Zio yang menatap tidak suka kepada bebek yang mamahnya peluk.
Zia dan Zio saling pandang merasa aneh melihat tingkah mamahnya yang tiba - tiba memelihara bebek di dalam rumah apalagi di biarkan berenang di kolam renang, baginya apa yang di lakukan mamahnya ini sangat jorok.
Tidak jauh berbeda dengan para pelayan yang berada bersama Renatta yang di suruh mengawasi bebek yang sedang menikmati berenang di kolam renang besar di mansion ini, mereka tidak bisa membayangkan semarah apa Devan saat mengetahui kolam renangnya sudah berubah menjadi kolam bebek.
__ADS_1
"Kak, mamah kok aneh banget sih, kenapa Donald duck nya di biarin berenang, kan kolam renang papah jadi kotor" Ujar Zia yang tatapannya tidak lepas dari Renatta yang tertawa bersama bebek yang sudah memberontak dari pelukkan Renatta.
"Itu namanya bebek Zia buka Donald duck" Zio memutar bola matanya jengah.
"Sama aja Kak, sama sama bibirnya monyong" Kesal Zia pada Zio yang menirukan mulut bebek.
Di ruang rapat Devan merasa terganggu dengan ponselnya yang berada di atas meja terus menyala walaupun tidak menimbulkan bunyi karena sudah dia silent terlebih dulu.
Karena penasaran dengan siapa yang sedari tadi menelfonnya dia pamit keluar dari ruang rapat.
Devan mengernyitkan keningnya saat membaca ada puluhan panggilan tidak terjawab dari Renatta dan nomer telepon di mansionnya.
Perasaan cemas dan khawatir memenuhi pikiran Devan, dia takut terjadi sesuatu kepada Renatta maupun anaknya.
Dengan segera dia menelfon Renatta "Hallo Re, kamu kenapa? Apa terjadi sesuatu?" Tanyanya dengan panik.
"Hiks, hiks, hiks, Dev" Suara Renatta membuat Devan semakin tidak tenang.
"Katakan sesuatu Re, jangan membuatku semakin khawatir"
Sesampainya di mansion, dia berteriak mencari keberadaan Renatta yang tak kunjung dia temukan, mansion juga sepi tidak ada satu pun pelayang yang terlihat.
Terdengar suara seperti tangisan dari halaman belakang, dia menemukan Renatta yang sudah menangis sesegukan di samping kolam renang.
"Re, kamu baik baik saja kan sayang?" Tanya Devan.
Renatta yang melihat kehadiran Devan dengan cepat berlari dan memeluk Devan "Dev, bebek kesayanganku meninggal tenggelam" Jawab Renatta yang membuat Devan cengo.
Kepalanya menoleh ke kolam Renang miliknya yang sudah di penuhi dengan bebek permintaan Renatta, dia kira Renatta hanya menginginkan satu bebek saja untuk di pelihara untuk itu dia mengizinkannya tetapi ini bahkan Devan saja tidak bisa menghitung jumlah pastinya.
Dan tadi Renatta bilang apa, dia menangis hanya karena salah satu bebek yang dia pelihara meninggal karena tenggelam, lalu rasa khawatir berlebihannya berasa sia - sia, kalau dia tahu Renatta menangis hanya karena ini, tentu saja dia lebih memilih melanjutkan rapatnya di bandingkan harus pulang melihat kondisi Renatta apalagi melihat kondisi kolam renangnya yang sudah di pastikan akan banyak kotoran bebek yang membuatnya lagi dan lagi harus menahan amarah dan emosinya yang sudah berada di puncak ubun - ubun.
"Dev kamu kok diam aja sih, kamu lihat itu bebeknya meninggal satu padahal belum 24 jam aku merawatnya" Tunjuknya pada pinggiran kolam.
__ADS_1
"Lalu apa yang mau kamu lakukan hmm? kan masih banyak bebek yang bisa kamu pelihara" Ucap Devan pelan.
"Ya, kita makamkan bebeknya, kan kasian kalau tidak di makamkan, nanti bebek nya tidak bisa beristirahat dengan tenang" Ujar Renatta dengan polonya yang membuat semua orang yang mendengan ucapan Renatta di buat tidak percaya.
Baiklah, setelah ini dia tidak akan membiarkan Renatta untuk hamil lagi, dia tidak siap jika nanti Renatta akan meminta hak yang lebih aneh lagi dari ini.
...🍃🍃🍃...
Hallo author come back 🏃🏃
Selamat malam, semoga kalian semua nggak bosen dengan alur ceritanya.
Oh iya kayaknya setelah aku update cerita baru lagi, cerita Suami Bayaran Renatta bakal aku tamatin deh karena sudah tidak ada konflik berat lagi tinggal penyelesaiannya saja dan nunggu anaknya Devan dan Renatta lahir.
Tapiiii, sebelum cerita nya end dan aku ganti dengan cerita baru, aku akan nulis part spesial yang isinya kemanjaan dan keromantisan Devan dan Renatta....
Jadi tunggu terus kelanjutannya, agar bisa tahu juga cerita baru author yang aku buat dengan genre romance komedi dewasa.
Intinya selalu tunggu cerita baruku karena genre yang aku pakai akan sangat berbeda dengan cerita ini dan yang pastinya akan membuat kalian tidak berhenti tertawa ketika membacanya.
Terima kasih masih setia membaca cerita Suami Bayaran Renatta.
Semoga semakin suka....
Kalau Suka dengan ceritanya bisa like, vote dan komen nya ya.....
Kalau ada typo atau kesalahan dalam menulis bisa di tulis di komen...
Happy Reading
.
.
__ADS_1
.
To Be Continue