Suami Bayaran Renatta

Suami Bayaran Renatta
Melakukan di Rumah Sakit ( 2 )


__ADS_3

"Ahhh, Dev" Erang Renatta saat Devan mulai menyentuh titik sensitifnya.


Kini tubuh Renatta sudah naik di atas ranjang milik Devan, sedangkan Devan masih mencium bibir Renatta dengan kasar penuh dengan nafsu dan gairah.


Mereka benar - benar melupakan kalau mereka saat ini sedang berada di rumah sakit, bahkan pintu kamar rawat inap Devan hanya tertutup saja tanpa di kunci dari dalam.


Karena sudah di liputi nafsu, Devan sudah membalik tubuh Renatta hingga berada di bawahnya lalu dia melepaskan ciumannya dan berganti mencium seluruh wajah Renatta bergantian.


Nafas Renatta terengah - engah saat Devan sudah melepaskan ciumannya, dia tidak menyangka niatnya ingin meredam rasa cemburu Devan dengan ciuman, kini justru berlanjut ke hal yang lebih intim lagi.


"SHITT, bagaimana bisa kamu sangat menggoda Re" Lirihnya dengan suara serak.


Devan berlanjut melepas seluruh kancing baju Renatta yang kini menampilkan perut Renatta yang sudah mulai terlihat membesar, dengan perlahan dan menggoda Devan mencium seluruh bagian tubuh Renatta yang membuat tubuh Renatta meremang dan terus bergerak gelisah karena Devan hanya mencumbunya tanpa berniat melakukan hal lebih pada dirinya.


Saat wajah Devan berada tepat di atas perut Renatta, dia menciumnya lama seolah menggambarkan kalau dia sangat menyayangi anaknya.


"Papah akan menjengukmu nak untuk pertama kalinya" Ucapnya lalu mencium kembali perut Renatta.


Devan mensejajarkan wajahnya dengan wajah Renatta yang tampak sayu karena menahan hasrat tertahannya.


"Dev" Lirihnya dengan tangan yang sudah di kalungkan di leher Devan.


"Katakan apa yang kamu mau Re, maka aku akan melakukannya untukmu" Ujarnya dengan nada menggoda.


Untuk kali ini Renatta tidak akan jual mahal lagi karena hormon kehamilannya membuat dia ingin Devan melakukan hal lebih terhadap tubuhnya saat ini.


"Lakukan Dev" Renatta sudah bergerak gelisah sebab dia sudah tidak bisa menahan diri lagi dari hasratnya yang hampir memuncak dan siap untuk meledak.


"Katakan dengan jelas Re, apa yang harus aku lakukan" Di cumbunya leher Renatta lalu menggigitnya hingga meninggalkan bekas merah di sana.


Renatta sendiri yang mendapatkan perlakuan seperti ini dari Devan merasa ingin meledak karena hasratnya.


"Berikan aku kepuasan Dev dan tuntaskan semuanya" Ujarnya tanpa ada rasa malu sama sekali saat mengucapkannya.


Devan menyunggingkan senyum kecilnya saat Renatta mengatakan apa keinginannya saat ini.


Belum sempat dia kembali mencumbu tubuh Renatta, Renatta terlebih dahulu membuka baju pasien Devan dengan tergesa, hingga menampilkan perut sixpack mirip Devan.

__ADS_1


Dia meraba bekas jahitan yang sudah mengering pada luka Devan akibat tembakan Agnes tiga bulan lalu.


"Apa ini masih sakit Dev" Tanyanya menatap mata Devan.


Devan menggelengkan kepalanya lalu di mencium bibir Renatta kembali lalu dengan perlahan dia membuka pakaian bagian bawah Renatta, Devan memang sengaja tidak membuka seluruh pakaian mereka saat dia teringat kalau mereka saat ini masih berada di rumah sakit.


Karena merasa Devan melakukannya terlalu lalu dia menggulingkan tubuh Devan dari atas tubuhnya untuk kesamping, saat Renatta berhasil membalikkan tubuh Devan, dia naik keatas tubuh Devan yang membuat Devan terkejut atas keberanian yang di lakukan Renatta.


Di tertawa pelan saat Renatta kini sudah menduduki perutnya "WOW, aku tidak menyangka kalau kamu mempunyai sisi liar seperti ini" Ucapnya.


"Diamlah Dev, kamu hanya perlu menikmati semuanya, untuk kali ini biarkan aku yang memimpin permainan kita sampai beberapa ronde ke depan" Ujar Renatta sambil tangannya mengelus luka bekas operasi di punggung Devan.


Devan akhirnya diam, dia ingin melihat seberapa jauh Renatta bisa memuaskannya.


Renatta sudah memulai aksinya, dia menciumi semua tubuh bagian atas Devan, yang membuat Devan menahan erangannya dengan pelan.


Setelah berhasil membuat Devan terus merasakan siksaan yang di berikan Renatta kepada tubuhnya karena Renatta seolah tidak mau menuntaskan apa yang barusan dia lakukan.


Kini Renatta sudah memposisikan tubuh mereka berdua, walaupun awalnya dia sedikit kesulitan tapi pada akhirnya dia berhasil juga, dengan perlahan dia menggerakkan tubuhnya hingga tidak lama kemudian mereka sama sama mencapai kepuasan bersama.


Tubun Renatta ambruk di atas dada bidang milik Devan untuk mengatur nafasnya agar kembali normal lagi.


Tanpa persetujuan Renatta yang sudah mulai merasakan lelah justru Devan kini sudah mencumbu setiap tubuh istrinya.


Renatta tadi yang hampir saja tertidur, kini sudah terbangun lagi akibat dia merasa Devan sudah kembali mencumbunya kembali


"Dev, apa yang kamu lakukan?" Tanya Renatta kepada Devan.


"Kita lanjutkan ke ronde ke dua" Jawab Devan yang sudah memulai permainannya untuk kedua kalinya, hingga kini mereka sudah mendapatkan pelepasan untuk kedua kalinya secara bersamaan.


Tubuh Devan ambruk di samping tubuh Renatta yang sudah memejamkan matanya karena rasa kantuknya yang tiba - tiba datang.


Devan menyelimuti tubuh mereka setelah dia mengancingkan bajunya dan juga baju Renatta, lalu dia menyusul Renatta tertidur di sampingnya.


Sedangkan di tempat lain seorang perempuan berusaha menenangkan anaknya yang sedari tadi merengek ingin mengajak pulang.


"Mah, kapan kita pulang, Angel sudah sangat rindu papah dan teman - teman Angel di sekolah" Rengeknya kepada mamahnya.

__ADS_1


"Sabar ya sayang, kita di sini dulu, nanti mamah akan carikan kamu sekolah di sini saja ya" Pinta Aline kepada Angel.


"Aku nggak mau mah, Angel mau tetap ingin bertemu papah sekarang" Di lipatnya tangan Angel di depan dadanya merasa kesal karena mamahnya tidak pernah mau menuruti keinginannya saat meminta pulang dan bertemu papahnya.


"Angel dengerin mamah, mulai sekarang kita akan tinggal di sini, jadi kamu harus terbiasa beradaptasi dengan teman baru kamu kelak" Jelasnya kepada Angel.


"Angel nggak mau, pokoknya Angel besok mau pulang" Di lemparnya boneka yang tadi di bawa nya lalu dia berlari memasuki kamarnya.


Ya, Sejak pertemuannya dengan Kenan dulu membuat rasa takut kalau Kenan akan merebut Angel darinya membuatnya mau tidak mau dia harus membawa Angel pergi jauh dari sekitar Kenan.


Aline sangat menyayangi anaknya, dia tidak mau kehilangan Angel jika sewaktu - waktu Kenan berhasil bertemu langsung dengan Angel.


Dia hanya menatap pintu kamar tidur Aline yang sudah tertutup rapat, hal itu sudah biasa dilakukan Angel setiap dia mengajak untuk pulang dan bertemu papahnya.


Mulai sekarang Aline akan memulai kehidupannya barunya bersama Angel di sini jauh dari Devan maupun Kenan.


...🍃🍃🍃...


Hallo author come back🏃🏃


Selamat malam, semoga kalian semua nggak bosen dengan alur ceritanya.


Terima kasih masih setia membaca cerita Suami Bayaran Renatta.


Semoga semakin suka....


Kalau Suka dengan ceritanya bisa like, vote dan komen nya ya.....


Kalau ada typo atau kesalahan dalam menulis bisa di tulis di komen...


Happy Reading


.


.


.

__ADS_1


To Be Continue


__ADS_2