Suami Bayaran Renatta

Suami Bayaran Renatta
Pertemuan Angel dan Devan


__ADS_3

Renatta tidak bisa menyembunyikan raut bahagianya saat dokter sudah mengizinkannya pulang hari ini, dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan anak - anaknya.


"Aku sudah tidak sabar ingin bertemu anak - anak Dev" Renatta tersenyum senang ke arah Devan yang juga tersenyum mendengar perkataan Renatta.


"Mereka juga pasti senang akhirnya bisa bertemu kamu lagi Re, maaf karena selama kamu di rawat di rumah sakit, aku jarang sekali membawa anak anak berkunjung untuk menemui kamu" Sesal Devan kepada Renatta.


"Tidak masalah Dev, aku yakin kamu pasti punya alasan kenapa tidak mengajak mereka menjengukku terutama Zea yang masih terlalu kecil" Ucap Renatta menggenggam tangan Devan penuh rasa sayang, dia hampir tidak menyangka kalau selama enam bulan lebih ini Devan begitu setia menunggu dan menemaninya, sungguh hal itu sangat jauh berbeda dengan sikap Devan dulu yang lebih cenderung tidak peduli kepadanya.


Devan tersenyum ke arah Renatta, dia sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan karena sudah memberikan dia kesempatan untuk melihat mata Renatta terbuka kembali, dan berkumpul dengan Devan serta anak - anak mereka.


Sedangkan di mansion mewah milik Devan, semua orang sudah berkumpul untuk menyambut kedatangan Renatta, bahkan Zio dan Zia sedari tadi tidak berhenti mengoceh membicarakan tentang apa saja yang akan mereka lakukan dengan mamahnya setelah ini


"Ih kak lepas ini balon milik Zia, kenapa Kak Zio rebut" Kesal Zia yang berusaha merebut kembali balon yang tadi dia tiup


"Ini balon kakak ya, kamu yang ambil punya kakak, itu punya kamu tiup sendiri, kakak nggak mau bantu niupin lagi" Ucap Zio yang sudah membawa lari balon bergambarkan kartun kesukaannya.


Zea yang saat ini sudah berumur setengah tahun itu hanya mengoceh tidak jelas melihat tingkah kedua kakaknya sesekali dia mengeluarkan suara tidak jelas khas bayi yang membuat semua orang yang ada di ruangan itu tertawa.


Tidak hanya keluarga saja yang sekarang berkumpul di mansion Devan, kemarin Raka tidak sengaja bertemu dengan Kenan dan Angel, dia yang mengetahui kalau Angel sampai sekarang masih menganggap Devan sebagai papahnya dengan sengaja mengajak Angel juga untuk datang ke sini, hanya saja sampai sekarang Angel dan Kenan belum datang juga.


"Ah maaf kalau aku terlambat" Ucap Kenan yang baru sampai, sedangkan Angel tampak takut melihat semua orang yang ada di sini tidak ad yang dia kenal kecuali Raka yang kemarin bertemu dengannya.


Raka juga sudah menceritakan semuanya tentang Angel kepada keluarganya, walaupun dia sadar Sebenarnya hal ini bukan kapasitasnya untuk menejelaskan semuanya tetapi dia juga tidak tega ketika pertama kali melihat Angel apalagi saat Kenan mengatakan jika Angel terkadang masih bertanya mengenai keberadaan Devan.


"Tidak masalah, lagian Renatta dan Devan juga belum datang" Ucap Raka yang menghampiri Kenan.


Kenan menyapa semua orang terutama kedua orang tua Renatta yang belum sekalipun dia bertemu dengan orang tua kandung Renatta sebab dia dulu hanya dekat dengan om Brata yang tak lain adalah ayah angkat Renatta.

__ADS_1


Zia yang tadi berlari mengejar Zia seketika menghentikan langkahnya "Angel" Teriak Zia memanggil Angel, Angel yang merasa namanya di panggil menolehkan kepalanya ke arah Zia dengan semangat Zia menghampiri Angel lalu mengajak Angel bermain, tentu saja Angel mau bermain dengan Zia sebab dulu di sekolahnya yang lama Zia selalu baik kepadanya berbeda dengan saudara kembar Zia yang terlihat tidak menyukainya.


Zio mendengus kesal menatap keberadaan Angel, dia memang tidak pernah menyukai Angel sejak dulu apalagi saat Angel mengatakan kalau papah Devan juga papahnya Angel, tentu saja hal itu tidak bisa di terima oleh Zio karena yang dia tahu saat itu saudaranya hanya Zia.


Angel yang awalnya bersemangat bermain dengan Zia seketika menjadi takut saat melihat tatapan tidak suka Zio kepadanya, Angel sendiri bingung kenapa Zio selalu terlihat membencinya padahal kan dia tidak pernah merasa menyakiti atau menjelek - jelekkan Zio selama ini.


"Ayo kita main Angel, tidak usah peduliin Kak Zio" Guman sinis Zia menatap ke arah Zio yang juga menatapnya dengan tatapan datar.


Angel menganggukkan kepalanya lalu mengikuti Zia dari belakang, Zio memilih menghampiri Darren yang sedang asyik bermain dengan Lego nya, Darren memang tipe orang yang pendiam, dia lebih suka bermain dengan dunianya sendiri di bandingkan harus bermain dengan anak - anak lain sama persis dengan Raka saat kecil yang cenderung introvet.


"Om, tante sekali lagi saya meminta maaf atas semua kesalahan saya kepada Renatta di masa lalu, sungguh saya sangat menyesali semua perbuatan saya dulu" Kenan meminta maaf kepada kedua orang tua Renatta, Ya dia memang menceritakan semuanya tentang Renatta yang dulu hampir saja dia lecehkan.


"Itu sudah masa lalu, sekarang kalian sudah memiliki kebahagiaan dan kehidupan masing - masing jadi semua yang berlalu biarlah berlalu, saya sudah memaafkan kamu tanpa kamu meminta maaf asalkan saat itu kamu tidak benar - benar melakukannya dan melecehkan Renatta" Papah Renatta tersenyum, awalnya dia juga sempat terkejut dengan kejujuran yang di berikan Kenan tetapi itu semua sudah menjadi masa lalu anaknya setidaknya sekarang Renatta sudah bahagia dengan Devan sudah cukup baginya.


Terdengar suara mesin mobil yang di matikan, tidak lama kemudian Devan dan Renatta berjalan masuk ke dalam mansion.


"Selamat datang Re" Ucap semua orang kepada Renatta.


"Ini semua kejutan atas kepulangan kamu Re"


"Mamah" Zio sudah menubruk tubuh Renatta, dia menangis dalam pelukkan Renatta, Zio sangat merindukan Renatta, selama ini dia hanya bisa melihat foto mamahnya saat dia merindukan Renatta dan sekarang dia sangat bahagia karena pada akhirnya dia bisa memeluk mamahnya lagi.


"Zio, mamah sangat merindukan kamu nak" Renatta membalas pelukan Zio tidak kalah erat.


"Zio lebih merindukan mamah, sangat mah" Ucap Zio dengan nada terbata akibat tangisannya.


Setelah melepas pelukan Zio, pandangannya beralih lurus ke depan, matanya berkaca - kaca.

__ADS_1


Renatta menatap terharu dengan apa yang ada di depannya, dengan perlahan dia menghampiri mamahnya yang sedang menggendong seorang bayi mungil yang sudah tertidur pulas.


Namun langkah Renatta terhenti saat mendengar teriakan seorang anak kecil.


"PAPAH" Teriak Angel yang baru saja menampakkan diri bersama Zia di sampingnya.


"Angel" Guman Devan lirih menatap terkejut ke arah Angel.


...🍃🍃🍃...


Hallo author come back 🏃🏃


Selamat malam, semoga kalian semua nggak bosen dengan alur ceritanya.


Terima kasih masih setia membaca cerita Suami Bayaran Renatta.


Semoga semakin suka....


Kalau Suka dengan ceritanya bisa like, vote dan komen nya ya.....


Kalau ada typo atau kesalahan dalam menulis bisa di tulis di komen...


Happy Reading


.


.

__ADS_1


.


To Be Continue


__ADS_2