
Kini Kenan sudah berada di rumah sakit bersama Angel yang menatap bingung ke arahnya karena sedari mereka sampai di rumah sakit Kenan tidak mengatakan apapun, jujur dia bingung harus menjelaskan hal apa kepada Angel mengenai kondisi mamahnya saat ini.
Yang dia takutkan Angel akan merasa shock dan akan membenci dirinya jika tahu penyebab mamahnya meninggal adalah karena dirinya yang membawa pergi paksa Angel.
Axel sejak kedatangan Kenan dan Angel hanya diam saja tanpa berniat menyapa Kenan terlebih dahulu dia hanya sesekali tersenyum ke arah Angel yang terlihat bingung, sedangkan Renatta sudah kembali ke ruang perawatan Devan yang memang sudah menunggunya.
Tidak lama dokter keluar dari ruangan Aline sempat di rawat tadi "Maaf, pasien atas nama Aline sudah benar - benar di nyatakan meninggal akibat benturan keras di kepalanya yang menyebabkan pendarahan dalam pada otaknya" Ucap dokter tersebut kepada Kenan.
Seketika tubuh Kenan semakin melemas mendengar perkataan dokter tersebut, tadi dia masih sempat berharap kalau Aline masih bisa di selamatkan tapi ternyata harapannya pupus saat dokter mengatakan kalau Aline memang sudah tiada.
Angel memegang tangan Kenan dan menggoyangkan nya pelan "Om kita kenapa ada di rumah sakit, memang siapa yang sakit?" Tanya Angel polos yang justru semakin membuat rasa bersalahnya semakin dalam.
"Maafkan Om ya sayang" Ujar Kenan yang membawa Angel ke gendongannya lalu di peluknya Angel dengan erat.
Angel hanya diam saja saat Kenan memeluknya sangat erat "Om Kenan kenapa? Om Kenan kan tidak punya salah sama Angel"
Kenan melepas pelukannya, lalu menatap Angel dengan mata yang sudah memerah "Kamu mau bertemu mamah?" Tanyanya yang di angguki oleh Angel.
Dia membawa Angel masuk ke ruang perawatan Aline, kini tubuh Aline sudah di tutup oleh kain putih, para perawat yang melihat kehadiran Kenan segera pamit keluar.
"Om itu siapa yang di tutup kain sama suster tadi" Tanyanya dengan muka kebingungan.
"Itu mamah Aline sayang" Jawabnya lalu menurunkan Angel.
Dibukanya kain penutup tubuh Aline, Kenan bisa melihat wajah pucat Aline dengan tubuh yang sudah terbujur kaku.
"Mamah sedang tidur ya Om? Tapi kenapa muka mamah kok pucat sekali" Di tatapnya mamahnya dengan dalam, dia masih belum mengerti kenapa mamahnya harus di tutup kain putih dengan mata yang sudah tertutup rapat.
__ADS_1
Kenan berusaha terlihat kuat di depan Angel, kini dia berjongkok sejajar dengan tubuh Angel "Mulai sekarang mamah Aline akan tidur sangat lama sekali, jadi Angel akan tinggal bersama Om Kenan" Jelasnya pada Angel.
"Apa mamah selama ini capek karena merawat Angel ya, maka itu sebabnya mamah mau tidur lama biar tidak capek merawat Angel lagi" Ujarnya dengan nada sedihnya.
"Bukan seperti itu, mamah cuma hanya ingin istirahat bukan karena lelah merawat Angel tapi karena ini sudah waktunya mamah Aline tidur dengan tenang, Angel mengerti kan?" Walaupun Angel tidak paham betul apa yang di ucapkan Kenan, Angel tetap menganggukkan kepalanya tanda mengerti, yang di tangkapnya dari ucapan Kenan adalah kalau mamahnya hanya tidur lama dan suatu saat akan bangun lagi dari tidurnya.
Pemakaman Aline akan di lakukan hari ini, kini semua orang sudah berkumpul di pemakaman, Angel memang sengaja Kenan ajak agar bisa menyaksikan tempat peristirahatan terakhir mamahnya, Angel hanya diam tidak banyak bicara maupun bertanya sebab Kenan sudah menjelaskan semuanya kepada Angel yang tentu saja dengan bahasa yang lebih lembut agar tidak mengguncang jiwa Angel, selesei pemakaman Kenan tidak langsung pergi, dia menyuruh Axel untuk sementara waktu menjaga Angel.
Kenan berjongkok di makam Aline "Maaf karena aku sudah menyebabkan kamu harus mengalami kecelakaan dan merenggut nyawa kamu, sungguh aku tidak mau semua ini terjadi, jika boleh jujur tentu saja aku memilih memulai semuanya dengan kamu hanya saja obsesi kamu kepada Devan membuat aku dengan nekat melakukan semua ini" Ujarnya dengan nada syarat akan luka.
Lama hening akhirnya Kenan bangun dari jongkoknya "Aku berterima kasih karena kamu sudah mau melahirkan anakku dan suduh merawatnya dengan baik selama ini, aku berjanji akan menjaga Angel dengan baik, aku akan membuat Angel menjadi wanita kuat, kalau begitu aku pamit, semoga kamu beristirahat dengan damai dan tenang" Ucapnya lalu pergi meninggalkan makam Aline.
Sedangkan Devan hanya berdiam di atas ranjangnya, kemarin Devan sudah di izinkan pulang oleh dokter dengan beberapa syarat yang harus dia penuhi salah satunya dia harus rutin check up dan minum obat untuk proses pemulihan pada tubuhnya.
Devan teringat semua perkataan Renatta kepadanya tentang Agnes yang sudah mendonorkan ginjal untuknya dan juga tentang kematian Aline kemarin karena kecelakaan, terkejut tentu saja di rasakan oleh Devan setelah mengetahui semua fakta ini.
Hal yang justru sangat mengejutkan untuknya saat dia mengetahui kalau ternyata Kenan lah ayah kandung dari Angel.
Renatta berjalan mendekati Devan yang terlihat melamun seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Apa yang kamu pikirkan Dev? Kenapa kamu tidak ingin menghadiri acara pemakaman Aline, bagaimana pun Aline adalah orang yang pernah dekat dengan hidup kamu Dev" Ucapnya pada Devan.
"Aku hanya belum siap untuk bertemu Angel Re, apalagi setelah mendengar fakta kalau ternyata Kenan merupakan ayah kandung Angel membuatku masih sulit untuk mempercayai semuanya" Jelasnya yang menatap mata Renatta.
"Kamu tidak bisa terus seperti ini Dev, bagaimanapun Angel tetaplah anak kamu walaupun dia bukan anak kandung kamu tapi kamulah yang merawatnya sejak dia masih kecil" Di elusnya bahu Devan berharap bisa membuat Devan lebih tenang.
"Lalu apa yang harus aku lakukan Re, jika banyak sekali kebohongan yang Aline lakukan selama ini, memang benar jika aku tidak bisa menghapus rasa sayangku pada Angel tapi rasa kecewaku juga begitu besar dengan semua fakta ini"
__ADS_1
Renatta memeluk Devan "Apapun yang terjadi dengan kamu, kamu harus percaya kalau aku akan selalu ada buat kamu Dev"
Devan membalas pelukkan Renatta dengan erat "Aku lemah Re, semua kebohongan ini membuat hatiku benar - benar terluka, aku ingin melupakan semuanya dan menganggap Angel anak kandungku tapi hal itu masih sangat sulit untuk di lakukan"
Ya mulai sekarang Renatta akan berusaha selalu ada untuk Devan, dia tahu walaupun Devan selama ini terlihat kuat tapi di dalam hatinya ada rasa sakit yang cukup dalam.
...🍃🍃🍃...
Hallo author come back 🏃🏃
Selamat malam, semoga kalian semua nggak bosen dengan alur ceritanya.
Terima kasih masih setia membaca cerita Suami Bayaran Renatta.
Semoga semakin suka....
Kalau Suka dengan ceritanya bisa like, vote dan komen nya ya.....
Kalau ada typo atau kesalahan dalam menulis bisa di tulis di komen...
Happy Reading
.
.
.
__ADS_1
To Be Continue