
"PAPAH" Teriak Angel yang baru saja menampakkan diri bersama Zia di sampingnya.
"Angel" Guman Devan lirih menatap terkejut ke arah Angel.
Angel berlari dengan cepat menubruk kaki Devan lalu memeluknya dengan erat
"Angel rindu papah, papah kemana aja kok nggak pernah temuin Angel lagi" Ucap Angel dengan suara yang hampir menangis
Devan hanya diam membeku saat Angel memeluk kakinya, dia tidak tahu harus bersikap apa sekarang, saat ini semua orang sedang menatap ke arahnya.
Jika boleh jujur Devan pun juga sangat merindukan Angel walaupun Angel bukanlah anak kandungnya tetapi sejak kecil dia lah yang sudah merawat Angel dari mulai bayi hingga untuk pertama kalinya dia bisa memanggilnya papah terlepas dari rasa ketidak suka nya kepada Aline.
Kenan hanya menatap Angel dengan sendu, dia tidak bisa membohongi perasaanya yang terluka saat melihat Angel memanggil orang lain dengan sebutan papah sedangkan terkadang saat bersamanya saja Angel masih sering memanggilnya Om, ingin sekali Kenan mengatakan kebenarannya kalau Angel adalah putri kandungnya tetapi dia takut justru hal itu akan membuat Angel bingung dan berujung mengganggu kesehatan mental anaknya.
"Papah kenapa kok diam saja, papah tidak rindu Angel ya? Apa selama ini Angel sudah nakal mangkannya papah tidak mau bertemu lagi dengan Angel" Angel mendongakkan kepalanya menatap Devan yang menundukkan kepalanya sehingga pandangan mata mereka saling bertemu.
Devan sudah tidak bisa menahan rasa rindunya lagi, tanpa pikir panjang lagi dia memeluk Angel dengan penuh rasa sayang "Papah juga rindu dengan Angel, maafkan papah ya, karena sudah meninggalkan kamu" Devan mengecup lembut kening Angel.
Sedangkan tidak jauh dari Angel dan Devan, Zio dan Zia menatap lekat ke arah Devan dan Angel dengan pandangan yang berbeda
Zia yang tidak tahu apa apa hanya diam terpaku menatap ke arah papahnya dan juga temannya, apalagi saat Angel menyebut Devan dengan sebutan papah membuat Zia berfikir keras tentang Angel.
Zio menatap tidak suka ke arah Angel dan papahnya, rasa kesal dan tidak sukanya kepada Angel semakin tinggi ditambah dengan hal yang di lihatnya saat ini.
Tangisan Angel pecah saat Devan memeluknya erat, dia sudah sangat lama merindukan pelukan hangat papahnya "Papah jangan tinggalin Angel lagi ya, Angel sayang papah" Ucapnya dengan terbata karena menangis.
Semua orang yang melihat itu hanya tersenyum, tidak ada yang membenci keberadaan Angel, dari cerita yang Raka ceritakan di sini Angel hanyalah korban dari ambisi mamahnya yang pada akhirnya hanya berakhir dengan sia - sia.
"Mamah" Teriak Zia, dia menghampiri Renatta, tidak lupa dia meminta di gendong oleh Renatta, rasa penasarannya dengan Angel dan Devan seketika hilang saat Zia melihat keberadaan mamahnya yang sangat di rindukannya.
Niat Renatta yang ingin melihat anaknya yang ada di gendongan mamahnya seketika harus dia tunda karena sikap Zia yang begitu manja dan tidak ingin lepas darinya.
__ADS_1
.
.
.
Di taman belakang Devan dan Kenan sedang duduk bersama memperhatikan Angel yang sedang memberi makan ikan di kolam dengan suasana hati yang sangat bahagia karena akhirnya dia bisa bertemu lagi dengan papahnya
"Angel terlihat sangat menyayangimu" Kenan membuka pembicaraan terlebih dahulu untuk memecahkan suasana yang sedari tadi terasa tegang.
"Sedari kecil yang Angel tahu hanya aku lah papah kandungnya, suatu saat nanti dia pasti akan terbiasa dengan kehadiranmu, hanya butuh waktu saja agar kamu bisa lebih dekat dengan Angel" Ujar Devan yang seolah paham dengan isi hati Kenan saat ini, sebab dulu dia juga merasakan hal yang sama ketika Zio dan Zia lebih dekat dengan Nicholas di banding dirinya tetapi seiring berjalannya waktu justru dialah yang lebih dekat dengan kedua anaknya.
"Aku juga berharap seperti itu tapi sayangnya sampai sekarang Angel masih menganggap kamu sebagai papah kandungnya bukan aku" Senyumnya getir menatap ke arah Angel yang sedang tersenyum ceria.
Devan menolehkan kepalanya sekilas ke arah Kenan lalu pandangannya beralih ke Angel kembali "Apapun itu aku harap kamu bisa menjaga dan menyayangi Angel dengan baik karena dulu aku tidak pernah bisa memberi kasih sayang sepenuhnya kepada Angel, walaupun masih ada sedikit rasa kecewaku saat mengetahui kalau Aline membohongiku selama ini tapi demi Angel aku akan melupakan semuanya" Jelas Devan.
"Aku berniat membawa Angel ke luar negeri dengan harapan hal itu bisa membuatku semakin dekat dengan anakku"
"Aku tidak bisa melarang, walau aku juga tidak rela jika kamu membawa pergi jauh, terlepas dari aku yang selama beberapa bulan ini menghindar dari kehidupan Angel"
Ya, Devan menghindar dari Angel bukan karena dia tidak sayang kepada Angel, hanya saja dia ingin memberi celah kepada Kenan agar bisa lebih dekat dengan Angel dan dia sendiri ingin berusaha menerima semua kenyataan yang dia ketahui tentang Angel.
"Terima kasih karena sudah menjadi papah untuk Angel" Ucap Kenan dengan tulus yang hanya di angguki oleh Devan.
Kini mereka berdua sibuk dengan pikiran masing - masing dengan pandangan keduanya yang sama - sama melihat ke arah Angel.
Di tempat yang berbeda Axel berada di sebuah raungan yang terdapat begitu banyak foto Renatta, mulai hari ini dia sudah memantapkan diri untuk benar benar melupakan semua hal tentang Renatta.
Dengan langkah pelan Axel mengambil semua foto Renatta yang dia tempel di dinding dan beberapa juga foto Renatta ada yang di gantung di sebuah tali, dia menyimpan berbagai foto Renatta sejak awal mereka bertemu, dulu dia memang sering memfoto Renatta secara diam - diam.
Setelah mengambil foto Renatta, dia mengumpulkannya jadi satu di sebuah kotak kayu dan berniat untuk membakarnya untuk menghilangkan semua hak yang berhubungan dengan Renatta.
__ADS_1
Di buangnya kotak tersebut lalu dia menyalakan korek apik dan melemparnya ke kotak tersebut hingga kini api sudah membakar habis semua foto yang sudah dia kumpulkan sejak 15 tahun lalu.
"Selamat tinggal Re, untuk kali ini aku akan melupakan kamu dengan ikhlas, semoga kelak aku bisa bertemu dengan perempuan seperti kamu" Pinta Axel dengan suara lirihnya.
Lamunan Axel buyar ketika ada seseorang yang memanggilnya dengan suara keras yang membuatnya sedikit terkejut.
"Kak Axel" Teriak seorang perempuan yang membuat tubuh Axel membeku ketika ingatannya melayang pada kejadian beberapa tahun lalu.
...🍃🍃🍃...
Hallo author come back 🏃🏃
Selamat malam, semoga kalian semua nggak bosen dengan alur ceritanya.
Terima kasih masih setia membaca cerita Suami Bayaran Renatta.
Semoga semakin suka....
Kalau Suka dengan ceritanya bisa like, vote dan komen nya ya.....
Kalau ada typo atau kesalahan dalam menulis bisa di tulis di komen...
Happy Reading
.
.
.
To Be Continue
__ADS_1