Suami Bayaran Renatta

Suami Bayaran Renatta
Pertemuan Kembali dan Kecemburuan Devan


__ADS_3

"Dev" Rengek Renatta dengan kesal karena sudah di abaikan Devan.


Sejak pulang dari pesta pernikahan Nicholas dan Karin, Devan hanya mendiamkannya tanpa berniat mengajaknya berbicara apalagi di dalam mobil tadi dia dianggap seolah tidak ada untung saja Zio dan Zia tidak banyak tanya soal perubahan sikap papahnya yang terlihat tidak bersahabat sama sekali.


Sedangkan Devan yang berusaha menahan rasa kesal dan cemburunya saat pertemuan Renatta dengan mantan pacarnya saat di pesta tadi, apalagi sikap Renatta yang tanpa rasa canggung memeluk Robert di depannya tanpa ada rasa bersalah sama sekali.


FlashBack On


"Dev, aku benar - benar tidak nyaman memakai gaun seperti ini apalagi dengan tubuhku yang bertambah besar" Di lihatnya penampilannya berkali - kali sebelum turun dari mobil


"Kamu sudah terlihat cantik Re, wajar jika bentuk tubuh kamu berubah sebab kehamilan kamu" Devan melepas sabuk pengaman pada tubuh Renatta.


"Pah, Mah kapan kita turun Zio dan Zia ingin segera melihat Om Nicholas menikah" Zio merasa jengah dengan sikap mamahnya yang berlebihan soal penampilannya, padahal kan menurut Zio mamahnya sudah terlihat sangat cantik dengan pakaian apapun.


"Iya sampai kapan kita di dalam mobil, Zia juga udah capek ya lihat mamah sedari tadi mempermasalahkan soal penampilan apalagi kita tadi nunggu mamah dandan lama sekali padahal kan Zia ingin makan kue di pesatnya Om Nicholas" Sahut Zia menimpali ucapan Zio.


Mendengarkan ucapan kedua anaknya membuat Renatta menatap tajam ke arah kedua anaknya, tidak tahu apa kalau mamahnya masih berusaha tampil dengan sempurna apalagi ini kan pesta pernikahan Nicholas yang notabennya pernah menyukainya, jadi Renatta tidak mau terlihat jelek di depan Nicholas maupun di depan banyak orang.


Dengan sedikit bujukan dan rayuan yang Devan berikan akhirnya Renatta mau turun dengannya, entah kenapa setelah masuk ke ballroom tempat acara mood Renatta menjadi baik lagi bahkan dia melupakan rasa tidak percaya dirinya tadi.


"Om Nich" Ucap Zio dan Zia bersamaan membuat Nicholas yang tadi berbicara dengan salah satu rekan bisnis papahnya menolehkan kepalanya.


"Twins" Seru Nicholas bahagia melihat keceriaan Zio dan Zia.


"Ih Om Nich, nikah kok nggak bilang Zia, kan Zia jadi sedih kalau Om nikah nanti Om pasti jarang lagi main sama Zia dan Kak Zio" Ucap Zia sendu menatap ke arah Nicholas dengan mata yang sudah berkaca - kaca.


Nich tersenyum membalas tatapan Zia "Sampai kapan pun kalian tetap bocah kecil kesayangan Om, kalau soal bermain kalian tidak perlu khawatir Om akan selalu bermain dan mengajak kalian berdua jalan - jalan bersama Tante Karin, istrinya Om" Jelas Nicholas berusaha memberi pengertian kepada Zia, dia tahu walaupun usia Zia terbilang masih kecil tapi pemikiran keduanya hampir seperti orang dewasa yang paham dengan situasi dan keadaan yang terjadi saat ini.


"Om janji kan nggak akan melupakan Zia dan Kak Zio" Zia menunjukkan jari kelingkingnya di depan Nicholas.


"Janji" Nicholas menautkan kedua jari kelingkingnya masing masing di jari kelingking milik Zio dan Zia.


Dari ke jauhan Karin yang melihat interaksi antara Nicholas dan si kembar tersenyum bahagia, dia membayangkan akan sesayang apa Nicholas kepada calon anak mereka kelak.


"Rin" Panggil Renatta

__ADS_1


"Kak Re, aku senang sekali Kak Re datang ke pesta pernikahanku"


"Justru aku yang merasa senang melihat kamu menikah, aku tidak menyangka kalau Nicholas yang menjadi suami kamu"


Renatta mulanya cukup terkejut mendengar kalau Nicholas akan menikah dengan Karin, sebab sejak dia berteman dengan Karin maupun Nicholas tidak ada yang saling menceritakan kepadanya, yang tidak kalah mengejutkan lagi ternyata kalau penyebab perubahan sikap dan sakit Karin di sebabkan oleh Nicholas.


"Ini" tatapan Karin beralih ke Devan yang berdiri di samping Renatta.


"Oh iya, ini kenalkan Devan suami aku yang dulu sempat aku ceritakan kepada kamu" Lalu Mereka berdua saling berjabat tangan untuk mengucapkan selamat kepada Karin lalu Devan pamit menjauh dari Renatta dan Karin yang sedang asyik berbincang.


Padangan Karin kembali lagi ke arah Nicholas, Zio dan Zia.


"Kamu tidak perlu khawatir atau cemburu, Devan memang begitu dekat dengan kedua anakku karena mereka sudah terbiasa bersama"


"Aku tidak cemburu Kak, aku hanya membayangkan seberapa sayangnya Devan kepada anak kita kelak" Usap Karin pada perutnya yang tidak luput dari perhatian Renatta.


"Kamu hamil Rin" Tanya Renatta


Karin menganggukkan kepalanya "Usianya sudah 3 bulan" Balas Karin.


"Ah selamat kalau begitu" Ujar Renatta dengan nada tulusnya setelah bisa mengendalikan dirinya dari keterkejutan.


"Terima kasih kak, Kalau usia kandungan Kak Renatta sendiri sudah berapa bulan?" Tanyanya pada Renatta


"Sudah hampir menginjak 8 bulan, mungkin tidak lama lagi aku akan melahirkan" Jawabnya.


Renatta dan Karin melanjutkan obrolannya hingga seseorang memanggil nama Renatta


"Robert" Ucap Renatta yang mendapat anggukan dari Robert, tanpa rasa canggung mereka saling berpelukan dan berbincang santai setelah kepergian Karin yang menghampiri Nicholas, tanpa mereka berdua sadari Devan yang melihat interaksi Renatta dan Robert di buat cemburu, kalau bukan karena dia menghargai rekan bisnisnya yang saat ini sedang berbicara dengannya pasti dia sudah menarik Renatta pergi menjauh dari Robert.


"Aku bahagia bisa bertemu dengan kamu kembali setelah sekian lama" Robert tersenyum ke arah Renatta, walau di hatinya dia masih merasa menyesal karena sudah melepaskan perempuan sebaik Renatta demi Kinan.


"Lalu bagaimana hubungan Kamu dan Kinan, aku tidak melihat Kinan ada di pesta" Renatta menolehkan kepalanya mencari keberadaan Kinan.


"Kita memutuskan untuk bercerai dua tahun lalu setelah anak kita berulang tahun ke satu tahun" Ujarnya berusaha kuat mengingat bagaimana Kinan berselingkuh di belakangnya yang membuatnya murka dan menceraikan Kinan tanpa berfikir nasib anak mereka kelak.

__ADS_1


"Maaf aku tidak bermaksud membuat kamu bersedih, sungguh aku tidak tahu kalau kamu sudah berpisah dari Kinan" Sesalnya pada Robert.


Tiba - Tiba tangan Renatta di tarik dari belakang "Kita pulang, aku sudah menyuruh Zio dan Zia masuk ke mobil terlebih dahulu" Devan menatap tidak suka ke arah Robert.


"Kalau begitu aku pulang terlebih dahulu, semoga kita bisa bertemu kembali" Senyumnya yang di balas senyum manis dari Robert.


Tidak tahukan apa yang di lakukan Renatta barusan semakin membuatnya panas dan cemburu, lihat saja nanti Devan akan mendiamkan istrinya hingga dia menyadari kesalahannya yang sudah dia lakukan dengan berdekatan dengan Robert.


FlashBack Off


Jadi itulah kejadian yang membuat Devan mendiamkan Renatta.


...🍃🍃🍃...


Hallo author come back 🏃🏃


Selamat malam, semoga kalian semua nggak bosen dengan alur ceritanya.


Oh iya aku baru nyadar kalau nama Karin dulu sudah pernah aku pakai buat mantan istrinya Robert jadi aku putuskan untuk nama mantan istrinya Robert aku ganti Kinan.


Terima kasih masih setia membaca cerita Suami Bayaran Renatta.


Semoga semakin suka....


Kalau Suka dengan ceritanya bisa like, vote dan komen nya ya.....


Kalau ada typo atau kesalahan dalam menulis bisa di tulis di komen...


Happy Reading


.


.


.

__ADS_1


To Be Continue


__ADS_2