Suami Bayaran Renatta

Suami Bayaran Renatta
Satu Hati Nicholas untuk Dua Cinta


__ADS_3

"Kak Re, maaf karena aku baru bisa mengunjungi Kak Re sekarang" Ucap Karin yang baru saja sampai di mansion Renatta setelah di beritahu alamatnya oleh Ayahnya, Regan.


"Tidak masalah, kamu sudah ada di sini saja aku sudah senang, bagaimana kabar kamu" Tanya Renatta kepada Karin.


"Semakin baik Kak, aku sudah mulai terbiasa menerima semua yang terjadi kepadaku selama ini" Di berikan nya senyum terbaiknya kepada Renatta.


"Syukurlah, aku ikut bahagia mendengarnya, Kamu benar tidak mau bercerita tentang seseorang yang sudah menjadi penyebab semua yang kamu alami"


Karin menggelengkan kepalanya "Aku rasa itu tidak perlu kak, aku sudah berusaha mengubur semua kenangan burukku di masa lalu jadi hal itu tidak perlu di ungkit lagi"


"Maaf aku tidak bermaksud membuat kamu mengingatnya lagi" Sesalnya karena sudah membuat Karin mengingat kenangan buruknya.


"Tidak masalah kak, aku baik baik saja, aku sudah terbiasa dengan semua ini" Kekehnya.


"Kamu mau kan mengantarkan ku hari ini untuk pergi ke dokter?" Pintanya kepada Karin karena dia hari ini memang tidak mengatakan kepada Devan kalau dia ada jadwal check up untuk kakinya, sebab kalau dia mengatakan kepada Devan pasti Devan akan memaksa mengantarnya tentu saja Renatta tidak akan membiarkan itu, bisa - bisa nanti Devan mengetahui kebohongannya.


"Boleh kak, lagian aku juga sudah bosan kalau selalu berdiam diri tanpa keluar kemanapun" Senyumnya dengan senang sebab dia sudah terlalu lama terpuruk dengan masa lalunya yang seharusnya sudah Karin lupakan bukan terus dia ingat sampai saat ini, apalagi dia harus bisa melupakan laki - laki yang sudah dengan tega menyakiti hatinya, dan sudah membuat hidupnya dipenuhi dengan penyesalan karena harus kehilangan anaknya untuk selamanya.


"Kalau begitu aku ganti baju dulu ya" Karin membantu Renatta turun dari tempat tidurnya untuk duduk di kursi roda.


Selama menunggu Renatta mengganti pakaiannya, sedari tadi ponsel milik Renatta berbunyi, Karin ingin mengangkatnya tapi takut kalau dia di anggap lancang, ketika dia memutuskan untuk melihat siapa orang yang sedari tadi menelfon ke ponsel Renatta seketika ponselnya sudah berhenti berdering.


"Kamu kenapa Rin?"


"Ah, itu kak dari tadi ponsel Kak Re bunyi terus"


Renatta mengecek ponselnya, ternyata banyak sekali panggilan dari Nicholas yang memang hari ini ada janji dengannya di rumah sakit


"Oh ini telfon dari dokter yang akan menangani aku nanti" Ucapnya lalu Renatta dan Karin sudah bersiap untuk pergi ke rumah sakit


.


.


.


Di sepanjang lorong rumah sakit, Karin tidak berhenti bercerita tentang kehidupannya selama ini tapi tentu saja tanpa menceritakan laki - laki yang sudah membuatnya seperti ini.


"Aku tidak pernah menyangka kalau kamu akan melewati hari yang sulit seperti itu" Ucap Renatta yang hanya di balas senyuman oleh Karin.


Saat tiba di depan ruangan Nicholas, tiba - tiba ponsel Karin berbunyi "Kak aku angkat telfon sebentar ya" Karin beranjak pergi membiarkan Renatta masuk ke ruangan Nicholas terlebih dahulu.

__ADS_1


TOK TOK TOK


Setelah mengetuk pintu tidak lama kemudian pintu di buka oleh Nicholas dari dalam "Kamu sendiri Re?" Tanyanya membawa Renatta masuk ke ruangannya.


"Tidak, tadi aku bersama seorang teman" ucapnya.


"Jangan bilang Devan tidak mengetahui kalau hari ini jadwal check up kamu" Selidiknya.


"Dia memang tidak tahu, aku sengaja tidak memberitahunya" Jawabnya pada Nicholas.


Nicholas membantu Renatta berbaring untuk melihat kondisi kaki Renatta yang retak akibat kecelakaan, lalu dia menatap tepat pada kedua mata Renatta.


"Apa masih ada kesempatan jika aku ingin memiliki kamu lagi Re" Di tatapnya Renatta dengan serius.


Renatta yang mendengar perkataan Nicholas sedikit terkejut "Apa maksud kamu Nich, jangan bercanda terus, jika orang lain mendengarnya, mereka akan mengira kalau yang kamu katakan ini semua serius" Tawanya pelan


"Tapi untuk kali ini aku serius Re, seperti yang pernah aku bilang sebelumnya kalau aku merasa gagal untuk berusaha melupakan kamu jika faktanya sampai hari ini perasaan itu masih tetap ada untuk kamu" Di tatapnya Renatta dalam yang membuat Renatta merasa tidak nyaman.


Renatta hanya diam tidak menanggapi ucapan Nicholas, dia bingung harus mengatakan apa.


Sedangkan di luar ruangan, tangan Karin tidak jadi membuka pintu saat mendengar perkataan seorang laki laki yang tidak asing untuknya, dia masih berusaha mendengarkan apa yang mereka bicarakan samar samar dia mendengar kalau laki - laki itu mengungkapkan perasaannya kepada Renatta.


"Kak Renatta kan sudah menikah, bagaimana bisa laki - laki tersebut mengatakan seperti itu kepada Kak Renatta" Lirihnya dengan sedikit menggerutu lalu dia membuka pintu ruang dokter dengan pelan, saat pintu terbuka bukan hanya Renatta dan Nicholas saja yang terkejut, Karin pun tidak kalah terkejut dengan apa yang di lihatnya saat ini.


Karin masih terdiam di tempatnya, kakinya terasa sepeti jelly, fokusnya tiba tiba langsung hilang melihat Nicholas orang yang selama ini berusaha dia hindari dan juga sangat ingin dia temui berada di depannya.


Renatta menatap Karin dan Nicholas dengan bingung "Kalian saling mengenal?" Tanya Renatta.


"Kak Re, maaf aku harus pulang terlebih dahulu" Ucap Karin dengan cepat pergi meninggalkan ruangan tersebut.


"Re kamu tunggu di sini sebentar aku akan segera kembali" Nicholas yang melihat kepergian Karin dengan cepat mengejarnya


"Karin tunggu" Panggil Nicholas yang masih berusaha mengejar Karin.


Mendengar namanya disebut Karin lebih mempercepat larinya, dia belum siap untuk berbicara dengan Nicholas, hatinya masih di penuhi luka akibat perlakuan Nicholas dulu.


"Karin please berhenti, kita perlu bicara" Tidak menyerah dia masih berusaha menggapai tubuh Karin.


Usaha Nicholas tidak sia - sia akhirnya dia biasa meraih tangan Karin lalu memeluknya "Aku senang akhirnya bisa bertemu kamu lagi setelah sekian lamanya" Ucap Nicholas yang berusaha mengatur nafasnya yang hampir habis karena mengejar Karin.


"Lepas, jangan lancang menyentuhku" Di lepasnya pelukan Nicholas dengan kasar.

__ADS_1


"Karin, aku mohon beri waktu untuk kita berbicara, aku ingin minta maaf untuk semua perbuatan yang sudah aku lakukan kepada kamu" Pinta Nicholas kepada Karin.


"Maaf?" Kekehnya "Kamu kira semudah itu kamu meminta maaf, setelah kamu dengan tega menghancurkan kehidupan seorang gadis 18 tahun dan dengan mudahnya kamu meminta maaf setelah 7 tahun berlalu" Ucapnya sinis.


"Sungguh aku menyesal sudah melakukan semua itu, selama 7 tahun ini aku selalu di hantui rasa bersalah kepada kamu" Di tatapnya wajah perempuan di depannya yang dulu hidupnya di hancurkan olehnya hanya karena taruhan konyol yang di buatnya bersama teman - temannya dulu.


"Kamu ingin aku memaafkan kamu?" Tanya Karin kepada Nicholas


"Tentu aku sangat mengharapkan maaf dari kamu walaupun aku sadar kalau apa yang aku lakukan tidak mungkin bisa di maafkan dengan mudahnya"


"Tapi sayangnya bukan hanya aku saja yang kamu lukai di sini ada orang yang bahkan akan sangat membenci kamu jika mengetahui kalau dia pergi karena ulah kamu" Sinisnya


Bingung, itulah yang di rasakan Nicholas saat mendengar ucapan dari Karin.


"Seseorang?" Tanyanya tidak mengerti.


"Kalau kamu ingin mendapatkan maaf dariku pergilah ke sebuah pemakaman yang tidak jauh dari apartemen kamu yang lama, dan cari tulisan batu nisan yang dengan nama Mikaela Alexander lalu minta maaflah kepadanya terlebih dahulu baru aku akan memaafkan kamu" Setelah mengatakannya Karin pergi meninggalkan Nicholas dengan rasa terkejutnya.


"Mikaela Alexander" Ucapnya dengan jantung yang berdetak dengan tidak normal.


...🍃🍃🍃...


Hallo author come back🏃🏃


Selamat Malam, semoga kalian semua nggak bosen dengan alur ceritanya.


Terima kasih masih setia membaca cerita Suami Bayaran Renatta.


Semoga semakin suka....


Kalau Suka dengan ceritanya bisa like, vote dan komen ya.....


Jika ada typo atau kesalahan dalam menulis bisa di tulis di komen....


Happy Reading


.


.


.

__ADS_1


To Be Continue


__ADS_2