Suami Bayaran Renatta

Suami Bayaran Renatta
Mengikhlaskan yang Sulit


__ADS_3

2 bulan kemudian


Cuaca yang harusnya cerah tidak lagi secerah seharusnya, siang ini nampak awan sudah bersiap untuk menurunkan hujannya, tapi hal itu tidak membuat Renatta pergi dari sebuah pemakaman umum.


"Hai, apa kabar sudah hampir 2 bulan kamu pergi tanpa pamit kepadaku, banyak sekali kenangan yang kamu tinggalkan di masa lalu" Renatta tidak bisa menahan air matanya lagi


"Maaf jika aku menjadi penyebab kamu harus menderita seperti ini" Di usapnya nisan di depannya dengan lembut "Semoga kamu tenang di sana"


Pundaknya di tepuk oleh seseorang "Sebentar lagi akan hujan Re, lebih baik kita sekarang masuk ke mobil untuk segera pergi ke rumah sakit" Ucap Sherly kepada Renatta.


Renatta mengusap air matanya lalu berdiri dari jongkoknya, "Baiklah" Sebelum meninggalkan pemakaman dia sempat menolehkan kepalanya dengan senyuman "Sampai bertemu lagi dan terima kasih untuk semuanya"


"Kamu baik - baik saja kan Re" Tanya Sherly khawatir melihat kondisi Renatta selama 2 bulan ini apalagi kondisi Renatta yang sedang hamil.


"Aku baik - baik saja Sher" Lalu Renatta berjalan menunju mobilnya, selama perjalanan menuju rumah sakit, di dalam mobil tidak ada pembicaraan apapun antara Sherly maupun Renatta, sesekali Sherly melirik ke arah Renatta untuk memastikan kondisinya.


Jujur Sherly begitu sangat cemas dengan kondisi sahabatnya apalagi beberapa hari lalu Renatta sempat mengalami pendarahan karena kecapekan, untung saja kondisi kandungannya dalam keadaan baik.


Mobil berhenti tepat di depan rumah sakit "Kamu yakin menyuruhku pulang, aku tidak masalah jika harus menunggu kamu di sini"


Renatta menggelengkan kepalanya "Tidak perlu Sher, aku yakin pasti Kak Raka sedang bingung mencari kamu karena pergi tanpa berpamitan" Ucapnya sambil tersenyum kepada Sherly.


Sherly mendengus kan suaranya "Aku lagi nggak ingin bertemu dengan kakak kamu Re, kamu tahu sendiri kan aku sangat benci jika Raka berdekatan dengan asistennya yang menyebalkan itu"


"Tapi kamu bisa menyelesaikan permasalah kalian ini dengan kepala dingin jangan sampai kamu menyesal seperti aku Sher" Ujarnya "Dan aku harap kamu tidak menyia - nyiakan orang yang kamu sayang sebab kamu akan menyesali semuanya jika orang yang kamu sayang sudah pergi Sher" Setelahnya Renatta berjalan memasuki rumah sakit meninggalkan Sherly yang masih berusaha mencerna perkataan yang di ucapkan Renatta.


Dia membuka pintu rawat seseorang lalu duduk di sampingnya "Hai, apa kabar?" sendunya.


"Aku rindu sekali mendengar suara kamu dan tingkah dingin kamu kepada semua orang termasuk saat kamu marah kepadaku" Renatta mengusap air matanya, dia harus terlihat kuat.


"Dev, bangunlah, apa kamu tidak capek kalau harus tidur terus menerus seperti ini, Zio dan Zia sangat merindukan papahnya" Digenggamnya tangan Devan dengan erat.


Setidaknya Renatta bersyukur karena pada waktu itu Devan bisa di selamatkan walaupun harus mengalami koma seperti sekarang dan keselamatan Devan juga karena berkat bantuan Agnes yang sudah mendonorkan salah satu ginjalnya untuk Devan.


FlashBack On

__ADS_1


Setelah dia hampir saja kehilangan kesadaran saat mendengar tentang kematian Devan, Renatta segera berlari masuk ke ruang operasi tanpa mempedulikan teriakan orang - orang di sekitarnya yang berusaha melarangnya masuk, saat dia melihat seorang perawat akan menutup tubuh Devan dengan kain putih, Renatta dengan cepat menepis tangan perawat tersebut "Jangan tutup tubuh suamiku dengan kain putih itu" Ancam Renatta yang membuat semua perawat yang ada di sana mengehentikan kegiatannya


"Dev bangun, sayang bangun yuk, jangan tinggalin aku, kamu sendiri yang dulu berjanji kepadaku untuk selalu membahagiakanku dan anak anak tapi kenapa sekarang kamu ingin berusaha mengingkarinya HAH" Ucap Renatta yang mengguncang tubuh Devan "BANGUN DEV" teriaknya di sertai air mata.


Raka menarik tubuh Renatta untuk mengajaknya keluar, sedangkan Vira, ibunya Devan tidak bisa membendung air matanya lagi melihat anaknya yang sudah dalam kondisi tidak bernyawa "Re, jangan bikin keributan, ayo kita keluar dan biarkan para team medis mengurus Devan"


Ditatapnya tajam Raka lalu dia mengibaskan tubuhnya agar terlepas dari Kungkungan Raka "Aku tidak akan pergi atau keluar dari sini sebelum Devan membuka matanya karena dia harus menepati janjinya untuk terus membahagiakanku" Di guncangnya tubuh Devan dengan kasar.


Di ambilnya tangan Devan lalu di taruhnya di atas perutnya "Dia butuh kamu Dev, anak kita butuh papahnya, jadi sekali lagi aku mohon kepada kamu jangan tinggalin aku" Isaknya


"Re, kita keluar ya, ikhlasin Devan, aku yakin dia pasti bisa beristirahat dengan tenang" Di peluknya lagi adiknya, Raka sangat tidak tega melihat keadaan Renatta yang terlihat sangat kacau.


"Tapi kak" Ucapnya berhenti saat melihat mesin EKG yang masih terhubung di tubuh Devan tiba - tiba berbunyi kembali"


"Dev" lirihnya, dia mendekat ke arah Devan, "Aku yakin kamu pasti tidak akan Setega itu untuk meninggalkan kami" Ucapnya dengan nada leganya.


Team dokter yang melihat keajaiban ini sungguh sangat bersyukur, sebab kondisi Devan memang sangat lemah saat mereka operasi tadi, apalagi Devan yang banyak sekali kehabisan darah kemudian di periksa nya seluruh kondisi Devan.


"Bagaimana, kondisi suami saya dok" Tanyanya dengan tidak sabaran.


"Donor darah dan donor ginjal?" Tanyanya memastikan.


"ada luka benturan di bagian perut Tuan Devan karena kecelakaan yang di alaminya di masa lalu dan juga hal itu semakin di perparah karena bekas tembakan yang di alaminya" Jelasnya kepada Renatta.


"Lalu sampai kapan kita harus menemukan donor darah dan ginjal untuk suami saya?" Tanyanya lagi.


"Melihat kondisi suami anda yang tidak stabil, saya rasa semakin cepat semakin baik sebab rumah sakit hanya memilik stok golongan darah B+ tinggal satu kantong, dan saya harap anda tidak menaruh harapan lebih lagi apalagi setelah kita akan melakukan operasi pengangkatan dan pencangkokan ginjal sebelah kanannya"


Devan di pindahkan kembali ke ruang rawat inap dengan banyak peralatan yang menopang kehidupannya setelah operasi pengambilan pelurunya berhasil.


Meskipun tadi Devan sempat kehilangan detak jantungnya untuk sementara, tapi setidaknya Renatta bisa sedikit bernafas lega karena masih ada harapan untuk Devan kembali sembuh.


"Bu apa yang harus kita lakukan, golongan darah Devan sangat sulit untuk di cari sedangkan dokter hanya memberikan waktu hingga besok saja" Lirihnya sedikit putus asa.


"Kita pasti akan menemukan donor yang pas untuk Devan, bagi ibu Devan bisa kembali lagi sudah sangat keajaiban apalagi dulu Devan juga pernah mengalami koma seperti ini sebelumnya dna sungguh ibu tidak mengetahui kalau ginjal sebelah kanan Devan mengalami penurunan fungsi" Ya, memang dulu Devan mengalami benturan keras di sebelah kanan saat mengalami kecelakaan dan mengalami patah tulang punggung belakang.

__ADS_1


"kamu tenang saja kita semua pasti bisa mendapatkan donor yang pas untuk Devan" Ucap Sherly berusaha untuk menenangkan Renatta.


Daniel tersenyum tipis ke arah Renatta "Nona saya sudah menemukan donor darah untuk Tuan Devan, golongan darahnya sama dengan Tuan Devan yaitu B+" Renatta bahagia mendengar ucapan Daniel setidaknya dia sudah mendapatkan darah yang cocok untuk Devan, kini hanya tinggal mencari donor ginjal yang cocok untuk Devan.


Semua orang sudah melakukan cek kecocokan ginjal kepada Devan tetapi tidak ada satupun diantara Daniel, Raka maupun Axel yang memiliki ginjal yang cocok untuk Devan.


Di tengah kekalutan semua orang, terdengar suara langkah kaki mendekati tempat duduk Renatta saat ini.


"Aku akan mendonorkan ginjalku untuk Devan" Ucap Agnes di depan semua orang.


Di tolehkan nya kepalanya ke arah sumber suara, Agnes berdiri dengan tangan yang sudah di borgol yang di samping kanan kirinya ada dua polisi yang menjaganya, semua orang tentu saja terkejut melihat keberadaan Agnes di sana tak terkecuali Renatta yang tidak percaya dengan ucapan yang baru saja di ucapkan Agnes.


FlashBack Off


...🍃🍃🍃...


Hallo author come back🏃🏃


Selamat malam, semoga kalian semua nggak bosen dengan alur ceritanya.


Terima kasih masih setia membaca cerita Suami Bayaran Renatta.


Semoga semakin suka....


Kalau Suka dengan ceritanya bisa like, vote dan komen nya ya.....


Kalau ada typo atau kesalahan dalam menulis bisa di tulis di komen...


Happy Reading


.


.


.

__ADS_1


To Be Continue


__ADS_2