Suami Bayaran Renatta

Suami Bayaran Renatta
Menjadi Asing Kembali


__ADS_3

Devan saat ini sedang berada di salah satu club malam, sejak pertengkarannya dengan Renatta, dia lebih memilih pergi ke club untuk menenangkan dan menjernihkan pikirannya.


Dia sudah menghabiskan 1 botol Vodka dengan kadar alkohol tinggi, berharap ketika dia mabuk dan terbangun di pagi hari nanti semua perkataan yang di ucapkan Renatta tadi di apartemennya hanya mimpi.


"Berikan aku satu botol Vodka lagi" Ucap Devan yang sudah mulai sedikit kehilangan kesadarannya.


Axel menghampiri Devan dan duduk di sampingnya, dia menuangkan Vodka ke dalam gelasnya kemudian terkekeh kecil melihat keadaan Devan.


"Aku tidak menyangka setelah 6 tahun berlalu seorang Devan akan berakhir lagi di club malam" Ucapnya kemudian meminum Vodka yang ada di gelasnya.


Devan tidak mempedulikan perkataan Axel dan kembali menuangkan Vodka ke gelasnya "Kenapa kamu datang kesini?"


Axel merebut gelas yang dipegang Devan "Berhentilah minum Dev, terlihat sudah mulai mabuk" Ucapnya yang sedikit kesal dengan Devan.


Devan berusaha merebut minumannya kembali "Berikan minumanku"


Sebenarnya Axel tadi tidak berniat datang ke sini, tetapi saat dia menelfon Devan ingin menanyakan tentang perkembangan proyek kerja samanya justru yang mengangkat telfonnya adalah seorang bartender yang mengatakan kalau Devan saat ini sedang berada di club dengan keadaan yang terlihat sangat kacau.


Dia dan Devan bukanlah orang yang tidak pernah sama sekali pergi ke club malam, dulu mereka bahkan sering datang ke sini hanya untuk menjernihkan pikiran mereka setelah seharian bekerja tetapi sejak Devan mengenal Renatta kembali dia sudah tidak pernah datang kesini lagi, dan terakhir kali dia datang ke club ini 6 tahun lalu saat memberikan bukti kejahatan Agnes.


Axel memutar mutar gelas di tangannya "Berhentilah minum, dan ceritakan apa yang terjadi, aku yakin 1 botol Vodka tidak akan membuat kesadaranmu hilang sepenuhnya"


Ya, kesadaran Devan memang tidak hilang sepenuhnya, dia masih bisa menangkap semua pembicaraan yang dia lakukan dengan Axel.


"Dia kembali"


Axel menolehkan wajahnya menatap Devan, seolah bertanya siapa yang dia maksud.


Setelah memikirkannya lagi akhirnya dia paham siapa yang dimaksud oleh temannya itu.


"Kapan kamu bertemu dengan Renatta?" Tanya Axel yang saat ini sudah meminum vodkanya lagi.


"Aku bertemu dengannya di kantor, perusahaan kami terlibat kerja sama pembangunan hotel di Bali, ternyata dia Putri kandung dari keluarga Adhitama yang selama ini menghilang"


"Aku menebak pertemuan kalian cukup buruk, melihat keadaanmu yang memilih pergi ke club"


Tatapan Devan berubah menjadi datar "Dia mengatakan kalau sudah memiliki anak dengan laki - laki lain"

__ADS_1


Mendengar perkataan Devan membuatnya sedikit terkejut, dia tentu saja tidak percaya kalau Renatta akan dengan mudah melupakan Devan begitu saja karena terakhir kali dia melihat Renatta terlihat jelas sekali kalau Renatta begitu mencintai Devan, mengetahui sebegitu khawatirnya dia saat Devan menghilang tiba - tiba.


"Apa kamu mempercayai semua yang dikatakan Renatta?"


Devan menyenderkan kepalanya yang sudah mulai pening di kursi "Aku mengatainya wanita murahan"


"Aku sudah menduganya, kamu akan menyimpulkannya dengan cepat" Axel terkekeh mendengar apa yang dikatakan Devan, "Cari tahu terlebih dahulu kebenarannya, jangan sampai kejadian 21 tahun lalu terulang lagi dan membuatmu menyesal kembali, saat kamu lebih mempercayai orang lain di bandingkan dengan Renatta"


.


.


.


"Ahhh" Devan terbangun dari tidurnya dan memegangi kepalanya yang terasa pusing karena terlalu banyak minum, semalam setelah pembicaraannya dengan Axel dia memutuskan untuk pulang ke apartemennya, dia tidak mungkin pulang ke mansion nya dalam keadaan mabuk, dia tidak ingin membuat ibunya khawatir.


Dia melihat jam di ponselnya ternyata sudah menunjukkan pukul 7 pagi, dia bergegas masuk ke kamar mandi untuk bersiap siap pergi ke kantor.


Setelah rapi dengan pakaian kerjanya, dia mengecek kembali ponselnya ternyata banyak sekali notifikasi panggilan masuk dari ibunya, pasti ibunya mengkhawatirkannya karena semalam dia tidak pulang.


Devan segera turun dari lantai apartemennya menuju lobi tempat mobil sportnya terparkir, dia memakai kaca mata hitamnya dan segera melaju pergi menuju kantornya.


Renatta melambaikan tangan saat melihat Nicholas yang baru saja keluar dari bandara.


Nicholas tersenyum ke arah Renatta dan melepas kaca mata hitamnya, tidak bisa dipungkiri Nicholas memang tipe laki laki yang cukup tampan dan ramah, dia tentu tahu kalau dulu waktu di New York banyak perempuan yang mengejarnya bahkan temannya Elle pernah mengatakan kalau dia menyukai Nicholas.


Dia juga tahu kalau dari dulu Nicholas menyukainya, bahkan beberapa kali Nicholas juga sempat mengungkapkan perasaannya tetapi dia tidak pernah menanggapi dengan serius karena memang dia hanya menganggap Nicholas sebagai teman saja tidak lebih, tapi jujur terkadang dia juga merasa nyaman dengan kehadiran Nicholas di sampingnya apalagi melihat ketulusan yang diberikannya untuk Zio dan Zia.


"Aku sangat merindukanmu Re" Nicholas memeluk tubuh Renatta erat.


"Lepas Nic, ini masih di bandara, malu di lihat banyak orang, lagian kita tidak bertemu baru satu minggu" Renatta berusaha melepas pelukan Nicholas.


Nicholas menatap Renatta bingung "Tumben kamu pakai kacamata?"


"Hanya Ingin" Setelah menjawab pertanyaan Nicholas, dia segera menuju ke mobilnya.


Nicholas merebut kunci mobil yang di pegang Renatta "Biar aku yang menyetir"

__ADS_1


Renatta yang sedang melamun dan menatap pemandangan dari luar jendela tersentak kaget saat mendengar perkataan Nicholas "Kita mampir mampir makan siang dulu"


"Ah baiklah" Jawabnya singkat tanpa bantahan apapun.


Nicholas yakin kalau terjadi sesuatu, Renatta lebih banyak diam karena biasanya kalau bersamanya dia akan lebih cerewet dan menilai penampilannya yang berlebihan, atau dia akan marah karena menganggu waktunya.


Setelah keluar dari mobil, Nicholas melepas kaca mata Renatta dengan sengaja.


"Apa yang kamu lakukan" Kesal Renatta yang saat ini sudah memelototkan matanya yang masih terlihat sedikit bengkak ke arah Nicholas.


"Kamu habis menangis Re?" Tanyanya dengan nada khawatir karena baru kali ini dia melihat mata Renatta yang sampai bengkak karena menangis


"Tidak, sudah lupakan, ayo kita makan, aku juga sudah lapar" Renatta berusaha mengalihkan pertanyaan Nicholas dan menariknya untuk masuk ke restauran Jepang kesukaannya.


Langkah Renatta berhenti saat dia berpaspasan dengan Devan yang baru saja keluar dari restauran dengan seorang perempuan yang tak lain adalah Clara, anak dari Tante Inggit.


Devan hanya menolehkan wajahnya sekilas kepada Renatta dan memberikan tatapan dinginnya kepada Nicholas kemudian melanjutkan langkahnya menuju mobil diikuti Clara yang juga ikut masuk ke dalam mobil yang di tumpangi Devan.


Sakit, itu yang saat ini di rasakan hati Renatta.


...πŸƒπŸƒπŸƒ...


Hallo selamat pagi semuanya......


Author balik lagi di pagi hari yang cerah ini, semoga semakin suka dengan jalan ceritanya.


Next partnya Devan akan bertemu lagi dengan Zio dan ZiaπŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³


Untuk semua pembaca Suami Bayaran Renatta, dapat salam dari Nicholas nih yang lagi nyopirin mobilnya calon istri πŸ€—πŸ‘πŸ‘



.


.


.

__ADS_1


To Be Continue


__ADS_2