Suami Bayaran Renatta

Suami Bayaran Renatta
Pertemuan di Restauran


__ADS_3

Setelah mereka memutuskan untuk berbaikan dan memulai semuanya dari awal, Devan dan Renatta berpamitan kepada Vira untuk pulang tetapi sebelum mereka pulang, Devan mengajak Renatta untuk makan siang terlebih dahulu di salah satu restauran mewah di daerah sini.


Sejak perjalanan tadi, Devan terus menggenggam tangan Renatta bahkan sesekali membawa punggung tangan Renatta ke bibirnya lalu menciumnya.


Renatta sendiri sudah memohon kepada Devan untuk melepaskan tautan tangan mereka, tetapi Devan justru mempererat genggamannya, sejujurnya setelah mengetahui Devan pernah mengalami kecelakaan mobil yang parah membuatnya menjadi takut sendiri saat melihat Devan menyetir hanya dengan menggunakan satu tangannya saja.


"Kamu tidak perlu menatapku seperti itu Re, aku mengerti kekhawatiran dan ketakutanmu saat ini tetapi kamu tidak perlu terlalu berlebihan lagian waktu itu aku menyetir juga dalam keadaan mabuk dan sekarang aku menyetir dalam keadaan sadar, semuanya akan baik - baik saja dan kita akan sampai tujuan dengan selamat" Ucap Devan kepada Renatta,


dia mengerti dengan kekhawatiran Renatta dan ingin berusaha menenangkan Renatta agar tidak berpikiran yang macam - macam.


Renatta mendengus kesal "Kamu bilang aku terlalu berlebihan, astaga Devan, dulu kamu hampir saja meregang nyawa dalam kecelakaan itu, dan kamu masih menyuruhku untuk tidak khawatir" Ucap Renatta dongkol yang hanya di balas kekehan oleh Devan.


"Kita sudah sampai" Ucap Devan kemudian dia memutari mobilnya dan membukakan pintu untuk Renatta.


Saat mereka berdua masuk ke dalam restauran banyak sekali pasang mata yang saat ini melihat ke arah mereka secara terang - terangan, bukan hanya karena Devan yang sedari tadi merangkul pinggang Renatta saat memasuki restauran tetapi juga karena hampir semua yang berada di restauran ini tahu siapa Devan, mereka penasaran ada hubungan apa Devan antara perempuan yang saat ini sedang berjalan di sampingnya yang tak lain adalah Renatta karena yang mereka semua tahu Devan tidak pernah terlihat menjalin hubungan dengan seorang perempuan manapun bahkan saat para rekan bisnisnya berusaha mendekatkan Devan dengan anak mereka tanggapan di dapat dari Devan hanya perilaku dingin dan tatapan datar, tidak ada rasa tertarik sama sekali.


"Apa semua orang di restauran ini sedang memperhatikan kita? " Tanya Renatta yang merasa risih karena sedari tadi menjadi pusat perhatian mulai dari mereka masuk ke restauran ini.


"Abaikan saja, tidak perlu terlalu mempedulikan mereka" Jawab Devan kepada Renatta.


Devan mengajak Renatta menuju lantai atas restauran, mereka duduk di kursi dekat jendela yang memperlihatkan suasana jalanan luar.


Renatta menatap sekeliling lantai atas dan tidak menemukan orang lain selain dia dan Devan


"Kenapa hanya kita berdua di sini?" Tanyanya


"Aku memang sengaja memboking lantai dua hanya untuk kita berdua" Jawab Devan santai.


"Memboking?" Tanya Renatta tak percaya "Untuk apa kamu melakukan semua ini, apa kamu tidak kasian jika ada pelanggan yang datang ke sini tetapi mereka tidak mendapat tempat untuk makan hanya karena kamu memboking lantai atas untuk kita makan berdua saja" Ucap Renatta yang memberi tatapan menyelidik kepada Devan.


"Aku hanya tidak suka orang lain memperhatikanku saat aku makan" Ucap Devan santai.


Pembicaraan mereka terputus saat pelayan datang mengantarkan makanan pesanan mereka yang sudah mereka pesan di lantai bawah tadi.

__ADS_1


Renatta menyantap makanannya dengan cepat karena kesal dengan kelakuan Devan yang dia anggap terlalu berlebihan.


Alasan Devan sebenarnya memboking lantai dua karena dia hanya ingin menikmati makan berdua saja dengan Renatta tanpa adanya orang lain.


Devan menggelengkan kepalanya melihat cara makan Renatta "Sayang pelan - pelan dong kalau makan, tidak ada yang akan merebut makanan yang kamu makan" Devan menggoda Renatta masih dengan wajah datarnya.


Mendengar kata sayang dari mulut Devan membuat Renatta seketika menghentikan makannya dan melihat ke arah Devan yang sedang menikmati makanannya dengan tatapan ketidak percayaannya.


Oke, Renatta harus mengingat kalau hari ini Devan memanggilnya dengan sebutan sayang.


.


.


.


"Kenapa Om yang menjemput kita ke sini?" Tanya Zia kepada Raka.


"Mamah kalian belum pulang, mungkin masih ada pekerjaan yang harus di kerjakan jadinya Om Raka yang menjemput kalian berdua" Alibi Raka agar membuat Zio dan Zia tidak merasa kecewa.


Raka tadi sempat menelfon Renatta tetapi ponselnya tidak bisa di hubungi, bahkan pesannya yang dia kirim kemarin malam hanya di balas kalau Renatta saat ini dalam ke adaan baik - baik saja.


"Apa mamah kalian tadi menelfon?" Tanya Raka pada kedua ponakannya.


Zio dan Zia mengangguk "Tadi mamah bilang kalau tidak bisa mengantar kita berangkat sekolah, tetapi kemudian mamah mengirim pesan kalau mamah akan menjemput kita waktu pulang sekolah" Ucap Zio dengan bibir yang sudah mengerucut kesal.


"Ya sudah biar kalian tidak merasa sedih lagi, hari ini Om akan traktir kalian makan di restauran mahal" Ucap Raka berusaha menghibur Zio dan Zia yang terlihat sedih karena tidak bertemu Renatta dari kemarin.


Dari kecil Zio dan Zia memang sudah terbiasa dengan keberadaan Renatta, bahkan Renatta sendiri akan selalu memprioritaskan kedua anaknya, dia akan selalu langsung pulang ketika jam kerja sudah selesei dan baru kali ini Renatta meninggalkan Zio dan Zia lebih dari 24 jam.


Raka sebenarnya juga mengkhawatirkan keadaan adiknya, apalagi ponsel Renatta yang tidak bisa di hubungi, dia juga tidak bisa melacak keberadaan ponsel Renatta karena Renatta tidak menyalakan GPS di ponselnya.


Zio dan Zia tersenyum kembali saat Raka mengatakan akan mentraktirnya makan di restauran mahal "Yuk Om" Ajak mereka bersamaan sambil menarik tangan Raka untuk segera masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Sesampainya di restauran, Zio dan Zia bergegas turun dari mobil, mereka tadi sudah merencanakan akan memesan banyak makanan mahal, mereka ingin membuat omnya Raka ke habisan uang karena ulah mereka.


"Om kita duduk di lantai atas ya" Pinta Zia ke Raka.


Ketika mereka akan naik ke lantai atas restauran, seorang pelayan menghalangi langka mereka bertiga "Maaf pak, untuk lantai atas sudah di booking oleh seseorang" Ucap Pelayan itu kepada Raka.


Tanpa mereka sadari, Zio dan Zia sudah terlebih dahulu naik ke lantai atas meninggalkan Raka yang sedang berbicara dengan pelayan restauran.


Saat sudah sampai di lantai atas wajah Zio dan Zia langsung berbinar melihat adanya Devan dan Renatta yang sedang menikmati makan siang mereka.


"PAPAH"


"MAMAH"


Teriak Zio dan Zia bersamaan kemudian berlari ke arah meja yang di tempati Renatta dan Devan.


Sedangkan Renatta dan Devan sama - sama terkejut dengan kedatangan Zio dan Zia di restauran ini.


...🍃🍃🍃...


Selamat Malam🌛🦇


Balik lagi dengan triple update🥳...


Happy Reading.....


.


.


.


To Be Continue

__ADS_1


__ADS_2