
Tinggal beberapa hari lagi Renatta akan melahirkan, Devan benar - benar menjadi suami yang super over protective, dia tidak pernah mengizinkan Renatta keluar jika bukan tanpa dirinya apalagi setelah kejadian pertemuan Robert dan Renatta di pesta pernikahan membuat Devan lebih waspada, apalagi mengetahui kalau Robert sudah bercerai dengan istrinya.
"Dev, kita jadi belanja apa tidak sih?" Renatta menggoyang goyangkan lengan Devan yang sedang fokus membaca semua berkas yang di kirim Daniel ke email miliknya.
Dan satu lagi sejak kehamilan Renatta menginjak usia 8 bulan dia lebih memilih memindahkan semua pekerjaannya ke rumah, walaupun sudah banyak pelayan yang bisa mengawasi dan membantu Renatta tetap saja Devan tidak bisa bekerja dengan tenang jika tidak ikut serta mengawasi Renatta yang memiliki tingkah yang cukup ceroboh menurutnya.
"Aku sudah menyuruh salah satu pelayan dan sopir untuk membelikan semua kebutuhan kamu" Jawab Devan dengan santainya.
Renatta menatap Devan kesal, dia sungguh sudah jengah dengan sikap Devan yang seolah mengekangnya padahal dia kan juga butuh pergi berbelanja.
"Kamu tadi sudah berjanji untuk mengantarku berbelanja, kenapa kamu justru menyuruh pelayan yang berbelanja kebutuhanku" Renatta sudah mati - matian menahan rasa marahnya, kalau begini dia justru akan merasa stres jika semua keinginannya di tolak Devan.
Kini pandangan Devan beralih menatap Renatta "Aku punya alasan untuk melarang kamu keluar Re, aku tidak mau kalau kecerobohan kamu akan berdampak buruk untuk kamu dan calon anak kita" Ucapnya "Jangan bilang kamu melupakan kejadian beberapa Minggu lalu" Lanjutnya
Renatta memajukan bibirnya dengan tatapan sengit ke arah Devan, tentu saja dia tidak akan melupakan kejadian itu tapi kejadian itu kan bukan salahnya sepenuhnya.
Kalau saja tidak ada yang tiba - tiba menubruk tubuh nya dari depan tentu saja dia tidak akan jatuh di lantai mall yang membuatnya mengalami kram perut sehingga dia harus di rawat selama tiga hari di rumah sakit.
Memang Renatta akui itu juga ada sedikit kesalahannya karena dia sudah berbohong kepada Devan kalau dia pergi ke mall bersama Sherly tapi faktanya dia justru pergi ke mall sendiri tanpa siapapun.
"Tapi waktu itu kan aku sendiri Dev, kalau sekarang kan ada kamu yang menemani aku belanja jadi sudah di pastikan lebih aman" Renatta masih berusaha membujuk Devan yang masih diam saja di tempat duduknya.
Devan berdiri dari duduknya "Tidak, kamu harus banyak istirahat, tidak lama lagi kamu akan melahirkan, aku tidak mau kalau sampai anakku lahir di dalam mall dan jadi tontonan banyak orang nantinya" Ujar Devan yang membuat Renatta bingung dengan jalan pikiran Devan bukannya dokter mengatakan kalau kemungkinan Renatta melahirkan masih bulan depan bukan bulan ini bagaimana mungkin dia akan melahirkan di dalam mall, bukankah itu pemikiran Devan yang paling aneh menurutnya.
Bukan Renatta namanya kalau dia tidak mengeluarkan semua jurus rayunya, dengan perlahan dia menghampiri Devan lalu menarik tubuh Devan agar terduduk di sofa kembali
"Ayolah Dev, untuk kali ini saja kamu turuti permintaanku, sekali ini saja" Pinta Renatta dengan nada merayunya, kini dia sudah duduk di pangkuan Devan namu tetap tidak ada respon dari Devan, dia hanya menatap Renatta lekat belum berniat membalas permintaan istrinya.
__ADS_1
Dengan gaya sensualnya dia mengusap pelan dada Devan yang justru tanpa Renatta sadari akan memicu dia dan Devan tidak mungkin pergi ke mall.
"Apa kamu yakin dengan cara seperti ini bisa membuatku luluh dan kita akan pergi berbelanja?" Tanya Devan dengan suara seraknya yang berusaha menahan sesuatu dari tubuhnya akibat rangsangan yang tanpa Renatta sadari justru membuat Devan tersiksa.
Menyadari apa yang baru saja dia lakukan, Renatta segera melepaskan tangannya dari dada Devan dan berniat untuk berdiri dari pangkuan Devan tapi tubuhnya di tahan oleh Devan.
"Dev, aakkuu tidak akan memaksa kamu untuk menuruti permintaanku" Ucap Renatta dengan nada gugup dan terbata nya.
"Setelah membuat aku seperti ini, kamu mau menghindar hmm" Ujar Devan tepat di samping telinga Renatta.
Belum sempat Renatta membalas ucapan Devan, mulutnya terlebih dahulu di bungkam oleh ciuman Devan.
Devan mencium Renatta dengan pelan tetapi dengan penuh godaan, Renatta yang awalnya hanya diam saja langsung merespon ciuman yang Devan berikan.
"Aishhh" Desis Renatta saat Devan menggigit bibir bagian luar Renatta membuat Renatta membuka mulutnya dan membiarkan Devan menjelajahi bagian dalamnya.
Ciuman mereka berdua semakin dalam dan menuntut, baju terusan Renatta sudah di singkap ke atas oleh Devan sehingga menampilkan perut besar Renatta.
Ciuman Devan beralih ke perut Renatta dengan penuh kasih sayang, setelah puas mencium perut Renatta dia merapikan kembali baju Renatta sehingga sekarang sudah tertutup lagi.
"Masih ingin berusaha menggodaku, hmm" Tanya Devan yang di jawab gelengan kepala Renatta.
Devan tersenyum mendengar jawaban Renatta, apalagi dia bisa melihat wajah Renatta yang masih merona dengan rambut yang sudah berantakan tergerai indah di atas tempat tidur kalau tidak mengingat jika Renatta sedang hamil besar bisa di pastikan hari ini mereka akan berakhir bergulat di atas ranjang.
Setelah kepergian Devan, Renatta menghela nafasnya, niat hati dia ingin merayu Devan agar mau mengantarkannya berbelanja justru kini dia berakhir berbaring di atas tempat tidur.
Di lain tempat Kenan tersenyum menatap Angel yang sudah terbiasa dengan kehadirannya bahkan untuk saat ini dia tidak bertanya lagi mengenai keberadaan mamahnya, sesekali Angel hanya mengatakan kalau suatu hari nanti dia akan bertemu dengan mamahnya lagi jika dia sudah menjadi perempuan yang bisa membanggakan mamahnya kelak.
__ADS_1
Hati Kenan pun saat ini sedang bimbang kedekatan Angel dengan sekretarisnya kadang membuatnya sedikit tidak nyaman, apalagi tanpa sepengetahuannya Angel sering sekali bertemu dengan sekretarisnya ketika dia mengajak Angel ke kantor tapi di satu sisi dia juga senang bisa melihat senyuman Angel saat bersama sekretarisnya, mamun baginya masih cukup sulit untuk benar - benar lepas dari masa lalunya, jadi mungkin akan sulit baginya untuk memulai hubungan baru lagi bersama perempuan lain
...🍃🍃🍃...
Hallo author come back 🏃🏃
Selamat malam, semoga kalian semua nggak bosen dengan alur ceritanya.
Beberapa bab lagi bakalan tamat nih, dan hari Minggu aku mau launching cerita baruku, semoga kalian tambah suka dengan cerita ke dua ku nanti yang jelas dengan tema yang sangat berbeda dengan cerita pertamaku
Terima kasih masih setia membaca cerita Suami Bayaran Renatta.
Semoga semakin suka....
Kalau Suka dengan ceritanya bisa like, vote dan komen nya ya.....
Kalau ada typo atau kesalahan dalam menulis bisa di tulis di komen...
Happy Reading
.
.
.
To Be Continue
__ADS_1