
"Dev kita mau kemana?" Tanya Renatta yang saat ini matanya di tutup oleh sapu tangan milik Devan.
"Sebentar lagi kita sampai Re" Balas Devan yang masih fokus mengemudikan mobilnya.
Tadi saat dia berada di butiknya tiba - tiba Devan menghampirinya yang tentu saja itu mengundang banyak perhatian dari pelanggan dan juga para pegawainya, banyak dari mereka yang menatap Devan dengan tatapan kagum tentu saja hal itu membuat Renatta kesal, dia tidak ingin miliknya di lihat seperti itu oleh banyak orang, Renatta dengan cepat menarik Devan untuk masuk ke dalam mobilnya kembali.
Dan ternyata di sinilah Renatta sekarang, di tempat yang sama sekali tidak dia ketahui sebab sejak masuk ke dalam mobil, matanya langsung di tutup oleh Devan.
Devan turun dari mobil lalu membukakan pintu untuk Renatta, dia menuntun Renatta dengan perlahan turun dari mobil.
Renatta merasakan hembusan angin yang menyentuh tubuhnya, Devan membuka penutup mata pada Renatta kemudian memasangkan jas kerjanya ke tubuh istrinya agar tidak merasa kedinginan.
Mata Renatta menatap takjub dengan apa yang ada di depannya saat ini, pandangannya beralih ke arah Devan "Dev ini semuanya kamu yang menyiapkannya?" Tanya Renatta dengan tatapan bahagian nya.
Devan menganggukkan kepalanya "Apa kamu suka?" Tanyanya kepada Renatta.
"Ini sangat indah Dev, aku sangat menyukainya" Ucap Renatta lalu membalikkan tubuhnya memunggungi Devan.
Devan memeluk tubuh Renatta dari belakang lalu menumpukkan dagunya pada bahu Renatta "Aku senang kalau kamu menyukainya, aku rasa aku terlalu kaku selama ini, jadi aku berharap ini bisa membuat kamu bahagia, maaf jika aku tidak bisa seromantis laki - laki lain di luar sana" Devan mencium sebelah pelipis Renatta dari belakang.
Renatta menggenggam tangan Devan "Kamu tidak perlu melakukan semua ini, aku sudah bahagia Dev, bagiku kehadiran kamu dan anak anak sudah cukup bagiku"
Sejenak mereka menikmati pemandangan di depan mereka, tidak lama seorang pelayan mengantarkan makanan ke meja mereka.
Devan menuntun Renatta ke arah meja lalu menududukkan nya di salah satu kursi, dia sendiri duduk berhadapan dengan Renatta, pandangannya tidak bisa lepas dari Renatta, Renatta sendiri sedari tadi tidak mengalihkan pandangannya dari pantai yang menurutnya sangat indah apalagi melihat sunset untuk pertama kalinya.
"Makanlah Re, aku tahu dari tadi pagi kamu belum makan" Ujar Devan, dia tahu kalau sejak pagi tadi Renatta sangat sibuk mengurusi anak anak mereka apalagi Zea yang begitu menempel kepada ibunya, Renatta pun sebenarnya tidak tega meninggalkan Zea untuk pergi ke butik hanya saja ada pekerjaan yang memang harus segera dia seleseikan.
Renatta mulai menyendok kan makanan ke mulut nya, mereka berdua menikmati makanan dengan keheningan hanya terdengar suara deru ombak dan angin yang menjadi teman makan mereka berdua.
__ADS_1
Setelah selesei makan mereka hanya saling diam dengan pikiran masing - masing sesekali menikmati suasana yang begitu damai.
"Apa ada yang ingin kamu katakan Re?" Tanya Devan tiba tiba yang mengalihkan pikiran Renatta.
Renatta mengernyitkan kening bingung tidak paham apa yang dimaksud oleh Devan, hingga pikirannya beralih ke beberapa hari yang lalu saat Devan bertemu dengan dokter yang dia suruh untuk berbohong kepada Devan.
"Ka..mu sudah mengetahuinya Dev?" Tanya balik Renatta dengan suara yang sedikit gugup.
Helaan nafas terdengar dari bibir Devan "Kenapa kamu harus berbohong Re, kalau kamu memang belum siap melayaniku kamu tinggal bilang saja, aku tidak akan memaksa keinginanku tanpa persetujuan kamu" Jelas Devan, sejujurnya dia tidak masalah jika Renatta menolaknya hanya saja dia sedikit sakit hati ketika Renatta lebih memilih membohonginya.
Renatta menundukkan kepalanya, dia menggigit mulut bagian dalamnya karena merasa gugup sekaligus merasa bersalah karena sudah membohongi Devan "Aku minta maaf Dev, aku tidak bermaksud melakukan itu" Ujar Renatta masih dengan kepala yang menunduk.
Devan berdiri dari duduk nya lalu menghampiri Renatta "Udara sudah mulai dingin, lebih baik kita sekarang pulang" Ucap Devan.
Salah satu alasan Devan mengajak Renatta makan malam di sini juga karena ingin menanyakan hal ini kepada Renatta, dia memang sengaja menciptakan suasana tenang seperti ini untuk menenangkan emosinya agar jangan sampai terpancing karena Devan memang sangat membenci sebuah kebohongan.
Dia mengejar Devan lalu memeluknya dari belakang dengan sangat erat, tanpa terasa air matanya hampir saja menetes "Aku minta maaf, tolong jangan marah atau mendiamkanku, aku akui apa yang aku lakukan salah dan sangat kekanakan"
Devan masih diam di tempat, dia sendiri tidak tahu harus membalas ucapan Renatta seperti apa, merasa tidak ada respon dari Devan Renatta melepaskan pelukannya dan berdiri tepat di hadapan Devan dengan berani dia loncat ke tubuh Devan dan melingkarkan kakinya di pinggang Devan, lalu mencium Devan dengan sangat menggebu.
Devan yang terkejut dengan apa yang baru saja di lakukan Renatta hampir saja tidak bisa menyeimbangkan tubuhya tapi untung saja dia masih bisa menahan tubuh Renatta, Devan sudah terbakar gairah akibat ciuman brutal Renatta membalas ciuman Renatta tidak kalah panas.
Devan berjalan membawa tubuh Renatta ke dalam villa yang memang sudah dia sewa sebagai bagian dari makan malam ini.
Masih dengan bibir yang menyatu, Devan membaringkan tubuh Renatta dia atas kasur, dengan tidak sabar Devan membuka baju luaran Renatta begitupun dengan Renatta yang sudah membuka kemeja Devan hingga menampilkan tubuh sixpack suaminya.
"Shitt" Umpat Devan yang sudah tidak bisa menahan gairahnya, dia bahkan lupa kalau sedang dalam mode marah dengan Renatta.
Sedangkan Renatta sebisa mungkin menggoda Devan agar gairahnya semakin meningkat, dan hal ini menjadi pertama kalinya bagi Renatta menggoda Devan hingga seperti ini.
__ADS_1
"Aku tidak bisa berhenti Re, kamu yang sudah menggodaku dan kamu juga harus menerima resikonya" Desis Devan yang sudah membuka seluruh pakaiannya, hal itu juga di lakukan oleh Renatta.
Kini tubuh mereka sama - sana naked, tanpa menunggu lama Devan menyatukan tubuh mereka, dia sudah sangat mendamba tubuh Renatta setelah sekian lama dia harus menahan mati - matian hasrat pada dirinya.
Dan malam ini Devan tidak akan mengampuni Renatta, dia akan membuat Renatta terjaga hingga pagi menjelang
...🍃🍃🍃...
Hallo author come back 🏃🏃
Selamat malam, semoga kalian semua nggak bosen dengan alur ceritanya.
Terima kasih masih setia membaca cerita Suami Bayaran Renatta.
Semoga semakin suka....
Kalau Suka dengan ceritanya bisa like, vote dan komen nya ya.....
Kalau ada typo atau kesalahan dalam menulis bisa di tulis di komen...
Happy Reading
.
.
.
To Be Continue
__ADS_1