
Kenan menepati perkataannya untuk membawa Angel ke luar negeri, walau Devan sempat mencoba untuk menghentikan niat Kenan tapi dengan pengertian yang Renatta berikan kepadanya akhirnya dia berusaha mengikhlaskan kepergian Angel, mungkin memang ini yang terbaik untuk Angel dan dirinya, kadang dia menyesali sikapnya dulu yang kurang memberikan waktunya untuk Angel, padahal pada saat itu Angel sangat membutuhkan perhatiannya.
Penyesalan itulah yang Devan rasakan, kini dia hanya akan berusaha memperbaiki semua kesalahannya dengan lebih memperhatikan keberadaan istri dan juga anak - anaknya, dia tidak ingin merasakan penyesalan untuk kesekian kalinya.
Devan sedang menikmati udara malam lewat balkon kamarnya, setelah selesei menelfon Angel dia lebih memilih untuk mencari udara segar, tidak lama dia merasakan seseorang memeluknya dari belakang lalu menyenderkan kepalanya di punggung miliknya "Di luar dingin Dev" Ucap Renatta dengan memejemakan matanya yang terasa berat.
"Aku hanya ingin mencari udara segar, tidurlah kamu pasti capek seharian mengurus Zea yang sedikit rewel" Devan menumpukan telapak tangannya di atas tangan Renatta yang memeluk punggungnya.
Renatta memang sengaja tidak ingin menggunakan jasa baby sister ataupun bantuan dari para pelayan untuk mengurus anaknya, dia lebih memilih untuk merawat Zea sendiri seperti dia merawat Zio dan Zia dulu
"Aku akan tidur jika kamu juga tidur Dev, aku tahu kamu pasti juga lelah setelah dari kemarin kamu mengurusi masalah perusahaan yang tidak kunjung selesei" Ujar Renatta yang sudah melepaskan pelukannya lalu beralih berdiri tepat di hadapan Devan.
Di rangkum nya wajah Devan dengan kedua tangannya, Renatta sedikit berjinjit lalu mencium bibir Devan singkat
CUP
"Kamu memancingku, heh" Tanya Devan memincingkan matanya.
Renatta menggelengkan kepalanya dengan senyuman evil nya, "Aku hanya ingin mencium suamiku, apa itu salah?" Tanya Renatta balik.
Devan menghela nafasnya sedikit kesal, hanya dengan ciuman Renatta saja entah kenapa gairahnya dengan tidak tahu malunya mulai terpancing, jika tidak mengingat perkataan dokter yang menangani Renatta kalau untuk sementara waktu dia tidak boleh melakukan hubungan selayaknya suami istri sampai kondisi Renatta hingga pulih sepenuhnya pasti dia sudah menerkam habis Renatta hingga besok pagi.
Apalagi sifat dan sikap Renatta yang sering menggodanya dengan baju tidur tipis dan juga ciuman Renatta yang di lakukan secara mendadak sungguh sangat menguji kesabarannya dan juga gairahnya.
Sedangkan Renatta yang melihat Devan frustasi akibat menahan gairahnya dengan cepat naik ke atas tempat tidur dan berbaring terlentang dengan pakaian minimnya seperti hari - hari sebelumnya, dia memang sengaja menggoda Devan untuk menguji seberapa jauh Devan bisa menahan gairahnya.
Sebenarnya, Renatta sudah boleh melayani Devan selayaknya istri kepada suaminya karena dia kemarin sudah cek kondisi tubuhnya yang memang sudah mulai membaik hanya saja dia sengaja menyuruh dokter tersebut mengatakan kalau kondisinya masih belum stabil walau dokter yang dia suruh sempat menolak tapi dengan bujukan dan permohonan tulus Renatta akhirnya dokter tersebut mau menuruti perkataannya.
"Jangan menggodaku Re, cepat tutupi tubuhmu dengan selimut" Ucap Devan yang sudah berdiri di depan tempat tidur sambil memperhatikan bagian tubuh istrinya yang sungguh sangat indah saat di pandangnya.
"Siapa juga yang menggoda kamu Dev, bukannya setiap hari cara tidurku seperti ini" Balas Renatta dengan suara di buat se manja mungkin.
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Renatta memejamkan matanya tapi saat dia akan menuju ke alam mimpinya, dia merasakan seseorang berada di atas tubuhnya.
Renatta membuka matanya dengan perlahan "Dev apa yang kamu lakukan" Tanya Renatta dengan nada terkejut saat wajahnya dengan wajah Devan hanya berjarak beberapa centi saja.
"Tentu saja aku akan melakukan sesuai apa yang kamu pikirkan saat ini" Ucap Devan yang semakin mendekatkan bibirnya ke bibir milik Renatta.
Belum sempat Renatta membalas ucapan yang baru saja Devan lontarkan bibirnya terlebih dulu di cium oleh Devan, tanpa berfikir dua kali Renatta membalas ciuman Devan tidak kalah panasnya.
"Hmmppp" Ucap Renatta lirih saat Devan menggigit ujung bibirnya sehingga membuat Renatta membuka mulutnya, hal itu tentu saja tidak di sia - siakan Devan untuk menjelajahi setiap sudut mulut Renatta, sungguh dia sangat merindu saat - saat seperti ini bersama Renatta seperti ini.
Lalu Devan mencium leher Renatta dan meninggalkan bekas kepemilikan di leher Renatta.
Devan menjauhkan tubuhnya dari Renatta, dia tidak mau kalau sampai khilaf dan melakukan hal lebih yang membuat Renatta merasakan sakit.
"Maaf, tidurlah, aku tahu kamu pasti sudah mengantuk" Devan berguling ke samping tubuh Renatta lalu membawa Renatta kedalam pelukannya.
Kalau boleh jujur Renatta merasa kehilangan dan kecewa saat Devan tiba - tiba melepaskan ciumannya tanpa berniat melanjutkan kegiatan mereka, hanya saja yang Devan tahu kalau kondisinya memang belum stabil jadi hal itu yang membuat Devan tidak melanjutkan kegiatan mereka tadi.
Mungkin besok dia akan berkata jujur kepada Devan tentang kondisinya, dia sudah tidak tega melihat Devan yang terlihat karena godaan yang sering dia berikan dengan sengaja.
Devan sendiri masih terjaga dari tidurnya, dia memandang wajah cantik Renatta, seseorang yang sudah memberinya tiga orang anak, dulu tidak pernah terfikirkan olehnya jika dia pada akhirnya bisa memiliki Renatta lagi, apalagi mengingat kesalahan yang sudah dia perbuat cukup fatal dan tentu saja sangat menyakitkan untuk istrinya.
Perlahan tangannya mengusap rambut Renatta pelan, lalu dia mencium kening Renatta "Selamat malam" Ucapnya lalu menyusul Renatta menuju alam mimpinya.
.
.
.
Sedangkan keadaan Axel justru sangat jauh berbeda dengan yang lainnya, di saat perlahan semua orang di sekitarnya sudah mendapatkan kebahagiaannya justru kini dia dibuat pusing oleh seorang gadis yang ternyata perempuan yang dulu sempat dia tolak saat duduk di bangku sekolah karena penampilannya yang sama sekali tidak menarik, sedangkan gadis yang saat ini berdiri di depannya membuat dirinya terpaku dan hampir tidak mengenalinya akibat perubahan penampilannya yang sangat drastis.
__ADS_1
"Hai kak, apa kabar?" Sapa gadis itu kepada Axel.
Axel hanya diam saja, tatapannya tetap fokus pada gadis yang saat ini sedang berdiri di hadapannya.
"Clarissa" Lirih Axel yang tidak menjawab pertanyaan dari Clarissa.
...๐๐๐...
Hallo author come back ๐๐
Selamat malam, semoga kalian semua nggak bosen dengan alur ceritanya.
Spoiler untuk bab selanjutnya akan aku kasih adegan plus plusnya pasti udah kangen kan dengan keintiman Devan dan Renatta๐, jadi tunggu terus ya kelanjutannya.
Terima kasih masih setia membaca cerita Suami Bayaran Renatta.
Semoga semakin suka....
Kalau Suka dengan ceritanya bisa like, vote dan komen nya ya.....
Kalau ada typo atau kesalahan dalam menulis bisa di tulis di komen...
Happy Reading
.
.
.
To Be Continue
__ADS_1