Suami Bayaran Renatta

Suami Bayaran Renatta
Permainan Antara Devan dan Renatta ( 2 )


__ADS_3

Renatta tersentak kaget saat Devan memegang lengannya "Bukankah tadi anda bilang kalau kedatangan anda ke sini untuk membahas masalah pekerjaan, kenapa sekarang tiba - tiba anda ingin keluar dari ruangan ini" Ucap Devan masih dengan nada formalnya.


"Silahkan duduk, anda tenang saja kita tidak akan berdua saja di ruangan ini" Renatta mengernyit bingung kenapa sifat Devan bisa berubah begitu cepatnya, bahkan saat ini dia menggunakan bahasa formal saat berbicara dengannya.


Pintu ruangan kerja Devan tiba - tiba terbuka dengan sedikit kasar "Dev, astaga aku senang sekali ketika kemarin malam kamu menelfonku dan menyuruhku untuk datang ke sini" Ucap Clara yang saat ini sudah bergelayut manja di tubuh Devan, tanpa sadar akan keberadaan Renatta di depannya.


Clara sendiri sebenarnya merasa aneh dengan apa yang di lakukan Devan kemarin yang menyuruhnya datang ke kantornya padahal selama ini Devan selalu mengusirnya jika dia datang ke kesini, tentu hal itu tidak di sia - sia kan olehnya, apalagi Devan sekarang tidak mendorongnya saat dia menyenderkan kepalanya di bahunya, Devan justru membalasnya dengan sebuah pelukan di bahunya hingga suara deheman seseorang membuyarkan momen yang menurutnya sangat langka baginya.


"Maaf apakah kamu bisa lebih menjaga sikap jika saat ini sedang ada orang salain kalian di ruangan ini" Ucap Renatta yang berusaha menekan rasa kesalnya melihat adegan di depannya saat ini.


Clara mengalihkan pandangannya menatap Renatta, dia terkejut ternyata di dalam ruangan ini tidak hanya ada Devan saja melainkan ada Renatta juga.


"Kak Renatta" Ucap Clara terkejut, dia segera menjauhkan tubuhnya dari Devan.


Devan sendiri sedari tadi hanya diam saja, membiarkan semua perlakuan yang di lakukan Clara kepadanya, dia ingin melihat bagaimana ekspresi dan reaksi yang di tunjukkan Renatta saat melihat apa yang dilakukannya dengan Clara saat ini.


Renatta menatap tajam Clara yang tentu saja membuat Clara merasa terintimidasi "Ah maaf kak, aku tidak tahu kalau ada Kak Renatta di sini"


Ketika Clara berdiri dan akan beranjak pergi, Devan segera menarik tangan Clara agar duduk kembali di sampingnya.


"Tetap di sini dan temani sampai pembicaraan kita selesei" Ucap Devan yang dengan cepat di turuti oleh Clara yang kembali duduk di samping Devan.


Devan dan Renatta mulai terlibat pembicaraan serius mengenai proyek hotel yang akan mereka bangun di Bali sedangkan Clara yang tidak tahu apa - apa lebih memilih memainkan ponselnya dan menyandarkan kepalanya di bahu Devan tanpa adanya protes dari Devan, tentu saja hal itu membuat Clara senang entah karena alasan apa yang membuat sifat Devan kepadanya berubah yang jelas dia akan memanfaatkan hal itu untuk bisa dekat - dekat dengan Devan.


Renatta sebenarnya tidak bisa berkonsentrasi sepenuhnya, dia beberapa kali melihat perilaku Clara yang dari tadi berdekatan dengan Devan, ada rasa tidak suka pada diri Renatta melihat kelakuan Clara kepada Devan tetapi dia berusaha menekan perasaannya agar tidak begitu terlihat oleh Devan.


Pembahasan mereka tentang proyek kerja sama untuk pembuatan hotel di Bali akhirnya selesei juga tentu saja hal itu membuat Renatta lega, tetapi rasa kesalnya semakin bertambah ketika melihat Clara yang dengan lancangnya mencium pipi Devan di depannya, apalagi Devan hanya diam saja dan tidak marah, dia justru menyunggingkan senyum tipisnya ke arah Clara.

__ADS_1


"Kalau sudah tidak ada yang di bicarakan lagi anda bisa keluar dari ruangan saya" Ucapnya dengan menatap Renatta dengan wajah datarnya.


"Baiklah, kalau begitu saya permisi" Balasnya dengan nada formalnya menyesuaikan dengan nada bicara Devan.


Sebelum benar - benar keluar dari ruangan Devan, Renatta sempat melirik Devan dan Clara sekilas, dia bisa melihat Clara yang masih dengan nyamannya menyandarkan kepalanya di bahu Devan.


Renatta menutup pintu ruangan Devan dengan sedikit kasar, dia sudah tidak bisa membohongi dirinya dan perasaannya lagi kalau ada rasa cemburu saat dia melihat Devan bermesraan dengan Clara, sebenarnya menurut Renatta tidak bisa di anggap bermesraan juga, tapi dengan sikap Devan yang membiarkan di perlakukan Clara seperti itu membuat dia rasanya ingin memaki Devan dan mengatakan kalau dia cemburu, tentu saja hal itu hanya angan - angannya sebab ego dan harga dirinya melarangnya melakukan hal yang akan membuat Devan merasa di atas langit.


Sedangkan setelah kepergian Renatta, dia segera menjauhkan tubuhnya dari Clara "Aku sibuk, kamu bisa keluar sekarang dari ruangan ku"


Clara merasa tercengang dengan perkataan Devan bahkan baru sekitar satu jam an Devan melarangnya keluar dari ruangan ini dan sekarang dengan mudahnya Devan menyuruhnya keluar.


"Tapi Dev, bukannya tadi kamu yang menyuruhku untuk tetap berada di sini" Ucap Clara menatap Devan.


"Itu tadi, tidak untuk sekarang" Balasnya dengan mata yang fokus dengan tab di tangannya tanpa melihat atau melirik ke arah Clara.


"Awas saja kamu Dev" Ucap Clara lirih setelah berada di luar ruangan Devan.


Devan sendiri merasa rencana awalnya berhasil, dia bisa melihat ada rasa kesal dan marah pada diri Renatta saat melihatnya bersama Clara tadi.


Dia hanya ingin mengikuti permainan yang di lakukan Renatta untuknya, dia akan menganggap kalau dia tidak mengetahui keberadaan kedua anaknya dan bersikap selayaknya apa yang seharusnya di lakukan oleh orang yang baru saja mendengar istrinya selingkuh dan memiliki anak dengan laki - laki lain sesuai dengan apa yang di katakan Renatta kepadanya beberapa hari lalu.


"Jika kamu ingin bermain - main denganku maka aku bisa lebih main - main denganmu Re" Ucapnya dengan pandangan yang fokus pada kotak cincin yang dia pegang sekarang.


...🍃🍃🍃...


Hallo selamat malam menjelang pagi🌃

__ADS_1


Balik lagi Nih update malam menjelang pagi, semoga semuanya sudah tidur kalau nggak udah pada bangun, intinya jangan sampai belum tidur.....


Jangan tidur malam - malam ya💤💤


Jaga kesehatan, jangan begadang biar author saja yang begadang ngejar target update🥱🥱


Renatta Ego sama gengsinya besar amat, nggak takut apa Devan nya diambil sama orang lain, kalau beneran di ambil orang entar nangis di pojokan😌😌, tapi tenang Devan akan selalu setia kok tapi nanti ada tapinya.....🥺


Spoiler lagi nih ya, jadi yang menjadi orang ketiga di antara Devan dan Renatta belum aku munculin ya kalau ada yang mengira Clara dan Nicholas kalian salah besar karena disini sifat Clara yang mudah terintimidasi sama Renatta tidak bisa aku jadi in peran yang benar - benar antagonis, dan Nicholas sebenarnya orangnya baik dan nggak akan mungkin tega ngerebut Renatta apalagi kalau tahu ternyata Renatta masih istri sahnya Devan, karena orang ketiga yang sesungguhnya akan aku munculin di bagian konflik nanti.....


Kalau ada typo bisa di tulis di komentar ya kak....


Happy Reading......


Dapat ucapan selamat tidur dari Devan buat para pembaca setia Suami Bayaran Renatta💤💤💤



Dan dapat salam nih dari pawangnya abang Devan.....



.


.


.

__ADS_1


To Be Continue


__ADS_2