Suami Bayaran Renatta

Suami Bayaran Renatta
Pengakuan Devan


__ADS_3

Devan hanya diam melihat ke arah Renatta, tadi Zio dan Zia sudah di ajak pergi oleh Raka, sedari tadi Renatta meminta untuk bisa di izinkan pulang padahal kata dokter kondisinya belum pulih sepenuhnya.


"Aku ingin pulang Dev, aku sudah lelah di rumah sakit terus menerus" Rajuknya dengan nada kesal karena Devan tidak menuruti permintaannya.


"Kamu bisa dengar sendiri kan dokter tadi bilang, kondisi kamu belum pulih, apalagi bekas operasi pada kaki dan perut kamu belum kering sepenuhnya" Ucapnya menghampiri Renatta lalu mengusap rambutnya pelan tetapi Renatta memalingkan wajahnya, dia sudah kesal setengah mati karena Devan melarangnya pulang apalagi sampai sekarang Devan tidak menanyakan apapun penyebab kecelakaannya bahkan Devan tidak punya niatan untuk menjelaskan apapun juga kepada Renatta.


Intinya Renatta tidak akan mengatakan apapun tentang kandungannya yang baik baik saja sebelum Devan menjelaskan semuanya kepada nya "Aku benci sama kamu Dev" Ucap Renatta kepada Devan yang membuat Devan menghentikan usapan tangannya di kepala Renatta.


"Benci aku sesuka kamu Re, jika itu membuat kamu lebih baik dan tidak akan pergi meninggalkanku" Di peluknya tubuh Renatta yang berbaring di ranjang lalu tidak lama tubuh Renatta bergetar karena menangis.


"Kenapa, kenapa semua ini harus terjadi kepadaku, kenapa kamu Setega ini Dev kepadaku" Di pukulnya punggung Devan oleh kedua tangan Renatta, dia sudah tidak bisa lagi memendam rasa kesalnya kepada Devan.


Devan membiarkan Renatta melakukan apapun kepadanya asalkan itu bisa mengurangi kesedihan istrinya.


"Maaf" Hanya kata itu yang bisa di ucapkan Devan saat ini.


Devan menangkup wajah Renatta "Dengarkan aku Re, apapun yang di katakan Aline semuanya tidak benar, aku yakin pasti dia sudah mengatakan sesuatu kepada kamu tapi kamu harus percaya kalau aku tidak mungkin melakukan hal sekejam itu kepada kamu"


Renatta menatap Devan dengan mata merahnya lalu terkekeh "Memang apa yang di katakan Aline kepadaku, sehingga kamu harus meminta maaf" tawanya pelan.


"Please Re, jangan seperti ini, fine aku minta maaf kalau selama ini tidak jujur sama kamu" Di hela nafasnya pelan


"Jadi benar kalau kamu punya anak lain dari dia?" Sungutnya dengan air mata yang masih membasahi pipinya.


"Itu tidak benar, Angel bukan anak aku Re" Jelasnya


"Lalu Angel itu siapa Dev? bahkan Aline menunjukkan foto kamu saat menggendong Angel saat masih bayi" dia menepis tangan Devan yang berusaha memegang tangannya.


"Aku tidak tahu siapa ayah kandung Angel, dulu memang Aline mengatakan kalau aku ayah kandungnya tapi hasil Test DNA menunjukkan kalau tidak ada kecocokan antara aku dan Angel"


Renatta mengernyitkan keningnya tidak mengerti "Maksud kamu?" Tanyanya.


"Aku akan menceritakan semuanya, tapi tolong jangan potong perkataanku" Devan menjelaskan semua mengenai Angel kepada Renatta, mulai dari pertemuannya dengan Aline untuk pertama kali hingga hadirnya Angel yang diakui Aline sebagai anaknya.

__ADS_1


"Lalu kenapa kamu tidak pernah cerita kepadaku Dev, andai kamu cerita dari awal tentang semuanya, hal seperti ini tidak akan terjadi"


"Aku minta maaf Re, sungguh aku hanya takut kamu tidak mempercayainya dan justru kembali pergi membawa Zio dan Zia menjauh" Di usapnya bekas air mata Renatta di pipinya.


"Tapi justru kebohongan kamu membuat kita harus kehilangan anak kita dan juga rahimku terpaksa harus di angkat Dev" Renatta menundukkan wajahnya, setelah Renatta pikir ulang dia ingin melihat seberapa besar penyesalan Devan atas kepergian anak mereka, dia hanya ingin sedikit memberi pelajaran kepada Devan agar tidak lagi menyembunyikan hal sebesar ini kepada dirinya, biarlah untuk sementara waktu dia berbohong kepada Devan untuk menguji kesetiannya pada Renatta jika Renatta sudah tidak bisa memberikan Devan anak lagi.


Renatta tidak bisa membohongi dirinya kalau ada perasaan ragu dan takut kalau ternyata masih ada rahasia besar yang di sembunyikan Devan darinya.


"Mungkin maaf ku tidak akan bisa mengembalikan semuanya tapi semuanya akan baik baik saja walaupun tidak ada anggota baru lagi di keluarga kita, bagiku cukup kamu, Zio dan Zia sudah membuat aku bahagia Re, sebab aku akui semua yang terjadi juga karena kebohonganku selama ini" Ucap Devan penuh penyesalan


"Bisakah kamu beri waktu aku untuk berdamai dengan semua ini, biarkan aku memikirkan soal kelanjutan hubungan kita berdua ke depannya Dev, semua masih terasa tidak nyata buatku" Ucapnya lalu membalikkan badannya menyamping ke arah jendela.


Devan yang paham dengan kondisi Renatta saat ini memilih untuk keluar meninggalkan Renatta sendiri.


.


.


.


"Sampai kapan kamu akan berbohong kepada Devan Re, aku yakin cepat atau lambat Devan akan tahu kalau anak kalian masih baik - baik saja apalagi kondisi kamu yang masih dalam mode mengidam seperti ini" Di serahkan nya tisu kepada Renatta untuk membersihkan tangannya yang penuh dengan bekas martabak.


"Entahlah aku hanya ingin melihat penyesalan Devan saja, aku hanya masih kesal karena Devan sudah berbohong kepadaku walaupun dia sudah menjelaskan kalau Angel bukan anak kandungnya"


"Jangan bilang kamu berniat untuk menguji kesetiaan Devan" Selidik Sherly kepada Renatta.


"Lebih tepatnya aku ingin melihat apa dia akan memperlakukanku dengan baik meski yang dia tahu kalau aku tidak akan bisa memberikannya anak lagi" Ucapnya menatap Sherly.


"Tanpa kamu melakukan itu, aku yakin Devan tetap mau menerima kamu apa adanya Re, aku bisa melihat seberapa besar cinta Devan untuk kamu, tidak mungkin dia akan mencampakkan kamu apalagi sampai meninggalkan kamu begitu saja" Jelas Sherly panjang lebar kepada Renatta.


"Benarkah? Tapi tetap saja aku ingin melakukan ini, mungkin ini keinginan anaknya yang ingin melihat papahnya menderita karena sudah membohongi mamahnya" Di usapnya perutnya pelan seolah mengajak anaknya untuk menyetujui rencananya untuk memberi pelajaran kepada Devan.


"Ah iya ada hal yang akan sangat mengejutkan buat kamu Re" Renatta menghentikan makannya lalu melihat ke arah Sherly.

__ADS_1


"Mengejutkan?" Tanyanya bingung.


"Kamu pasti masih ingat dengan Kenan Sanjaya kan?


"Maksud kamu anak pemilik perusahaan Sanjaya?"


Sherly menganggukkan kepalanya "Setelah lama menghilang akhirnya dia akan muncul kembali untuk mengambil alih semua bisnisnya lagi"


"Kamu tidak berbohong kan?" Tanya Renatta memastikan.


"Tentu saja aku tidak berbohong, bahkan sudah ada beberapa majalah yang sudah mengkonfirmasi semua ini" Jawab Sherly.


Kening Renatta tanpa sebab mengeluarkan keringat dingin, dia memang mempunyai kenangan kurang baik dengan Kenan Sanjaya di masa lalu, dan tentu saja hal itu cukup membuat Renatta berusaha mati matian menghindari dirinya agar tidak pernah bertemu dengan Kenan Sanjaya kembali.


...🍃🍃🍃...


Hallo author come back🏃🏃


Selamat Malam, semoga kalian semua nggak bosen dengan alur ceritanya.


Terima kasih masih setia membaca cerita Suami Bayaran Renatta.


Semoga semakin suka....


Kalau Suka dengan ceritanya bisa like, vote dan komen ya.....


Jika ada typo atau kesalahan dalam menulis bisa di tulis di komen....


Happy Reading


.


.

__ADS_1


.


To Be Continue


__ADS_2