
"Kita hari ini akan tetap pulang" Ujar Devan memaksa sebab sungguh berada di rumah sakit hampir selama tiga bulan membuatnya bosan apalagi dengan makanan rumah sakit yang menurutnya begitu hambar.
"Tidak bisa Dev, dokter baru mengizinkan kamu pulang lusa, kamu masih perlu menstabilkan kembali kondisi kamu" Balasnya berusaha membujuk Devan agar tidak terus meminta pulang.
"Aku akan tetap pulang hari ini walaupun tanpa persetujuan dokter sekalipun, aku akan menghubungi Daniel agar membantuku keluar dari rumah sakit" Ucapnya tanpa mau dibantah.
Renatta menghela nafasnya pelan, merasa sia - sia kalaupun dia memaksa Devan untuk tetap berada di sini, jadi dia memilih mengalah dan akan meminta izin dokter agar Devan di izinkan pulang hari ini.
"Baiklah, untuk kali ini aku akan mengalah dan menuruti permintaan kamu" Ujarnya dengan lesu yang justru membuat Devan senang karena Renatta sudah tidak membantah lagi permintaannya dan mau menurutinya.
Saat dia keluar dari ruang perawatan Devan, dia tidak sengaja melihat Axel yang berjalan dengan khawatir menuju ruang UGD.
"Kak Axel" Panggil Renatta yang sekarang sudah berdiri tepat di samping Axel.
Merasa namanya di panggil Axel menolehkan wajahnya menghadap ke arah Renatta.
"Kenapa kamu ada di sini?" Tanya Axel kepada Renatta.
"Devan di rawat di sini" Jawabnya "Lalu Kak Axel sendiri kenapa ada di depan ruang UGD" Tanyanya balik kepada Axel.
Axel masih diam, dia baru tahu kalau selama ini Devan di rawat di sini bukannya dia tidak ingin tahu mengenai keberadaan Devan hanya saja sejak kejadian itu, Axel memang sengaja tidak mencari tahu tentang Devan karena rasa bersalahnya kepada Devan selama ini.
Di tatapnya Renatta "Aline mengalami kecelakaan, kondisinya cukup parah dan masih di tangani dokter"
Renatta terkejut mendengar kondisi Aline "Bagaimana bisa Kak?" Ucapnya dengan nada tidak percayanya.
"Dia mengejar Angel saat di bawa pergi oleh Om Kenan" Jawabnya.
"Jadi benar kalau Kak Kenan itu ayah kandung Angel" Ucapnya pelan.
Axel mengernyitkan dahinya "Kamu Kenal dengan Om Kenan?"
Renatta menganggukkan kepalanya "Aku sudah mengenalnya dari dulu, hanya saja ada sedikit permasalah di antara aku dan Kak Kenan yang membuat kami sedikit menjauh"
Renatta sebenarnya sudah mengetahui kalau Kenan adalah Om kandung dari Axel, sebab saat pertama kali Kenan mengajari les dirinya, dia tidak sengaja mendengar percakapan Kenan dengan Axel lewat ponsel.
Lama hening, Axel masih terus memandang wajah Renatta yang semakin hari semakin terlihat cantik, tapi kemudian dia ingat kalau Renatta adalah istri dari temannya sendiri tidak mungkin dia merebut Renatta dari Devan walaupun lebih dulu dirinya yang menyukai Renatta.
Axel mengalihkan pandangannya saat melihat Renatta akan menolehkan kepalanya ke arahnya.
"Bagaimana keadaan Devan sekarang Re?" Tanyanya memecah keheningan di antara mereka berdua.
"Sudah lebih baik dari sebelumnya setelah mengalami koma selama hampir 3 bulan ini" Jawabnya.
__ADS_1
"Devan mengalami koma kembali?" Tanyanya memastikan perkataan Renatta.
"Iya, Devan mengalami luka parah di bagian kepalanya akibat luka tembak parah di kepalanya"
Percakapan mereka terhenti ketika ruang UGD terbuka.
Axel berdiri dari duduknya lalu berjalan mendekat ke arah dokter yang baru saja keluar dari ruang UGD.
"Benturan yang di alami pasien cukup parah, sehingga terjadi pendarahan otak hebat, tapi tadi pasien sempat membuka matanya dan memanggil nama Angel" Jelas dokter tersebut kepada Axel dan juga Renatta yang sudah berdiri di samping Axel "Kalau kalian mengenalnya, saya harap kalian membawa orang tersebut kesini sebab kondisi pasien semakin melemah" Kemudian dokter tersebut masuk kedalam kembali untuk membawa Aline ke ruang perawatan.
Renatta menatap tubuh Aline yang penuh luka saat di bawa keluar dari UGD kemudian Aline di bawa menuju ke ruang perawatan lalu dia menoleh ke arah Axel yang terlihat frustasi dengan ponselnya yang sedari tadi terdengar suara operator.
"****, kenapa ponselnya nggak aktif sih" Umpat Axel dengan nada kesalnya karena ponsel milik Kenan tidak bisa di hubungi.
"Kak Axel, apa Kak Kenan tidak bisa dihubungi?" tebak Renatta melihat perubahan raut wajah Axel
Axel menganggukkan kepalanya kemudian memasukkan ponselnya kembali setelah dia mengirimkan pesan ke Kenan, dia berharap Omnya itu akan membaca pesannya dengan segera agar bisa melihat kondisi Aline yang sudah cukup parah, jika ada yang bertanya kenapa Axel tidak langsung menemui Kenan karena dia tidak bisa menebak di mana Kenan membawa Angel pergi.
Renatta dan Axel berjalan beriringan menuju ruang perawatan Aline, entah kenapa tiba - tiba Renatta melupakan tujuannya untuk meminta izin atas kepulangan Devan.
Axel menatap Aline kasian dengan banyaknya alat yang saat ini menempel di tubuhnya.
Perlahan mata Aline terbuka saat merasa ada seseorang yang saat ini menatapnya.
Walaupun Aline sudah membuka matanya tetapi hal itu bukan berarti kondisinya mulai membaik justru tanpa mereka sadari alat EKG yang terhubung pada tubuh Aline bergerak semakin cepat.
"Kamu jangan banyak bicara dulu ya, kondisi kamu masih cukup parah" Ujar Renatta yang sudah mendekat kepada pasien.
"Maaf" Ujar Aline.
"Aku sudah memaafkan kamu" Jawabnya yang membuat sudut bibir Aline tertarik ke atas walaupun itu cuma samar.
"Tooolong jaga Angel, aku titip dia kepada kamu Re" Pintanya dengan suara terbata - bata.
Lalu tidak lama kemudian mesin EKG pada tubuh Aline menunjukkan garis lurus.
Axel yang tadinya hanya diam mendengar pembicaraan Aline dan Renatta seketika panik dan segera memencet tombol darurat yang ada di samping ranjang pasien.
Renatta menutup mulutnya dengan tangannya terkejut saat melihat kondisi Aline, tanpa sadar air matanya menetes.
Sedangkan di tempat yang berbeda Kenan membawa Angel ke apartemen miliknya untuk sementara waktu sampai dia mengumumkan ke semua orang tentang Angel, dia tidak akan menutupi keberadaan Angel lagi seperti dulu.
Mengingat Aline, sebenarnya dia juga tidak tega mengambil paksa Angel dari Aline tapi dia harus melakukan semua ini agar Aline sadar dan menyesal.
__ADS_1
Dia tidak bisa memungkiri kalau masih ada sedikit perasaannya untuk Aline walau tidak sebesar dulu.
Tatapan Kenan terarah kembali ke Angel, anaknya yang sedang bermain dengan mainan yang baru saja dia belikan.
Kenan melihat ponselnya yang ternyata dalam kondisi mati karena dia lupa belum mencharger nya tadi.
Saat dia mengaktifkan kembali ponselnya banyak sekali panggilan dari Axel, lalu pesan dari Axel pun cukup banyak.
Kenan membaca salah satu pesan yang dikirim Axel
Devan
Om, Aline mengalami kecelakaan dan kondisi nya cukup buruk, dan sedari tadi dia memanggil nama Angel, aku harap Om Kenan bisa membawa Angel ke sini untuk bertemu Aline sebelum terlambat.
Tidak lama muncul notifikasi pesan dari ponselnya
Devan
Aline sudah meninggal, aku harap Om Kenan tidak menyesalinya.
DEG.
Jantung Kenan terasa ingin melompat dari tempatnya saat mendengar kabar duka yang di sampaikan Axel kepadanya.
...🍃🍃🍃...
Hallo author come back 🏃🏃
Selamat malam, semoga kalian semua nggak bosen dengan alur ceritanya.
Terima kasih masih setia membaca cerita Suami Bayaran Renatta.
Semoga semakin suka....
Kalau Suka dengan ceritanya bisa like, vote dan komen nya ya.....
Kalau ada typo atau kesalahan dalam menulis bisa di tulis di komen...
Happy Reading
.
.
__ADS_1
.
To Be Continue