
Berbicara mengenai Agnes, dia ingat betul tidak lama setelah operasi pencangkokan antara ginjal Devan dan Agnes berhasil justru kondisi Agnes yang semakin hari semakin menurun, bahkan sebelum Agnes di bawa kembali ke penjara dia sempat mengucapkan kata maaf berkali - kali kepada Renatta entah apa sebabnya.
Sedangkan Agnes setelah kejadian dimana dia menembak Devan, perasaannya terus menerus tidak tenang, bahan dia seperti di liputi rasa bersalah, sejujurnya cinta Agnes ke Devan selama ini benar - benar tulus hanya saja ketulusannya tertutup oleh obsesi dan ambisi ayahnya.
FalshBack On
"Aku akan mendonorkan ginjalku untuk Devan" Ucap Agnes di depan semua orang.
Di tolehkan nya kepalanya ke arah sumber suara, Agnes berdiri dengan tangan yang sudah di borgol yang di samping kanan kirinya ada dua polisi yang menjaganya, semua orang tentu saja terkejut melihat keberadaan Agnes di sana tak terkecuali Renatta yang tidak percaya dengan ucapan yang baru saja di ucapkan Agnes.
Vira, ibunya Devan yang melihat kedatangan Agnes segera menghampirinya lalu menamparnya dengan keras.
PLAKKK
"Saya selama ini diam ya, saat mengetahui kalau kamu menjadi penyebab putri saya meninggal, dan saya juga berusaha memaafkan kelakuan ayah kamu yang dengan teganya membunuh suami saya kemudian menyalahkan orang lain atas apa yang sudah kalian lakukan, lalu kamu menculik cucu saya dan hampir membunuh anak saya satu - satunya, sebenarnya apa mau kamu" Tangisnya pecah jika mengingat orang - orang yang di sayangnya harus pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya karena disebabkan oleh orang yang saat ini berada di depannya.
Agnes berlutut di depan semua orang khususnya di depan Vira "Maafkan saya Tante, saya benar - benar tulus mencintai Devan mungkin selama ini cara yang saya lakukan sangat salah, tapi tolong untuk kali ini izinkan saya untuk melakukan hal terakhir untuk Devan dengan mendonorkan ginjal saya untuk Devan, saya sangat yakin kalau ginjal kami pasti cocok"
Renatta mendekat ke arah Agnes "bangunlah Nes" Renatta membantu Agnes untuk bangun.
"Re" Ucap Agnes dengan sendunya.
"Baiklah, aku terima tawaran kamu, jika itu bisa membuat kamu merasa lega karena sudah bisa menyelamatkan nyawa Devan" Ujarnya kepada Agnes.
Mendengar jawaban Renatta membuat Agnes tersenyum "Terima kasih"
Setelahnya Agnes di bawa untuk pemeriksaan, dengan polisi yang tetap berjaga di depan ruangan pemeriksaan.
"Nak, kenapa kamu mengizinkan dia melakukannya" Tanya Vira kepada menantunya.
"Ini bukan saatnya aku egois memikirkan apa yang sudah Agnes perbuat sebelumnya, asalkan hal itu bisa menyelamatkan Devan, Renatta akan melakukan apapun untuknya" Jawabnya berusaha tersenyum ke arah mertuanya.
Ya Renatta benar, Vira seharusnya juga tidak boleh egois dengan membahas perbuatan masa lalu Agnes kepada keluarganya apalagi dia hampir saja menolak niat baik Agnes dan tidak memikirkan anaknya, Devan tapi pada akhirnya dia menyetujui keinginan Agnes sebab keselamatan Devan saat ini lebih penting.
__ADS_1
"Maafkan ibu karena hampir menolak niat baik Agnes"
"Tidak masalah Bu, aku pun jika jadi ibu pasti tidak akan mempercayai ucapan Agnes kembali karena apa yang sudah dia lakukan dulu" Digenggamnya tangan Vira untuk saling menguatkan.
Doa Renatta saat ini cuma satu semoga ginjal antara Agnes dan Devan cocok sehingga harapannya untuk keselamatan Devan bisa terwujud.
Tidak lama pintu ruang pemeriksaan terbuka, Renatta segera berdiri dari duduknya "Terdapat kecocokan antara ginjal Tuan Devan dan Nona Agnes, jadi kita bisa melakukan operasi cangkok ginjal sekarang" Semua orang merasa lega mendengar perkataan dokter tersebut.
Operasi sudah di lakukan, sudah sejak 2 jam lalu dia masih menunggu operasi selesai dilakukan "Kenapa operasinya lama sekali"
"Kamu yang sabar Re, aku yakin pasti operasinya akan berjalan lancar dan berhasil" Ucap Sherly yang saat ini duduk di samping Renatta.
Lampu menyala, menandakan kalau operasi sudah selesei dilakukan "Dok, bagaiman operasinya berhasil kan?" Tanya Renatta tidak sabaran.
"Syukurlah, operasi percangkokkan ginjal suami anda berhasil, kami akan memindahkannya ke ruangan rawat inap, tinggal kita menunggu kesadarannya kembali"
Renatta sangat lega sekali mendengarnya, dia memeluk ibu mertuanya "Bu Devan selamat, aku sangat bahagia sekali"
"Ibu juga sangat bahagia mendengarnya" Di usapnya pelan bahu Renatta.
"Terima kasih karena sudah menyelamatkan nyawa Devan" Ucapnya tulus kepada Agnes.
"Seharusnya aku yang berterima kasih sebab kamu mau mengizinkan aku mendonorkan ginjalku untuk Devan, aku juga minta maaf Re karena sudah dengan teganya melakukan semua ini, dan untuk kesalahanku di masa lalu aku sudah benar - benar menyesalinya" Lirihnya "Kamu tahu, melihat Devan terkapar di lantai dengan penuh darah membuatku sadar kalau begitu besar cinta Devan untuk kamu, dan sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa memiliki Devan sekalipun aku pergi dari dunia ini untuk selamanya" Senyumnya sendu menatap dalam Renatta
"Aku sudah memaafkan kamu, kita lupakan semuanya, aku yakin Devan pasti juga akan memaafkan kamu karena kamu sudah menyelamatkan nyawanya"
Agnes tersenyum mendengarnya, walaupun dia yang menyelamatkan Devan, tetapi dia juga yang sudah membuat Devan dalam keadaan seperti ini "Aku titip pesan kepada Devan jika dia sudah sadar nanti, bilang kepadanya kalau aku sangat menyesal sudah melakukan semuanya dan tolong katakan kalau aku berharap dia mau memaafkan kesalahanku" Setelah ucapan terakhir Agnes, dia dibawa kembali ke kantor polisi dengan kondisi tubuhnya yang lemah dan sejak saat itu pula kondisi Agnes semakin buruk dan di nyatakan meninggal oleh dokter karena satu ginjal yang dimiliki Agnes mengalami penurunan fungsi kerja.
Dan kini dia hanya perlu menunggu kesadaran Devan pulih, sejujurnya dia sudah mulai capek menjawab setiap pertanyaan Zia dan Zio tentang kondisi papahnya yang belum juga membuka matanya, apalagi kondisi psikis Zio yang belum benar - benar pulih setelah insiden itu.
Flash Back Off
Devan sudah siuman sejak beberapa menit yang lalu, dia tersenyum saat orang yang pertama kali dia lihat adalah Renatta yang sedang meletakkan kepalanya di samping tangannya dan tertidur.
__ADS_1
Tangan lemahnya dengan perlahan mengusap lembut kepala Renatta, entah Devan tidak tahu sudah berapa lama dia tertidur karena dia hanya merasa kalau kali ini dia mengalami koma cukup lama melihat kondisinya yang benar - benar sangat lemah.
Merasakan ada orang yang mengusap kepalanya pelan, membuat Renatta membuka matanya, alangkah terkejutnya saat dia melihat orang yang sangat dia nantikan membuka matanya dan tersenyum kepadanya.
"Dev kamu sudah sadar" Tanyanya dengan nada tidak percaya.
"Ya" Ucapnya lirih dan singkat yang membuat Renatta spontan memeluk tubuh lemah Devan.
Devan yang merasakan pelukan Renatta yang tiba - tiba sedikit meringis karena tubuhnya yang masih sangat kaku dan lemah merasakan sakit, tetapi dia membiarkan Renatta memeluknya karena sejujur nya dia sangat merindukan pelukan yang diberikan Renatta saat ini.
...🍃🍃🍃...
Hallo author come back🏃🏃
Selamat pagi, semoga kalian semua nggak bosen dengan alur ceritanya.
Gimana, gimana pasti senang kan akhirnya Devan tidak jadi meninggal dan tetap hidup🥳🥳🥳
Terima kasih masih setia membaca cerita Suami Bayaran Renatta.
Semoga semakin suka....
Kalau Suka dengan ceritanya bisa like, vote dan komen nya ya.....
Kalau ada typo atau kesalahan dalam menulis bisa di tulis di komen...
Happy Reading
.
.
.
__ADS_1
To Be Continue