Suami Bayaran Renatta

Suami Bayaran Renatta
Kembali Ke Indonesia


__ADS_3

Renatta akan menemui Madam Bella di ruangannya untuk memberikan surat pengunduran dirinya.


Tok tok tok


"Ya masuk" Mendengar suara perintah masuk dari Madam Bella, Renatta segera melangkah masuk menuju ruangan Madam Bella, sebenarnya dia sangat nyaman bekerja di sini, ada perasaan tidak rela dalam hatinya jika harus meninggalkan New York dan kembali ke Indonesia, tetapi di sisi lain dia sudah berjanji kepada kedua orang tua kandungnya kalau dia akan kembali ke Indonesia minggu ini, dan juga dia sudah mengurus semua kepindahan sekolah twins ke sekolah terbaik di Jakarta.


"Oh, Renatta, ada apa, dear?" Tanya Madam Bella ke Renatta, sedangkan Renatta menarik nafasnya untuk mengurangi rasa gugupnya saat harus mengatakan kalau dia akan mengundurkan diri


"Ada yang ingin saya katakan, tapi sebelumnya saya berterima kasih karena Madam Bella selama ini sudah baik sekali kepada saya"


"Kamu kenapa, kok kelihatan grogi, What's wrong Re?"


"Kedatangan saya kesini untuk izin mengundurkan diri" Ucap Renatta dengan menatap Madam Bella.


"Kenapa, apa ada yang membuat kamu tidak nyaman selama bekerja disini, atau gaji yang saya berikan kurang atau ada hal lain yang membuat kamu tidak betah bekerja disini, kami katakan kalau memang ada yang membuat kamu tidak nyaman" Ucap Madam Belle dengan serius kepada Renatta.


"Tidak, saya sangat suka bekerja dengan Madam Bella apalagi anda begitu baik dengan saya, bahkan gaji yang Anda berikan sangat cukup buat saya apalagi untuk menghidupi kedua anak saya, hanya saja saya harus kembali ke Indonesia dan kemungkinan akan menetap kembali di sana"


Andi mendesah lega akhirnya bisa mengatakan semuanya ke Madam Bella.


Oke, baiklah kalau memang itu keputusan yang kamu ambil, saya tidak bisa berbuat banyak untuk mencegah kepergian kamu, saya senang sekali selama lima tahun ini memiliki pegawai serajin dan berbakat seperti, kalau kamu mau kembali bekerja disini, butik saya akan selalu menerima kedatangan kamu" Madam Bella tersenyum memandang Renatta


"Sekali lagi saya terima kasih madam atas semua kebaikan yang anda berikan"


"It's oke Re, semoga kamu selalu bahagia dan bisa meraih mimpimu kembali di sana"


"Saya berharap anda juga semakin sukses madam, baik kalau begitu saya permisi sekalian mau berpamitan dengan pegawai yang lainnya"


"Take Care, salam buat Twins"


"Baik Madam, pasti nanti akan saya sampaikan kepada mereka"


Renatta keluar dari ruangan Madam Bella dan bertemu dengan Elle.


"Re kamu beneran mau resign dari sini?, tidak bisakah kamu tetap di sini"

__ADS_1


"Maafkan aku Elle, aku harus tetap kembali ke Indonesia, kamu bisa terus menghubungiku atau kalau kamu mau berlibur ke Indonesia aku akan siap untuk menemani kamu berlibur" Ucap Renatta dnegan mata berkaca kaca, baginya Elle bukan hanya sekedar rekan kerja saja tetapi juga satu satunya temannya saat berada di New York.


"Baiklah aku pergi dulu, sampai bertemu lagi El"


"Aku pasti akan sangat merindukanmu dan twins, jangan lupa menghubungiku kalau kalian sudah sampai di Indonesia"


Renatta mengangguk dan pergi meninggalkan butik yang selama ini menjadi tempat kerjanya dan tentu saja menyimpan banyak kenangan didalamnya.


.


.


.


Saat ini mereka sudah tiba di bandara internasional Soekarno Hatta, Zio dan Zia tampak bahagia sekali, bahkan sedari tadi mereka tidak berhenti tersenyum, tidak jarang beberapa orang memperhatikan mereka berdua.


Apalagi Zio yang memasang wajah dinginnya yang begitu mirip dengan Devan, mungkin beberapa orang yang melihat langsung wajah Zio akan mengenali bahwa wajah Zio dan Devan begitu mirip tetapi sayangnya saat turun dari pesawat tadi dia memaksa kedua anaknya untuk memakai masker untuk menutupi wajah mereka, sedangkan wajah Zia perpaduan wajahnya dan Devan.


Tentu ada ketakutan pada diri Renatta kalau ada yang melihat dan memperhatikan dengan jelas wajah anaknya dan mengenali kemiripan antara mereka dan seseorang yang saat ini cukup berpengaruh di negara ini.


"Mah kita mau pergi mana?" Tanya Zio yang sedari tadi digenggam tangannya oleh Raka.


"Hari ini kita akan bertemu opa dan Oma, kalian senang kan bisa bertemu Oma kembali"


"Zia senang banget mah, bisa main sama opa dan Oma lagi, ayo mah Zia udah kangen oma sama opa" Ucap Zia dengan semangat.


Mobil jemputan mereka sudah datang, Zio dan Zia tampak antusias bahkan mereka dari tadi tidak pernah capek mengatakan kalau mereka ingin bertemu Oma dan opa nya.


"Ternyata tidak ada yang banyak berubah dari kota ini, masih sama dengan 6 tahun yang lalu" Renatta memandang dari luar kaca mobil menampilkan gedung gedung tinggi yang masih sama seperti dulu mungkin berbeda di bagian bagian tertentu.


"Apa yang kamu rasakan saat ini setelah kembali lagi ke sini" Tanya Raka.


"Aku nggak tahu juga kak, masih ada sedikit rasa takut dan enggan menghadapi semuanya" Renatta tersenyum tipis dan memandang wajah kedua anaknya yang sudah terlelap tidur.


"Memang sulit melupakan semua yang terjadi tapi yang perlu diingat, kamu tidak bisa terus menghindari semuanya, kini saatnya kamu menghadapinya, kakak yakin semuanya akan baik - baik saja"

__ADS_1


"Aku juga berharap semuanya akan baik baik saja" kemudian Renatta kembali menatap luar jendela berharap semuanya akan baik baik saja.


.


.


.


Sesampainya di kediaman rumah adithama, Renatta langsung berlari ke arah kedua orang tuanya yang baru dia ketahui 5 tahun lalu.


"Pah, mah, Renatta kangen" Renatta memeluk erat kedua orang tuanya.


"Kami juga kangen sama kamu sayang"


"Ya udah Raka masuk dulu mau menidurkan Twins di tempat tidur kamar mereka berdua" Ucap Raka sambil menggendong Zio dan Zia.


Setelah melihat wajah anaknya yang saat ini terlelap membuatnya takut kalau suatu saat nanti Devan mengetahui semuanya dan berusaha memisahkannya dengan kedua anaknya.


Saat ini Renatta, Raka dan kedua orang tuanya sedang duduk bersama di ruang keluarga.


"Mulai besok kamu sudah mulai berkerja di perusahaan papah, tetapi kami tidak memaksa kamu untuk ikut mengurus perusahaan, kamu boleh memilih sendiri apa yang kamu inginkan"


.


"Aku memilih untuk membantu papah dan Kak Raka di perusahaan" Ucap Renatta dengan senyum kecilnya.


Renatta memang berniat untuk membantu papahnya dan kakaknya, tentu tujuan salah satunya adalah untuk menunjukkan kepada Devan.


Untuk perusahaan papahnya Brata dia sudah meminta Om Regan untuk memberikan sebagian saham miliknya untuk Tante Inggit, tetapi tentu hal itu tidak dia berikan secara gratis.


.


.


.

__ADS_1


To Be Continue


__ADS_2