Suami Bayaran Renatta

Suami Bayaran Renatta
Kejutan Untuk Devan


__ADS_3

Hari ulang tahun Devan sudah tiba, seperti janjinya kemarin dia akan bertemu dengan Sherly di butik miliknya untuk membahas gaun pernikahan yang akan dipakai Sherly dan juga membicarakan masalah kejutan yang akan dia berikan hari ini kepada Devan.


Renatta sudah menghubungi semua anggota keluarganya tentang rencananya yang ingin memberikan kejutan ulang tahun kepada Devan, dia juga sudah memberitahu tentang kehamilannya saat ini tetapi Renatta menyuruh untuk tidak memberitahukan kepada Devan terlebih dahulu, bahagia itulah yang di rasakan kedua orang tuanya dan mamah mertuanya saat mengetahui kalau mereka akan mempunyai cucu lagi.


Ibu mertuanya bilang dari dulu Devan tidak pernah sekalipun merayakan ulang tahunya, dia lebih memilih menyumbangkan sebagian uangnya ke panti asuhan dan memberikan kepada orang orang yang kurang mampu di bandingkan harus mengadakan pesta besar - besaran.


Ini untuk pertama kalinya ulang tahun Devan akan di rayakan olehnya, dia hanya ingin memberikan sesuatu yang akan membuat Devan bahagia, karena sejauh ini Devan sudah tidak pernah menyakitinya lagi, dan semoga saja sampai nanti Devan tidak akan menyakiti dirinya lagi sesuai janji yang dulu pernah dia berikan kepada Renatta


"Re, maaf aku telat, tadi aku harus mengantar Darren terlebih dahulu ke sekolah" Ucap Sherly yang saat ini sudah duduk di depan Renatta


"Tidak masalah Sher" Jawab Renatta dengan senyumannya.


"Bagaimana kondisi kamu, apa masih pusing dan mual?" Tanyanya kepada Renatta.


"Sudah lebih baik dari kemarin" Renatta mengambil hasil testpacknya lalu menunjukkannya kepada Sherly


"Kamu mencoba semua testpack yang aku belikan kemarin?" Tanya Sherly.


"Aku bahkan membeli sepuluh testpack lagi agar hasilnya lebih akurat"


Sherly tercengang tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan Renatta barusan "Kamu membeli testpack sebanyak itu?"


Renatta menganggukkan kepalanya "Bahkan aku sudah mencoba semua tespacknya dan aku akan memasukkan semua testpack itu ke dalam kotak kado yang akan aku berikan nanti kepada Devan" Renatta terlihat begitu bahagia, walaupun ini bukan anak pertamanya dengan Devan tetapi ini merupakan kehamilan pertama yang akan dia beritahu ke Devan sebab dulu saat dia hamil Zio dan Zia, dia belum sempat memberitahu Devan karena kesalahpahaman yang terjadi di masa lalu mereka yang membuatnya memilih pergi meninggalkan Devan tanpa memberitahu keadaannya yang saat itu sedang mengandung anak Devan.


Sherly ikut bahagia jika Renatta juga bahagia, terlalu banyak penderitaan yang di alami Renatta bahkan penderitaannya tidak ada apa apanya di bandingan yang Renatta alami.


.


.


.


Devan melihat jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul 5 sore, hari ini pekerjaannya cukup banyak yang mengharuskannya untuk sedikit lembur apalagi pembangunan hotel kerja samanya dengan perusahaan Adhitama sudah di mulai sejak kemarin dan masih banyak proyek yang harus segera dia seleseikan.


Saat Devan masih fokus dengan berkas yang dia tanda tangani, tiba - tiba ponselnya berbunyi, dia mengernyit bingung saat nama mamahnya yang tertulis di layar ponselnya "Hallo mah" Ucap Devan mengangkat panggilannya.

__ADS_1


"Dev, mamah sekarang ada di mansion kamu, tadi waktu mamah masuk ke kamar kalian, mamah menemukan Renatta jatuh pingsan di dalam kamar mandi" Ucap Vira yang terdengar panik dari seberang telfon.


Mendengar perkataan mamahnya seketika membuat Devan terkejut "Lalu bagaimana keadaan Renatta sekarang mah?" Tanya Devan dengan penuh kekhawatiran.


"Dia belum sadarkan diri, kamu tidak perlu khawatir Dev, mamah sudah menelfon dokter pribadi kita untuk memeriksa keadaan Renatta"


Dari sebrang telfon Vira berusaha menenangkan anaknya agar tidak merasa khawatir dan panik.


"Kalau begitu aku akan segera pulang" Devan segera menutup telfonnya, dia tidak mendengarkan terlebih dahulu jawaban yang akan diucapkan mamahnya.


Dengan cepat Devan keluar dari kantornya tanpa mempedulikan sapaan dari beberapa karyawannya yang masih berada di kantor untuk lembur, rasa khawatirnya kepada Renatta sangat tinggi, dia takut terjadi sesuatu kepada istrinya.


"Apa ada hal yang terjadi Tuan?" Tanya Daniel yang tadi mengejar Devan saat melihat wajah Devan yang terlihat panik menuju parkiran khusus petinggi perusahaan.


"Renatta pingsan, aku harus segera pulang untuk melihat kondisinya, kamu bereskan semua berkas kerja sama yang tadi aku tinggalkan di meja kerjaku, aku tadi belum sempat membereskannya"


"Baik Tuan" Jawab Devan


Setelah itu Devan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia ingin segera cepat sampai di mansionnya, bahkan dia tidak peduli dengan beberapa mobil yang mengklakson mobilnya karena Devan mendahului mobil mereka tanpa melihat kalau ada mobil di depannya, dia seolah - olah sudah tidak memikirkan keselamatannya lagi yang dia pikirkan hanya keadaan Renatta saja.


Sesampainya di mansion, dia bingung dengan kondisi mansion yang terlihat sepi, tidak ada pelayan yang terlihat sama sekali, seketika kepanikan semakin melanda dirinya.


"Kamu di mana sayang" Devan sedikit berteriak memanggil nama Renatta, ada ketakutan didalam hatinya tentang keberadaan Renatta saat ini.


Tadi mamahnya bilang kalau Renatta pingsan di dalam kamar mandi, lalu kenapa sekarang tidak ada siapapun di kamar tidur mereka dan kenapa mansion ini terlihat sepi, hanya ada satu penjaga mansion yang membukakan gerbang untuknya.


Devan berusaha menghubungi nomer mamahnya tetapi tidak ada jawaban, dia beralih menelfon ponsel Renatta, hanya panggilan operator saja yang dia dengar.


"Pah" Devan menolehkan kepalanya saat mendengar Zio memanggilnya.


"Zio" Ujar Devan yang berjalan menghampiri Zio yang sudah berdiri di hadapannya.


"Du mana mamah kamu? Kenapa tidak ada orang di mansion ini?" Tanya Devan kepada Zio.


"Mamah ada di halaman belakang pah, tadi mamah menyuruh Zio untuk memberitahu papah dan mengajak papah ke halaman belakang" Ucap Zio yang sudah menggandeng tangan kanan Devan.

__ADS_1


Devan membuka pintu yang menghubungkan mansion dan halaman belakang, hal pertama yang dia lihat adalah Renatta yang sedang tersenyum lebar, di sampingnya ada Zia yang membawa sebuah kue ulang tahun di tangannya.


Devan berjalan cepat menghampiri Renatta dan memeluk Renatta "Kamu baik baik saja kan?" Tanya Devan yang sudah melepaskan pelukannya.


"Aku baik - baik saja Dev, maaf karena sempat membuatmu cemas" Ucap Renatta dengan perasaan bersalah karena sudah membohongi Devan.


Vira menghampiri anaknya "Mamah juga minta maaf karena sudah membohongi kamu, awalnya mamah juga tidak mau melakukan itu tetapi Renatta terus memohon kepada mamah" Ucap Vira kepada Devan.


"Selamat ulang tahun papah" Ucap Zio dan Zia bersamaan


"Ayo pah segera tiup lilinnya, Zia ingin segera memakan kuenya" Ucap Zia dengan polosnya membuat semua orang tertawa mendengar perkataan Zia


Ya, semua anggota kelurga dari Devan maupun Renatta semuanya hadir di sini, tak terkecuali Darren dan Sherly.


Kue yang tadi berada di tangan Zia sudah berpindah ke tangan Renatta


"Selamat ulang tahun My Hubby" Ucap Renatta yang di balas senyuman oleh Devan, lalu Devan meniup lilinnya yang di balas tepukkan tangan dari semua orang.


Selesei meniup lilinnya, semua orang menikmati makan malam yang sudah Renatta pesan tadi, semua pelayan di mansion ini Renatta suruh untuk ikut makan malam juga bersama mereka, awalnya mereka menolak tetapi dengan sedikit paksaan akhirnya mereka mau ikut bergabung walaupun tidak mau satu meja dengannya dan memilih menikmati makanannya di dalam mansion.


Zia sendiri sedari tadi menempel terus kepada Darren "Kak Darren, nanti sering datang ke sini ya, kita main sama - sama tapi kalau main tidak usah mengajak Kak Zio" Ucap Zia melirik ke arah kakaknya yang mendapat dengusan kesal dari Zio.


Darren hanya menganggukkan kepalanya tanpa melihat ke arah Zia, tetapi bagi Zia itu sudah membuat dirinya bahagia karena Darren mau bermain dengannya.


...🍃🍃🍃...


Next babnya mau di kasih yang manis manis dulu antara Renatta dan Devan🌛 sebelum kita masuk ke konflik👏, tapi tenang aja konfliknya nggak berat berat amat kok🌚


Kalau ada typo, dan tulisan yang berbelit - belit bisa di tulis di kolom komentar ya kak🤗, biar nanti aku bisa revisi ulang...


Happy Reading......


.


.

__ADS_1


.


To Be Continue


__ADS_2