
Perlahan kakinya melangkah pelan mendekati Aline lalu duduk di hadapannya "Lama tidak bertemu kamu semakin menarik dan sukses" Ucapnya yang membuat Aline terkejut.
"Keenann.... " Ucap Aline gugup.
"Bagaimana bisa kamu sekarang ada di sini?" Tanyanya masih dengan nada terkejut.
"Kenapa harus terkejut, harusnya kamu senang akhirnya aku tidak menyembunyikan diriku lagi" Tanpa rasa bersalah dia meminum kopi hangat yang baru di pesan oleh Aline, sedangkan Aline pun hanya diam saja berusaha menetralkan detak jantungnya akibat pertemuannya dengan Kenan yang tiba tiba setelah sekian lama.
"Apa mau kamu sebenarnya, tidak mungkin kamu tiba - tiba melakukan semua ini tanpa ada sebabnya" Ujar Aline yang sudah berhasil mengontrol dirinya lagi.
"Hanya ingin saja, aku sudah terlalu bosan menjauh dari dunia bisnis, ini sudah saatnya aku kembali lagi mengambil alih perusahaan yang memang seharusnya jadi milikku" Kekehnya pelan.
"Bagaimana kabar anak kita?" Tanya Kenan dengan nada dinginnya.
"Siapa yang kamu maksud dengan anak kita? bukankah kamu sudah menyepakati kalau Angel bukan lagi anak kamu dan untuk apa kamu menanyakan hal itu bukankah tanpa kamu menanyakannya kamu sudah tahu keadaan Angle lewat Axel" Ujarnya membalas tatapan Kenan tidak kalah dingin
Kenan tersenyum masam pada Aline "Aku hampir saja melupakan kalau seseorang memintaku untuk melupakan anakku sendiri tapi bukankah aku lebih baik dari kamu, aku melakukan apapun demi menyelamatkan Angel tapi ibu kandungnya sendiri bahkan pernah berniat untuk melenyapkannya dari dunia ini, aku tidak bisa bayangkan jika suatu saat nanti Angel akan tahu tentang niat buruk mamahnya sendiri yang ingin membunuhnya saat itu" Kenan meminum kembali kopi milik Aline.
Sedangkan tubuh Aline seketika membeku mendengar perkataan Kenan, tidak akan Aline biarkan Angel tahu tentang semuanya, bagaimanapun dia sudah sangat menyayangi Angel, dia tidak mau kalau sampai harus kehilangan Angel suatu hari nanti.
"Aku tidak akan membiarkan Angel mengetahui semua itu, dia hanya boleh tahu kalau aku ibu yang baik untuknya" Seketika Aline merasakan rasa panik yang berlebihan pada dirinya, tiba - tiba rasa takut menjalar ke tubuhnya, keringat dingin mulai keluar dari punggungnya tapi Aline berusaha menutupinya.
__ADS_1
Sedangkan Kenan yang melihat tubuh Aline yang sudah mulai bereaksi hanya diam, Kenan tentu saja tahu kalau Aline memiliki riwayat penyakit Panic Attack yang berlebihan, sebab dia lah yang dulu selalu menemani Aline untuk pergi ke psikiater saat sakitnya tiba tiba kambuh, dan dia jugalah yang sudah membebaskan Aline dari sebuah club malam tempat di mana mamah tiri Aline menjualnya dulu tapi justru yang dia dapatkan adalah penghianatan dari Aline yang dengan tega merusak reputasinya saat itu.
Kenan merubah raut mukanya sekhawatir mungkin di depan Aline "Wajah kamu terlihat pucat, jangan bilang Panic Attack kamu muncul lagi" Ucap Kenan yang mendekatkan tubuhnya ke arah Aline, tapi Aline justru semakin menjauhkan tubuhnya dari Kenan.
"Bukan urusan kamu, kalau sudah tidak ada yang ingin di bicarakan aku akan pergi" Tangan Aline bergetar saat dia akan mengambil ponselnya yang berada di atas meja.
Sebelum Aline pergi, Kenan juga ikut berdiri lalu mencekal tangan Aline "Aku harap mulai sekarang kamu perlu berhati - hati lagi untuk menjaga Angel, bisa saja aku berubah pikiran untuk merebut Angel dari kamu atau bagaimana jika Devan sampai tahu kalau selama ini kamu sudah berbohong kepadanya mengenai Angel, aku bisa jamin kalau hidup kamu tidak akan baik baik saja setelah ini" bisiknya lalu pergi terlebih dahulu meninggalkan Aline.
"****" Umpat Aline kepada Kenan, dia tahu betul Kenan memang sengaja memancing Panic Attack nya agar muncul lagi, padahal sudah lama Panic Attack nya tidak pernah muncul pada dirinya dan untuk sekian lamanya baru kali ini hal itu muncul lagi karena di sebabkan oleh Kenan.
Kenan saat ini sudah berada tidak jauh dari rumah lama Renatta, dia ingat betul dulu dia sering sekali main ke rumah itu hanya untuk bisa bertemu dengan Renatta, dia tahu tentang Renatta dari Axel yang dulu sering sekali bercerita tentang seorang gadis kecil yang membuatnya jatuh cinta untuk pertama kalinya, awalnya dia melihat Renatta hanya karena rasa penasarannya saja tetapi lama kelamaan dia tidak bisa membohongi perasaannya kalau ada rasa tertarik saat untuk pertama kalinya dia bertemu dengan Renatta.
Hingga dia dengan nekat menjadi guru les private Renatta yang saat itu terpaksa harus melakukan home schooling setelah kejadian di mana dia di salahkan dalam meninggalnya adik kandung Devan, dari situlah dia mulai dekat dengan Renatta tentu saja tanpa sepengetahuan Axel dan juga kedua orang tuanya, setiap pulang kuliah dia akan menyempatkan diri untuk menjadi guru les private Renatta.
"Andai saja aku dulu tidak menuruti kebodohanku semua tidak akan menjadi seperti ini, walau begitu aku bahagia akhirnya bisa melihat kamu bahagia walaupun dengan laki - laki lain tapi aku yakin Devan pasti bisa membahagiakan kamu Re" Ucapnya pelan dengan pandangan masih menatap lekat setiap bangunan rumah di depannya yang sudah banyak berubah.
Penyesalan tentu saja dia rasakan bahkan berkali kali dia berusaha meminta maaf kepada Renatta tetapi Renatta selalu ketakutan setiap melihatnya, sejak saat itu dia memutuskan untuk berhenti menemui Renatta dan mulai menutup hatinya untuk perempuan manapun bahkan pernikahan yang di jalaninya pun atas dasar perjodohan, hingga dia bertemu dengan Aline yang bisa membuka sedikit hatinya yang tertutup tapi justru Aline juga yang sudah dengan tega menghancurkan hatinya.
Kenan menutup kaca mobilnya kembali lalu melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah lama Renatta, rumah yang baginya menyimpan banyak sekali senyum dan tawanya bersama Renatta sebelum ego dan obsesinya menghancurkan semuanya tanpa tersisa.
...🍃🍃🍃...
__ADS_1
Hallo author come back🏃🏃
Selamat malam, semoga kalian semua nggak bosen dengan alur ceritanya.
Terima kasih masih setia membaca cerita Suami Bayaran Renatta.
Semoga semakin suka....
Kalau Suka dengan ceritanya bisa like, vote dan komen ya.....
Kalau ada typo atau kesalahan dalam menulis bisa di tulis di komen....
*Panic attack atau serangan panik dapat terjadi di mana pun dan kapan pun. Mereka yang mengalaminya akan merasa sangat ketakutan dan diliputi oleh perasaan cemas yang luar biasa, sekalipun sesungguhnya tidak sedang mengalami bahaya apa pun.*
Happy Reading
.
.
.
__ADS_1
To Be Continue