
Resepsi pernikahan antara Renatta dan Devan akan di adakan malam ini, setelah kepulangan mereka beberapa hari lalu dari Jepang, Devan memberitahu Renatta kalau mereka akan melangsungkan resepsi pernikahan sekaligus memperkenalkan Zio dan Zia ke publik sebagai anaknya bersama Renatta.
Sedangkan setelah pembicaraan Renatta dan Sherly beberapa hari lalu di Jepang, dia sempat kecewa dengan temannya itu karena Sherly menyembunyikan hal sebesar ini darinya bahkan saat mereka masih sering bertemu pun Sherly tidak ada niatan mengatakan apapun kepadanya, apalagi umur anak Sherly lebih tua 2 tahun dari Zio dan Zia, itu berarti alasan Sherly dulu pergi ke Singapura bukan untuk bisnis tetapi untuk menyembunyikan kehamilannya.
Renatta sudah tampil cantik dengan gaun putih yang membalut tubuhnya dengan indah, dia sempat menolak kalau acara resepsi pernikahan mereka dilakukan dengan mewah, tetapi Devan tetap memaksa kalau acara ini akan dilakukan dengan mewah agar nantinya bisa berkesan untuk Renatta.
Renatta di tuntun oleh papahnya menuju Devan, sedangkan Devan di dampingi oleh Zio dan Zia yang masing - masing membawa Bunga di tangannya.
Ardhan, papahnya Renatta menyerahkan tangan Renatta kepada Devan "Papah kali ini mempercayakan anak papah ke kamu, jaga dia dan jangan pernah menyakitinya lagi, semoga setelah ini kalian bisa selalu berbahagia"
Devan mengangguk dan menerima uluran tangan Renatta lalu Zio dan Zia menggandeng tangan kedua orang tuanya, Mereka berjalan ke tengah tempat acara "Terima kasih kalian semua sudah hadir di acara resepsi pernikahan kami, untuk pernikahan kami sendiri sudah di lakukan sudah sejak 6 tahun yang lalu, kedua anak yang saat ini berada di samping saya adalah putra dan putri kandung saya yang bernama Zio Gabriel Abimana dan Zia Gamiella Abimana"
Semua tamu yang ada di acara tersebut menatap ke arah Zio dan Zia sedangkan Zio dan Zia yang di tatap oleh banyak orang seperti itu merasa risih dan menyembunyikan kepalanya di samping kedua orang tuanya.
Setelah mengatakan hal itu, semua tamu undangan menikmati hidangan yang sudah tersedia, tamu yang di undang di acara ini kebanyakan dari rekan bisnis Devan itupun tidak semuanya dan juga keluarga inti mereka saja.
Tante Inggit tidak berhenti menatap ke arah Zio dan Zia, Clara sendiri sedari tadi memilih meminum minuman yang sedikit beralkohol untuk mendinginkan hatinya yang saat ini terasa panas mengetahui fakta kalau Devan dan Renatta masih menjadi sepasang suami istri, hal yang lebih mengejutkan lagi ternyata di antara mereka sudah memiliki dua orang anak kembar.
"Hentikan Cla, ini di pesta bukan di club malam, mamah tidak mau kamu mempermalukan dirimu sendiri karena mabuk di acara ini" Tante Inggit merebut minuman yang berada di tangan Clara.
"Aku tidak akan mabuk mah, mamah tenang saja" Clara merebut kembali minumannya dan berjalan pergi meninggalkan Tante Inggit sendirian.
Clara memilih duduk di meja paling belakang lalu meminum minumannya kembali
"Sedang patah hati, hmm" Ucap Axel yang saat ini duduk di samping Clara, Clara hanya menoleh sekilas ke arah Axel.
"Bukan urusan kamu" Ujar Clara yang saat ini fokus menatap kebahagiaan Devan dan Renatta.
Clara menolehkan kembali kepalanya ke arah Axel, di mengernyit seperti tidak asing dengan orang yang saat ini berada di sampingnya "Kamu Axel kan, temannya Devan?"
"Ku rasa kita cukup sering bertemu" Ucap Axel di iringi dengan kekehan kecil.
"Aku rasa tidak sesering itu" Clara kembali lagi menyesap minumannya.
"Kenapa kamu tidak menggunakan rahasia yang kamu ketahui tentang Devan untuk membuat Devan bersamamu" Ucap Axel kepada Clara
"Bagaimana kamu bisa tahu?" Tanya Clara menatap tajam Axel.
"Aku juga ada di situ saat Devan berbicara dengan perempuan itu, ah sungguh mengejutkan bukan seorang Devandra Narendra Abimana bisa melakukan hal seperti itu" Ujar Axel dengan santainya.
__ADS_1
"Tidak semudah itu untuk mengancam seorang Devan yang memiliki semuanya dalam hidupnya" Sherly tersenyum remeh.
.
.
.
Nicholas berusaha memasang wajah seceria mungkin untuk menutupi hatinya yang kembali terluka, dia memang di undang oleh Renatta untuk datang ke acara resepsinya, jika boleh jujur dia tidak berniat untuk hadir ke sini tetapi dia tidak ingin membuat Renatta merasa kecewa karena ketidak hadirannya.
"Nich akhirnya kamu datang, aku mengira kamu tidak akan datang ke acara ku" Ucap Renatta dengan senyuman manisnya
"Mana mungkin aku tidak datang ke acara resepsi matan calon istriku, mungkin saja kehadiranku yang paling kamu tunggu" Goda Nicholas kepada Renatta yang membuat Devan menatap tajam ke arahnya.
"Nich jangan memulai" Kesal Renatta.
"Aku hanya bercanda Re, kamu hari ini terlihat begitu cantik" Ucap Nicholas kemudian beralih menatap Devan "Selamat atas kembalinya kalian berdua Dev, jaga Renatta jangan sampai kamu melukainya lagi"
"Tanpa kamu suruh aku pasti menjaga Renatta" Ucapnya dengan nada datar, sejak kedatangan Nicholas tadi ke pesta ini sudah membuat Devan merasa tidak nyaman dan hampir saja melayangkan pukulan saat Nicholas menggoda Renatta.
"Kalau begitu aku pamit, ingin menemui Zio dan Zia" Nicholas berlalu pergi dari hadapan Devan dan Renatta.
.
.
.
"Sebelumnya aku minta maaf karena sudah menyembunyikan semuanya dari kamu, seperti yang aku bilang waktu berada di Jepang kalau aku akan memberikan jawaban atas permintaan yang pernah kamu tanyakan dulu"
Sherly mendongak melihat wajah Raka yang terlihat tidak sabar menunggu jawaban dari dirinya.
"Lalu apa yang kamu maksudkan dengan seseorang yang sangat berharga di dalam hidup kamu?" Tanya Raka
"Namanya Darren" Ucap Sherly membuat Raka menatap dalam Sherly.
"Siapa dia?" Nada bicara Raka sudah berubah menjadi tidak bersahabat.
"Anakku" Jawab Sherly singkat.
__ADS_1
"Anak?" Tanya Raka dengan jantung yang sudah mulai berdetak tidak karuan karena memikirkan kemungkinan - kemungkinan jawaban yang akan di berikan oleh Sherly.
Sherly mengangguk "Anakku bersama kamu Ka"
"Aaa..anakku" Raka menatap Sherly dengan sedikit keraguan
"Anak yang selama ini kamu kira sudah meninggal, dia masih hidup Ka, aku mempertahankannya karena aku sudah menyayanginya sejak pertama kali dia hadir di kehidupanku ka" Lirihnya.
"Siapa namanya?" Tanyanya pelan
"Darren Alegara Adhitama"
Raka membawa Sherly ke dalam pelukannya "Terima kasih karena sudah mau mempertahankan dia dan membesarkannya dengan baik" Tanpa sadar air matanya menetes karena merasa bahagia sebab ternyata selama ini Sherly mempertahankan anak mereka
Sherly membalas pelukan Raka "Dia sangat merindukan ayahnya" Air mata Sherly juga ikut menetes setiap kali membahas masalah anaknya.
Berita tentang resepsi pernikahan yang diadakan Devan dengan cepat menyebar, apalagi publik tambah di kejutkan dengan informasi kalau Devan selama ini sudah memiliki seorang anak kembar.
Sedangkan seorang perempuan melempar ponselnya ke tempat tidur dengan marah dan kesal "Kamu tega melakukan ini Dev, kamu mengungkapkan dengan bangganya ke semua orang tentang keberadaan kedua anakmu, tetapi kamu melupakan anakmu yang lain nya" Perempuan itu menatap wajah anaknya yang sudah terlelap tidur di pangkuannya.
...🍃🍃🍃...
Gaun pernikahan Renatta
Tempat resepsi pernikahan Renatta dan Devan
Tuxedo yang di pakai Devan
Happy Reading
.
.
__ADS_1
.
To Be Continue