Suami Bayaran Renatta

Suami Bayaran Renatta
Malam Indah Devan dan Renatta


__ADS_3

Setelah acara makan malam selesei Renatta mengajak Devan masuk ke dalam kamar mereka.


"Kenapa kamu memberikan aku kejutan seperti ini, hmm?" Tanya Devan yang saat ini sudah mengganti pakaian kerjanya dengan kaos polos dan celana pendek santai


"Aku hanya ingin merayakan ulang tahun kamu untuk pertama kalinya" Jawab Renatta yang sudah berdiri menatap Devan "Aku masih punya kado spesial buat kamu" Renatta berjalan ke arah laci samping tempat tidur untuk mengambil kotak kado yang akan dia berikan kepada Devan


"Apa ini?" Tanyanya lalu Devan mulai membuka kotak kado tersebut, dia mengernyit bingung saat di dalamnya masih ada kotak lagi.


Renatta terkekeh kecil melihat ekspresi Devan saat membuka kado pemberiannya karena di memang sengaja menaruh tiga kotak kado di dalamnya.


"Bagaimana, apa kamu suka dengan hadiahnya?" Tanya Renatta saat melihat Devan memegang salah satu testpack dari 15 testpack yang dia masukkan ke dalam kotak kado, Devan tidak menampilkan ekspresi apapun, dia takut kalau Devan tidak menyukai hadiah yang dia berikan


"Ini beneran?" Tanya Devan kepada Renatta dengan wajah tanpa ekspresi


Renatta menganggukkan kepalanya, masih berusaha mencari ekspresi kebahagiaan di wajah Devan tetapi Devan tetap menatapnya tanpa ekspresi apapun.


"Apa kamu tidak bahagia dengan kabar kehamilanku?" Tanya Renatta dengan mata yang berkaca - kaca.


Kemudian dengan tiba tiba Devan memeluknya erat "Tentu saja, aku sangat bahagia, aku hanya terkejut kalau aku akan menjadi seorang ayah lagi" Devan melepas pelukannya, dia beralih mengusap air mata Renatta yang hampir jatuh.


"Aku kira kamu tidak bahagia mendengar kabar ini" Ucap Renatta kepada Devan.


"Bagaimana bisa aku tidak bahagia, sedangkan moment ini sudah lama aku nantikan, mendapat kabar kehamilan kamu menjadi hal yang paling aku ingin dengar saat kita memulai kehidupan pernikahan kita lagi"


Devan berjongkok lalu mensejajarkan kepalanya dengan perut Renatta


"Hallo sayang, ini papah, baik - baik ya di perut mamah, tidak lama lagi kita akan bertemu dan papah akan pastikan kamu akan mendapat kebahagiaan yang dulu belum sempat papah berikan kepada kedua kakak kamu" Kemudian Devan mengelus pelan perut Renatta yang masih terlihat datar.


"Iya papah, sampai bertemu nanti, aku bakal baik baik saja kok di perut mamah" Jawab Renatta menirukan suara seperti anak kecil.


Devan terkekeh kecil lalu berdiri lagi mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Renatta, dia menatap lama wajah Renatta lalu menangkup kedua pipi Renatta "Aku sangat cinta sama kamu Re" Ucap Devan lalu mencium bibir Renatta pelan penuh kelembutan.


Devan melepas ciumannya lalu membawa Renatta ke pelukannya lagi "Aku mohon Re, berjanjilah kepadaku untuk tidak akan meninggalkanku lagi"

__ADS_1


"Hai, kamu kenapa Dev, kamu sudah sering kali mengatakan hal itu, apa ada sesuatu yang terjadi yang mengharuskan aku meninggalkan kamu lagi?" Tanya Renatta


Devan mengabaikan pertanyaan Renatta, dia mencium aroma tubuh Renatta dalam - dalam lalu mencium bagian leher Renatta hingga meninggalkan jejak kemerahan di sana, membuat Renatta sedikit mendesah.


Renatta berusaha melepaskan pelukan Devan karena merasa dia perlu jawaban tentang maksud perkataan Devan yang selalu mengatakan kalau dia melarang Renatta untuk meninggalkannya karena sejak mereka kembali bersama lagi Devan sudah berkali - kali mengatakan hal itu.


"Kamu belum menjawab pertanyaanku Dev" Ucap Renatta lirih, saat Devan mulai menjelajahi setiap bagian lehernya dengan bibirnya, Devan tetap tidak mempedulikan perkataan Renatta, dia bahkan sudah menarik turun atasan baju yang di pakai Renatta.


Renatta akhirnya menyerah dia sudah tidak lagi berusaha melepas pelukan Devan pada tubuhnya, tetapi dia akan tetap menanyakan lagi ucapan Devan nanti.


"Dev" Panggil Renatta dengan desisan sebab ciuman Devan sudah mulai merambat ke bagian - bagian sensitif tubuh Renatta.


Devan sendiri sudah melepaskan kaos bagian atasnya, dia sudah berbaring di atas tubuh Renatta dengan tangannya yang menopang tubuhnya agar tidak sampai menindih tubuh Renatta apalagi saat ini di dalam perut Renatta ada kehidupan baru yang harus dia perhatikan dan jaga.


"Kamu terlihat begitu cantik Re" Ucap Devan yang memandang wajah Renatta yang saat ini berada di bawahnya dengan bagian tubuh atas yang tidak menggunakan apapun dan warna rambut Renatta yang terlihat kontras dengan warna bad cover mereka saat ini.


Pipi Renatta memerah saat mendengar perkataan Devan barusan "Aku suka melihat pipi kamu yang memerah seperti ini karena ucapanku" Devan mengelus pipi Renatta yang memerah.


Devan mencium Renatta kembali dengan lebih panas dan penuh gairah, Renatta sendiri hanya bisa melenguh kan tubuhnya dengan semua sentuhan yang Devan berikan kepada tubuhnya.


Devan sudah melepas semua pakaian yang tersisa di tubuh mereka, kini tubuh mereka sama - sama sudah polos tanpa sehelai benang pun hanya selimut tebal yang menutupi tubuh polos mereka saat ini.


"Aku mencintaimu Re" Ucap Devan berbisik di samping telinga


"Aku juga sangat mencintaimu Dev" Jawab Renatta dengan suara lirihnya karena Devan yang sudah memposisikan tubuh mereka untuk menyatu.


Untuk kesekian kalinya Renatta merasa di perlakuan dengan lembut oleh Devan, dia selalu memberikan kenyamanan kepada Renatta saat mereka melakukannya.


.


.


.

__ADS_1


Setelah mereka melakukannya tadi, Renatta masih terjaga, dia belum memejamkan matanya padahal tubuhnya saat ini terasa sangat lelah.


Devan yang memeluk Renatta dari belakang merasa dari tadi Renatta seperti bergerak dengan gelisah, membuat Devan yang tadi sempat memejamkan matanya, kini ikut terjaga.


"Kamu kenapa?" Tanya Devan dengan suara seraknya.


Renatta menghela nafasnya pelan "Kamu belum menjawab pertanyaanku tadi Dev, kenapa kamu terus memintaku untuk tidak meninggalkanku, memangnya aku punya alasan untuk meninggalkanmu?" Tanya Renatta yang kini sudah membalikkan tubuhnya menghadap Devan.


Devan tidak langsung menjawab pertanyaan Renatta, dia hanya terdiam sambil menatap lekat Renatta


Cukup lama diam Devan, memberikan senyuman kecilnya ke arah Renatta "Aku hanya ingin mengatakannya saja, mungkin ini sebagian dari ketakutanmu akibat kesalahanku yang dulu sudah membuat kamu pergi dari kehidupanku, aku hanya tidak ingin kamu pergi lagi, apalagi sekarang ada anakku yang sedang tumbuh di perut kamu" Ucap Devan yang saat ini merapikan beberapa helai rambut Renatta yang menutupi sebagian wajahnya.


Renatta memegang tangan Devan yang saat ini sedang merapikan helaian rambutnya "Kalau masalah itu kamu tidak perlu takut dan khawatir Dev, aku tidak akan meninggalkanmu lagi asalkan kamu tidak berbuat sesuatu yang akan memaksaku pergi lagi dari kehidupan kamu" Renatta tersenyum menatap Devan yang di balas senyuman kembali oleh Devan.


"Sekarang kamu sudah mendapat jawaban dari pertanyaan kamu, sekarang waktunya kita tidur" Ucap Devan setelah mengecup dahi Renatta singkat.


Renatta mengangguk, lalu membenamkan wajahnya di dada bidang milik Devan.


Devan menatap Renatta yang sudah mulai memejamkan matanya, sekarang gantian dia yang terjaga mendengar ucapan yang Renatta katakan tadi, dia berharap Renatta benar tidak akan meninggalkannya lagi.


...πŸƒπŸƒπŸƒ...


...Author balik lagiπŸ‘πŸ‘πŸ‘...


Kalau ada typo bisa di tulis di komentar ya..


Semoga makin suka


Happy Reading......


.


.

__ADS_1


.


To Be Continue


__ADS_2