Suami Bayaran Renatta

Suami Bayaran Renatta
Kita Masih Suami Istri


__ADS_3

"PLAKK"


"Apa yang kamu lakukan, hah" Teriak Renatta dengan mata yang sudah berkaca - kaca.


Renatta berusaha melepaskan diri dari Devan saat pintu lift akan sampai di lantai 3, tapi usahanya sia sia.


Devan hanya tersenyum kecil saat mendapat tamparan dari Renatta, baginya rasa sakit di pipinya tidak terasa apapun dibandingkan dengan rasa bahagia karena pertemuannya dengan Renatta saat ini.


"Diam Re, jangan membuat semua orang tahu tentang kita, menurut lah denganku untuk kali ini saja" Ucap Devan yang saat ini sudah beralih menggenggam tangan Renatta.


Renatta masih terus memberontak tapi tetap saja tenaganya tidak sepadan dengan Devan.


Pintu lift sudah terbuka dan Renatta baru menyadari kalau dia saat ini berada di lantai 1 menuju lobi kendaraan.


"Devan lepas, kita mau kemana, kamu harus ingat kita sudah tidak memiliki hubungan apapun selain rekan kerja" Renatta masih berusaha melepas genggaman tangan Devan dan akhirnya dia berhasil saat dia mendapat ide untuk menggigit tangan Devan dan ternyata usahanya berhasil.


"Awww" Pekik Devan saat dia merasakan sakit pada tangannya karena ulah Renatta.


Melihat Renatta yang berhasil meloloskan diri membuat Devan segera mengejarnya.


"Kamu tidak bisa lari kemana - mana Re, cukup 6 tahun aku membiarkanmu pergi" Devan membopong tubuh Renatta dipundaknya


Renatta berkali - kali memukul punggung Devan "Lepas, astaga Dev kamu mau membawaku kemana, aku bisa melaporkanmu atas tidak penculikan". Ucapnya dengan panik saat Devan memasukkannya ke dalam mobil.


"Hentikan mobilnya Dev, kamu tidak bisa membawaku seenaknya, semuanya sudah berkahir di antara kita" Renatta berusaha menghentikan mobil yang Devan kendarai dengan mengambil alih kemudi, sehingga menyebabkan mobil melaju dengan tidak seimbang, mereka terkejut saat tiba - tiba muncul mobil box dari arah depan, mengetahui hal itu Devan segera membanting setirnya ke arah kiri.


Devan berusaha mengatur nafasnya sedangkan Renatta masih syok melihat apa yang baru saja terjadi pada dirinya.


"Kita hampir saja celaka Re, bisakah kamu hanya diam dan menurut saja" Ucap Devan dengan intonasi yangs sedikit meninggi kemudian melanjutkan melajukan mobilnya kembali.


Sedangkan Renatta yang masih syok dengan apa yang baru saja terjadi hanya bisa diam, dan tidak berniat menjawab perkataan Devan.


.


.

__ADS_1


.


Devan membawa Renatta ke salah satu apartemennya, dia memang sengaja membawanya kesini untuk menyelesaikan semua kesalahpahaman yang terjadi selama 6 tahun ini.


Akhirnya Renatta menuruti semua perkataan Devan setelah dia mengancam akan menarik semua investasi yang dia tanamkan di perusahaan Adhitama dan juga mengancam akan membatalkan kerja sama pembangunan hotel di Bali, tentu saja hal itu cukup mampu membuat Renatta menurutinya, walaupun sebenarnya dia tidak ingin mencampurkan urusan pribadi dan pekerjaan tetapi dia terpaksa melakukannya agar Renatta mau ikut dengannya tanpa memberontak.


"Cepat katakan apa yang ingin kamu bicarakan sekarang, aku ingin segera keluar dari sini" Ucap Renatta ketus yang justru di tanggapi kekehan oleh Devan, ternyata selama ini sifat Renatta banyak berubah.


"Aku ingin minta maaf untuk semua yang aku lakukan 6 tahun lalu" Ucap Devan yang saat ini sudah memeluk Renatta dari belakang.


Terkejut, itulah yang dirasakan Renatta saat Devan memeluknya dari belakang, dulu selama mereka menikah Devan tidak pernah memeluknya seperti ini dan ini tentu menjadi pertama kalinya.


Renatta berusaha menahan egonya agar tidak dengan mudah luluh dengan permintaan maaf yang di ucapkan Devan dan mengingat semua perlakuan Devan yang menyakitinya saat itu.


"Maaf?" Kekehnya "Apa kamu kira kata maaf yang kamu ucapkan bisa mengembalikan semua hatiku yang sudah kamu patahkan" Suaranya kini mulai bergetar, dia teringat perlakuan Devan dan hancurnya kepercayaan yang dia berikan kepada mantan suaminya itu.


"Setelah apa yang kamu lakukan padaku, ku kira semuanya tidak perlu diungkit lagi, kita sudah memiliki jalan sendiri - sendiri, kamu dengan kebahagiaanmu dan aku dengan kebahagiaanku" Ucapnya pelan kemudian melepas pelukan Devan.


Kemudian Renatta berbalik menghadap Devan, dan menatapnya dalam "Anggap kita tidak saling mengenal sebelumnya dan hubungan kita hanya sebatas rekan kerja"


Devan menindih tubuh Renatta dan mengikat tangan Renatta dengan dasi miliknya.


"Apa yang kamu lakukan hah?" Teriak Renatta berusaha melepas simpul dasi yang mengikat tangannya.


Devan kembali mencium bibir Renatta lama dan perlahan tangannya mulai berani menyentuh bagian sensitif tubuhnya, Renatta yang diberlakukan seperti mendadak air matanya menetes merasa sudah dilecehkan oleh Devan.


Dia tidak bisa melakukan apapun saat tangannya sudah di ikat dasi oleh Devan, agar tidak melakukan pemberontakkan, tetapi air matanya semakin deras mengalir dari pipinya.


Devan melepas ciumannya dan menatap wajah Renatta dalam.


"Kamu jahat Dev, bahkan kamu lebih jahat daripada 6 tahun lalu dan aku semakin membencimu sekarang" isaknya lirih.


Dia menyatuhan keningnya dengan milik Renatta kemudian menciumnya lama.


"Aku mencintaimu Re, masih sama dengan 21 tahun yang lalu"

__ADS_1


"BOHONG" Teriak Renatta kepada Devan "Kalau kamu memang mencintaiku kamu tidak akan pernah menyakitiku karena dendammu itu"


"Sekarang aku mohon sekali lagi Dev, lepaskan aku, biarkan aku hidup tenang seperti dulu lagi" Ucapnya lirih masih dengan isakkan kecilnya.


"Tidak akan, karena kamu masih sah istriku Re, dan aku tidak akan membiarkanmu lepas lagi dariku"


"Itu tidak mungkin, kita sudah bercerai dan surat itu sudah aku tanda tangani"


"Aku membatalkan perceraian kita, dan itu artinya kamu masih sah istriku"


"Aku tetap tidak percaya, jadi biarkan aku pergi dan jangan membuat kebohongan apapun lagi untuk membohongiku"


"Aku akan berikan surat tentang pembatalan perceraian kita" Devan beranjak dari tempat tidur setelah melepas ikatan tangan Renatta kemudian mengambil sesuatu dari laci meja yang berada tidak jauh dari tempat tidur.


Renatta membaca surat itu dengan teliti dan ternyata benar Devan membatalkan perceraian mereka.


"Kamu percaya kan, mulai sekarang kita bisa memulainya dari awal lagi Re"


Renatta tidak sempat menjawab apa yang di ucapkan Devan karena mulutnya sudah dibungkam oleh ciuman Devan yang menuntut, Renatta sendiri sudah mulai terlena oleh ciuman yang di berikan Devan kepadanya, bahkan dia tidak menyadari kalau kancing bajunya sudah terlepas.


Ada perasaan aneh saat Devan mengatakan sudah membatalkan perceraian mereka dan ungkapan cinta yang diberikan kepadanya membuatnya dia begitu saja menerima Devan kembali tapi ada sisi dalam dirinya yang melarangnya untuk memaafkan Devan dengan mudah tetapi hatinya mengatakan kalau dia harus memaafkan Devan.


Tiba tiba ponsel milik Renatta berbunyi, dia segera mendorong tubuh Devan yang saat ini menindihnya, Devan yang merasa aktivitasnya terganggu karena bunyi ponsel Renatta yang terus berbunyi segera beranjak dari tempat tidur, dia segera mengambil terlebih dahulu ponsel Renatta yang ada di tasnya yang berada di atas meja samping tempat tidur.


"Twins" nama yang tertera di layar ponsel milik Renatta yang saat ini di pegang oleh Devan.


Devan menatap ke arah Renatta yang saat ini sudah berdiri di sampingnya.


"Siapa Twins?" Tanya Devan yang membuat Renatta terkejut


.


.


.

__ADS_1


To Be Continue


__ADS_2