
Renatta sedang menunggu hasil dari testpack yang di pegangnya saat ini, setelah kepergian Sherly tadi, Renatta dengan segera masuk ke kamar mandi untuk mencoba testpack yang di belikan Sherly untuknya, dia berharap hasilnya akan sesuai dengan apa yang dia harapkan.
Dengan perlahan dia melihat hasil dari testpack yang dia coba tadi, rasa bahagia langsung menjalar di hatinya saat melihat testpack miliknya menunjukkan dua garis, Renatta mengelus perutnya pelan, dia masih belum percaya kalau sekarang sudah ada kehidupan baru yang sedang tumbuh di perutnya.
Untuk memastikan keakuratannya dia tidak hanya menggunakan satu testpack saja tetapi ada lima testpack yang dia coba dan semuanya menunjukkan dua garis.
Renatta akan menjadikan ini sebagai hadiah di ulang tahun Devan besok, semoga saja Devan ikut bahagia mendengarkan kabar kehamilannya apalagi selama ini yang dia ketahui Devan sangat menginginkan adik untuk Zio dan Zia.
Dia mengambil ponselnya lalu mengirim pesan kepada Sherly untuk memberitahu kabar bahagia ini, dia juga akan memberitahu ke semua anggota keluarganya besok saat acara ulang tahun Devan diadakan.
Renatta
Sher, kamu akan punya ponakkan baru lagi, aku tadi sudah mencoba semua testpack yang kamu belikan dan semuanya menunjukkan hasil positif
^^^Sherly^^^
^^^Astaga Re, aku sangat senang sekali mendengarnya, kamu sudah memberi tahu kabar ini kepada Devan?^^^
Renatta
Aku akan mengatakannya saat ulang tahun Devan besok, aku berencana untuk memberikan berita kehamilanku ini sebagai hadiah ulang tahun Devan, kamu mau membantuku kan?
^^^Sherly^^^
^^^Tentu saja, besok aku akan membantumu untuk menyiapkan semuanya, sekali lagi aku ucapkan selamat Re, aku benar - benar bahagia sekali.^^^
Dia tidak membalas chat Sherly lagi, besok dia akan datang menemui Sherly secara langsung di butiknya untuk membicarakan hal ini.
Keadaan Renatta sendiri sudah mulai membaik dari tadi siang setelah salah satu pelayannya membuatkannya minuman jahe mint hangat untuk mengurangi rasa mual nya, semoga saja morning sicknya tidak termasuk morning sick yang parah sehingga dia tidak perlu mengkonsumsi obat dan vitamin pereda mual dan pusing untuk kehamilan.
Renatta sendiri tadi sudah memberi tahu Zio dan Zia kalau besok adalah ulang tahun papahnya, mereka berdua begitu antusias saat mengetahui hal tersebut.
Kemarin ibu mertuanya juga sudah memberitahunya tentang hal - hal apa saja yang di sukai Devan, ternyata apa yang di sukai Devan tidak jauh berbeda dengan apa yang kedua anaknya sukai, mereka sama - sama menyukai cake rasa red velvet, dia berencana akan membuat kue sendiri spesial untuk Devan.
__ADS_1
Renatta pergi menuju dapur, entah kenapa dia tiba tiba ingin makan nasi goreng buatannya sendiri, ini mungkin bagian dari awal mengidamnya.
Semau pelayan yang ada di dapur menunduk hormat saat melihat kedatangan Renatta
"Kenapa anda di sini Nyoya?" Tanya Sera yang merupakan kepala pelayan di mansion ini.
"Aku hanya ingin membuat nasi goreng" Ucap Renatta yang sudah berjalan untuk mengambil apron untuk memasak, tetapi Sera menghalanginya.
"Biar saya yang memasakkannya untuk anda, Nyonya" Sera menundukkan kepalannya saat berbicara dengan Renatta.
"Sudah berapa kali aku bilang, jangan menundukkan kepala kalian saat berbicara denganku" Ucap Renatta sedikit kesal karena dia sudah memperingatkan para pelayan di mansion ini untuk menatapnya saat berbicara, karena baginya itu terlalu berlebihan untuknya walaupun memang itu hal biasa yang di lakukan pelayan kepada majikannya apalagi dia dulu dengan Bi Ani tidak ada sekat antara majikan dan pelayan bahkan dia sudah menganggap Bi Ani sebagai bagian dari keluarganya sendiri, membicarakan Bi Ani membuat Renatta merindukannya.
"Maaf, kami hanya merasa tidak sopan jika menatap mata anda saat berbicara, lagian ini sudah biasa kami lakukan" Ucap Sera kepada Renatta.
Renatta menggerutu sedikit kesal "Baiklah terserah kalian tapi ingat aku lebih suka kalau kalian memperlakukanku jangan terlalu berlebihan karena aku bukan Devan yang mengharuskan semua pelayan menunduk hormat kepadanya, sekarang biarkan aku memasak, lebih baik kalian semua duduk bersantai saja"
"Tapi saya takut kalau nanti Tuan Devan akan memarahi kami semua, jika mengetahui anda sedang memasak di dapur" Ucap Sera lagi yang secara halus berusaha membujuk Renatta agar membiarkannya yang memasak nasi goreng untuk diri nya.
"Sudah, kalian semua tidak perlu khawatir, aku yang akan melindungi kalian jika Devan nanti marah" Ujar Renatta kepada Sera dan para pelayan yang masih berada di dapur
"Tidak ada tapi - tapian, intinya aku akan memasak sendiri di dapur, jangan membuatku kesal karena kalian tidak menuruti perintah yang aku berikan"
"Baiklah, kalau begitu kami permisi" Sera memilih mengalah dengan Renatta karena tidak ingin membuat majikannya itu marah lalu Sera dan semua pelayan pergi dari dapur meninggalkan Renatta sendiri.
Saat sedang asyik memasak Renatta terkejut dan hampir menjatuhkan spatulanya ke lantai saat Devan dengan tiba - tiba memeluknya dari belakang dan mencium lehernya.
"Astaga Dev, kamu membuatku terkejut" Kesal Renatta yang mengelus dadanya reflek karena terkejut dengan kelakuan Devan.
"Apa yang kamu lakukan di dapur? kalau kamu menginginkan sesuatu tinggal bilang ke pada para pelayan, mereka akan membuatkannya untukmu" Ucap Devan yang masih memeluk Renatta dari belakang dan menopang kan dagunya di bahu Renatta sesekali mengambil ciuman di leher Renatta.
"Aku sendiri yang menginginkan untuk memasak di dapur, sejak kita pindah ke mansion ini aku belum pernah sama sekali memasak karena kamu melarang nya" Balas Renatta yang sedikit kesusahan saat menggoreng nasi gorengnya akibat pelukan Devan.
"Aku hampir saja memarahi para pelayan karena membiarkanmu memasak di dapur sendirian"
__ADS_1
"Awas saja kalau kamu berani memarahi mereka, aku akan balik marah sama kamu dan menyuruhmu untuk tidur di luar" Devan terkekeh geli mendengar ancaman yang di berikan Renatta kepadanya "Sekarang lepaskan aku dulu Dev, apa kamu tidak melihat aku sedang memasak nasi goreng, kalau kamu terus memelukku seperti ini, itu akan mempersulit pergerakan ku saat memasak Dev" Lanjutnya
"Biarkan seperti ini, aku menyukainya" Devan justru semakin mempererat pelukannya kepada Renatta.
"Tapi ini sangat memalukan kalau sampai di lihat oleh para pelayan"
"Mereka tidak akan ada yang berani melihat kemesraan kita, mereka aku gaji untuk mengerjakan pekerjaan rumah bukan untuk melihat apa yang kita lakukan"
Renatta menghela nafasnya pelan "Baiklah, terserah kamu" Renatta lebih memilih membiarkan Devan memeluknya sepanjang dia memasak, walaupun agak kesusahan karena Devan yang terus memeluknya bahkan saat dia berjalan untuk mengambil bumbu yang akan dia gunakan, tetapi akhirnya dia bisa menyelesaikan masakannya walaupun membutuhkan waktu sedikit lebih lama.
Zio dan Zia sendiri di bawa oleh Raka untuk bermain ke rumah orang tuanya karena papah dan mamah nya tadi sempat menelfon lalu bilang kalau dia merindukan Zio dan Zia, mamahnya tadi juga menghubunginya kembali untuk menanyakan kondisinya, karena Zia bercerita ke mamah dan Papahnya kalau dia sedang sakit.
Devan melepaskan pelukannya pada Renatta dan membalik tubuh Renatta agar menghadap ke arahnya lalu dia mencium bibir Renatta, bibir yang sekarang menjadi candu untuknya, dia tidak peduli jika ada yang melihatnya saat ini, begitupun dengan Renatta dia membalas ciuman yang di berikan Devan tanpa mempedulikan rasa malunya jika apa yang mereka lakukan di lihat oleh salah satu pelayan di mansion ini
...๐๐๐...
Hallo semuanya, author balik lagi๐๐๐
Kalau ada typo bisa di tulis di komentar ya.....
Kalau suka sama ceritanya bisa like, komen dan vote๐ค๐ค
Terima kasih karena masih membaca cerita ini...
Semoga semakin suka๐ฅณ๐ฅณ
Happy Reading
.
.
.
__ADS_1
To Be Continue