
"Om Axel, kenapa Om lebih peduli dengan Angel di bandingkan papah, Om Axel sering jengukin Angel terus nganter Angel ke sekolah, tetapi Papah Devan nggak pernah nganterin Angel ke sekolah" Ucap Angel sendu kini dia sudah menundukkan wajahnya karena sedih.
"Mungkin saja papah kamu sibuk sayang, kan papahnya Angel kan pekerjaannya banyak" Axel mengelus rambut panjang Angel dengan penuh kasih sayang.
"Tapi Angel kan ingin seperti teman - teman Angel, bisa bermain dengan papah, dan juag pergi makan dengan papah"
"Jangan sedih dong, nanti Om Axel juga ikut sedih kalau Angel sedih" Axel merubah raut wajahnya menjadi sedih.
Kalau bukan karena ke egoisan Aline, tentu saja Angel tidak akan merasakan hal seperti ini, andai saja Aline lebih mengesampingkan ambisinya kepada Devan, Angel pasti akan mendapatkan kasih sayang penuh dari kedua orang tuanya.
"Angel sudah tidak sedih lagi, jadi Om Axel jangan sedih ya" Ucap Angel kepada Axel
Axel tersenyum kembali melihat senyum Angel sedangkan Aline hanya memandang mereka dalam diam, banyak sekali hal yang dia pikirkan saat ini, di sisi lain dia memang sangat mencintai Devan sejak pertama kali dia di tolong oleh Devan tetapi di sisi lain dia juga sangat menyayangi Angel, anaknya yang selalu menemaninya selama ini.
"Sampai kapan kamu terus menuruti ego kammu Lin" Axel duduk di samping Aline "Apa kamu akan terus mengorbankan Angel demi obsesimu itu?" Pandangan Axel beralih menatap Angel yang sedang asyik bermain dengan mainan yang baru saja dia belikan
"Tentu saja sampai Devan menjadi milikku" Jawabnya
"Bahkan selama 6 tahun Devan mengabaikanmu, kamu masih berharap ingin memilikinya bahkan aku sendiri tidak yakin kalau dia bisa berpaling dari Renatta"
"Apapun bisa terjadi, akan aku pastikan Devan menjadi milikku" Ucap Aline dengan tegas.
Axel berdiri dari duduknya "Aku harap kamu tidak melakukan hal nekat Lin atau Devan bisa melakukan hal lebih buruk kepadamu dan itu akan berimbas pada Angel juga" Peringat Axel kepada Aline
"Kamu tidak berhak ikut campur urusanku Xel, cukup kamu disini untuk Angel bukan untuk mengusik apa yang ingin aku lakukan" Ucapnya dengan nada tidak suka.
Tanpa berkata apapun Axel berjalan ke arah Angel untuk berpamitan "Om Axel pulang dulu ya, besok kita bermain lagi"
Angel mengangguk "Om Axel janjikan besok ke sini main sama Angel lagi, tadi Angel telfon papah katanya besok tidak bisa datang, padahal sudah beberapa hari ini papah tidak menemui Angel sama sekali" Sungguh hati Axel merasakan sakit saat mendengar penuturan Angel barusan, andai saja Angel tahu semua kebenarannya apakah Angel akan bisa menerimanya atau justru dia akan merasa sedih.
"Om Axel janji besok ke sini lagi" Mereka saling menautkan jari kelingking lalu Axel masuk ke mobilnya sebelum dia benar - benar pergi dia melihat Angel dari kaca spionnya lalu tersenyum sendu "Maaf" hanya kata itu yang bisa di ucapkan Axel.
Setelah mendengar perkataan Angel, Axel yakin kalau Devan sudah mengetahui kebenaran tentang Angel bahkan mungkin juga tentangnya, sebab Devan tidak datang ke club saat dia mengajaknya bertemu padahal saat itu dia ingin mengatakan semua fakta yang dia sembunyikan, apalagi sudah beberapa hari ini juga dia sangat sulit untuk bertemu Devan, semua pesannya bahkan diabaikan oleh Devan.
__ADS_1
Sekarang yang harus di lakukan Axel adalah mencegah perbuatan nekat yang akan di lakukan Aline kepada Renatta, bagaimanapun masih ada rasa yang sampai saat ini diam - diam dia simpan untuk Renatta, dia juga sudah memutuskan untuk tidak merebut Renatta dari Devan, dia yakin untuk kali ini Devan bisa menjaga Renatta dengan baik, biarlah Axel memendam perasaannya kepada Renatta sampai entah kapan perasaannya akan hilang.
.
.
.
Tadi Renatta bermaksud untuk bertemu dengan Aline di rumah sakit ini untuk memeriksakan kandungannya, tetapi ternyata hari ini Aline tidak ada jadwal praktek, salahnya sendiri yang tidak menanyakan dahulu kepada Aline apalagi dia juga tidak membuat janji terlebih dahulu, dan di sinilah Renatta sekarang, duduk berdua dengan Nicholas di kantin rumah sakit "Jadi kamu saat Ini sedang hamil" Tanya Nicholas yang sudah mulai perlahan mengikhlaskan Renatta untuk Devan walaupun dalam hatinya, dia masih belum bisa sepenuhnya melupakan tentang Renatta.
"Iya, usianya baru dua bulan"
"Aku ucapkan selamat, aku tidak menyangka akan mempunyai keponakan baru lagi" Ucapnya di selingi dengan tawa.
"Terima kasih Nich, kamu sudah sangat lama tidak bertemu Zio dan Zia, berkali - kali dia menanyakan kamu" Kesal Renatta pada Nicholas karena sejak kejadian itu Nicholas seolah menghindarinya, tetapi kenapa Nicholas juga harus menghindari Zio dan Zia.
"Maafkan aku, akhir - akhir ini aku terlalu sibuk Re, sampai aku lupa untuk mengunjungi Zio dan Zia"
"Kamu tidak sedang berusaha menghindari aku kan" Selidiknya.
"Mungkin saja kamu masih menyukaiku, bukankah kamu orang yang susah banget untuk move on" Candanya kepada Nicholas yang justru di tanggapi serius oleh Nicholas.
Nicholas mendekatkan wajahnya kepada Renatta "Bagaimana kalau aku benar masih menyukaimu? dan berniat merebut kamu dari Devan" Tanyanya.
Reflek Renatta memundurkan wajahnya agar tidak terlalu dekat dengan Nicholas, raut wajahnya juga ikut berubah.
Melihat perubahan wajah pada Renatta, Nicholas justru tertawa "Aku hanya bercanda Re, astaga, kenapa kamu menganggapnya serius sekali" Wajah Renatta seketika cemberut.
"Aku kira kamu benar masih menyukaiku" Renatta memukul tangan Nicholas dengan kesal yang hanya di balas senyuman oleh Nicholas.
Tentu saja mana mungkin, dia mengatakan kepada Renatta kalau dia masih menyukainya sedangkan dulu dia sudah pernah berjanji kepada Renatta untuk berusaha melupakannya walaupun butuh waktu yang lama.
"Oh iya, beberapa waktu lalu aku bertemu dengan Devan di rumah sakit ini" Ucap Nicholas kepada Renatta.
__ADS_1
Renatta mengernyitkan dahinya "Benarkah?"
"Ya, walaupun dia memakai masker dan kaca mata, tapi aku sangat yakin kalau itu memang Devan, apa Devan tidak memberitahu kamu kalau dia baru saja dari rumah sakit?"
"Dia tidak memberitahu apapun kepadaku Nich" Jawabnya, bingung itulah yang di rasakan Renatta sekarang, untuk apa Devan datang ke rumah sakit ini, yang dia tahu Devan ke rumah sakit ini hanya pada saat mengantarnya untuk check up kandungan, tetapi itupun Devan tidak memakai masker maupun kaca mata.
Tidak jauh berbeda dengan Renatta, Nicholas juga merasa aneh, kalau Renatta tidak tahu kedatangan Devan ke rumah sakit ini, itu berarti ada yang di sembunyikan Devan dari Renatta, lalu ada hubungan apa antara Devan dan Angel?.
Kalau masalah Devan menemui Angel, dia memang sengaja tidak mengatakannya kepada Renatta.
Tiba - tiba dia teringat dengan perkataan Angel, waktu dia menjenguk Angel saat masih di rawat di sini, dia pernah mengatakan kalau papahnya akan datang menjenguknya dan tidak lama kemudian Devan datang masuk ke kamar rawat Angel, tidak mungkinkan kalau Devan adalah orang yang di maksud Angel.
Nicholas hanya berharap semoga apa yang dia pikirkan tidak benar, karena kalau sampai benar dan Renatta tahu semuanya, dia yakin Renatta akan sangat hancur.
...🍃🍃🍃...
Hallo author datang lagi....
Selamat hari Senin, hari untuk memulai semua aktivitas....
Aaaa, kasian sekali Axel sama Nicholas yang cintanya bertepuk sebelah tangan, kayaknya author mau mencarikan pasangan dulu deh buat mereka biar nanti nggak jadi sad boy, mungkin ada yang merekomendasikan pasangan buat mereka🌚
Terima Kasih masih setia untuk membaca cerita Suami Bayaran Renatta, semoga semakin suka...
Mohon koreksi kalau ada typo🤗
Kalau suka bisa like, komen dan vote ya🙏
Happy Reading...
.
.
__ADS_1
.
To Be Continue