Suami Bayaran Renatta

Suami Bayaran Renatta
Mau Ngapain Kita Malam Ini?


__ADS_3

"Kenapa kita kesini?" Tanya Renatta bingung karena Devan tidak mengantarnya pulang tetapi justru membawanya ke apartemennya.


"Ini sudah malam, menginaplah di apartemenku" Ucap Devan lalu turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Renatta.


"Kalau kamu memang tidak berniat mengantarku pulang, kenapa tidak membiarkan Kak Axel yang mengantarku pulang" Ujar Renatta menatap Devan Tajam.


"Turun" Ucap Devan tegas.


Mau tidak mau, Renatta menuruti ucapan Devan kemudian turun dari mobil sport milik Devan.


Renatta mengikuti langkah Devan dari belakang , sebenarnya kalau bukan karena hari yang sudah sangat larut malam mana mungkin dia mau menuruti perkataan Devan, mungkin dia akan memilih pulang dengan naik taksi tetapi naik taksi malam - malam seperti ini menurutnya juga kurang aman jadi malam ini dia memutuskan untuk menginap di apartemen Devan.


"Masuklah terlebih dahulu nanti aku akan menyusul" Devan membukakan pintu apartemen untuk Renatta.


Tanpa menjawab ucapan Devan, dia masuk ke dalam apartemen terlebih dahulu mengabaikan keberadaan Devan.


Setelah memastikan Renatta masuk ke dalam apartemen miliknya, dia menelfon Daniel untuk memintanya menyelidiki sesuatu tentang Axel, sebenarnya dia tidak ingin melakukan ini tetapi akhir - akhir f ini feeling-nya mengatakan kalau ada sesuatu yang di sembunyikan Axel dari dirinya.


Di dalam apartemen, Renatta tidak tahu harus melakukan apa, dia ingin tidur tapi tidak mungkin dia tidur dengan baju pesta seperti ini apalagi dia juga tidak tahu harus tidur di mana karena di dalam apartemen ini hanya ada satu ranjang untuk tidur.


"Kenapa masih berdiri di situ?" Tanya Devan yang sudah masuk ke dalam apartemen kemudian melepas jas formalnya dan hanya menyisakan kemeja putih yang melekat pas di tubuh atletis nya.


"Aku hanya bingung harus melakukan apa" Ucap Renatta


Devan mengernyit kan dahinya "Tidur" Ucapnya singkat.


"Aku tidak mungkin tidur dengan memakai gaun ini"

__ADS_1


Devan mengamati penampilan Renatta, dia akui Renatta tampak cantik dan mempesona dengan gaun yang dia pakai saat ini, hanya saja dia tidak suka saat melihat banyak mata laki - laki yang diam - diam memperhatikan lekuk tubuh Renatta karena gaun yang di pakai Renatta cukup terbuka dengan belahan gaun sampai atas paha, dapat dipastikan banyak laki - laki banyak yang berfantasi liar dengan tubuh Renatta apalagi belahan dadanya juga cukup rendah.


Devan berdehem untuk menyingkirkan pikiran kotornya saat melihat penampilan Renatta saat ini "Kamu bisa memakai kaos milikku, pilih saja yang kamu mau"


Devan berlalu masuk ke kamar mandi sedangkan Renatta membuka lemari baju Devan dan akhirnya pilihannya jatuh pada kaos putih yang mungkin akan terlihat kebesaran saat dia pakai nanti.


Dia melihat suara kran Kamar mandi yang menyala itu menandakan Devan mungkin saja sedang mandi, Renatta tidak ada niatan untuk mandi apalagi di malam hari seperti ini karena dia memang tidak terbiasa jika harus mandi di malam hari mungkin dia hanya akan mencuci mukanya saja.


Pintu kamar mandi terbuka menampilkan Devan yang hanya memakai handuk di pinggangnya dan tubuh bagian atasnya tidak tertutup apapun, hal itu membuat Renatta menjadi gagal fokus, dia berusaha mengalihkan tatapannya dari tubuh Devan tetapi pikiran dan matanya tidak bisa bekerja sama dengan baik.


Devan yang di tatap oleh Renatta, hanya bisa menyunggingkan senyumannya dan berjalan maju mendekati Renatta "Air liurmu bisa menetes Re kalau memandangiku terus dengan tatapan seperti itu" Renatta tersentak kaget saat Devan sudah berada tepat di depannya, dia bahkan bisa melihat tubuh sixpack dan dada bidang Devan.


Renatta berusaha menormalkan detak jantungnya yang berdetak dua kali lipat dari biasanya "Aku akan ke kamar mandi untuk mencuci mukaku terlebih dahulu" Dia dengan cepat masuk ke kamar mandi dan menyenderkan tubuhnya di belakang pintu sambil memegang dadanya yang terasa habis maraton saat melihat tubuh Devan tadi.


Dia memukul pelan berkali - kali kepalanya "Apa yang kamu pikirkan Re, kenapa pikiranmu menjadi sangat kotor seperti ini" Ucapnya, dia segera membasuh mukanya kemudian ketika di rasa dia sudah mulai tenang, Renatta segera keluar dari kamar mandi.


Renatta merasa lega saat melihat Devan yang sudah tertidur dengan selimut yang menutup tubuhnya, dia bingung harus tidur di mana, di apartemen ini hanya ada satu ranjang tidur dan satu sofa itupun hanya sofa kecil yang hanya bisa di gunakan untuk duduk, akhirnya dia memutuskan untuk tidur di samping Devan tetapi dengan jarak yang berjauhan.


"Aku hanya ingin tidur sambil memelukmu, anggap saja ini bayaran karena hari ini aku mengizinkanmu tidur di apartemenku" Ucap Devan dibalik cerukkan leher Renatta.


"Ini bukan keinginanku, kamu yang membawaku ke apartemenmu" Ucap Renatta kesal lalu membalikkan tubuhnya ke arah Devan, matanya terbelalak kaget saat melihat Devan yang ternyata saat ini sedang bertelanjang dada.


"Kenapa menatapku seperti itu, apa kamu terpesona dengan tubuhku, bahkan kamu sudah pernah melihat keseluruhan dari tubuh inu" Ucapnya, kemudian menarik tubuh Renatta semakin dekat dengan tubuhnya "Apa kita perlu mengulang kejadian 6 tahun lalu?" Tanyanya berbisik di telinga Renatta


Devan sudah menindih tubuh Renatta, dia bisa melihat dengan jelas wajah Renatta yang memerah dan mengusapnya dengan lembut


"Menurutmu apa yang dilakukan seorang suami dan istri jika sudah berduaan seperti ini di atas tempat tidur?" Tanya Devan yang masih berada di atas tubuh Renatta.

__ADS_1


"A..aapa maksud kamu?" Ucap Renatta dengan gugup mendapat pertanyaan seperti itu dari Devan.


"Kamu jelas tahu apa maksud dari pertanyaan ku Re" Devan menatap intens wajah Renatta yang saat ini berada di bawah tubuhnya dan semakin mendekatnya bibirnya ke bibir Renatta.


...🍃🍃🍃...


Hallo, aku balik lagi...


Hayo Renatta sama Devan mau ngapain tuh🙈, bisa - bisanya Devan mencari kesempatan dalam kesempatan🤔, biar tahu apa yang akan dilakukan Devan selanjutnya bisa tunggu update part selanjutnya🤭


Oh iya aku mau berkata - kata sedikit ya...


Untuk update cerita Suami Bayaran Renatta akan aku usahain setiap hari update 1 sampai 2 episode atau maksimal 3 episode kalau waktuku benar - benar longgar....


Kalau di suruh update sampai 3 episode lebih, kayak nya nggak bisa ya, soalnya di dunia real aku juga harus bisa bagi waktu antara kegiatanku sehari hari dan menulis....


Dan terima kasih buat semua pembaca setia Suami Bayaran Renatta.....


Ini part selanjutnya lagi aku ketik ya, mungkin nanti malam atau malam menjelang pagi baru bisa aku update.....


Jangan lupa jaga kesehatan dan selalu rutin cuci tangan......


Happy Reading


.


.

__ADS_1


.


To Be Continue


__ADS_2