Suami Bayaran Renatta

Suami Bayaran Renatta
Mengambil Kembali


__ADS_3

Kini Nicholas dan Karin sudah berada di sebuah kedai kopi, mereka berdua masih diam dengan pemikirannya masing - masing.


Sesekali Karin ingin terlebih dahulu berkata sesuatu kepada Nicholas tetapi selalu dia urungkan, dia sendiri bingung harus berbicara apa dengan Nicholas.


Sedangkan Nicholas diam - diam tidak bisa melepaskan pandanganya dari Karin, dia berusaha merangkai kata yang tepat agar bisa berbicara dengan Karin, entah pergi kemana kata yang tadi sempat dia rangkai untuk dia bicarakan dengan Karin.


Lama terdiam akhirnya Nicholas membuka percakapan diantara mereka berdua "Kenapa setelah pertemuan terakhir kita 3 bulan lalu, kamu menghilang begitu saja Rin?" Tanyanya.


"Aku tidak pernah menghilang Kak, aku hanya butuh waktu untuk menata hatiku lagi setelah bertemu dengan kamu, semuanya masih meninggalkan luka dan sakit yang sama" Ucapnya lirih.


Nicholas menatap dalam Karin, seorang perempuan yang dulu hampir membuatnya jatuh cinta, tapi itu semua harus terhalangi akibat pemikirannya yang selalu menjadikan Karin hanya bahan taruhannya saja bersama teman - temannya.


"Mungkin seribu kali pun aku meminta maaf kepada kamu itu tidak akan merubah semuanya, bahkan itu tidak akan mengembalikan anak kita yang sudah meninggal tapi untuk kali ini aku sangat tulus meminta maaf kepada kamu" Ucapnya tulus.


"Aku tidak tahu harus bagaimana, jika mengingat saat itu aku merasa menjadi perempuan paling bodoh karena sudah percaya dengan kamu yang jelas - jelas hanya menjadikan aku sebagai mainan saja, padahal waktu itu aku benar - benar tulus dan berharap lebih sama kamu Kak" Ujarnya dengan suara pelan dan dengan mata yang sudah berkaca - kaca akibat mengingat semua luka yang pernah di berikan Nicholas kepadanya dulu.


Nicholas menggenggam tangan Karin yang berada di atas meja "Kita mulai semuanya dari awal, beri aku kesempatan sekali lagi untuk membuktikan kepada kamu kalau untuk kali ini aku benar - benar serius" Pintanya kepada Karin.


Dengan pelan dia melepas genggaman tangan Nicholas "Aku tidak bisa menjawabnya sekarang" Jawabnya "Kalau sudah tidak ada yang di bicarakan aku akan pergi" Karin berdiri dari duduknya lalu pergi begitu saja meninggalkan Nicholas yang memberikan tatapan sendu ke arahnya.


"Apa tidak ada lagi kesempatan dan maaf untukku lagi Rin" Ujarnya dengan nada syarat dengan kesedihan.


.


.


.


Di tempat yang berbeda Kenan sudah berhasil menemukan keberadaan Angel dan Aline, dia sudah bergegas menuju alamat yang tadi di kirimkan anak buahnya kepadanya.


Axel yang memang bekerja satu kantor dengan Kenan mengikuti kepergian omnya yang terlihat sedang tergesa - gesa.


Di dalam mobil Kenan tidak berhenti mengumpat saat beberapa kali mobil yang dia kendarai terkena macet, sedangkan Axel masih diam - diam berada di belakang mobil milik Kenan, dia tadi sengaja tidak memakai mobilnya agar Kenan tidak tau kalau Axel mengikuti kepergiannya.

__ADS_1


Saat Kenan sudah sampai di sebuah rumah sederhana yang terlihat nyaman, dia segera membuka pintunya tetapi saat dia mencoba membuka pintunya ternyata terkunci dari dalam.


Hingga seorang perempuan menghampiri Kenan "Maaf, penghuni rumah ini sudah pergi sejak tadi pagi" Ucap perempuan tersebut.


Kenan membalikkan badannya "Kalau boleh tahu kemana perginya?" Tanyanya.


"Saya kurang tahu pak, tapi sepertinya mereka akan pindah lagi karena saya melihat mereka membawa koper berukuran besar sama seperti saat pertama kali mereka menyewa rumah ini" Jelas perempuan tersebut kepada Kenan


Mendengar ucapan tersebut, Kenan bergegas menuju tempat yang dia yakini Aline dan Angel ada di sana.


Axel yang berada cukup jauh dari Kenan, merasa bingung melihat wajah panik Kenan "Rumah siapa itu?" Tanyanya kepada dirinya sendiri.


Dia pun kembali mengikuti mobil Kenan yang saat ini melaju lebih cepat dari tadi.


Bandara adalah tujuan Kenan saat ini, di sepanjang bandara dia berusaha mencari Aline, untuk kali ini dia tidak ingin melepaskan Angel lagi, bagaimanapun juga Angel anak kandungannya dan sesegera mungkin Angel harus tahu itu.


Kenan sedikit menyunggingkan senyumnya saat melihat Aline dan Angel duduk di salah satu kursi tunggu di bandara.


Tanpa basa basi, dia mengangkat tubuh Angel lalu menggendongnya, Aline maupun Angel terkejut dengan kedatangan Kenan.


"Om Kenan" Ucap Angel yang sudah menyandarkan kepalanya di leher Kenan.


Walaupun Kenan sangat ingin di panggil papah oleh Angel tapi dia tidak boleh gegabah begitu saja, dia akan membuat Angel nyaman terlebih dahulu dengannya baru nanti dia akan menjelaskan semuanya.


Aline yang melihat Angel akan di bawa pergi oleh Kenan seketika panik, dia berusaha meraih tubuh Angel yang justru semakin mengeratkan tangannya pada leher Kenan.


"Angel, sini sayang sama mamah" Aline masih berusaha membujuk Angel agar mau turun dari gendongan Kenan tapi justru di balas gelengan kepala oleh Angel.


"Aku akan membawa Angel bersamaku, jika kamu ingin pergi jangan membawa Angel bersamamu" Ucap tegas Kenan yang membuat Aline menggelengkan kepalanya, rasa takut mulai menjalari tubuhnya melihat Angel justru terlihat nyaman dengan Kenan.


"Angel anakku, kamu tidak berhak membawa Angel pergi begitu saja dariku" Di tatapnya nyalang Kenan oleh Aline.


"Kalau kamu lupa, Angel juga anakku, anak kandungku, dan mulai sekarang aku yang akan merawat Angel bukan kamu maupun Devan" Gertaknya lalu pergi berlalu meninggalkan Aline.

__ADS_1


Aline tidak tinggal diam, dia mengejar kepergian Kenan, Kini mereka sudah menjadi tontonan banyak orang di bandara tapi Kenan maupun Aline tidak peduli dengan hal tersebut.


Kenan sudah mencapai mobilnya lalu dengan segera memasukkan Angel ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya dengan cepat.


Sedangkan Aline mengetuk ngetuk kaca belakang mobil Kenan tapi tidak di hiraukan oleh Kenan maupun Angel, sebab tadi Kenan sempat mengatakan kepada Angel kalau dia akan mempertemukannya dengan Devan jika mau menurut dan ikut dengannya.


Aline masih terus mengejar mobil Kenan tanpa mempedulikan keramaian lalu lalang mobil di sekitar bandara hingga sebuah mobil melaju kencang menabrak tubuh Aline, membuat tubuhnya terpental beberapa meter lalu terjatuh menghantam aspal dengan kencang tubuh Aline dipenuhi darah yang sudah menggenangi tubuhnya.


Axel yang tadi belum pergi jauh dari bandara setelah kepergian Kenan, turun dari mobil melihat kondisi Aline yang sudah di kerumuni banyak orang.


Perlahan dia bisa melihat mata Aline terpejam dengan banyak darah di kepalanya.


...🍃🍃🍃...


Hallo author come back🏃🏃


Selamat pagi, semoga kalian semua nggak bosen dengan alur ceritanya.


Terima kasih masih setia membaca cerita Suami Bayaran Renatta.


Semoga semakin suka....


Kalau Suka dengan ceritanya bisa like, vote dan komen nya ya.....


Kalau ada typo atau kesalahan dalam menulis bisa di tulis di komen...


Happy Reading


.


.


.

__ADS_1


To Be Continue


__ADS_2