
Zio dan Zia memekik senang saat menaiki Omnibus untuk berkeliling di area Disneyland, Renatta beberapa kali memfoto keceriaan kedua anaknya dengan kamera yang dia bawa kemarin.
"Mah aku ingin berfoto dengan Snow White" Zia menunjuk area Fantasyland
"Ayok sayang, biar mamah yang memfotokan" Renatta menggelengkan kepalanya saat melihat begitu riang putrinya saat memasuki area Fantasyland.
Sedangkan Zio, tadi mengajak papahnya untuk pergi ke area Critter Country untuk menaiki wahana Splash Mountain.
Devan sebenarnya tidak mau menuruti keinginan anaknya untuk menaiki wahana Splash Mountain karena alhasil baju mereka sekarang basah semua, apalagi atas larangan yang diberikan Renatta, dia tidak membawa bodyguard nya sama sekali, Devan memang diam - diam membawa bodyguard untuk menjaga mereka, bukan tanpa sebab dia melakukan itu karena dia hanya takut dengan keselamatan kedua anaknya dan Renatta apalagi banyaknya rekan bisnisnya yang bisa di anggap musuh karena selalu berusaha mencari kelemahan yang Devan miliki untuk menjatuhkan bisnisnya.
"Seharusnya aku tidak menuruti keinginan kamu yang menyuruhku untuk tidak membawa bodyguard ke sini, paling tidak kalau ada mereka ada di sini aku bisa menyuruhnya untuk membelikan baju gantiku dengan Zio" Ucap Devan dengan kesal.
"Astaga Dev, kita masuk ke area bermain untuk anak - anak, bagaimana kamu masih berfikir untuk membawa seorang pengawal masuk ke Disneyland, lagian baju kalian tidak terlalu basah, kita bisa membeli pakaian di perjalan pulang nanti, aku melihat ada toko pakaian di sekitar sini"
"Aku membawa bodyguard ke sini karena aku khawatir dengan keselamatan kalian, aku memiliki musuh bisnis di mana - mana Re, apalagi kalau mereka tahu kelemahan ku adalah kalian pasti mereka akan mencari cara menghancurkanku dan melakukan hal buruk kepada kalian bertiga" Ucap Devan berusaha memberikan pengertian kepada Renatta.
"Apa mereka akan melakukan hal sekejam itu?" Tanya Renatta menatap Devan.
"Bahkan bisa lebih kejam dari itu, yang harus kamu tahu sekarang kehidupanku saat ini tidak semudah yang kamu pikirkan, banyak ketakutan yang aku rasakan ketika menyangkut kalian bertiga apalagi sisi lain hidupku yang begitu gelap akan bisa menjadi Boomerang untuk kalian" Jawab Devan dengan nada penuh dengan keseriusan.
Sejujurnya Renatta tidak begitu mengerti dengan perkataan yang di maksudkan Devan yang dia tahu kalau memang dunia bisnis yang dijalankan Devan tidak semudah yang orang lain lihat.
"Mah Zia capek" Ucap Zia yang sudah menghabiskan kue dan es krim yang tadi mereka beli.
"Sekarang kita pulang" Ucap Devan mengangkat Zia ke gendongannya.
Renatta masih berdiam diri sebentar sebelum mengikuti langkah Devan, dia mengingat perkataan papahnya yang mengatakan kalau ada banyak rahasia yang di sembunyikan keluarga Abimana, apa mungkin ini saatnya dia mencari tahu semua tentang keluarga Abimana.
"Mah, papah dari tadi memanggil, apa mamah melamun?" Tanya Zio ymenggoyangkan tangan Renatta yang dia genggam.
"Ah, tidak tadi mamah hanya memikirkan sesuatu hal yang tidak terlalu penting, maaf kan mamah, ayo kita susul papah"
"Kamu kenapa Re, apa ada yang mengganggu pikiranmu?" Tanya Devan yang saat ini sedang mengemudikan mobilnya.
Renatta menolehkan wajahnya "Tidak ada, hanya sedikit kecapean saja" Alibinya.
"Baiklah, kalau begitu kita langsung kembali ke villa saja" Ucapnya.
Renatta mengernyitkan dahinya "Bukankah kita akan ke toko pakaian dulu untuk membeli pakaian untukmu dan Zio"
__ADS_1
"Tidak perlu, aku nanti bisa menggantinya di villa saja, lagian Zio dan Zia juga sudah tertidur mungkin mereka terlalu capek saat bermain tadi" Devan melihat kedua anaknya dari kaca spion mobil yang saat ini sedang tertidur di bangku belakang.
Setelah acara kemarin mereka memang tidak menginap lagi di hotel tetapi berpindah ke villa yang di gunakan Devan untuk melamar Renatta, kedua orang tuanya dan ibunya Devan sudah kembali lagi ke Indonesia, hanya Raka dan Sherly yang memilih untuk tetap berada di sini sampai besok.
.
.
.
"Sher" Teriak Raka yang melihat Sherly seolah - oleh menghindarinya.
Dia sudah menunggu Sherly untuk keluar dari kamarnya, dia memang tadi tidak mau di ajak Renatta dan Devan untuk pergi ke Disneyland karena dia tahu Sherly juga tidak ikut dengan mereka.
Sherly menghentikan langkahnya "Ada apa?"
"Kamu belum menjawab pertanyaanku yang pernah aku ajukan dulu Sher tentang aku yang meminta kita untuk mulai semuanya dari awal" Ucap Raka yang sudah membawa Renatta duduk di belakang villa.
"Aku tidak tahu harus menjawab apa, aku juga tidak bisa membohongi hatiku sama seperti kamu, masih ada sisa cinta untuk kamu Ka, tapi di sisi lain aku masih ragu" Sherly menerawang jauh ke depan menimbang kembali haruskan dia memulai semuanya dari awal dengan Raka.
Raka menatap Sherly dan menyelipkan anak rambutnya yang menutupi wajahnya "Apa yang membuat kamu ragu?" Jedanya "Apa karena kejadian yang terjadi di masa lalu dulu" Lanjutnya
"Seseorang?" Tanyanya "Siapa itu?" Pikiran Raka sudah mulai berfikir kalau apa yang di maksud Sherly dengan seseorang itu adalah orang yang spesial di kehidupannya.
"Kamu akan tahu nanti, aku akan menjawab semua pertanyaan kamu jika kita sudah kembali ke Indonesia dan aku akan mempertemukan kamu dengan seseorang yang sangat berharga untukku, hidupku" Sherly berdiri dari duduknya dan berlalu pergi
Renatta berdiri tidak jauh dari tempat Raka dan Sherly duduk dan mengobrol tadi, dia merasa ada sesuatu yang di sembunyikan antara kakaknya dan Sherly, setelah mereka sampai lagi ke villa dan menidurkan kedua anaknya di dalam kamar bersama Devan, dia berniat ingin membicarakan hal penting dengan Sherly, tetapi dia justru tidak sengaja melihat Raka dan Sherly yang terlihat begitu dekat seperti sudah saling mengenal sejak lama.
"Foto" Renatta segera mengambil foto yang dia temukan di ruang kerja Sherly saat dia berkunjung dulu.
"Semoga saja fotonya tidak terjatuh"Gumannya masih berusaha mencari foto itu di dalam tasnya, karena dia ingat kalau foto itu, dia masukkan ke tas yan saat ini dia pakai.
Saat dia menemukan fotonya dan menatap lekat foto itu lalu beralih menatap Raka "Tidak mungkin, bagaimana bisa?" Tanyanya pada dirinya sendiri dengan tidak percaya, Renatta ingat kalau mamah kandungnya pernah menunjukkan fotonya dan foto Raka waktu masih bayi dan foto yang saat ini dia pegang begitu mirip dengan kakaknya, Raka dan foto ini sama dengan foto yang dia temukan di gudang rumahnya dulu.
Renatta berlalu pergi untuk menemui Sherly dan akan menanyakan semua kebenaran ini kepada Sherly.
Sherly yang saat ini sedang meminum minumannya di dapur terkejut saat Renatta sudah berdiri di sampingnya dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Kamu sudah pulang Re?" Sherly menaruh gelas minumnya lagi ke meja.
__ADS_1
"Ikut aku, ada hal yang perlu aku tanyakan kepada kamu" Renatta menarik tangan Sherly untuk masuk ke dalam kamar Sherly dan menutup pintunya agar tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka.
"Apa maksudnya ini? Kenapa foto Kak Raka waktu bayi ada di ruang kerja kamu? Apa hubungan di antara kalian?" Dia langsung memberondong Sherly dengan banyak pertanyaan karena rasa penasarannya.
"Itu buka fotonya Raka, tapiii... " Jedanya "Itu foto anak aku Re" Sherly memejamkan matanya setelah mengatakan hal itu kepada Renatta.
"Anak? kamu sudah punya anak? Bagaimana bisa Sher?" Cicit Renatta
Sherly menganggukkan kepalanya "Namanya Darren, anak aku bersama Raka" Lirihnya
Tidak mungkin kan Renatta salah dengar, bagaimana bisa ini semua terjadi, kenapa dia tidak tahu selama ini padahal dia berteman dengan Sherly cukup lama dan kenapa kakaknya tidak bercerita tentang Sherly kepadanya.
...🍃🍃🍃...
Disneyland Tokyo
Omnibus yang dinaiki Zio dan Zia
Fantasyland
Splash Mountain
Happy Reading
.
.
.
To Be Continue
__ADS_1