Suami Bayaran Renatta

Suami Bayaran Renatta
Honeymoon


__ADS_3

Maldives menjadi tempat yang di pilih Devan dan Renatta sebagi tempat bulan madu mereka, awalnya Renatta tidak tega meninggalkan Zio dan Zia, tetapi papah dan mamah nya meyakinkan dirinya kalau Zio dan Zia akan baik - baik saja bersama Oma dan Opanya.


Devan memeluk tubuh Renatta dari belakang "Apa kamu menyukainya?"


"Ini sangat Indah Dev, aku sangat menyukainya sekali" Ucap Renatta yang menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Devan.


Selama di Maldives mereka menginap di Anantara Dhigu Maldives Resort, penginapan yang paling populer di Maldives di mana di penginapan ini kita di suguhkan langsung pemandangan pantai Maldives dan hempasan angin yang membuat siapapun akan betah menginap di sini.


"Mau Sky diving?" Tanya Devan kepada Renatta


Renatta mengangguk dan mengikuti Devan melakukan Sky Diving untuk melihat keindahan bawah laut yang ada di Maldives.


Ini adalah pertama kalinya dia melakukan Sky Diving, dari tadi Devan tidak melepaskan tangan Renatta, agar Renatta tidak berjauhan darinya.


Selesei Sky Diving, Devan sudah menyiapkan kejutan spesial yang akan dia berikan kepada Renatta.


Devan menutup mata Renatta dengan kedua tangannya, dia menuntunnya ke tempat di mana mereka akan melakukan makan malam, Setelah sampai di tempat yang Devan rencanakan, pelan - pelan dia membuka mata Renatta.


"Dev, ini kamu yang menyiapkan semuanya?" Tanyanya tidak percaya, lalu dia menatap Devan dengan senyuman.


"Aku ingin membuat bulan madu kita menjadi bulan madu yang paling membahagiakan untuk kamu, selama ini aku sudah terlalu banyak menyakiti kamu, mulai sekarang dan seterusnya yang aku inginkan hanya membuat kamu selalu bahagia Re"


Devan mencium bibir Renatta sekilas kemudian menuntun Renatta duduk untuk makan malam yang sudah dia persiapkan dengan seromantis mungkin.


Mereka menikmati makan malam dengan tenang, setelahnya Devan dan Renatta kembali lagi ke penginapan yang mereka tempati.


Kejutan yang di berikan Devan bukan hanya saat makan malam saja tapi di dalam kamar tidurnya juga sudah di hiasi berbagai macam kelopak bunga mawar, Renatta sungguh tidak percaya dengan semua ini, Devan yang semua orang kenal memiliki sifat yang dingin dan kejam ternyata bisa melakukan hal romantis seperti ini, tentu saja hal itu bukan asli dari pemikiran Devan sendiri, tapi semua keromantisan ini merupakan usulan dari ibunya dan Daniel.


Devan membalik tubuh Renatta lalu menciumnya dengan lembut dan penuh dengan gairah, Renatta membalas ciuman Devan dan mengalungkan tangannya di leher Devan.


Devan melepas ciumannya dan menempelkan keningnya di kening Renatta "Aku mencintaimu Re, apapun yang terjadi ke depannya jangan pernah mencoba meninggalkanku lagi" Ucap Devan penuh dengan rasa ketakutan di hatinya.


Renatta mengangguk, mereka kembali berciuman lagi lebih menuntut dari sebelumnya, perlahan Devan mulai membuka kancing baju Renatta lalu melepaskannya dari tubuh Renatta, Dia membaringkan tubuh Renatta ke atas tempat tidur dengan tubuh bagian atas yang sudah tidak memakai apapun.


Dia mengecup semua bagian wajah Renatta lalu merambat ke bagian leher hingga ke bagian perutnya, Devan mencium perut Renatta lama berharap kelak akan ada kehidupan baru lagi di dalam perut Renatta.


Devan melepas semua pakaian yang tersisa di tubuh mereka berdua, dia mencium bagian leher Renatta dan meninggalkan bekas merah di sana, Renatta menarik rambut Devan saat Devan sudah memposisikan tubuhnya dengan tubuh Renatta.


Malam itu menjadi malam yang tidak akan pernah bisa Renatta lupakan, untuk pertama kalinya Renatta merasakan kalau Devan melakukannya dengan penuh cinta tidak seperti dulu, yang baginya terasa hambar dan hanya sebatas memenuhi kewajiban yang tertulis di isi kontrak yang dia buat.

__ADS_1


Renatta menggeliatkan tubuhnya saat mendengar ponsel Devan yang terus berbunyi


"Dev bangun ponsel kamu dari tadi berbunyi terus" dia menepuk pelan tangan Devan yang saat ini sedang memeluknya dari belakang.


Merasa tidak ada respon dari Devan, dia berusaha melepaskan pelukan Devan dari tubuhnya agar bisa melihat siapa yang menelfon Devan sepagi ini, bisa jadi itu hal penting.


"Ini masih terlalu pagi untuk bangun Re, apa kamu tidak lelah setelah semalam kita melakukannya" Ucap Devan tidak terlalu jelas karena menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Renatta dan semakin mempererat pelukannya.


Renatta menghela nafasnya pelan kemudian memilih untuk tidur kembali saat melihat jam di ponselnya masih menunjukkan pukul 4 pagi itu artinya dia baru tidur selama 2 jam, sejujurnya Renatta masih penasaran dengan orang yang menelfon Devan pagi pagi seperti ini, tetapi setelah di pikir - pikir mungkin saja itu dari Daniel atau teman Devan lainnya yang ingin mengatakan suatu hal yang penting.


Merasa Renatta sudah tertidur kembali, Devan mengambil ponselnya lalu melihat siapa yang berani menelfonnya sepagi ini, Devan sedikit menjauhkan tubuhnya dari Renatta, tidak lama muncul notifikasi pesan masuk ke ponselnya


Aline


Dev, Angel demam dan terus memanggil nama kamu


^^^Devan^^^


^^^Maaf, aku sedang tidak berada di Indonesia,^^^


^^^nanti kalau aku sudah pulang, aku akan^^^


^^^menemuinya^^^


Setelah mengatakan hal itu, Devan mematikan ponselnya, dia tidak ingin mengambil resiko kalau Aline akan menghubunginya lagi dan menyebabkan kesalahpahaman antara dirinya dan Renatta, dia hanya tidak ingin Renatta menaruh curiga kepada dirinya.


Seorang perempuan berlari memasuki rumah sakit bersama anak perempuan yang saat ini berada dalam gendongannya, Nicholas segera membantu perempuan tersebut karena memang dia ada tugas malam hari di rumah sakit ini.


"Dok, biar saya bantu" Ucap Nicholas yang sudah membantu Aline membawa anaknya ke dalam ruangan periksa anak.


"Terima kasih Dokter Nicholas"


Nicholas dan Aline sedang menunggu Angel, anak Aline di depan ruang periksa.


"Apa itu tadi anak anda?" Tanya Nicholas kepada Aline.


Mereka sama sama bertugas di rumah sakit ini, kalau Nicholas sebagai dokter bedah sedangkan Aline sebagai dokter kandungan, mereka juga tidak terlalu akrab di karenakan Nicholas baru saja bertugas di rumah sakit ini setelah kepulangannya dari New York dulu dan mereka hanya bertemu beberapa kali saja.


"Iya dia Putri saya satunya - satunya" Jawabnya kepada Nicholas

__ADS_1


Tidak ada pembicaraan lagi antara Aline dan Nicholas sampai terdengar suara pintu terbuka


"Bagaimana keadaan putriku?" Tanya Aline dengan nada khawatirnya.


"Dia hanya demam, tapi lebih baik untuk dua hari ke depan dia di rawat di rumah sakit ini" Ucap Dokter Rika yang tidak lain teman Aline yang merupakan dokter anak di rumah sakit ini, dia juga diam - diam menyukai Nicholas sejak saat pertama kali mereka bertemu.


"Kalau begitu aku pergi dulu, sebentar lagi putrimu akan di pindahkan ke ruang rawat inap"


Ucapnya kemudian beralih menatap ke arah Nicholas "Permisi Dok, saya pergi dulu" Ucap Rika yang tersenyum ke arah Nicholas dan di balas senyum tipis olehnya.


"Kalau begitu saya juga permisi, semoga Putri anda segera sembuh" Ucapnya kemudian pergi meninggalkan Aline yang masuk ke ruang pemeriksaan untuk melihat kondisi Angel, putrinya.


"Sayang, ini mamah" Dia mengelus lembut rambut putrinya.


"Papah" Ucap Angel lirih masih dengan mata terpejam.


Aline menatap putrinya sendu lalu menelfon Devan tetapi tidak ada jawaban sama sekali, dia masih berusaha menelfon Devan tetapi hasilnya tetap sama.


Akhirnya dia mengirimkan pesan ke Devan tetapi jawaban yang dia dapatkan justru membuatnya kecewa


^^^Devan^^^


^^^Maaf, aku sedang tidak berada di Indonesia,^^^


^^^nanti kalau aku sudah pulang, aku akan^^^


^^^menemuinya^^^


"Kamu benar - benar sudah tidak peduli lagi dengan Angel Dev" Aline menatap sendu Angel, putrinya yang sedang terbaring lemah.


Keindahan Pulau Maldives





__ADS_1


Happy Reading


To Be Continue


__ADS_2