Suami Bayaran Renatta

Suami Bayaran Renatta
Penderitaan yang Sama


__ADS_3

Renatta tidak bisa menutupi ke gugupan nya saat para pelayan di mansion ini menyambut kehadiran mereka, bahkan tangannya yang saat ini di genggam oleh Devan berubah menjadi dingin.


Sudah lama, sejak 6 tahun lalu terakhir kali dia bertemu dengan ibunya Devan.


"Tenanglah, ibuku masih sama seperti dulu, kamu tidak perlu khawatir" Ucap Devan yang semakin mempererat genggaman tangannya pada Renatta.


Mendengar perkataan Devan membuatnya lebih tenang dari sebelumnya.


"Dimana keberadaan ibu?" Tanya Devan pada salah satu pelayan di mansionnya.


"Nyonya Vira, sudah menunggu ke datangan anda di ruang tengah" Ucap pelayan tersebut kepada Devan.


"Baiklah aku akan segera ke sana"


Devan berjalan menuju ruang tengah mansion bersama Renatta yang berjalan di sampingnya, Renatta menatap kagum pada gaya bangunan mansion milik Devan, terkesan modern dengan gaya klasiknya dan banyak terdapat barang - barang mewah yang sudah bisa di tebak dengan harga kisaran jutaan hingga ratusan juta.


"Devan, akhirnya kamu datang, sudah lama ibu tidak melihatmu pulang ke mansion ini lagi" Vira memeluk anak semata wayangnya dengan erat, dia belum menyadari kehadiran Renatta yang berdiri di belakang Devan.


"Bu" Panggil Renatta yang saat ini sudah berdiri tepat di samping Devan.


Vira terkejut melihat keberadaan Renatta, lalu dia menangkup wajah Renatta "Ini beneran kamu Re"


Renatta mengangguk dan menggenggam tangan Vira yang ada di pipinya "Iya Bu, ini Renatta"


"Astaga, ibu sangat merindukan kamu" Ucap Vira kemudian memeluk Renatta erat, dia sangat merasa bersalah atas kejadian yang menimpa Renatta yang di sebabkan oleh anaknya Devan di masa lalu.


"Renatta juga sangat merindukan ibu" Renatta membalas pelukan Vira.


Setelah puas saling menyalurkan kerinduan, Vira mengajak Renatta untuk mengobrol di halaman belakang mansion, sedangkan Devan masuk ke ruang kerjanya yang berada di mansion ini.


"Ibu hanya ingin minta maaf atas semua kejadian yang menimpa kamu, seharusnya dari awal ibu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi bukan membiarkannya dan membuat Devan menyimpan dendam kepada kamu"

__ADS_1


Ucap Vira kepada Renatta dengan nada lembutnya.


Renatta menatap Vira, lalu tersenyum "Renatta sudah memaafkan dan melupakan semuanya yang terjadi, jadi ibu tidak perlu merasa bersalah seperti itu"


"Kamu tahu, selama Kamu pergi Devan tidak pernah berhenti mencari keberadaan kamu, dia merasa sangat bersalah sudah melakukan semua ini ke kamu, hingga pada malam di mana Devan mengalami kecelakaan yang membuatnya harus terbaring koma di rumah sakit hampir satu bulan lebih karena cidera yang di alaminya dalam kecelakaan"


Renatta menatap Vira terkejut merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar dari perkataan ibunya Devan.


"Selama kami bertemu kembali, Devan tidak pernah mengatakan kalau dia pernah mengalami kecelakaan" Lirihnya.


"Devan memang tidak berniat untuk memberi tahu siapapun mengenai hal ini, yang tahu tentang kecelakaan ini hanya ibu dan Daniel asistennya, yang orang tahu, dia hanya pergi keluar negeri untuk mengurusi bisnisnya yang lain, bahkan pihak rumah sakit juga kami pinta untuk menyembunyikan kondisi Devan yang sebenarnya" Vira mengingat semuanya lagi, di saat Devan hampir saja kehilangan nyawanya akibat kecelakaan mobil yang dia kendarai dalam keadaan mabuk.


"Apa kecelakaannya separah itu bu?" Tanya Renatta dengan nada pelannya.


"Cukup parah, dia harus menjalani terapi untuk pemulihan cedera kakinya selama satu tahun agar dia bisa berjalan dengan normal kembali" Vira menghela nafasnya kemudian menggenggam tangan Renatta erat "Devan sangat mencintai kamu Re, ibu harap kamu mau memberikan dia kesempatan lagi"


Renatta mengangguk dengan mata yang berkaca - kaca, sungguh dia tidak tahu kalau ternyata Devan juga pernah berada di posisi yang sulit, selama ini dia kira hanya dirinya saja yang menderita ternyata Devan juga sama menderitanya dengan dirinya.


"Setelah pulih dari kecelakaannya, ibu pernah mencoba menjodohkan Devan dengan seorang dokter yang selama ini merawatnya, tapi kamu tahu apa yang dia katakan?, Devan mengatakan kalau kalian masih sah berstatus sebagai suami istri dan tidak berniat untuk menggantikan posisi kamu kepada wanita manapun" Vira melanjutkan perkataannya yang tadi sempat terjeda.


Vira memeluk Renatta dan menepuk pelan punggung Renatta "Kamu tidak bersalah sama sekali Re, semua ini di sebabkan karena sebuah kesalahpahaman, setelah ini ibu harap kalian berdua mau memperbaiki hubungan kembali" Vira melepas pelukannya dan menatap tepat pada mata Renatta "Temui Devan dan seleseikan semua permasalahan kalian, ibu bisa melihat kalau sebenarnya kalian masih saling mencintai"


Setelah apa yang di katakan ibunya Devan kepadanya, Renatta segera berlari masuk ke mansion untuk bertemu dengan Devan.


"Di mana ruang kerja Devan?" Tanya Renatta kepada salah satu pelayan yang barusan dia temui.


"Ada di lantai dua nona" Ucap pelayan tersebut menjawab pertanyaan Renatta.


Belum sampai dia naik ke lantai dua, Devan sudah terlebih dahulu terlihat sedang menuruni tangga dengan ponsel yang menempel di telinganya seperti sedang berbicara dengan seseorang lewat telfon.


Renatta dengan cepat menghampiri Devan dan langsung memeluknya erat "Dev maafkan aku, selama ini aku salah menilai kamu".

__ADS_1


Dia tidak mempedulikan jika harus menjadi tontonan para pelayan di mansion ini karena yang dia inginkan saat ini hanya memeluk Devan dan menyalurkan semua perasaan yang ada di hatinya.


Devan sendiri terkejut dengan kelakuan Renatta yang tiba - tiba memeluknya dan menangis sesenggukan di dalam pelukannya, dia segera mengakhiri panggilan di telfonnya dan membalas pelukan Renatta


"Kamu kenapa Re?" Devan melepas pelukan Renatta dan menangkup wajah Renatta yang sudah basah dengan air mata "Apa terjadi sesuatu?" Tanyanya kepada Renatta.


Renatta menggelengkan kepalanya dan kembali memeluk Devan.


"Ibumu sudah menceritakan semua yang terjadi kepada kamu selama ini" Ucap Renatta kemudian melepas pelukannya dengan Devan.


"Termasuk kecelakaan yang menimpaku?" Tanya Devan yang di angguki oleh Renatta.


Devan sudah menduganya kalau ibunya pasti akan menceritakan semuanya kepada Renatta.


"Aku minta maaf kalau selama ini aku mengira hanya aku yang menderita di sini ternyata kamu juga mengalami hal yang bahkan lebih menderita dariku"


"Kamu tidak perlu meminta maaf Re, di sini aku yang paling bersalah karena sudah menjadikan kamu sebagai objek balas dendam ku tanpa mau mencari tahu kebenarannya" Ucap Devan yang membawa Renatta ke pelukannya lagi dan mencium kening Renatta lama.


Ya, setelah ini Renatta berjanji akan mengatakan semuanya kepada Devan termasuk kebohongannya, terutama mengatakan kalau Zio dan Zia adalah anak kandung Devan.


...🍃🍃🍃...


Akhirnya mereka benar - benar sudah berbaikan🥳🥳


Oh iya untuk pertemuan mereka dengan Zio dan Zia aku ganti di bab setelah ini, udah aku up barengan sama bab ini ya.....


Happy Reading


.


.

__ADS_1


.


To Be Continue


__ADS_2