Suami Bayaran Renatta

Suami Bayaran Renatta
Saling Memaafkan dan Menerima Masa Lalu


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat kini sudah genap tiga bulan sejak kejadian dimana dia membuat Karin melakukan percobaan bunuh diri, Sampai detik ini pun dia masih sulit untuk memaafkan Nicholas walaupun sudah berbagai cara Nicholas lakukan agar mendapat maaf dari Karin.


"Pah" Panggil Karin kepada papahnya yang sedang sibuk membaca koran di halaman belakang rumah mereka.


Regan melirik ke arah anaknya, kedua tangannya menutup koran lalu di taruh nya di atas meja "Apa ada yang ingin kamu katakan?" Tanya Regan yang mengusap lembut surai rambut Karin


"Pah, apa yang harus aku lakukan?" Karin menyandarkan kepalanya di pundak Regan berusaha mencari ketenangan hatinya yang sedang kacau.


"Kenapa kamu tidak mengatakan yang sejujurnya kepada Nicholas, dia harus tahu keadaan kamu sekarang" Jelas Regan memberi pengertian kepada anaknya.


Karin menggelengkan kepalanya "Karin tidak tahu bagaimana menjelaskan semuanya sedangkan aku sendiri belum bisa berdamai dengan semua perlakuan yang Kak Nich lakukan kepadaku"


Regan tersenyum tipis mendengar perkataan Karin "Papah bisa melihat tatapan mata Nicholas yang begitu tulus kepada kamu, walau papah belum bisa melihat tatapan cinta di kedua matanya tapi papah yakin dia bisa membahagiakan kalian dan tidak akan menyia - nyikan kamu lagi untuk kedua kalinya"


"Tapi Karin takut kalau Kak Nich akan menyakiti Karin lagi seperti dulu lagi" Ketakutan Karin tentang masa lalu nya bersama Nicholas membuat dia sangat sulit untuk berdamai dengan Nicholas walaupun saat ini ada sebagian dari laki - laki itu di tubuhnya.


Di tangkup nya kedua pipi Karin "Temui dia, katakan semua kejujurannya, papah tidak meminta kamu dengan mudahnya memaafkan dia, tapi papah hanya berharap kamu bisa melihat perjuangan dan kesungguhannya untuk mendapatkan maaf dari kamu"


Karin akhirnya menganggukkan kepalanya, dia akan menemui Nicholas, dia akan berusaha melawan rasa takut dan cemasnya saat berdekatan dengan Nicholas.


Senyum Nicholas tidak pernah pudar dari wajahnya setelah mendapat pesan dari Karin kalau dia mengajaknya untuk bertemu hari ini di cafe favorit mereka saat masih berpacaran, dia berharap untuk kali ini Karin mau memaafkan nya dan berniat memberinya kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahannya.


"Kak" Panggil Karin yang sudah duduk di depan Nicholas

__ADS_1


Nicholas membalas sapaan Karin dengan senyuman "Aku senang akhirnya setelah sekian lama kamu mau bertemu lagi denganku, aku berharap di pertemuan ini kamu sudah mau memaafkanku walaupun aku tahu semua kesalahanku terlalu besar hingga sangat malu rasanya jika aku terlalu berharap lebih tentang maaf tulus yang kamu berikan kepadaku"


"Seperti yang Kak Nich katakan, memang sangat sulit untuk benar - benar memaafkan semua perlakuan yang Kak Nich berikan kepadaku di masa lalu tapi demi seseorang aku akan berusaha memaafkan Kak Nich" Ucapnya menatap tepat pada kedua mata Nicholas.


"Seseorang" Lirihnya, pikirannya mulai tidak tenang jika dia memaafkan nya karena suruhan seseorang, dia takut seseorang yang di maksud Karin adalah orang yang akan menikah dengannya, sungguh jika itu benar sudah tidak ada yang bisa dia lakukan untuk membawa Karin kepelukkannya.


Karin mengambil sebuah amplop dari tasnya lalu menyerahnya kepada Nicholas


Di ambilnya amplop yang di taruh Karin di atas meja "Apa ini?" Tanyanya kepada Karin, dia bisa melihat di depan amplop tertulis nama salah satu Rumah Sakit.


"Bukalah kak" Perintah Karin yang di balas anggukan oleh Nicholas


Dengan sedikit takut dan khawatir Nicholas dengan perlahan membuka amplop pemberian Karin di bacanya isi amplop dari surat tersebut, seketika raut wajahnya berubah menjadi terkejut setelah dia selesei membaca semuanya "Ini benar, kamu sedang hamil anakku?" Tanya nya masih dengan nada terbata nya, dia tidak menyangka kalau kelakuan buruknya malam itu menghasilkan sebuah nyawa yang nantinya akan memanggilnya dengan sebutan papah.


"Itu benar kak, apa yang Kak Nich lakukan malam itu sesuai dengan keinginan Kak Nich" Ucapnya dengan nada sendu


"Maaf, tapi untuk kali ini aku berjanji tidak akan menyia - nyiakan kalian berdua dan aku juga berjanji akan selalu membahagiakan kamu" Janjinya kepada Karin dengan tulus dan sungguh sungguh


"Aku akan memberi Kak Nich kesempatan kedua sebagai bentuk tanggung jawab Kak Nich, tapi aku sungguh tidak akan memaafkan kakak lagi jika melukai ku lagi"


"Ya, aku berjanji, terima kasih karena kamu mau memberikan kesempatan untuk laki - laki seperti aku Rin" Ucap Nicholas dengan anda bahagiannya.


Nicholas membawa Karin kepelukkannya, sungguh dia tidak bisa menggambarkan seberapa besar kebahagiannya saat ini, mulai sekarang dia berjanji akan mulai mencintai Karin dengan sepenuhnya tanpa ada bayangan Renatta sama sekali, karena prioritasnya sekarang adalah Karin dan calon anak nya.

__ADS_1


"Kak, lepas malu kalau di lihat orang" Karin berusaha melepas pelukan erat Nicholas, pipinya sudah seperti kepiting rebus akibat kini mereka sudah menjadi tontonan banyak orang akibat aksi saling peluk yang di lakukan Nicholas.


...🍃🍃🍃...


Hallo author come back 🏃🏃


Selamat malam, semoga kalian semua nggak bosen dengan alur ceritanya.


Yey, untuk permasalahannya Karin dan Nicholas udah selesei dan tidak lama bakalan ending dan di gantian dengan cerita baru lagi.


Terima kasih masih setia membaca cerita Suami Bayaran Renatta.


Semoga semakin suka....


Kalau Suka dengan ceritanya bisa like, vote dan komen nya ya.....


Kalau ada typo atau kesalahan dalam menulis bisa di tulis di komen...


Happy Reading


.


.

__ADS_1


.


To Be Continue


__ADS_2