
Pyarrrrr
"Akhh"
Tangan Karin bergetar saat melihat Lampu tidur yang dia lemparkan mengenai kening Nicholas sehingga menimbulkan keningnya mengeluarkan darah.
Merasa keningnya mengeluarkan darah dengan cepat Nicholas mengusapnya dengan tangannya lalu tatapan nya kembali beralih ke arah Karin yang terlihat ketakutan dengan keringat yang sudah membasahi dahinya.
"PERGI" Di ambilnya bekas pecahan lampu tidur kemudian di arahkan ke tangannya.
Menyadari apa yang akan di lakukan Karin, dia memundurkan langkahnya "Jangan lakukan hal nekat Rin, kita bisa seleseikan semuanya baik -. baik, sekali lagi aku minta maaf" Bujuk Nicholas agar Karin tidak melakukan hal nekat untuk melukai dirinya sendiri.
Karin tertawa miris menatap Nicholas untuk kesekian kalinya Nicholas sudah menghancurkan dirinya dan juga mentalnya secara bersamaan.
"Aku benci dengan kamu, aku sangat membenci kamu Kak" Isaknya "Kamu sudah berhasil menghancurkan aku lagi, setelah dulu kamu merenggut kebahagiaanku dan juga anakku" ucapnya dengan ringisan saat dia berhasil melukai tangannya hingga mengeluarkan banyak darah.
Dengan cepat Nicholas menangkap tubuh Karin yang hampir saja terjatuh di atas pecahan kaca, dia mengabaikan rasa sakit di kakinya akibat menginjak pecahan lampu tidur yang membuat kakinya ikut berdarah.
"Bangun Rin, tolong bertahan, aku berjanji akan menebus semua kesalahanku" Di merobek salah satu bajunya yang tegeletak di lantai untuk menghentikan pendarahan di pergelangan tangan Karin sedangkan Karin sendiri sudah tidak sadarkan diri dengan banyak darah yang keluar di pergelangan tangannya "Kamu harus bertahan" Ucapnya yang kini sudah memakaikan baju Karin kembali untuk di bawanya ke rumah sakit.
Dia mengangkat tubuh Karin dan dengan cepat membawa Karin masuk ke dalam mobil, rasa khawatirnya semakin tinggi saat melihat darah pada pergelangan tangan Karin tidak berhenti keluar, sungguh dia sangat menyesal sudah melakukan semua ini jika tahu respon Karin justru membuat semakin merasa bersalah
"****, bodoh kamu Nich" Berkali - kali dia memukul setir mobilnya saat waktu terasa berjalan sangat lama sebab dia belum sampai - sampai ke rumah sakit apalagi melihat wajah Karin yang semakin pucat akibat kehabisan darah.
Sesampainya di rumah sakit, Karin segera di larikan ke ruang UGD untuk mendapatkan penangan yang serius
Nicholas berjalan mondar mandir saat dokter begitu lama menangani kondisi Karin kalau saja tidak dalam keadaan panik tentu saja dia sendiri yang akan menangani Karin.
Setelah menunggu cukup lama akhirnya ruang UGD terbuka "Bagaimana kondisinya?" Tanyanya dengan nada cemas.
"Pasien hampir saja kehabisan darah untungnya rumah sakit memiliki cukup banyak stock darah sehingga nyawanya segera bisa di selamatkan" Setelah mengatakan hal itu dokter yang tadi menangani Karin beranjak pergi meninggal Nicholas yang berjalan masuk untuk melihat kondisi Karin.
Terlihat selang infus menancap di tangan Karin, mata perempuan itu masih terpejam dengan sangat eratnya, Nicholas mengambil tangan Karin untuk dia genggam, sungguh setelah kejadian ini membuat rasa bersalahnya semakin besar, bagaimana bisa seorang Nicholas melakukan kesalahan untuk yang kedua kalinya, dia juga meruntuki perbuatannya yang kembali mengambil kehormatan Karin.
Ceklek
__ADS_1
Suara pintu terbuka menampilkan sosok laki - laki paruh baya yang tak lain adalah Regan, ayah dari Karin.
Nicholas memang tadi menghubungi nomor Regan yang dia cari lewat ponsel Karin, dia tidak bisa egois lagi untuk tidak memberi tahu kondisi Karin kepada ayahnya.
"Ikut denganku" Ucap Regan dingin yang sudah keluar terlebih dahulu.
Perlahan dia melepaskan genggaman tangannya pada Karin menyusul Regan yang sudah menunggunya di luar.
Nicholas duduk di samping Regan yang pandangannya menatap lurus ke depan belum berniat mengalihkan tatapannya ke arah Nicholas.
"Kamu pasti laki - laki yang bernama Nicholas" Ucap Regan masih menatap fokus ke arah depan, ingatannya beralih ke masa lalu.
"Anda sudah tahu tentang saya?" Tanya Nicholas menatap ke arah Regan
"Bahkan sejak dulu saya sudah tahu yang menjadi penyebab anak saya depresi itu kamu" Dia sudah tidak ingin menutupi semuanya lagi, Regan memang sudah mencari tahu tentang Nicholas sejak dulu saat anaknya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan cucunya meninggal.
"Maaf" Hanya kata itu yang sanggup Nicholas ucapakan saat ini.
Regan terkekeh mendengar permintaan maaf Nicholas setelah dia berhasil menghancurkan kehidupan anaknya.
"Saya tahu mungkin permintaan maaf saya tidak akan pernah bisa anda maafkan, tapi setidaknya saya sudah berusaha untuk meminta maaf dan menebus semua kesalahannya saya kepada Karin di masa lalu"
"Kamu benar kesalahan yang kamu perbuat tidak akan pernah bisa termaafkan apalagi melihat kondisi Karin saat ini, saya bahkan tidak tahu hal apa yang sudah kamu lakukan sehingga membuat Karin harus berada di rumah sakit" Ujarnya yang kini sudah menatap wajah Nicholas dengan tatapan dinginnya "Satu hal yang perlu kamu tahu mental Karin tidak stabil setelah kejadian itu dia harus berada dalam pengawasan psikiater karena depresi parahnya akibat rasa bersalahnya karena kehilangan anaknya dan juga traumanya yang kamu akibatkan"
"Depresi" Lirihnya dengan nada ketidak percayaan nya.
"Kalau kamu ingin mendapatkan maaf dari saya dan juga ingin membahagiakan Karin, buktikan dan jangan pernah mencoba untuk menyakitinya lagi jika kamu tidak bisa melakukannya saya akan tetap menikahkan Karin dengan laki - laki yang saya anggap pantas untuk putri saya"
Regan pergi meninggalkan Nicholas yang masih mencerna ucapan Regan yang mengatakan kalau Karin pernah mengalami Depresi berat karena dirinya.
Tangannya beralih mengambil ponselnya lalu di letakkannya di telinganya "Cari tahu semua informasi tentang Karin Kirana selama 7 tahun ini, jangan sampai ada yang terlewatkan sedikitpun"
Setelah memutus panggilan telfonnya dia tersenyum licik "Kita akan mulai semua permainannya"
.
__ADS_1
.
.
Di sebuah rumah mewah sepasang suami istri sedang bertengkar hebat "Siapa yang mengizinkan kamu untuk menyuruh anak tidak tahu dirimu itu untuk masuk ke perusahaan"
"Aku tidak perlu izin siapapun untuk memasukkan seseorang ke perusahaan, kalau saja anak tidak berguna kamu tidak membuat ulah aku tidak akan menyuruh Nicholas untuk masuk ke perusahaan" Ucapnya dengan nada tinggi kalau sudah lelah bertengkar dengan istrinya.
"Yang perlu kamu ingat, aku tidak akan biarkan anak tidak resmi kamu mengusik keluarga ini, ingat tanpa aku perusahaan kamu tidak akan sesukses ini dan kamu juga masih berutang budi kepadaku karena sudah mau menjadikan anak tidak resmi kamu menjadi anakku dan menutup skandal perselingkuhan kamu dengan sekretaris sialan kamu itu" Ancam perempuan itu kepada suaminya.
"SIAL" Umpatnya yang melempar semua barang di mejanya karena merasa harga dirinya di permainkan oleh istrinya sendiri.
...🍃🍃🍃...
Hallo author come back 🏃🏃
Selamat malam, semoga kalian semua nggak bosen dengan alur ceritanya.
Ceritanya aku selingi dengan sedikit kisah Nicholas, tapi tenang aja nggak akan ada konflik lagi kok......
Terima kasih masih setia membaca cerita Suami Bayaran Renatta.
Semoga semakin suka....
Kalau Suka dengan ceritanya bisa like, vote dan komen nya ya.....
Kalau ada typo atau kesalahan dalam menulis bisa di tulis di komen...
Happy Reading
.
.
.
__ADS_1
To Be Continue