Suami Bayaran Renatta

Suami Bayaran Renatta
Resepsi Pernikahan Raka dan Hilangnya Zio


__ADS_3

Kini kedua kaki Renatta sudah bisa berjalan dengan baik lagi, berkat terapi yang di lakukan selama hampir dua Minggu ini, awalnya dia tidak ingin Devan mengetahui tentang terapinya tetapi entah bagaimana saat dia sedang melakukan terapi dengan Nicholas dia muncul begitu saja di ruang terapi.


Dan sejak kejadian di mana Karin pergi terlebih dahulu dari rumah sakit, dia sudah tidak pernah bertemu lagi dengan Karin, saat di hubungi olehnya Karin hanya mengatakan kalau dia sedang banyak perkejaan yang tidak bisa dia tinggalkan, tidak jauh berbeda dengan Nicholas yang lebih banyak diam tidak se hyperaktif seperti biasanya, apalagi saat Nicholas menatap Zio dan Zia seperti ada guratan sedih di matanya.


"Aku bahagia sekali akhirnya kamu dan Kak Raka sudah resmi menikah juga" Di peluknya Sherly dengan erat.


"Re, lepas pelukkanmu, kamu bisa merusak baju pengantin dan riasanku" Renatta melepas pelukannya pada Sherly.


"Dimana Zio dan Zia?" Tanyanya pada Renatta.


"Tadi Zio bersama dengan Devan sedangkan Zia sedari sampai ke acara resepsi ini langsung menghampiri putramu, Darren" Jawabnya.


"Bagaimana hubungan kalian?"


"Masih sama, hanya saja Devan lebih banyak perhatian kepadaku, sesekali dia sering meminta maaf kepadaku"


"Kamu tidak ada niatan untuk memberi tahu semua kebenarannya kepada Devan?"


Renatta mengedikkan bahunya tanda tidak mengerti "Aku akan memikirkannya tapi untuk sekarang aku belum ada niatan untuk memberitahunya"


Sedangkan Zia dari tadi terus mengikuti kemanapun Darren pergi "Kenapa kamu terus mengikutiku?" Tanya Darren kesal yang langkahnya terus di ikuti oleh Zia.


"Aku hanya ingin bersama Kak Darren" Jawabnya dengan mata puppy eyes nya.


Darren mendengus mendengar jawaban yang di berikan Zia "Kamu bisa makan atau bermain dengan anak lainnya jangan mengikutiku lagi" Ucap Darren yang membuat Zia seketika sedih


"Tapi Zia hanya ingin bermain sama Kak Darren" Zia menundukkan kepalanya karena takut menatap wajah Darren yang baru saja memarahinya.


Merasa tidak tega melihat Zia yang sedih, Darren menangkup pipi Zia "Maafkan aku bukan maksud aku begitu, hanya saja aku tidak terbiasa di ikuti oleh anak perempuan seperti kamu"


Senyuman Zia kembali terbit mendengar ucapan Darren "Iya, Zia juga minta maaf ya karena sudah membuat Kak Darren tidak nyaman"


Darren menganggukkan kepalanya lalu mengusap pipi Zia, yang membuat pipi Zia berubah warna menjadi merah.


"Pipi kamu merah, tambah cantik" Ucap Darren dengan nada dinginnya


"Ih, Zia kan malu kalau Kak Darren memuji Zia cantik" Ucap Zia dengan wajahnya yang semakin memerah.

__ADS_1


"Heh bocil apa yang kalian berdua lakukan" Ucap Nicholas yang membuat Zia memanyunkan bibirnya karena Darren melepaskan tangannya dari kedua pipinya.


"Om Nicholas ganggu banget sih, kan Zia dan Kak Darren lagi membicarakan hal yang sangat serius" Dengus kesal Zia kepada Nicholas yang membuat Nicholas tertawa pelan.


Nicholas memang sengaja menggoda Zia karena baginya Zia menjadi hiburan tersendiri untuknya setelah kejadian 2 Minggu lalu dia tidak lagi bertemu dengan Karin, rasa bersalahnya semakin besar setelah dia mengetahui kalau selama ini dia sudah mempunya anak yang bahkan belum sempat melihat indahnya dunia ini.


Lamunan Nicholas berhenti saat Zia sedari tadi menggoyangkan tangannya "Om Nicholas kenapa, kok diam aja" Di lihatnya Zia yang memasang wajah cemberutnya.


"Kemana Darren?" Di tolehkannya wajahnya ke kanan dan ke kiri untuk mencari keberadaan Darren.


"Kak Darren sudah pergi menemui Om Raka, gara - gara Om Nicholas ya Zia tidak jadi bermesraan dengan Kak Darren" Tangan Zia di lipat ke dada lalu menatap Nicholas penuh permusuhan.


"Oke Oke, Om minta maaf sekarang kamu mau kan temani Om makan es cream" Tanya Nicholas yang berusaha menghibur Zia agar tidak marah lagi kepadanya.


Zia mengangguk "Mau Om" Di tariknya tangan Nicholas, sedangkan Nicholas merasa lega karena dengan mudahnya Zia kembali ceria lagi, karena dia tahu betul jika Zia maupun Zio sudah ditawarinya dengan es cream atau Cake pasti mood mereka akan kembali lagi.


Sedangkan Devan sedang berbicara dengan Daniel di luar gedung resepsi Raka dan Sherly.


"Apa informasi yang kamu dapatkan?" Tanya Devan menatap lurus ke depan.


"Tuan Kenan sudah mulai bergerak untuk bersaing dengan perusahaan milik anda Tuan, dan saya merasa curiga tentang Nona Aline akhir - akhir ini, sebab informasi yang saya dapatkan sudah satu Minggu ini Nona Aline sudah tidak pernah terlihat pergi ke rumah sakit, apalagi Nona Angel juga sudah lama tidak masuk sekolah lagi" Jelasnya kepada Devan.


"Salah satu anak buah saya, masih berusaha melacak keberadaan Nona Aline dan Nona Angel Tuan"


"Aku tidak mau tahu, kamu harus segera mengetahui keberadaan Aline saat ini, aku takut dia akan berbuat nekat kepada Angel" Ujarnya yang di angguki oleh Daniel.


Walaupun Angel bukanlah anak kandungnya tapi dia tidak bisa membohongi kalau kasih sayangnya kepada Angel tidak bisa berubah begitu saja.


Tidak lama Axel datang dengan wajah khawatirnya, setelah sekian lama dia tidak bertemu dengan Axel, melihat wajah Axel ingin sekali dia membuat wajah Axel babak belur karena pengkhiatan yang sudah Axel lakukan kepadanya, tetapi untung saja dia masih mengingat kalau ini adalah acara resepsi Raka dan Sherly yang tidak mungkin dia hancurkan.


"Ada apa kamu menemuiku?" Tanyanya pada Axel dengan nada penuh dengan emosi yang di tahannya.


"Ada hal penting yang perlu kamu ketahui, saat ini, Aline sedang membawa Angel kabur dari kita semua dan yang lebih buruknya Aline punya rencana jahat pada Renatta dan kedua anak kamu" Jelasnya.


"Apa maksud kamu?" Tanyanya berjalan lebih dekat ke arah Axel.


"Aku kemarin tidak sengaja menemukan beberapa berkas surat kesehatan Aline di rumahnya, ternyata selama ini Aline bukan hanya pernah mengidap gangguan mental Panic Attack tetapi juga gangguan mental BPD yang bisa saja kambuh lagi sewaktu - waktu" Ujar Axel kepada Devan, sungguh saat ini Axel sangat khawatir dengan kondisi keponakkan nya yang di bawa kabur oleh Aline, bukan hanya itu Kenan pun sangat kesulitan melacak dimana keberadaan Aline saat ini.

__ADS_1


Sebelum Devan menjawab perkataan Axel, Renatta terlebih dahulu muncul di hadapannya "Di mana Zio Dev, sedari tadi aku mencarinya tidak ketemu hanya ada Zia di dalam bersama Nicholas" Ucap Renatta dengan nada khawatirnya.


"Bukannya Zio tadi di dalam bersama kamu?" Tanyanya balik kepada Renatta.


"Aku justru mengira kalau Zio ada bersama kamu Dev" Renatta sudah mulai panik ketika tidak menemukan keberadaan Zio.


Ponsel Devan berbunyi menampilkan pesan dari nomer yang tidak di kenal



"Datanglah sendiri Ke lokasi yang sudah aku kirimkan dan ingat jangan sampai mengajak polisi maupun orang lain atau anak kamu tidak akan selamat" tulis orang tersebut dalam pesan yang dikirimkan kepada Devan.


...🍃🍃🍃...


Hallo author come back🏃🏃


Selamat Pagi, semoga kalian semua nggak bosen dengan alur ceritanya.


Akhirnya bisa double up dengan cepat.


Maaf untuk part yang double ternyata udah nggak bisa aku hapus karena udah di publish oleh pihak NT dan diakunya draft nya udah terlanjur ku hapus🙏🙏🙏


Terima kasih masih setia membaca cerita Suami Bayaran Renatta.


Semoga semakin suka....


Kalau Suka dengan ceritanya bisa like, vote dan komen ya.....


Jika ada typo atau kesalahan dalam menulis bisa di tulis di komen....


*Seseorang yang mengidap BPD umumnya memiliki perasaan takut ditolak, cemas, marah, tidak berarti, takut ditinggalkan, atau marah.  Bahkan, mereka juga memiliki kecenderungan menyakiti diri sendiri maupun orang lain*


Happy Reading


.


.

__ADS_1


.


To Be Continue


__ADS_2