Suami Bayaran Renatta

Suami Bayaran Renatta
Naik Jet Pribadi ke Disneyland


__ADS_3

Hari ini adalah keberangkatan mereka ke Disneyland untuk memenuhi keinginan Zio dan Zia, tadi untuk pertama kalinya setelah kejadian di restauran, Devan mengirim pesan kepadanya mengatakan kalau Daniel yang akan menjemputnya dan si kembar.


"Silahkan masuk Nona" Daniel mempersilahkan Renatta, Zio dan Zia untuk masuk ke dalam mobil yang akan mengantarnya ke bandara.


"Apa Devan sudah membelikan tiket untuk kami bertiga?, dia kemarin tidak meminta paspor ku sama sekali" Tanya Renatta.


"Anda tidak perlu khawatir, Tuan Devan sudah mengatur semuanya dengan baik" Daniel tersenyum dan melihat Renatta dari kaca spion depan mobil yang dia kendarai.


Sesampainya di bandara, Daniel mengarahkan Renatta untuk mengikuti dirinya dari belakang.


"Kenapa kita ke sini?" Tanya Renatta kepada Daniel yang mengajaknya langsung masuk ke landasan pacu bandara.


"Silahkan masuk Nona, Tuan Devan sudah menunggu kalian di dalam" Ucap Daniel.


Seorang pramugari menyambut kehadirannya dan mengarahkan dia dan si kembar untuk masuk ke dalam pesawat.


"Woahhhh, pesawatnya bagus sekali" Ucap Zia memekik senang saat melihat di dalam pesawat yang dia tumpangi penuh dengan interior mewah seperti hotel bintang lima.


Renatta seketika tersadar kalau Devan mengajak mereka ke di Disneyland menggunakan jet pribadi bukan pesawat komersial biasa.


"Ini memang benar bagus sekali, ini baru pertama kalinya Zio naik pesawat sebagus ini, Zio suka sekali mah" Zio menatap takjub dengan apa yang dia lihat saat ini.


"Silahkan duduk dan pakai sabuk pengamannya Nyonya, sebentar lagi pesawat akan melakukan Take off"


"Di mana Devan?" Tanya Renatta karena sedari tadi tidak melihat keberadaan Devan.


"Tuan Devan yang mengemudikan jet pribadi ini, jadi dia sekarang ada di ruang kemudi pesawat" Jawab Pramugari tersebut.


"Devan yang mengemudikan pesawat ini?" Tanya ulang Renatta.


"Iya Nyonya"


"Zio mau lihat papah, mah" Ucap Zio saat mendengar kalau papahnya yang akan mengemudikan pesawat ini.


"Zia juga ingin ikut melihat papah, pasti papah terlihat sangat keren" Sahut Zia yang juga ikut turun dari kursi pesawat.


"Sayang kita duduk di sini saja ya, jangan mengganggu papah"


Zio dan Zia tidak mendengarkan perkataan Renatta dan berlari menuju pintu yang menghubungkan ruang penumpang dan ruang kemudi.


Renatta dengan cepat melepas sabuk pengamannya lagi lalu mengejar Zio dan Zia.

__ADS_1


"Om buka pintunya, Zio mau lihat papah" Pinta Zio pada seorang laki - laki yang saat ini berdiri di samping pintu.


"Maf tuan muda tapi sebentar lagi pesawat akan take off, lebih baik sekarang anda kembali ke tempat duduk anda" Ucap laki laki tersebut kepada Zio.


"Sudah Zio bilang kalau Zio ingin bertemu papah" Zio memberenggut kesal karena tidak di izinkan untuk bertemu papahnya.


"Zio, Zia ayo kita duduk kembali, nanti kalian bisa bertemu papah kalau pesawat sudah mendarat"


"Nggak mau mah, Zia sama Kak Zio mau lihat papah menerbangkan pesawatnya" Zia menghentak hentakkan kakinya kesal karena tidak di izinkan bertemu Devan.


Melihat anaknya yang terus memberontak dan tidak mau di ajak duduk kembali membuat Renatta kebingungan sendiri.


"Berapa menit lagi pesawatnya akan take off?" Tanyanya.


"Sekitar 5 menitan lagi Nyonya"


Tiba - tiba pintu ruang kemudi pesawat terbuka menampilkan seorang laki - laki yang dia perkirakan orang yang akan mendampingi Devan saat mengemudikan pesawat nanti atau biasa di sebut co pilot.


Kesempatan itu tidak di sia - siakan Zio, dia segera menerobos masuk "Pah, ini sangat keren" Mata Zio berbinar melihat berbagai tombol pesawat yang menyala.


Devan yang sedang fokus menerima arahan dari ATC menolehkan kepalanya saat melihat Zio dan Zia sudah ada di sampingnya mengamati berbagi tombol - tombol yang ada di pesawat.


"Duduklah, dan pangku Zio dan Zia untuk sementara waktu, aku akan segera menerbangkan pesawatnya" Ucap Devan yang masih menekan beberapa tombol di depannya.


Renatta menuruti perkataan Devan lalu duduk dengan Zio dan Zia di pangkuannya.


Setelah selesei di beri arahan dan di izinkan menerbangkan pesawat, Devan segera menarik tuasnya dan perlahan - lahan pesawat yang dia kemudikan mulai lepas landas.


Zio dan Zia memekik senang, sedangkan Renatta memejamkan matanya karena jujur baru pertama kali ini, dia melihat orang menerbangkan pesawat dan pertama kalinya juga dia duduk di balik kemudi pesawat.


"Papah sangat hebat" Ucap Zio dengan mengacungkan jempol tangannya.


"Kamu ingin mencobanya?" Tanya Devan yang langsung mendapat anggukan dari Zio


"Dev, ini sangat berbahaya, bagaimana kalau Zio salah menekan tombol" Ucapnya.


"Itu tidak akan terjadi, aku yakin Zio pasti akan dengan cepat paham apa yang aku katakan dan jelaskan"


Renatta akhirnya memilih mengalah dan membiarkan Zio duduk di pangkuan Devan, dia bisa melihat Devan begitu telaten menjelaskan fungsi fungsi tombol yang ada di depannya pada Zio.


"Nanti kalau besar Zio ingin seperti papah bisa mengendarai mobil dan pesawat" Ucap Zio kepada Devan membuat Renatta tersenyum mendengar keinginan Zio.

__ADS_1


"Tentu kamu harus menjadi orang yang sukses seperti papah, tapi kamu tidak boleh seperti papah yang pernah menyakiti seorang perempuan" Devan melirik Renatta yang juga meliriknya "Ya sudah sekarang kamu duduk kembali dengan mamah di bangku penumpang, setelah ini papah akan menyusul"


Renatta dan kedua anaknya sudah kembali lagi duduk di kursi penumpang, karena perjalan membutuhkan waktu 7 jam Renatta memutuskan untuk memejamkan matanya.


Devan sudah duduk di kursi penumpang jet pribadinya setelah menyuruh pilot yang mendampinginya tadi untuk menggantikan dirinya, dia melihat Renatta yang sudah memejamkan matanya tertidur sedangkan Zio dan Zia masih masih asyik mengamati kemewahan jet pribadinya, sebenarnya dia ingin memindahkan Renatta ke kamar tidur yang tersedia di jet pribadinya ini tetapi dia urungkan dan membiarkan Renatta tertidur di kursi penumpang.


Pesawat yang mereka tumpangi kini sudah landing di Bandar Udara Internasional Haneda Jepang.


Sebelum turun dari pesawat mereka mengganti pakaian mereka dengan pakaian musim dingin karena memang di Jepang malam ini sedang pada suhu 5℃.


Sebuah mobil sudah menunggu di depan bandara, tadi Devan sudah memesan mobil pribadi untuk mereka gunakan selama berada di Jepang.


Karena kelelahan selama perjalanan Zio dan Zia sudah tertidur bangku belakang, di dalam mobil tidak terjadi pembicaraan sama sekali antara Devan dan Renatta.


"Aku sudah memesan dua kamar, Zio dan Zia akan tidur bersama kamu, aku tidur di kamar sebelah, kalau ada apa - apa kamu bisa menelfonku atau menemuiku di kamar" Setelah mengatakan hal tersebut Devan berjalan lebih dahulu dengan Zio dan Zia yang berada di gendongannya.


Renatta menatap kepergian Devan dengan wajah sendunya, melihat sikap Devan yang sekarang membuat hatinya sakit, padahal dia sudah sering melihat Devan bersikap seperti ini.


Devan menidurkan Zio dan Zia di ranjang kemudian berlalu keluar kamar begitu saja tanpa sepatah kata pun, bahkan dia tidak mengatakan apapun kepada Renatta.


...🍃🍃🍃...


Author comeback


Selamat bermalam Minggu untuk semuanya...


Tenang.... Devan nggak beneran lagi marah kok sama Renatta kayaknya ada udang di balik bakwan nih Si Devan...


Spoiler Next Bab nya Renatta bakal bahagia lagi karena Devan


Semoga semakin suka dengan jalan ceritanya...


Happy Reading


.


.


.


To Be Continue

__ADS_1


__ADS_2