Suami Bayaran Renatta

Suami Bayaran Renatta
Hari Bahagia Untuk Devan


__ADS_3

Renatta saat ini sedang duduk di sebuah bangku kayu yang berada dibelakang rumahnya setelah pembicaraannya dengan kedua anaknya, dia memilih untuk pergi ke sini untuk menenangkan pikirannya.


"Tadi mamah sudah menceritakan semuanya ke papah tentang Devan yang merupakan ayah kandung Zio dan Zia" Ucap Ardhan, papahnya.


Renatta menolehkan kepalanya dan melihat papahnya yang sudah duduk di sampingnya "Papah sudah pulang?" Tanyanya.


Ardhan menganggukkan kepalanya dan menatap hamparan rumput di depannya "Papah dari awal sudah menduganya, pertama kali melihat wajah Zio dan Zia papah seperti tidak asing dengan wajah tersebut" Ardhan menatap anaknya, kemudian pandangannya kembali lurus ke depan "Kamu tahu nak? dulu waktu papah masih muda, papah berteman baik dengan Bian, papahnya Devan , tapi karena suatu hal hubungan kami merenggang dan berakhir menjadi orang asing yang tidak saling mengenal" Ucapnya dengan tersenyum sendu membayangkan masa lalunya yang kurang baik.


"Kalau begitu papah juga mengenal papah Brata, ayah angkat Renatta"


"Papah tidak terlalu mengenal Brata, yang papah tahu sejak dulu keluarga Abimana menentang pernikahan Brata dan istrinya"


"Lalu apa mamah tahu soal ini semua?" Tanyanya.


"Di keluarga kita tidak ada yang tahu termasuk mamah kamu dan Raka, karena pertemanan kami rusak sebelum papah kenal mamahmu" Ucapnya.


"Lalu kenapa papah yakin untuk cerita ke Renatta?"


Ardhan kembali menatap Renatta "Karena secara tidak langsung kamu pernah menjadi bagian dari keluarga Abimana, dan di dalam tubuh kedua cucu papah mengalir darah keluarga Abimana"


Renatta menundukkan kepalnya dan menghela nafasnya pelan "Aku tidak tahu harus bagaimana mengatakan semua ini kepada Devan pah, setelah kebohongan yang Renatta katakan kepada Devan sebelumnya"


"Apapun yang terjadi di masa lalu kalian, jangan sampai kamu mengorbankan kebahagiaan Zio dan Zia, mereka masih kecil dan tidak tahu apapun masalah kalian berdua"


"Dan satu hal lagi yang perlu kamu tahu kalau keluarga Abimana menyimpan banyak rahasia yang suatu hari nanti harus kamu cari tahu rahasia apa saja itu dan tentunya hal itu ada hubungannya dengan kamu" Ardhan hanya berusaha memberitahu agar anaknya Renatta mau mencari tahu banyak soal keluarga Abimana, karena banyak hal besar yang berusaha di tutupi oleh keluarga Abimana, dia tidak punya hak apapun untuk menceritakan tentang keluarga tersebut.


Renatta mengernyit bingung tentang apa yang barusan dikatakan papahnya, tetapi seperti yang dikatakan papahnya dia akan mencari tahu semuanya sendiri.


Ardhan sebenarnya tidak terkejut lagi ketika pada akhirnya dia menemukan Renatta kembali apalagi dulunya yang merawatnya adalah Brata Abimana yang sengaja merubah nama belakanganya, memang semua kejadian yang menimpanya dan keluarganya berhubungan dengan keluarga Abimana.

__ADS_1


Hanya saja yang membuatnya sedikit terkejut saat apa yang dia pikirkan selama ini benar kalau ayah kandung dari Zio dan Zia adalah Devandra Narendra Abimana.


Keesokan harinya Devan sudah menunggu kedatangan Daniel, asisten pribadinya, tidak lama kemudian pintu ruangannya di ketuk dari luar "Bagaimana, kamu sudah mendapatkan apa yang sudah aku suruh kemarin?"


Daniel menyerahkan sebuah map kepada Devan "Semuanya sudah ada di dalam map ini, memang benar semua akses informasi mengenai Nona Renatta memang sengaja di tutupi oleh Tuan Raka yang tak lain adalah kakak kandung Nona Renatta.


Devan membuka map yang saat ini di pegang nya kemudian tersenyum bahagia "Apa kamu yakin semua informasi yang tertulis di sini cukup akurat" Tanyanya kepada Daniel.


"Saya yakin pak, untuk informasi yang lebih lengkapnya saya sudah mengirimnya ke email anda"


Devan berjalan ke arah kaca ruangannya dan melihat pemandangan gedung gedung yang menjulang tinggi "Baiklah, kamu boleh keluar sekarang"


Daniel pamit untuk kembali bekerja kemudian keluar dari ruang kerja Devan, meninggalkan Devan yang tidak berhenti menampilkan senyum tipisnya "Aku benar - benar tidak menyangka ternyata selama ini aku sudah menjadi seorang ayah" Ucapnya pelan


Di dalam map cokelat pemberian asistennya memang terdapat banyak sekali bukti mengenai Renatta dan kedua anaknya, informasi yang selama ini ditutup aksesnya selama hampir 6 tahun tiba - tiba dengan mudahnya dia dapatkan.


Devan membuka sedikit jendela kantornya dan mulai menghisap vapor miliknya yang tadi dia ambil dari laci mejanya "Kamu ternyata ingin bermain - main dengan ku Re dengan menyembunyikan semua ini dan mengatakan semua kebohongan ini"


"Baiklah kita akan lihat seberapa jauh kamu ingin menjalankan permainan ini, setelah itu aku akan pastikan kamu menyesal karena sudah melakukan semua ini kepadaku" Ucapnya di ikuti dengan senyum smirk yang dia tampilkan.


"Kedua anak anda, tuan muda Zio dan Nona muda Zia, mereka bersekolah di sini" Ucapnya di balik kemudi sopir.


"Apa kamu tadi sudah berhasil membujuk agar sekolah mengizinkan kita untuk bertemu mereka?" Tanyanya kepada Daniel.


"Tadi saya sempat kesulitan saat memintanya tetapi setelah saya menjelaskan semuanya dan menyebut nama anda akhirnya mereka mengizinkan, salah satu gurunya bilang 30 menit sebelum jam berbunyi, dia akan mengantarkan kedua anak anda ke sini tetapi dia meminta kepada saya 5 menit sebelum bel keluar berbunyi mereka harus segera kembali lagi ke kelas"


Devan hanya menganggukkan kepalanya, tidak lama kemudian Zio dan Zia sudah muncul dari dalam sekolah digandeng oleh seorang perempuan yang dia yakini adalah salah satu guru di sekolah ini.


Daniel segera turun dari mobil dan menghampiri mereka, sejenak ada rasa tidak yakin pada diri Zio dan Zia tetapi setelah Daniel menyebut nama Devan akhirnya mereka mau ikut menuju ke arah mobil yang terparkir tidak jauh dari halaman depan sekolahan.

__ADS_1


Daniel membukakan pintu mobil untuk Zio dan Zia, setelahnya mereka langsung berhambur memeluk Devan.


"Zia senang akhirnya bisa bertemu papah lagi"


"Zio juga seneng banget bisa bertemu papah Devan"


Devan tersenyum dan mencium kening kedua anaknya, "Papah juga senang sekali akhirnya bisa mengetahui keberadaan kalian dan bertemu kalian seperti ini"


Zio dan Zia tidak berhenti tersenyum dan berceloteh riang menceritakan semua kegiatannya serta keinginan yang mereka harapkan selama ini, tentu saja hal itu membuat Devan tersenyum miris, keinginan anaknya hanya sederhana mereka hanya ingin mempunyai keluarga yang sempurna.


"Papah pasti akan ngajak kalian berdua jalan - jalan dan akan mewujudkan keinginan kalian tapi tidak sekarang" Ucapnya sambil mengusap lembut kepala Zio dan Zia.


Mereka menganggukkan kepalanya "Iya pah, tapi papah janji kan" Zia dan Zio mengangkat dari telunjuknya ke arah Devan.


"Iya, papah janji kepada kalian untuk mewujudkan semuanya" Devan melingkarkan kedua jari kelingking miliknya ke jari kelingking Zio dan Zia.


Hallo kak aku balik lagi🥳🥳


Maaf kalau cuma sedikit, nanti aku usahain buat double up👏👏👏


Aku mau kasih spoiler sedikit buat alur cerita Suami Bayaran Renatta.....


Jadi di cerita ini hampir setiap tokohnya punya konflik dan rahasia sendiri - sendiri, rahasia yang disimpan per tokohnya akan aku ungkap satu per satu di sekitar bab 50 an lebih.


Dan akan ada puncak konflik dari cerita ini nanti, yang akan aku usahain bisa buat para pembaca ikut kesel bacanya 😌😌


Udah spoilernya itu aja ya kak, semoga semakin suka sama ceritanya🤗🤗


Happy Reading.......

__ADS_1


To Be Continue


__ADS_2