
Sudah lebih dari satu bulan sejak kejadian di mana Zio mempertanyakan masalah anak lain yang di miliki oleh Devan, dan sejak itu pula Renatta mulai melupakan kecurigaannya kepada Devan begitupun dengan Zio yang sudah tidak bertanya apapun lagi kepada Renatta masalah papahnya tetapi setiap bertemu dengan Angel di sekolah, Zio tetap bersikap dingin kepada Angel berbeda dengan Zia yang selalu bersikap ramah kepada Angel.
Devan juga memenuhi janjinya pada Aline untuk menemui Angel lebih sering, hal itu tentu saja di pergunakan oleh Aline untuk terus mengambil perhatian Devan bahkan dengan terang terangan dia pernah menyuruh Devan untuk menginap di rumahnya dengan alasan Angel yang terus merengek ingin di temani Devan saat tidur, mau tidak mau dia menuruti permintaan itu demi Angel alhasil dia harus membuat alasan kepada Renatta kalau dia ada pekerjaan mendadak ke luar kota.
Aline sempat melakukan hal nekat untuk menjebak Devan kembali dengan mencampurkan obat perangsang pada minuman yang dia berikan kepada Devan agar dia bisa memiliki alasan untuk membuat Devan berada di sampingnya tetapi sayangnya Devan lebih memilih untuk tidak meminum minuman yang dia berikan oleh Aline.
Sebenarnya Devan sendiri menyadari kalau Aline berusaha menggodanya, tetapi dia melakukan semua ini hanya untuk Angel tidak ada maksud lain apalagi dia sangat merasa bersalah kepada Renatta karena selama satu bulan ini dia sering kali berbohong kepada Renatta, dia lebih memilih menuruti perkataan Aline untuk sering mengunjungi Angel ke rumahnya sebab dia tahu betul bagaimana sifat Aline yang bisa saja nekat memberitahukan masalah ini kepada Renatta, dia akan melakukan permintaan Aline sampai dia bisa mengumpulkan semua bukti itu, tinggal sedikit lagi semuanya akan terkumpul dan dia bisa terbebas dari masalah ini.
"Kamu sedang sakit Re?" Tanya Devan dengan nada khawatir saat melihat wajah Renatta yang terlihat pucat.
"Aku nggak apa - apa Dev, lebih baik kamu cepat berangkat ke kantor kasihan Zio dan Zia pasti menunggu kamu di bawah, bukankah hari ini kamu sudah berjanji untuk mengantar mereka berangkat ke sekolah" Ucap Renatta dengan lemah karena sejak bangun tidur perutnya begitu mual dan kepalanya juga terasa sangat pusing.
"Aku tidak tega meninggalkan kamu dalam keadaan sakit seperti ini" Devan mengusap pipi pucat Renatta.
"Masih banyak pelayan yang akan menjagaku Dev, nanti aku juga bisa menghubungi mamah untuk datang ke sini, atau nanti aku bisa menyuruh Sherly datang ke sini untuk sekalian membicarakan masalah gaun pernikahannya" Ucap Renatta berusaha meyakinkan Devan kalau dia akan baik baik saja saat Devan pergi bekerja nanti.
"Baiklah kalau begitu, kamu istirahat saja di dalam kamar, biar pelayan yang mengantarkan makanan ke sini" Renatta mengangguk, Devan mengecup kening Renatta lalu turun untuk makan pagi bersama Zio dan Zia.
"Pah, mamah di mana kok tidak ikut makan bersama kita?" Tanya Zia yang tidak melihat keberadaan mamahnya
"Mamah sedang tidak enak badan, jadi mamah tidak bisa ikut makan pagi dengan kita" Jawab Devan.
"Zio mau lihat mamah dulu" Ucap Zio yang akan turun dari tempat duduknya.
"Zia juga ingin melihat mamah" Sahut Zia
"Habiskan makanannya dulu, kalau makanan kalian sudah habis baru boleh menemui mamah" Tegas Devan yang membuat Zio dan Zia melanjutkan makannya kembali.
Sebelum berangkat ke sekolah Zio dan Zia terlebih dahulu menemui mamahnya.
__ADS_1
"Mah" Panggil Zia dengan mata yang berkaca - kaca saat melihat Renatta menyandarkan kepalanya di ranjang.
Renatta yang awalnya memejamkan matanya untuk menahan mual dan pusing di kepalanya menoleh saat mendengar panggilan anaknya
"Kalian belum berangkat ke sekolah?" Tanya Renatta kepada Zio dan Zia.
"Papah bilang mamah sakit, Zio khawatir sama keadaan mamah" Ucap Zio lirih
"Zia juga tidak tega melihat mamah sakit seperti ini, Zia lebih senang kalau mamah memarahi Zia" Sahut Zia yang berjalan mendekat ke arah mamahnya.
"Mamah hanya pusing dan mual, nanti setelah minum obat pasti mamah akan sembuh kembali" Renatta berucap pelan kepada Zio dan Zia.
"Zia sayang sama mamah, mamah harus cepat sembuh" lirihnya dengan suara yang bergetar
"Iya, nanti kalau kita pulang dari sekolah mamah harus sudah sembuh" Sahut Zio yang membuat Renatta terkekeh.
"Iya mamah pasti sembuh, kalau begitu kalian harus segera berangkat ke sekolah nanti kalian terlambat dan di marahi Miss Bianca, kalian mau di marahi?"
Setelah kepergian Zio dan Zia, Renatta menghela nafasnya untuk menghilangkan rasa tidak nyaman di tubuhnya, sebenarnya Renatta paham gejala apa yang dia alami saat ini sama persis saat dia hamil Zia dan Zio dulu, tetapi dia tidak ingin gegabah memberitahukan ke Devan, dia harus mengeceknya terlebih dahulu untuk memastikannya.
.
.
.
Sherly saat ini sudah berada di mansion milik Devan, tadi Renatta meminta bantuannya membalikan testpack lalu menyuruhnya untuk datang menemuinya.
Sherly memberikan testpack yang tadi dia beli kepada Renatta "Kamu tidak ingin mencoba testpacknya sekarang?"
__ADS_1
"Aku akan mencobanya nanti saja, Bagaimana persiapan untuk pernikahan kamu dengan Kak Raka?" Tanya Renatta kepada Sherly
"Sudah hampir selesei tinggal gaun yang aku pesan ke kamu saja" Jawabnya.
"Gaun yang kamu minta sudah aku seleseikan, hanya saja untuk hari ini aku tidak bisa pergi ke butik dalam kondisiku yang seperti ini"
"Tidak masalah Re, kita bisa ke butik besok, lebih baik kamu sekarang istirahat, dan jangan lupa memberitahuku apa hasil dari testpacknya nanti, aku berharap akan mempunyai keponakan baru lagi setelah ini, aku tidak menyangka kalau Devan sehebat ini bisa membuat kamu hamil lagi hanya dalam waktu sebentar, pasti permainan Devan di atas ranjang sangat hebat" Sherly tersenyum menggoda yang di balas tatapan tajam dari Renatta.
Sherly bahagia sebentar lagi dia akan menjadi bagian dari keluarga Adhitama, keraguannya tentang penolakkan orang tua Raka kepadanya dan kedua anaknya nyatanya tidak terbukti justru kedua orang tua Raka menerima dirinya dan Darren dengan sangat baik, bahkan kedua orang tua Raka meminta maaf atas kesalahan yang pernah di perbuat Raka di masa lalu, apalagi mamahnya Raka merasa sangat bersalah karena mengabaikan kiriman foto Derren waktu bayi yang pernah Sherly kirim ke alamat rumah Raka dulu.
"Oh iya Re, aku mempunyai rekomendasi dokter kandungan terbaik, beberapa bulan lalu aku tidak sengaja bertemu dengannya saat mengantarkan Darren ke rumah sakit, mungkin kamu bisa mengeceknya kesana jika ingin memastikan tentang kehamilanmu, kebetulan aku menyimpan kartu namanya" Sherly mengambil kartu nama seorang dokter kandungan dari tasnya lalu menyerahkannya kepada Renatta
"Aline Airanita" Ucap Renatta saat membaca nama yang tertulis di kartu yang di berikan Sherly kepadanya.
...🍃🍃🍃...
Terima kasih masih setia membaca cerita Suami Bayaran Renatta....
Kalau ada typo bisa di tulis di komentar....
Jika suka ceritanya bisa like, komen dan vote ya kak.....
Happy Reading
.
.
.
__ADS_1
To Be Continue