
MAMAH.....
PAPAH.....
Teriak dua orang anak kecil yang memanggil Renatta dan Nicholas dengan sebutan papah dan mamah.
Sedangkan Renatta menatap Nicholas tajam, sedangkan Nicholas hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Renatta berjongkok mensejajarkan tingginya dengan kedua anaknya, "Baby Z kenapa kalian ada disini?, mamah kan sedang kerja" Ucap Renatta sambil mengusap kepala kedua anaknya.
"Tadi Om Nicholas yang jemput kami ke sekolah lalu mengajak kami untuk bertemu mamah ke sini" Ucap Zio kepada mamahnya dengan memakan es krim di tangannya.
"Lalu tadi kenapa kalian panggil Om Nicholas dengan sebutan papah?" Tanya Renatta menyelidik kepada ke dua anaknya.
"Tadi Om Nicholas bilang kalau Zio dan Zia mau panggil Om Nicholas dengan sebutan papah nanti kita diajak pergi ke Disneyland"
Kemudian Zia beralih menatap Nicholas "Awas aja ya Om kalau bohongin Zia, nanti Om aku coret dari daftar teman Zia" Ucap Zia dengan melipat tangannya di depan dada.
Renatta hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan kedua anaknya apalagi Zia yang terlihat lebih banyak bicara dibandingkan dengan Zio yang sedikit pendiam, tapi tetap saja banyak tingkah seperti adiknya.
"Hai kakak cantik" Sapa Zio kepada Elle yang saat ini sedang menghampiri Renatta
"Hallo Zio, ih kok tambah ganteng sih keponakan aunty" Puji Elle kepada Zio yang salah tingkah dengan perkataan Elle
"Zio kan emang ganteng Tante, nanti kalau udah besar, Tante mau kan nikah sama Zio?" Tanya Zio dengan nada polosnya.
Elle yang mendapat pertanyaan seperti itu dari seorang anak usia 5 tahun hanya tertawa kecil .
Renatta mendelikkan matanya melihat kelakuan Zio, sudah Renatta katakan kan kalau Zio hanya sedikit pendiam dan lebih banyak tingkahnya.
"Zio, astaga jangan bilang kalau yang mengajarkan kamu menggoda perempuan seperti ini adalah ajaran dari Om Raka" Selidik Renatta kepada Zio.
Zio hanya menganggukkan kepalanya, membuat Renatta kesal dengan kakaknya Raka, bisa bisanya anak sekecil ini sudah diajari berkata seperti itu kepada seorang perempuan.
Sedangkan Nicholas hanya terkekeh melihatnya, temannya Raka itu memang terkenal cukup playboy dan tidak pernah menjalin hubungan serius dengan seorang perempuan, jadi dia tidak terkejut kalau Zio mengatakan kalau Raka yang sudah mengajarinya mengatakan seperti itu kepada seorang perempuan.
"Oh iya Re, tadi ada yang menelfon dan membuat janji denganmu tentang desain baju untuk acara ulang tahun anaknya besok " Ucap Elle kepada Renatta.
"Mamah mau lanjut kerja dulu ya, kalian sekarang pulang dengan Om Nicholas dulu, sampai bertemu dirumah twins"
Zia menatap Renatta dan mengerucutkan bibirnya "Tadi kata Om Nicholas kita mau makan siang bareng mamah"
__ADS_1
"Maafkan mamah sayang, mamah harus segera melanjutkan pekerjaan mamah, kita nanti bertemu waktu makan malam di rumah ya"
Zia hanya menganggukkan kepalanya sedangkan Zio sedang asyik sendiri dengan mainan rubik ditangannya.
"Nanti kamu tidak usah menjemputku, aku akan pulang naik taksi saja, aku titip twins, nanti aku akan hubungi Bibi Anne agar tidak perlu datang ke rumah untuk menjaga Zio dan Zia karena sudah ada kamu"
"Kamu yakin tidak mau aku jemput?" Tanya Nicholas kepada Renatta.
"Tidak perlu Nich, sudah sana cepat pulang, bye bye twins, mamah sayang kalian" Ucap Renatta sebelum masuk kembali ke ruang kerjanya.
"Kenapa hanya Zio dan Zia yang disayang Re, kenapa aku tidak?" Teriak Nicholas kepada Renatta, yang membuatnya menjadi pusat perhatian beberapa pengunjung butik dan tentu saja hal itu membuat Renatta menatap Nicholas dengan tajam yang dibalas senyuman oleh Nicholas, karena dia memang suka sekali menggoda Renatta.
"Om ayok pulang, Zia udah capek mau tidur siang" Ucap Zia sambil menarik baju Nicholas.
"Zio juga udah tidak sabar buat mainin komputer Om Raka lagi" Guman Zio lirih agar tidak di dengar oleh Nicholas.
.
.
.
"Om Zia lapar ingin makan kue cokelat" Ucap Zia sambil pura - pura menahan lapar
"Ya udah Om Nicholas belikan dulu sebentar, Zio kamu minta apa?, biar sekalian om belikan"
"Zio sama kayak Zia tapi kuenya yang rasa vanilla aja"
"Yaudah, om keluar sebentar, awas jangan nakal dan keluar rumah sendiri" Peringat Nicholas kepada Zio dan Zia
"Oke Om" Ucap Zio dan Zia secara bersamaan dengan senyum lebarnya.
Setelah memastikan Nicholas sudah pergi keluar, mereka berdua berlari masuk ke kamar tidur milik Raka.
"Yuk kak, kita ke kamar Om Raka"
Zio dan Zia sudah berada di kamar tidur Raka, Zio sudah menyalakan komputer milik Raka dan segera mengetik sesuatu di internet untuk mencari informasi yang sudah sangat ingin mereka ketahui sejak kemarin.
Kemarin Zia tidak sengaja mendengar pembicaraan mamahnya dengan Om Raka yang menyebutkan tempat kerja papahnya yang selama ini sangat Zia ingin tahu keberadaannya tetapi dia tidak berani menanyakannya ke mamahnya.
"Bagaimana kak?" Tanya Zia yang sudah duduk di samping Zio
__ADS_1
Zio sedang menuliskan nama salah satu perusahaan yang tak lain adalah DN Corp di internet, tidak lama kemudian muncul foto seseorang yang membuat mereka terperangah setelah melihat wajah orang tersebut.
"Wajahnya mirip banget sama kakak" Zio berteriak girang.
"Jangan teriak keras keras dek, kuping kakak sakit tau" Ucap Zio sambil mengusap kupingnya yang terasa berdengung karena teriakan Zia.
"hehehe, maaf kak, Zia seneng banget akhirnya bisa melihat foto papah, Zia pengen banget ketemu papah" Ucap Zia sendu.
"Kakak juga pengen ketemu papah, tapi kata Om Raka kita tidak boleh bertanya ke mamah tentang papah".
"Zia Zio kalian dimana, ini sudah om belikan kuenya"
Mendengar suara teriakan Nicholas, Zio segera mematikan komputernya.
Sedangkan Zia sudah berlari menghampiri Nicholas disusul oleh Zio dibelakangnya.
.
.
.
Renatta sedang memandang wajah kedua anaknya yang sudah terlelap tidur, dia masih mengingat betul bagaimana perjuangannya merawat kedua anaknya hingga mereka berdua lahir di dunia ini kemudian memberinya nama Zio Gabriel Abimana dan Zia Gamiella Abimana, Renatta tetap memberikan nama belakang Devan karena bagaimanapun dia tetap ayah dari kedua anaknya.
"Mamah sayang sekali dengan kalian, semoga mimpi indah twins" Renatta mengecup kedua kening putranya kemudian keluar menuju dapur untuk mengambil air minum.
"Kak Raka baru pulang?" Ucap Renatta saat melihat kakaknya duduk di kursi dapur.
"Iya tadi ada pasien yang harus menjalani operasi secara tiba tiba, kamu kenapa belum tidur?" Tanya Raka kepada adiknya karena jam sudah menunjukkan pukul 11 malam karena biasanya jam segini adiknya itu sudah tidur.
"Tadi ada desain baju yang harus segera aku seleseikan, jadi sekalian aku kerjakan di rumah" Ucap Renatta yang saat ini sudah duduk di samping Raka.
"Kapan kamu akan memberitahu twins tentang papah kandungnya?" Ucap Raka yang membuat Renatta spontan menolehkan kepalanya menghadap kakaknya.
.
.
.
To Be Continue
__ADS_1