
Renatta masih tidak yakin dengan penjelasan yang baru saja di utarakan Devan, dia merasa ada sesuatu hal yang memang sengaja Devan sembunyikan darinya.
Untuk kali ini dia tidak boleh lengah lagi, apalagi nanti sampai terjadi kesalahpahaman lagi di antara dirinya dan Devan, jadi dia harus bertindak sendiri untuk mencari tahu kebenarannya.
"Baiklah, anggap saja aku mempercayai perkataan kamu Dev" Ucapnya "Kalau begitu aku pergi dulu" dia berdiri dari duduknya bersiap pergi untuk menemui Raka untuk meminta bantuannya
Tangan Renatta di tarik oleh Devan, kini posisi Renatta sudah duduk tepat di samping Devan.
"Kamu tidak mempercayai perkataanku?" Di elusnya pipi Renatta lembut.
"Bukannya aku tidak mempercayainya Dev, hanya saja aku masih merasa aneh dengan jawaban yang kamu berikan"
"Jika aku katakan kalau memang ada yang aku sembunyikan, apa kamu akan marah?" elusan tangannya beralih menggenggam tangan Renatta.
"Itu semua tergantung dari apa yang kamu sembunyikan dari aku"
"Beri aku waktu, aku akan menceritakan sesuatu kepada kamu, tapi satu hal yang harus kamu tahu kalau aku cinta sama kamu Re" Semuanya terasa bimbang untuk Devan, dia memang ingin menceritakan semuanya kepada Renatta, tetapi dia juga ingin menyembunyikan kebenarannya sampai dia mengetahui siapa ayah kandung Angel, rasa takut juga membayanginya kalau sampai Aline mengatakan semuanya terlebih dahulu kepada Renatta.
"Berarti benar ada yang kamu sembunyikan dari aku Dev" pada akhirnya Devan hanya menganggukkan kepalanya saja "Kalau begitu sampai kapan kamu tidak memberitahuku, bukankah dari awal kita sudah berjanji untuk saling jujur dan tidak menutupi apapun"
"Nanti, sewaktu aku pulang ke mansion aku akan memberitahu semuanya kepada kamu"
Devan rasa dia tidak harus menyembunyikan hal ini lebih lama, kalau sampai Aline berhasil memberitahu lebih dulu dari dirinya itu akan lebih membahayakan untuk rumah tangga mereka.
"Aku akan menunggu kamu di mansion nanti, aku berharap kamu akan benar - benar jujur" Renatta berdiri dari duduknya tapi sekali lagi Devan mencegahnya, dia membalikkan tubuh Renatta lalu menciumnya kasar dengan penuh nafsu.
Renatta juga membalas ciuman Devan tidak kalah kasar, karena terlalu menikmati ciuman, mereka sampai tidak sadar kalau sedari tadi pintu ruang kerja Devan di ketuk dari luar
Tidak lama kemudian pintu ruang kerjanya terbuka menampilkan Daniel yang terkejut saat melihat Devan dan Renatta yang sedang berciuman, tidak jauh berbeda dengan Daniel, Devan dan Renatta ikut terkejut melihat kedatangan Daniel, mereka segera melepaskan ciumannya.
Devan berdehem untuk menormalkan rasa terkejutnya, Renatta pun memalingkan wajahnya malu karena ciumannya dan Devan di lihat oleh Daniel.
"Maafkan saya pak, kalau begitu saya permisi terlebih dahulu nanti saya akan ke sini lagi" Pamitnya tetapi suara Renatta mencegah langkah Daniel untuk keluar dari ruangan Devan.
__ADS_1
"Tidak perlu Daniel, aku akan pulang, kalau ada hal penting kamu bisa membicarakannya dengan Devan sekarang" Renatta mengambil tasnya yang ada di meja Devan lalu dia beranjak pergi meninggalkan Devan dan Daniel di ruang kerjanya.
Ketika Renatta sudah tidak terlihat lagi, Devan dan Daniel mulai berbicara serius lagi mengenai Aline.
"Bagaimana, apa kamu sudah menemukan siapa ayah kandung dari Angel?"
Daniel menaruh sebuah foto yang berasal dari rekaman CCTV sebuah cafe
"Nona Aline dan Tuan Kenan pernah bertemu di sebuah cafe 3 hari sebelum anda kecelakaan tuan"
"Bukankah Kenan, Om dari Axel"
"Iya, anda benar, beberapa tahun lalu Tuan Kenan sempat tertepa isu perselingkuhan dengan seorang wanita yang lebih muda darinya, hanya saya skandal itu di tutupi oleh keluarga mereka"
"Lalu bagaimana keadaannya saat ini"
"Setelah skandal tersebut, sudah tidak ada lagi kabar tentang Tuan Kenan"
"Cari tahu tentang keberadaannya, dan kabarnya saat ini" Suruhnya kepada Daniel
Daniel segera menjalankan tugas dari Devan, memang agak sulit untuk mencari informasi mengenai Kenan, apalagi setelah perceraian Kenan dengan istrinya tidak ada kabar apapun mengenainya, seolah memang keberadaannya sengaja di sembunyikan.
.
.
.
"Sampai kapan Om bersembunyi seperti ini?" Ucap Axel yang saat ini menemani Kenan bermain golf.
"Aku hanya senang saja menjalani hariku seperti ini tanpa ada yang menggangguku" Di pukulnya bola golf sejauh mungkin, setelahnya dia menghampiri keponakannya yang sedang duduk di bangku dekat area golf.
"Tapi apa Om tidak ingin melihat kondisi Angel" Kenan menghentikan minumnya saat Axel menyebut nama Angel.
__ADS_1
"Bagaimana keadaannya?" Di taruhnya botol minum di atas meja lalu pandangannya fokus ke arah Axel.
"Dia membutuhkan seorang papah yang benar menyayanginya dengan tulus" Ucapnya.
"Angel sudah bahagia memiliki papah seperti Devan, itulah keinginan Aline sebelum memilih pergi" Kekehnya.
"Tapi faktanya Devan tidak bisa menyayangi Angel dengan baik, apalagi Om sendiri pasti tahu kalau Devan sudah memiliki anak dari orang yang di cintainya"
"Lalu apa yang bisa aku lakukan, muncul di depan Angel lalu tiba - tiba mengatakan kalau aku papah kandungnya, apa kamu kira itu hal yang mudah apalagi Aline pasti akan menghalangi aku bertemu Angel" di hisapnya vapor yang dia selipkan di tangannya.
"Setidaknya Om harus mencoba menemui Angel, aku yakin Angel juga pasti akan merasakan kalau om itu papah kandungnya Angel bukan Devan, selama ini aku sudah banyak membantu Om untuk menjaga Angel dan menyelamatkan Angel saat Aline hampir saja menggugurkan kandungannya kalau aku mengatakan yang sebenarnya kepada Devan" Ucap Devan kepada Kenan.
Kenan memikirkan semua perkataan Axel, dia selama ini memang salah karena lepas tanggung jawab begitu saja kepada Angel yang notabennya adalah putri kandungnya sendiri, tetapi banyak masalah yang melibatkannya di masa lalu, apalagi kecelakaan yang dia alami akibat ulah mantan istrinya membuatnya harus mengalami ke lumpuhan dan hilang ingatan hampir 2 tahun lamanya, hingga dia berhasil bisa berjalan lagi dan tidak lama ingatannya juga ikut pulih kembali, tapi hal pertama yang dia dengar saat ingatannya pulih adalah saat Aline mengakui anak mereka sebagai anak Aline dengan Devan bukan dengannya tentu saja hal itu membuatnya merasa marah dan kecewa dengan apa yang di lakukan Aline.
"Aku akan melakukannya, tetapi sebelumnya aku akan muncul lagi di publik sebagai pemilik perusahaan Sanjaya Grup, itu akan lebih mudah jika aku ingin merebut Angel dari Aline" Ujarnya dengan memancarkan keseriusan di wajahnya"
"Apa Om yakin akan kembali lagi memegang perusaan Sanjaya Grup lagi" Tanya Axel kepada Kenan.
"Tentu saja aku sangat yakin, semua ini aku lakukan hanya untuk Angel tidak lebih" Pandangannya lurus ke depan membayangkan anaknya Angel, anak yang dulu sangat dia nantikan tetapi dengan teganya justru Aline pernah ingin melenyapkannya.
...🍃🍃🍃...
Hallo author come back🏃🏃
Selamat Malam, semoga kalian semua nggak bosen dengan alur ceritanya.
Kalau Suka dengan ceritanya bisa like, vote dan komen ya.....
Happy Reading
.
.
__ADS_1
.
To Be Continue